Secret [ Part 1 ]

Layaknya dua kucing yang bertengkar merebutkan makanan, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang semacam mafia, mengincar keadilan kejadian 10 tahun silam. Balas dendam adalah jalan yang paling tepat untuk mencari keadilan itu. ‘Darah harus dibayar dengan darah’, begitulah kalimat yang menjadi dasar berdirinya organisasi ini. Tiger Cat atau TC begitulah namanya.

3 mobil sport keluaran terbaru melaju dengan kecepatan penuh. Satu bewarna hitam , satu bewarna putih dan satu lagi bewarna mereah. Keduanya seakan mengadu cepat di jalanan yang sepi. 4 orang namja yang baru saja mendapat mandat menjaga seorang gadis, putri satu satunya pemilik perusahaan terbesar di Korea Kwon Corp, berada didalam 2 mobil tersebut.

“Eunhyuk ah~ apa kau tau siapa yang mau membunuhnya?” tanya Donghae

Molla~ mungkin orang yang gila akan harta keluarga itu.” Balas Eunhyuk yang menjadi supir dalam mobil bewarna merah.

“Manusia jaman sekarang berani membunuh hanya untuk uang”desis  Donghae.

“Hae~ ingat kita juga membunuh untuk uang” balas Eunhyuk.

Pagi yang tak begitu cerah menyapa seorang gadis yang baru saja terbangun dari mimpinya. Wajahnya wasih lusuh, tubuhnya masih malas untuk memulai beraktivitas.  Namanya Yuri, Kwon Yuri yeoja muda, putri satu satu dari keluarga Kwon. Sekilas senyum sipunya terlukis di wajahnya, rambut panjangnya masih tergerai rapi walau sudah melewati malam yang panjang.

Ia segera bangun dan bergegas menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya. Kamar mandi yang dapat terbilang mewah untuk sebuah kamar mandi. Berlantai marmer dan alat mandi lengkap. Semua serba putih.

Selesai membersihkan dirinya, semua jiwanya kembali berkumpul didalam dirinya. Keluar dari kamar mandi ia dikejutkan oleh kehadiran 4 orang namja berpakaian formal. Semua sibuk dengan aktivitasnya masing masing.

Kyuhyun dan Changmin memainkan boneka doraemon didekat jendelanya, Donghae asik merapikan tempat tidurnya dan Eunhyuk memperhatikan buku buku yang tersusun rapi di raknya.

“Kalian siapa!” tanya Yuri. Suaranya bergetar seakan takut dengan kehadiran 4 orang namja ta dikenal yang tiba tiba saja masuk kedalam kamarnya.

“Oh nona Yuri sudah selesai mandi?” tanya Eunhyuk.

Ditinggalkannya aktivitas awal mereka, lalu perlahan berjalan ke arah Yuri. Mereka berbaris lalu memberi hormat kepadanya sebagai perkenalan baginya. Masih bingung dengan 4 namja aneh itu, Yuri memilih diam. Ia tak berbicara sepata katapun.

“Nona Yuri mulai dari sekrang kami ber 4 akan menjadi bodyguard pribadi anda.” Ucap Donghae, halus bicaranya sama seperti ia memperlakukan anak Tk.

“Untuk apa? Aku tak butuh bodyguard! Aku bisa menjaga diriku sendiri” balas Yuri, ketus.

“Sudah ku bilangkan! Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Kita tak dibutuhkan disini” Urat di kepala Eunhyuk mulai bermunculan. Kulitnya yang tipis tak bisa menutupi warna biru dari dalam tubuhnya. Rasa diremehkan karena mendapat pekerjaan yang tak masuk akal , atau dengan kata lain menjadi bodyguard membuat rasa marahnya meluap luap

Mengendalikan amarah dan emosi seseorang memang dibutuhkan kesabaran, dan jika sudah begini Kyuhyun dan Changmin hanya bisa menyerahkan Eunhyuk pada Donghae. Seorang guru Tk yang sangat sabar terhadap sesuatu.

“Ingat Hyuk bayarannya sangat besar. Dan kau bisa cuci mata, lihat tubuh Yuri sexy bukan?” bisik Donghae.

Mata Eunhyuk langsung mengarah pada tubuh Yuri. Lalu mengaggukan kepala membenarkan semua ucapan Donghae barusan.

Dengan sangat terpaksa, mau tidak mau Yuri harus menerima takdir mulai dari sekarang 4 namja itu akan menjadi bodyguard pribadinya. Menerima mereka dan pasrah itulah cara terbaik baginya untuk meninggalkan perdebatan.

“Kau kan artis kenapa bisa turun pangkat menjadi bodyguard” ejek Yuri yang heran dengan kehadiran Kyuhyun.

Rasanya ada sebuah panah yang dilemparkan dari atas langin ke diri Kyuhyun. Daripada rasa marahnya keluar ia mulai pergi ke luar kamar. Menenangkan dirinya dan memastikan tak ada panggilan pekerjaan yang datang.

Yuri segera bergegas membereskan tasnya, memasukan barang barnag yang biasa dibawa oleh yeoja jika sedang pergi bersama pacarnya.  Sesekali ia menatap 3 namja yang masih kuat berada dikamarnya.

“Nona, Tuan Siwon sudah menunggu anda diluar” Seorang pelayan yang bekerja dirumah, masuk kedalam .

Anggukan Yuri, menjadi permulaan pergerakan tubuhnya. Setelah mengangguk ia beranjak keluar kamar dan menemui orang yang disebutkan oleh pelayan itu. Choi Siwon orang yang telah ia pacari sejak kelas 2 SMA.

4 orang itu juga mengikuti langkah Yuri. Saat melihat sosok Siwon, Kyuhyun langsung saja memeriksa Siwon layaknya petugas bandara. Memastikan tak ada barang barang yang dapat melukai Yuri.

“Hey Hey apaan kau!” omel Siwon yang tak terima dengan perlakuan Kyuhyun.

“Hanya memastikan bahwa kau tak membawa barang macam macam!”

“Mana mungkin aku melukai pacarku sendiri! Artis yang aneh. Lagi pula untuk apa kau datang kesini, kau kan artis” balas Siwon.

Untuk keduakalinya ada sebuah panah yang melayang dari langit. Ejekan semacam itu memang sering ia dapatkan selama menjalankan tugas KSA, mengingat latar belakangnya adalah seorang artis yang sangat terkenal.

“Mereka bodyguard baru ku” sela Yuri.

“Hah? Seorang artis menjadi bodyguard? Turun sekali harga dirimu” ejek Siwon.

Tiga kali, panah itu seakan membisukan Kyuhyun. Ia memutuskan untuk tak berbuat macam macam lagi saat ini dan mulai menggunakan penyamarannya yang dapat dibilang mirip dengan mafia mafia. Melindungi diri agar statusnya sebagai artis tak terumbar lagi.

“Sudah lah honey kita pergi saja!” Yuri langsung menarik tangan Siwon keluar dari rumah.

Para bodyguard pun juga mengikuti Yuri dan Siwon. Mereka kembali menuju mobil mereka masing masing.

Bwara Mr Simple Simple~

Hyung sepertinya aku ada panggilan, aku tinggal tak apa apa kan?” tanya Kyuhyun yang dari tadi sibuk memainkan Hpnya.

“Dasar orang sibuk” ejek Changmin.

“Itulah resiko seorang artis papan asat Tuan Max”

***

Derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul hari ini, membuat seorang yeoja yang berada ditengah jalan berteduh didalam minimarket. Ia sedikit tak menyangka bahwa hari ini akan turun hujan sederas ini, hingga ia sama sekali tak membawa perlengkapan pelindungnya dari air hujan, payung.

“Aish kalau begini pasti si model itu marah marah” desisnya.

Terpaksa ia membuat dirinya mencapai puncak kenekatannya. Walau bajunya tipis ia terpaksa menembus derasnya hujan agar seseorang yang menunggunya diluar sana tak memarahinya karena telat.

Didepan sebuah gedung pemotretan atau studio foto ternama di Korea, ia berdiri sambil megang sebuah plastik laundry yang dari tadi ia lindungi menggunakan tubuhnya. Dengan pakaian basah dan tubuh yang basah, ia berjalan masuk ke dalam studio foto tersebut. Mata para laki laki seakan terpusat pada tubuh Yoona. Kemeja putih tipis yang basah membuat pakaian dalamnya terekspose.

“Yoona ya ampun kenapa basah kuyup seperti ini?”teriak seorang namja

“Aku…”

“Kau datang juga! Lama sekali! Mana bajuku?” Yeoja yang dikenal dengan nama Seohyun itu menjulurkan tangannya seakan meminta sesuatu.

Laudryan yang ia lindungi tadi langsung ia serahkan. Beruntung baju didalamplastik laundry itu tak basah, kalau basah mungkin sekarang ia kehilangan pekerjaan. Pekerjaan yang ia jalani selama 1 tahun ini dikenal olehbanyak orang dengan sebutan stylist. Bekerja mengandalkan kemampuan dalam menyatupadukan suatu barang dengan barang lain agar terlihat indah jika dipakai.

Seohyun, model ternama di Korea yang sama sekali tak suka menunggu adalah orang yang menunjuk Yoona sebagai stylistnya. Belum lama ini, ia menjalin hubungan asmara dengan Kyuhyun, salah satu penyanyi terbaik di Korea. Bukan hal biasa jika seorang model dan penyanyi menjalin hubungan, latar belakang dunia mereka masih satu kompleks.

Chagi~ Ada apa memanggil ku kemari?” tanya Kyuhyun.

Belum sempat membalas Kyuhyun langsung memegang pundak Seohyun dan kemudian mengecup singkat  bibir pacarnya itu.

“Ah aniyo aku hanya butuh teman disini.” Balas Seohyun manja.

Mata Yoona dan seorang namja bernama Taemin yang bekerja pada Seohyun sebagai asisten pribadinya terus memandang jijik prilaku 2 manusia yang bercumbu cinta didepan mereka.

“Mereka tak punya tempat lain ya? Menjijikan” ejek Taemin.

“Sudah lah, kalau awal awal pacaran pasti seperti ini.  Jika sudah masuk 1 tahun lebih pasti sudah mulai renggang” balas Yoona.

Pemotretan cover majalah itu membuat Kyuhyun bosan. Lamanya pemotretan dan banyaknya baju yang digunakan membuatnya menunggu sangat lama. Menunggu hanya itu yang bisa ia lakukan sata ini.

1 jam berselang, baju Yoona yang basah kuyup sudah mulai mengering. Pemotretan akhirnya selesai, Seohyun langsung berjalan ke arah Kyuhyun dan memposisikan dirinya duduk dipangkuan sang pacar.

“Lama ya? Mianhae” ucapnya

“Hmm.. mana bayaranku? Aku mau cium” ucap Kyuhyun

Mereka kembali bercumbu didepan para manusia yang ada didalam studio. Rasanya ada hawa hawa bewarna pink yang keluar dari arah pasangan itu. Pandangan jijik Taemin yangsempat berhenti tadi kembali terlihat diwajahnya.

“Yoona ya~ ayo kita cari tempat yang lebih ‘bersih’ dari ini” Taemin langsung menarik Yoona pergi dari tempat pemotretan dan menuju ke ruang ganti.

Gee Gee Gee Gee ~

Yoboseyo oppa.. Aku sedang kerja nanti kubelikan jika pekerjaanku selesai sudah dulu ya” Yoona langsung memutuskan sambungan telpon nya saat ia melihat Seohyun sudah memasuki ruang ganti bersama Kyuhyun.

Seohyunpun mengganti bajunya, menghapus make up yang menempel di wajahnya. Baju yang ia pakai langsung dibereskan oleh Yoona.

“Seohyun ah~ aku harus membelikan makanan kucing oppa ku maaf ya aku ijin pulang cepat” ucap Yoona didepan mobil milik Kyuhyun.

“Oppa mu itu, apa tak ada hal yang lebih berkelas untuk dibelikan apa, selain makanan kucing. Ya sudah pakai saja vanku itu agar cepat sampai ke pet shop dna kucing oppamu tak kelaparan. Aku akan ikut dengan Kyuhyun.” ujar Seohyun.

Yoona menggeleng, menolak tawaran atasannya itu untuk memakai vannya. Ia tau bahwa jika naik mobil pasti akan lebih cepat tapi menurutnya itu bukan haknya.

“Aniyo pet shopnya dekat kok. Aku bisa jalan kaki”jawab Yoona bohong. Pet shop terdekat berjarak lebih dari 2 km dari tematnya berdiri saat ini.

“Baiklah kalau begitu. Hati hati ya!”

Seohyun langsung masuk kedalam mobil sport milik Kyuhyun. Tak menunggu lama Kyuhyun langsung menancapkan gas mobilnya. Meninggalkan Yoona yang masih berdiri menatap mobilnya itu. Mata Kyuhyun masih menatap kaca yang mencerminkan tubuh Yoona. Pandangannya dialihkan saat tikungan yang membuat pandangan dicermin berubah.

“Yeoja itu stylistmu?” tanya Kyuhyun

“Iya kenapa? Jangan bilang kau suka padanya!” lirikan sinis Seohyun langsung mengarah pada Kyuhyun.

“Aniyo.. Hanya saja dia menarik”

***

Sebuah taman yang penuh dengan anak anak TK yang bermain, burung burung beterbangan di langit dan bunga bunga yang mekar menjadi tujuan Yuri dan Siwon. Beruntung hujan berhenti saat mereka sampai disana.

“Mereka mau apa kesini?” bisik Changmin ke kuping Donghae.

“Berpacaran” balas Donghae.

“Tidak elit sekali berpacaran ditaman. Sudah banyak nyamuk, udaranya lembab dan lagi anak anak kecil itu membuat suara suara yang membuat telinga sakit” sela Eunhyuk.

Donghae memutar kedua matanya, “Aku tau kau kaya, tapi cobalah sekali ajak pacarmu ke taman pasti ia suka. Romatis tau” balas Donghae.

Tangan Yuri menunjuk sebuah penjual gulali, dan sigap saja Siwon membeli gulali itu pada Yuri. Mereka berduapun duduk di sebuah bangku putih yang menghadap sebuah air mancur. Bangku yang basah langsung kering saat jas milik Siwon menjadi peresap air atau menjadi kain lap dadakan.

“Mereka tak bosan ya mengikuti kita” ucap Siwon.

“Biarkan saja mereka.” balas Yuri.

Siwon beranjak meninggalkan Yuri dan berjalan menuju 3 orang yang masih mengawasi merekan berdua. “Sebentar ya..”

“Jelaskan padaku apa yang terjadi!” ucap Siwon yang seakan mengetaui ada sesuatu yang tak beres saat ini.

Changmin langsung mengajak Siwon bicara dibawah sebuah pohon rindang. Ia berharap Siwon dapat menjaga setiap kata yang keluar dari mulut Changmin agar tak ada orang lain yang mengetaui hal ini. Penjelasan singakat tapi penting.

“Yuri, dia adalah target sebuah organisasi di Korea. Kedua orang tuanya meminta KSA melindunginya. Aku tau ia pasti amat sangat risih tapi apa daya, ini semua untuk keselamatannya” jelas Changmin.

Otak Siwon seakan berpikir lebih cepat. Ia mengangguk seakan mengerti perkataan yang Changmin keluarkan dari mulutnya.

“Apa kau tau siapa mereka?” tanya Siwon

Ani, kami masih mencari tau tentang orang itu. Apa keluarga Kwon punya masalah dengan sebuah kelompok?”tanya Changmin.

Wajahnya ia palingkan ke atas, otaknya memutar semua memori yang ia ketaui tentang kaluarga Kwon. Siwon memang bukan orang dalam, tapi setidaknya semenjak berpacaran dengan Yuri ia sudah dianggap anak sendiri oleh kedua orang tua Yuri.

“Dulu kalau tidak salah, sebelum perusahaan Kwon berdiri ada kejadian yang melibatkan orang tua Yuri. Tapi aku tak tau kejadian apa itu, aku hanya tau itu.” Ujar Siwon.

Changmin mengangguk, menghargai ucapan yang memberinya sedikit pencerahan mencari siapa otang itu, orang yang mau membunuh Yuri.

“Apa kau bisa jamin pacarku aman? Aku tak mau melihatnya terluka”

“Kau meremehkan kami?”

Mereka berduapun kembali ketempat mereka.Changmin kembali berdiri ala bodyguard disamping Donghae dan Eunhyuk. Sedang Siwon duduk disamping Yuri menikmati indahnya taman. Memandangi anak kecil yang bahagia berlarian di taman.

***

“Heechul oppa aku pulang, ini makanan untuk Heebum” ucap Yoona yang masuk ke dalam rumah yang takbegitu besar.

Warna cat rumah itu sudah pudar, pintunya yang terbuat dari kayu juga sudah mulai mengikis. Beruntung tak ada bocor di atap rumahnya itu. Walau dalam keadaan yang seperti ini, ia tetap menikmati setiap moment yang ada didalam rumah itu.

“Heebum waktunya makan” teriak Yoona lagi.

“Kau sudah pulang?”tanya namja yang muncul dari balik sebuah kamar yang berada di dekat pintu masuk.

Yoona mengangguk, kemudian mengambil wadah makanan Heebum, seekor kucing peliharaan oppanya. Bukan oppa  kandungnya tapi angkat, sejak kecil ia hidup dengan namja itu dan ia sudah menganggap namja itu sebagai oppanya begitu juga kebalikannya.

Oppa kau kenapa?”melihat raut wajah orang yang ia anggap sebagai oppanya itu ia mendekat padanya.

Aniyo hanya mengantuk sudah ya Yoona kau urus Heebum aku mau tidur.”

Namja itu beranjak masuk kedalam kamarnya lagi. Bukan tempat tidur yang ia tuju, sebuah bangu yang menghadap ke sebuah monitor computer yang terhubung dengan internet. Namja itu tersenyum licik saat memandang sebuah foto yang ia buka di internet.

“Kwon Yuri kau pasti akan mati ditanganku”

TBC

7 thoughts on “Secret [ Part 1 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s