Secret [ Part 5 ]

TAR!!

Peluru itu melesat dengan cepat ke arah Seohyun. Kecepatannya tak sebanding dengan kecepatan Kyuhyun berlari.Rasanya Kyuhyun ingin melambatkan waktu saat ini. Tak ingin melihat Seohyun mengeluarkan darah, mengeluarkan cairan merah kental dengan lubang terbuat di tubuh. Andai ia punya doraemon.

TRING

“Ah antingku.” Seohyun menunduk mengambil anting yang jatuh. Anting berlian yang sangat mahal.

Anting, seakan menjadi penyelamat nyawa bagi dirinya. Penyelamat dadakan yang patut diacungi jempol. Sayang ia hanya benda kecil tak bernyawa, dan tak banyak yang bisa melihatnya.

Sekejap Kyuhyun berhenti berlari. Jantungnya yang tadi dipacu dengan cepat, kembali seperti biasa. Tak ada yang terluka, tak ada yang mengeluarkan darah. Lega didada terasa hingga badannya melemas.

Changmin dan Donghae, setelah mendengar suara tembakan dari seorang namja mereka langsung menangkap namja itu. Satu lawan dua, sudah seperti satu lawan 10. Donghae dan Changmin sudah seperti pagar bagi namja itu, bergerak saja sudah tidak bisa bagaimana mau kabur.

“Aku hanya disuruh” bela namja itu.

Saat itu juga, menit bahkan detik ini, penyuruh itu kaluar dari gedung untuk menyelamatkan diri. Cengiran kecewa tersinggung di bagian bawah wajahnya. Tangannya ia kepal sekuat tenaga didalam kantong celana.

Laki laki pelaku penembakan itu akhirya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bukan hanya dengan 4 bodyguard Yuri, tapi dengan pihak berwenang.

“Ternyata kau peduli dengan ku juga ya Cho Kyuhyun~” bisik Seohyun di telinga Kyuhyun.

“Kalau kau mati, siapa yang akan menjadi ibu dari anak anakku? Kalau kau mati siapa yang akan menjaga ku disaat tua nanti?” tanya Kyuhyun dengan nada frustasi.

Seohyun tersenyum, secepat kilat ia mencium pipi Kyuhyun. Ia senang bagaikan dibuai dengan kebahagiaan abadi. Walau pestanya gagal tapi ia mendapatkan perhatian yang selama ini ia harapkan dari seorang Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang jarang memanjakan harapan harapan Seohyun.

Rasanya tak mau mengganggu sang pasangan yang sedang mabuk, Yuri sedikit mendekatkan dirinya ke Seohyun. “Mianhaeyo~ ini karena diriku” ucap Yuri dengan wajah yang ditundukan ke arah bawah. Matanya tak berani menatap Kyuhyun dan Seohyun.

“Kau salah apa? Diakan mengincarku~ lagi pula aku tak apa apa~” Sayang Yuri baru sadar bahwa Seohyun tak tau tentang khasus yang dapat membahayakan nyawa sang pacar.

“Yoboseyo~ bakar rumah itu sekarang” ucap seorang namja dari balik telpon.

Rencana demi rencana seakan dijalankan dengan sangat terencana. Kalau yang pertama gagal masih ada yang kedua.

Bau minyak tanah yang semerbak semakin tercium dari rumah tersebut. Rumah kecil yang kosong tiada orang didalamnya. Seakan mendapatkan setan dalam dirinya sang pelaku langsung menyalakan koreknya dan melemparnya ke arah rumah yang sudah dipenuhi minyak tanah yang mudah, bahkan sangat mudah terbakar.

Semua tugas dianggap selesai sang pelaku langsung melangkah pergi. Semua barang bukti dibawa denganya.

“Jihyun ah~ kenapa panas sekali ya?” tanya Jessica sambil menggandeng tangan Jihyun yang mungil.

Molla mungkin matahari tukeran hawa sama bulan.” Jawab Jihyun asal.

Hawa panas semakin menjadi jadi, asap mulai memasuki rongga hidung mereka berdua saat berjalan menuju rumah seseorang. Sesampainya didepan rumah kaki Jessica seakan lemas. Si Jago merah membahana membakar seriap isi rumah itu.

Eonni~ rumah Donghae oppa kok menyala seperti itu?” tanya Jihyun.

Tak berani ia menjawab pertanyaan bodoh milik Jihyun, Jessica langsung menekan beberapa nomer di hpnya. Berharap orang yang ia telpon mengangkat telponnya dengan cepat.

“Donghae oppa~ rumah mu terbakar. Cepatlah pulang!”ucap Jessica panik.

Donghae langsung tercengang dengan perkataan Jessica. Yoona yang berdiri disampingnya menyadari perbedaan ekspresi dari Donghae yang begitu derastis.

Hyung aku harus pulang!” Donghaepun meminta ijin pada Eunhyuk selaku tetuah dalam team bodyguard ini.

“Kita masih bekerja hae~ kau tak lihat disini tak aman” Eunhyuk menarik tangan Donghae sedikit ke arahnya menjaga Donghae agar ia tak berani pergi dari ruangan itu.

“Rumahku terbakar, Jessica barusan menelphonku.” Ucapan Donghae seakan berasal dari pengeras suara. Bukan ucapan  tapi teriakan marah dari Donghae pada Eunhyuk.

Semua tercengang dengan perkataan Donghae. Terutama Yoona, Ia tak sanggup berkata kata lagi. Rumah sang sahabat terbakar dan Jessicalah yang memberi tau Donghae.

Tak meminta ijin lebih lanjut Donghae langsung menghubungi pemadam kebakaran sembari berjalan keluar dari gedung mencari kendaraan untuk ke rumahnya.

“Donghae ah~ tunggu!!!!” Yoona melepas heels yang ia pakai lalu berlari mengikuti Donghae.

Changmin pun juga mengikuti sahabatnya itu. Sedang Yuri berlari ketempat yang sedikit sepi untuk menenangkan dirinya yang merasa sangat bersalah atas semua yang menimpa para bodyguardnya. Terpaksa Siwon dan Eunhyuk mencari Yuri.

“Mereka kenapa sih chagi?”tanya Seohyun bingung.

“Seohyun ah~ aku mau jujur.”

Alis Seohyun dinaikan, ia meminta pernyataan yang lebih dari bibir Kyuhyun yang manis.

“Aku ini adalah bodyguard bayaran KSA. Dan kali ini tugasku adalah mengawal Yuri.”

Bingung, Seohyun bagaikan orang bingung. Tak tau apa yang harus ia pikirkan dan ekspresi apa yang pas untuk Kyuhyun saat ini. Ia tau KSA adalah organisasi negara yang menawarkan jasa keamanan bagi warga negara yang sangat membutuhkan. 1 hal yang ia takuti, tubuh Kyuhyun ditinggal pergi oleh awahnya.

“Kyu, aku… aku tak tau harus berkata apa, disatu sisi aku bangga dengan statusmu menjadi bodyguard KSA. Disisi lain aku takut jika kau akan kehilangan nyawamu saat bertugas nanti.” Ujar Seohyun.

Tangan Kyuhyun perlahan meraih tubuh Seohyun yang sedikit gemetar. Memeluknya dengan erat, penuh perasaan dan penuh ketakutan. “Mati, tak pernah ada dalam kamus hidup Cho Kyuhyun. Tenang saja aku belum bosan hidup, aku akan memasukan kata laknat itu jika aku sudah bosan berada didunia. Tapi mungkin itu tak akan pernah terjadi jika masih ada kau di dunia ini. Jadi kau juga harus menjaga dirimu kalau tak mau melihatku bosan hidup.”

“Oppa, Mereka siapa?”

Kyuhyun melepas pelukannya dan memperhatikan sekitar mereka, sekumpulan namja berbaju hitam ala bodyguard mengepung mereka. seketika itu juga, Kyuhyun memasang posisi melindungi Seohyun.

“Seoyhyun ah, dengar jika aku teriak lari, larilah secepat mungkin. Aku tak mau melihatmu terluka.” Bisik Kyuhyun.

Ragu, Seohyun akhirnya menganggukan kepalanya.

“Habisi mereka!” ucap leader dari sekumpulan manusia itu. Satu demi satu maju mendekati Kyuhyun.

“LARI!!” teriak Kyuhyun

Dengan cepat Seohyun lari meninggalkan Kyuhyun disana sendiri. Airmatanya seakan tak bisa ditahan lagi, semuanya mengalir deras dari 2 buah mata indahnya. Mencari tempat aman itulah tujuannya sekarang, berusaha menyampingkan nama Kyuhyun di otaknya.

TAR!

Langkah Seohyun berhenti. Ia membalikan badannya ke arah Kyuhyun. Badannya melemas melihat Kyuhyun sudah teergeletak di lantai sambil melihat dirinya, diatara kaki kaki. Mulutnya komat kamit membentuk kata kata ‘Pergi. Pergi sekarang’.

“Kyu~ tapi…”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya, tak lupa ia menambahkan senyuman tulus dibibirnya. Terpaksa Seohyun melangkah pergi dari gedung itu.

“Aishh aku telat Seohyun pasti memarahiku” Taemin berjalan dengan jas merekat di tubuhnya. Ia sedikit cemas dengan nasibnya saat ini.

BUK

“O.. Seohyun ah~ kau kenapa? Kenapa kau kacau sekali?” tanya Taemin dengan Gentle.

Tak berbicara banyak Seohyun membalikan tubuhnya melihat manusia manusia tadi sudah dekat, langsung ia menarik Taemin pergi dari gedung itu. Beruntung Taemin membawa mobil mereka bisa dengan cepat pergi dari gedung  itu.

“YURI!!!” teriak Eunhyuk. Teriakannya membahana sampai bergema. Matanya sigap ke segala arah. Saat ini ia harus berpencar dengan Siwon mencari Yuri.

Sekilas ia mendapatkan targetnya. Ia terduduk di sisi gedung yang agak gelap sambil menangis. Eunhyukpun langsung mendekati Yuri.  “Jangan menangis, yeoja itu jelek saat menangis dan aju tak suka melihat yeoja jelek!” ucap Eunhyuk, tangannya memberikan saputangannya ke Yuri.

Yuri pun menerima sapu tangan milik Eunhyuk.

“Kalian berpencar Yuri masih ada disini!” suara yang sentak mengagetkan Eunhyuk juga Yuri. Eunhyuk langsung menarik Yuri ke sebuah ruangan gelap pekat. Dicarinya ujung ruangan yang bersudut 90°.

Didoronglah tubuh Yuri keujung tembok itu dan punggung Eunhyuk seakan menjadi perisai bagi Yuri.

DAK~

Eunhyuk memejamkan matanya sedikit menahan perasaan pasrahnya. Berharap manusia yang mencari cari Yuri tak melihat mereka. Beruntung ruangan itu gelap.

“Kosong! Sepertinya mereka sudah pergi dari sini!”

“Sial kalau begitu perintahkan semuanya untuk kembali ke gudang!” sang leader langsung berjalan menuju keluar gedung.

Hembusan nafas lega dari Eunhyuk dan Yuri langsung keluar dari hidung mereka. Memastikan keadaan diluar sudah aman Eunhyuk membuka pintu tersebut dan mendapati area diluar ruangan yang menjadi tempat persembunyiannya itu sudah kosong.

“Choi Siwon!”

“Eunhyuk ssi~ mana Yuri?”

Yuri langsung lari kepelukan Siwon. Eunhyuk seperti tak ada harganya lagi. Tanpa memperdulikan apa yang Eunhyuk rasakan mereka langsung berusaha mencari jalan keluar dari gedung terkutuk itu.

Dari jauh terlihat kaki yang tergeletak di lantai. Bercak bercak darah basah ataupun kering juga terlihat. Penasaran Eunhyuk lari menghampiri kaki tersebut. Tangan orang itu, tangan yang ia kenal apa lagi jam yang dipakai oleh namja itu. Semakin dekat, perasaannya semakin kacau, tak karuan, tak bisa diucapkan dengan kata kata. Seorang namja yang ia kenal dengan wajah pucat tergeletak setengah kaku di lantai dengan lautan darah di lantai.

“CHO KYUHYUN!” teriak Eunhyuk.

Yuri dan Siwon langsung menatap Eunhyuk.

“Yak! Babo bangun! Aishh!” Eunhyuk langsung memposisikan Kyuhyun di gendongannya.

Mata Kyuhyun sedikit terbuka dan nafasnya tereengah engah di gendongan Eunhyuk.

Hyung, gomawo!” bisik Kyuhyun.

Tak memperdulikan ucapan Kyuhyun, Siwon dan Eunhyuk serta Yuri sibuk membawa tubuh Kyuhyun keluar dari Gedung tersebut. Membawanya ketempat yang dianjurkan oleh Yuri.

***

“Oppa! Akhirnya kau datang!” teriak Jessica. Donghae langsung tercengang melihat rumahnya sudah dilahap habis si jago merah.

Rumah yang dihadiahkan appanya sebagai hadiah kelulusannya di univesitas ternama di Korea, sekarang sudah tinggal nama. Pemadam kebakaaran pun datang bersamaan dengan Donghae sayang semuanya sudah telat.

“Donghae hyung~” Panggil Changmin.

“Changmin ah~ beritau aku siapa mereka!” teriak Donghae dengan nada marah.

Changmin mengambil nafas, “Tiger Cat. Mereka orang yang mengincar Yuri.” Ucap Changmin lantang dan tegas.

“Mereka harus membayar semua ini!”

Selagi para pemadam kebakaran memadamkan api di Rumah Donghae, mereka menjadikan rumah Jihyun menjadi tempat Donghae menenangkan diri. Jihyun tak mau jauh jauh dari Donghae, ia seakan tau bahwa Donghae sedang sedih dan marah.

“Tiger Cat itu apa?” tanya Jessica pada Changmin.

“Organisasi yang menyimpan dendam pada sebuah Keluarga. Tentu bukan keluarga Lee yang diincar mereka.”jelas Changmin.

“Lalu?”

“Mian ini rahasia, aku tak bisa memberi taumu!”

Yoona langsung duduk disamping Donghae. “Kau dan Jihyun bisa tinggal dirumahku, mungkin disana lebih aman.” Ucap Yoona.

“Iya, dia benar sebaiknya kau menjauhi area ini” ujar Changmin.

Mau tak mau demi keselamatan nyawanya dan Jihyun ia menerima tawaran Yoona. Walau ada perasaan tak enak ia sekarang benar benar sudah berada didepan pintu rumah Yoona. Changmin menjadi orang yang mengurus rumah Donghae ditemani Jessica.

Jihyun dengan tenang tanpa mengeluarka suara terus berada di gendongan Donghae. Ia memeluk erat leher Donghae dengan manja, seakan menenangkan Donghae.

“Oppa aku pulang” teriak Yoona. “Oppa Donghae daan Jihyun mau menginap disini, mereka terkena mustibah” lanjut Yoona.

Namja berpenampilan tak karuan membuat Jihyun menjerit ngeri dan langsung memeluk Donghae. Heechul langsung tersenyum pada Donghae dan menganggukan kepalanya. Donghae seakan masuk kedalam kandang macan putih yang sangat ganas.

***

“Sungmin ssi!” Yuri mengetuk ngetuk pintu rumah mewah didekat rumahnya.memanggil nama si pemilik rumah yang merupakan seorang Dokter pribadi keluarganya.

Pintu itu terbuka, sang pemilik bernama Sungmin kaget dengan orang yang dibawa oleh Yuri. Setengah sekarat itulah  yang bisa disimpulkan oleh Sungmin saat melihat Kyuhyun yang berada digendongan Eunhyuk.

“Bawa dia masuk! Rebahkan tubuhnya di ruang praktek ku!” Eunhyuk langsung mengikuti arahan Sungmin.

“Kyuhyun ah~ bertahan lah!” ucap Eunhyuk.

Sungmin langsung menyuntikan obat bius penahan rasa sakit pada Kyuhyun. Ia tau Kyuhyun masih sadar terlihat dari matanya yang sedikit terbuka membuat beberapa kedipan. Selanjutnya ia memakai sarung tangan yang membuat tangannya 100% bersih dari berbagai kuman yang ada.

Ia mengambil gunting dan beberapa peralatan dokter yang lain untuk mengambil peluru yang bersarang di daerah perut Kyuhyun. Saat dibuka, saat itu juga ada rasa ngilu yang tak tak karuan di luka Eunhyuk. Ia sekan memposisikan disinya sebagai Kyuhyun saat ini.

“Gwaenchana Kyuhyun ah~ kau pasti hidup!” ucap Eunhyuk

Beruntung peluru itu tak menembus usus milik Kyuhyun. Nyawanya berhasil selamat saat sudah diambang dunia dan akhirat. Luka tadi langsung dijahit oleh Sungmin dengan berhati hati.

Eunhyuk mengambil handphone milik Kyuhyun di saku celananya setelah mendapatkan ijin dari Kyuhyun. Ia mencari cari nama ‘Seohyun’ di contact handphone Kyuhyun.

“Yoboseyo”

“Oppa gwaenchana? Kau dimana?” tanya Seohyun yang berada disebrang telpon sana.

“Aku Eunhyuk, pacarmu baik baik saja.” Balas Eunhyuk.

“Oppa, kau dimana?”

“Kau mau kesini? Kuberikan alamatnya!” Eunhyuk langsung menutup telphonenya dan mengirimkan locationnya pada Seohyun.

Sungmin menari Siwon yang duduk disamping Yuri menuju kamar miliknya. “Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Sungmin.

Siwon mengambil nafas untuk memulai penjelasan panjanganya yang akan segera dimulai. “Hyung, Yuri menjadi sasaran kelompok Tiger Cat. Begini kau kan lebih lama hidup dengan keluarga Yuri, appamu sudah menjadi dokter pribadi keluarga Kwon sejak Yuri kecil, apa kau tau tentang masalah perusahaan Kwon Corp?”

Beranjak dari tempat, Sungmin mengambil sebuah file file dari laci miliknya. Dibawanya file tersebut ke Siwon.  “Sebelum appaku meninggal, ia memberikan ini padaku. Katanya ini dapat menyelamatkan keluarga Kwon . Aku belum pernah membuka file ini”

Dibukanya file itu, satu persatu Siwon membaca setiap kata yang tertulis di file itu. Sebuah list perusahaan yang dulu berjaya pada masanya tercoret seakan menjadi target Kwon Corp. Satu perusahaan Kim Corp menjadi pusat perhatiannya. Lembar berikitnya adalah penjelasan perusahaan Kim.

Siwon langsung tercengang melihat foto keluarga pemilik Kim Corp. Yang dicoret dan diberi keterangan ‘Mati’ di setiap kepala. Halaman berikutnya semakin tercengang membaca surat yang dituliskan oleh appa Yuri. Untuk seseorang.

‘Bunuh keluarga Kim, Jangan sampai meninggalkan jejak’

Begitulah kata kata yang di lingkari merah. Halaman berikutnya sebuah kertas baru yang masih rapi. Tulisan yang diyakini Sungmin adalah tulisan Appanya.

‘Kim Heechul masih hidup dan ia akan membalas semua yang dilakukan Kwon Corp pada keluarganya. Tak akan ada yang bisa menghentikannya. Lindungi Yuri, ia target utamaya.’

Jantung Siwon seakan ditendang oleh kuda ke lahan kosong. File itu tak sengaja ia jatuhkan ke lantai. Sungmin merapikan file appanya itu lalu memberikannya lagi pada Siwon.

“Yuri dalam bahaya ia adalah targetnya hyung.” Ucap Siwon.

Sungmin mengangguk ia seakan mengerti apa yang terjadi saat ini. Ia membiarkan Siwon berunding dengan Eunhyuk sedang ia dan Yuri menunggu perkembangan Kyuhyun.

DOK DOK DOK

“Biaraku yang buka!” ucap Sungmin.

“Mana Kyuhyun!” Seohyun langsung berlari ke dalam dengan tergesa gesa. Mengitari Rumah Sungmin.

Langkahnya berhenti saat melihat Kyuhyun tergeletak tak berdaya di tempat tidur dengan wajah sangat pucat layaknya mayat. Ia menajamkan pandangannya ke Yuri seakan menyuruh Yuri menjauh dari Kyuhyun.

“Yuri ssi, bisakah kau keluar sebentar aku ingin bersama dengan namja itu” ucap Seohyun halus.

Yuri mengangguk lalu keluar dari kamar itu.Seohyun langsung mengambil alih tempat Kyuhyun memegang tangan Kyuhyun dengan penuh perasaan. Airmatanya kembali mengalir dali pelupuk matanya yang indah. Andai Kyuhyun membuka matanya ia pasti menghapus air matanya.

‘Mati, tak pernah ada dalam kamus hidup Cho Kyuhyun. Tenang saja aku belum bosan hidup, aku akan memasukan kata laknat itu jika aku sudah bosan berada didunia. Tapi mungkin itu tak akan pernah terjadi jika masih ada kau di dunia ini. Jadi kau juga harus menjaga dirimu kalau tak mau melihatku bosan hidup.’

Kata kata itu kembali terniang di otak Seohyun. Ia masih memegang teguh perkataan Kyuhyun yang diucapkan sebelum ia tertembak. Kyuhyun adalah orang yang dapat dipercaya. Dia bukan orang yang suka mengingkari ucapannya bahkan janji manisnya sekalipun.

“Aku tau kau pasti bangun Cho Kyuhyun.” Bisik Seohyun dan kemudian ia meletakkan kepalanya di samping Kyuhyun. Matanya perlahan tertutup, lelah dengan kejadian yang dialaminya ia membutuhkan istirahat walaupun hanya tidur.

Tak berapa lama, obat dari Sungmin yang berdosis kecil langsung tak berefek lagi pada Kyuhyun. Dirinya kembali terbangun dari tidur singkatnya. Ia sadar tak ada lagi peluru yang bersarang di perutnya. Dan saat ini ia merasakan ada sesuatu yang menuduri lengannya.

Matanya sedikit syok melihat yeoja yag tertidur disampingnya. Ia merasa ada disurga ke tujuh. Ia memukul wajahnya sendiri tak percaya yeoja yang ia kira pergi jauh menyelamatkan diri sekarang berada didekatnya.

“YAK! YEOJA BODOH! BANGUN!” teriak Kyuhyun.

Mata Seohyun yang baru saja tidur terpaksa terbuka lagi.

“Sudah ku bilang pergi selamatkan dirimu! Kenapa malah kesini?” tanya Kyuhyun dengan nada membentak

Seohyun tak sanggup berkata kata, ia langsung menangis. Airmatanya turun lagi lalu memeluk Kyuhyun secara paksa. “Aku kawatir! Aku takut kamu benar benar sudah bosan hidup! Sekarang kau malah membentak ku.”

“Ah~mianhae. Aku sudah bilang aku tak akan pernah bosan karena masih ada kamu didunia ini. Kalau kau sudah tak ada lagi, baru aku bosan. Tenang saja” Kyuhyun menjauhkan dirinya dari Seohyun lalu mengusap air mata dari mata Seohyun. “Kau pasti lelah. Sini tidur disamping ku.” Tawar Kyuhyun.

Seohyun mengangguk lalu tidur dalam pelukan Kyuhyun. Semesra mereka tidur berdua berbanding terbalik dengan ketakutan Yuri saat ini.

***

“Bodoh” desis Heechul saat kembali masuk kedalam kamarnya.

Ia tau Donghae adalah sahabat Yoona dari kecil. Ada rasa sedikit tak tega denga Donghae karena dari kecil Donghae juga sudah baik dengannya layaknya Heechul lah kakaknya. Tapi rasa benci dan dendam seakan sudah menguasai tubuh dan otak Heechul, semuanya yang ia anggap baik berubah menjadi jelek jika ada hubungannya dengan keluarga kwon.

“Lee Donghae mianhae

TBC

4 thoughts on “Secret [ Part 5 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s