Secret [ Part 3 ]

Cemberutnya seorang anak membuat bingung seorang yang menjaganya. Ia berjalan kekanan dan kekiri, ia ulangi terus sampai anak itu tambah cemberut karena bingung. Balon, permen, gulali sudah ia berikan pada anak itu. Menurutnya jika anak itu normal maka barang barang yang ia belikan, sudah dapat mengubah wajah cemberutnya menjadi senyuman lebar.

“Jihyun ah~ Donghae oppa mungkin pulang terlambat.” Ucap Yoona.

Jihyun menggeleng sambil tetap memandang jendela, menunggu sesosok namja muncul. Namja yang menitipkannya pada Yoona, karena ada urusan yang menurutnya cukup penting.

Eonni, aku mau Donghae oppa.”

Frustasi mendengar permintaan Jihyun, ia mengambil handphone. Ia membuka contact hpnya, mencari sebuah nama orang yang dicari oleh Jihyun.

Yoboseyo oppa, Jihyun mencari mu! Cepat pulang! Jangan buat aku mati gila disini.” ujar Yoona.

Tak sampai 5 menit setelah ia menelphone Donghae, namja itu muncul dari balik gerbang dengan sedikit berlari kecil. Nafasnya terlihat tak beraturan, lengannya naik turun dan ia cenderung bernafas menggunakan mulut, layaknya orang susah bernafas.

Oppa!!!” Jihyun langsung berlari keluar untuk memeluk Donghae.

Aigo Jihyun ah~ kenapa mencari oppa? Kan ada Yoona eonni?” Tanya Donghae sambil mengangkat tubuh Jihyun ke gendongannya.

Setetes air muncul dari bola mata Jihyun. Bibir kecilnya yang semula tersenyum kembali cemberut. “Aku kira oppa benar benar pergi meninggalkanku!”

Omo, jangan nangis sayang. Oppa tidak akan meninggalkan mu.” Bela Donghae, tangannya sigap menghapus airmata Jihyun yang mengalir deras dari matanya.

Donghae langsung saja membawanya pergi ke kamarnya. Menemaninya sampai mereka berdua pulas tertidur disana. Yoona hanya bisa menghela nafas melihat Donghae dan Jihyun tertidur pulas. Kemudian ia menarik selimut dan menyelimuti mereka berdua.

Sebelum meninggalkan Jihyun dan Donghae, Yoona sedikit membereskan rumah. Ia tak mau membuat pekerjaan Donghae bertambah jika rumah itu masih kotor. Setelah semua selesai, ia memutuskan untuk pergi dari rumah Jihyun.

***

Pagi ini adalah pagi yang tak biasa, sebelum pukul 8 pagi Changmin sudah harus bangun. Entah ia rajin atau sudah menjadi kebiasaannya. Hari ini ia ada janji dengan Donghae di TK tempat Donghae mengajar.

Tak mau membuang waktu, Changmin langsung membersihkan dirinya, mengganti pakaian tidurnya dengan baju yang cukup membuatnya terlihat lebih cool. Tak lupa ia mencukur rambut rambut yang tumbuh disekitar wajahnya yang sudah mulai tumbuh tebal.

Setelah semua selesai kemudian,ia membuat roti dengan ditengahnya diolesi slai chocolate. Dan meminum secangkir teh yang ia buat sendiri.

Sarapan selesai, ia langsung masuk ke dalam mobil sportnya yang terparkir di garasi rumahnya. Menancapkan gas dengan kecepatan sedang dan setelah keluar dari rumahnya ia menambah kecepatannya.

~Keep Your Head Down~

Salah satu dari tangannya sibuk mencari cari Handphonenya. Diluar dugaan, tangannya tak sengaja menyenggol handphonenya lalu jatuh ke bawah kursi.

Memastikan jalanan sepi ia menunduk kebawah mencari handphonenya. Setelah mendapatkan handphonenya ia kembali menatap jalanan.

CITT

Melihat yeoja yang menyebrang didepan mobilnya, ia mengerem mendadak. Yeoja itu jatuh tersungkur di jalan beraspal mulus itu.Bersikap gentle, Changmin turun memastikan keadaan yeoja yang hampir ia tabrak. Ia lihat yeoja itu meringis kesakitan sambil memegangi sikut tangan kanannya.

Gwaenchana yo?” Tanya Changmin.

“Sakit” keluh yeoja itu.

Sebuah cairan merah kental tiba-tiba saja mengalir dari sikut yeoja itu. Changmin mulai kebingungan lalu mengajak yeoja itu masuk ke dalam mobilnya.

“Kita mau kemana?” Tanya yeoja itu.

“Apotik, mencari obat buat lukamu!” Jawab Changmin.

Langsung aja, Changmin mengarahkan laju mobilnya ke sebuah apotik terdekat. Tak begitu besar, tapi cukup lengkap. Disana terdapat barang yang Changmin cari, obat merah dan plester serta kapas.Setelah dibayar, Changmin kembali ke dalam mobil. Dari kaca terlihat yeoja itu meniup niupi lukanya yang masih mengeluarkan darah.

“Kemarikan lukamu” yeoja itu sontak kaget mendengar Changmin yang tiba tiba masuk ke dalam mobil.

Ia teteskan obat merah pada kapas. Sebelum memberikan obat merah, Changmin terlebih dahulu membersihkan luka yeoja itu dengan kapas yang ia basahi, baru setelah itu ia memberinya obat merah dan kemudian diplester.

“Akh” rintih gadis itu saat Changmin memberikan kapas yang diberikan obat merah.

Perih memang tapi yeoja itu mencoba menahan rasa perih yang ia rasakan, akibat obat merah yang diberikan oleh Changmin.

Setelah ia rasa cukup, Changmin menempelkan plester warna kulit pada Jessica.

CHU~

Tanpa aba aba, tanpa meminta ijin terlebih dahulu, dan tanpa penghalangan Changmin mencium plester yang menempel pada sikut yeoja yang terluka. Yeoja itu hanya bisa bengong seribu bahasa dengan perlakuan Changmin.

“Ah mianahae~ eommaku bilang kalau dicium akan cepat sembuh” bela Changmin.

“Oh”

Mereka berdua salah tingkah dalam mobil. Sesekali yeoja itu memandang Changmin. Menikmati setiap sudut wajah Changmin yang berada diatas garis rata rata ‘tampan’.

“Oh ya!” Suara Changmin, seakan menjadi alaram bagi yeoja itu. membangunkannya dari lamunan bodohnya.

“Namamu siapa?” Tanya Changmin.

“Jessica , Jung Jessica!” Balas yeoja itu yang sebenarnya bernama Jessica.

“Ah, aku Changmin, kau mau kemana? Biar ku antar sebagai permintaan maafku” tawar Changmin.

Jessica langsung menepuk kepalanya sendiri. Nampaknya ia melupakan tujuannya berlari lari sampai hampir tertabrak Changmin.

“Tidak perlu. Ini apotik sudah dekat tempat kerjaku.” Ucap Jessica yang kemudian membuka knop pintu mobil.

“Oh baik lah! Berhati hatilah!” Teriak Changmin dari dalam mobil.

Yeoja yang bernama Jessica itu mengangguk. Beberapa detik kemudian ia sudah menghilang dari jarak pandang Changmin.

Changminpun langsung melanjutkan tujuannya menemui sahabatnya di sebuah TK di tengah kota Seoul. Inilah pekerjaan yang membuat Donghae kesusahan dalam bidang Ekonomi.Tawaran berbagai majalah untuk menjadikannya model ditolak untuk pekerjaan mulianya, guru dan KSA. Jadi pekerja di KSA juga pasang surut, jika tak ada pekerjaan maka tak akan ada sebutir uang yang ia dapat.

***

“Aku bosan” ucap seorang namja.

Yuri menatap namja itu dengan heran. Ia nampak mengangkat alisnya sedikit ke atas. “Kau bosan? Ditanganmu ada ipad, dan wifinya sangat cepat bagaikan kilat” ucap Yuri.

“Aku ingin mengurusi mobil mobil ku” jawab namja itu.

Yuri mulai mendekat pada Eunhyuk yang duduk di kasur rumah sakit yang ia tempati saat ini. Tangannya sibuk menggonta ganti channel tv.

“Eunhyuk ah~ berhentilah memikirkan mobil mobil mu! Pikirkan kesehatanmu dahulu”

Tanpa memperhatikan Yuri, layaknya sebuah kalimat yang populer ‘masuk kuping kanan keluar kuping kiri’, Eunhyuk tetap fokus pada tv. Perbuatan Eunhyuk itu, membuat Yuri mencoba menutup pandangan Eunhyuk pada tv dengan wajahnya.

“Kalian punya hubungan? Kenapa berciuman?” Tanya namja yang tiba tiba saja masuk ke kamar rawat Eunhyuk.

“Kyu! Ani aku tak berciuman!” Bela Eunhyuk.

Memang dari posisi tempat Kyuhyun berdiri, posisi mereka mengundang kesalah pahaman. Yang terlihat hanya rambut Yuri yang menutupi kepala Eunhyuk. Kesan orang berciuman, itulah yang ditangkap oleh Kyuhyun.

“Dia sudah punya tunangan Hyuk ah! Cari yeoja yang masih free” omel Kyuhyun.

“Sudah ku bilanhkan aku tak berciuman!” Bela Eunhyuk dengan segenap emosinya.

Kyuhyun mengangguk. “Aku percaya dengan mataku hyung. Dan lagi pula aku tak peduli jika kalian berpacaran! Hoho asal dia bukan Seohyun aku akan diam.”

“Kyuhyun ssi.. Kau kenapa kemari? Tak ada kerjaankah? Apa popularitasmu meredup?” Tanya Yuri.

“Aku menolak datang ke acara talk show hari ini. Malas. Pertanyaan mereka pasti hanya seputar hubunganku dengan Seohyun. Tak kreatif”

Yuri membuat huruf ‘O’ dimulutnya.

Kembali ke aktivitas awal, Eunhyuk tak ada hentinya mengganti- ganti channel tv rumah sakit itu. Semuanya ada 308 channel tv manca negara ataupun lokal.

Kyuhyun dan Yuri memainkan handphone mereka masing masing, tak tau apa yang mereka kerjakan. Mungkin bermain game atau chatting dengan sesorang. Keadaan kembali diam layaknya taman makam pada malam hari.

“Mobil ku~”

***

Rambut acak acakan, gaya ala pereman, wajah lusuh seperti pemulung dan sepatu tali yang tak diikat talinya serta celana dan baju buluk, menjadi bentuk rupa fashion Kim Heechul saat ini. Ia nampak tak terurus, layaknya seperti seorang gelandangan kota.Tak ada seorangpun yang memperdulikannya. Bahkan melihatnya saja segan apa lagi menyapanya.

Kakinya terus bejalan tanpa henti mencari cari jalan yang paling cepat sampai tujuan. Pelabuhan, ya itulah tujuannya. Menemui seseorang menyusun strategi selanjutnya, yang pasti lebih akurat dan punya jaminan keberhasilannya diatas 75%.

Kakinya seketika berhenti saat melihat sesosok yeoja sibuk membawa setumpukan buku fashion disebrang jalan. Orang yang sangat ia kenal, orang yang terus bekerja untuk menghidupi keluarga. Yoona, walaupuun ia bukan adik kandungnya tapi enath mengapa ia benar benar berharap Yoona adalah Taeyeon sang adik yang telah tiada setelah ditembak mati oleh namja tak dikenal.

Niat mau membantu, terpaksa ia urungkan. Ia takut Yoona malu pada atasannya jika atasannya melihat penampilannya saat ini. Kembali ia fokuskan pikiran dan langkahnya ke tujuan awal, Pelabuhan tepatnya gudang di pelabuhan.

Sampailah ia didpean pintu gudang itu. Pintu besar yang menjadi pembatas luar dalam gudang. Pintu besar itu dijaga sekitar 4 orang yang bertubuh besar. Otot lengan mereka bagaikan ayam kalkun yang gemuk. Dada besar dan bidang seperti dimasukan angin semaximal mungkin.

Hyung, akhirnya kau datang” Shindong muncul dari balik pintu, lalu berlari mendekati Heechul yang masih sedikit jauh dari gudang tersebut.

Mereka berduapun jalan beriringan menuju gudang. Didalam gudang langsung saja Heechul menggelar rapat empat mata dengan Shindong.

“Keluarga mereka menyewa jasa KSA” adu Shindong.

“Oh”

“4 orang bodyguard, aku hanya tau Lee Hyukjae dan Shim Changmin.” Lapor Shindong lagi.

Heechul nampak sama sekali tak tertarik, ia lebih tertarik dengan pistol milik Shindong. Ia mainkan, putar putar layaknya rodeo rodeo. Mengelapnya dengan kaosnya agar terlihat lebih mengkilap.

“Bunuh bodyguard paling lemah diantara mereka. Aku tak suka orang lemah. Ingat jangan bertindak gegabah! Aku tak punya bayak waktu. Shindong ah~ aku percaya padamu, aku harus mendandani diriku.” Ucap Heechul.

Shindong mengangguk. Heechul mengambil foto dari sakunya, mengambil pisau kecil yang ia bawa. Sebentar ia memutar mutar foto itu, lalu kemudian menancapkan foto itu pada pisau dan melemparkannya pada papan yang berada di dalam gudang tersebut.

“Kau mau bermain main deganku Kwon Yuri?”

***

“Donghae ah~ mianhaeyo aku telat!” ujar Changmin.

Donghae nampak sedang bermain main dengan para murid murid TK. Wajah bahagia bercamput senang terlukis diwajahnya. Setelah mendengar Changmin ia memintaijin pada anak anak itu untuk menemui Changmin.

“Changmin ah~ kau datang juga. Ayo!” Donghae langsung menggeret Changmin masuk ke dalam TK.

“Jung Jessica ini temanku! Kau butuh orang yang bisa memperbaiki mobil mukan?” teriak Donghae.

Alis Changmin terangkat sebelah. Ia pikir Donghae memintanya datang ke TK itu untuk membantunya mengajarkan teknologi pada anak kecil. Tak taunya ia hanya dibutuhkan untuk memperbaiki sebuah mobil.

Yeoja yang bernama Jessica keluar dari sebuah ruangan. “Omo! Changmin.” Jessica sedikit terkejut melihat sosok yang hampir menabraknya tadi. Changmin pun begitu, ia kaget melihat Jessica muncul di tempat kerja Donghae.

Changmin dan Jessica pun tertawa. Sebagai tanda permintaan maaf, Changmin tak lagi kesal dengan sahabatnya yang menyuruhnya memperbaiki mobil. Ia dengan cepat mendekati mobil Jessica yang sudah semalaman menginap di TK ini karena tak mau menyala. Mereka berduapun asik bercengkrama sambil membetulkan mobil Jessica.

Dari arah yang lain Donghae yang sedang bermain dengan anak anak langsung saja menatap mereka berdua dengan sinis. Rasanya ada api yang menyala nyala didalam dirinya. Api itu seakan membakar hati dan emosinya. Rasanya ia ingin sekali menghajar Changmin saat ini.

“Oke! Sudah!” Changmin langsung mengelap keringat yang mulai menetes di kepalanya.

Gomawo Changmin ssi~

Mereka berdua saling bertatapan, tatapan ringan yang sangat berarti. Keduanya tersenyum sipu malu.

“Sudah selesai? Changmin ah~ bukan kah kau harus menemani Eunhyuk di rumah sakit?” tanya Donghae.

“Ey Tadi kau menyuruhku datang sekarang mengusirku. Aish baik lah!”

Changmin langsung pamit dan meninggalkan Donghae dan Jessica di TK itu. Jessica adalah sesama guru di TK itu. Bukan sebagai guru kelas seperti Donghae, ia hanyalah seorang guru yang bertugas dibagian administrasi dan baru kemarin ia mendapatkan pekerjaan ini. Itu semua berkat Donghae yang merekomendasikan Jessica pada kepala sekolah TK ini.

Oppa~ Setelah selesai mengajar kita ke tempat Yoona ya~” Jessica tiba tiba saja merangkul Donghae.

“ah~ ne~”

Sepulang mengajar, seperti biasa Jihyun ikut dengan Donghae. Peserta mereka bertambah, Jessica kali ini ikut dengan mereka. Berkat Changmin mobilnya dapat digunakan lagi, dna menjadi transportasi pulang pergi gratis bagi Donghae dan Jihyun.

“Kita mau kemana oppa?” tanya Jihyun.

“Ke tempat Yoona eonni!” jawab Donghae.

Jihyun kembali diam di kursi belakang. Jessica sibuk menyupir dan Donghae yang tak bisa menyetir hanya bisa mengaggumi skill Jessica dalam menyetir. Sampailah mereka di sebuah cafe. Cafe bernuansa kayu, suasana go green yang sangat terasa disana.

“Yoona ya~ aku mau curhat” dari pintu masuk Jessica berlari menuju yeoja yang ia yakini Yoona.

Beruntung yeoja itu benar Yoona, jika Jessica salah orang ia akan kehilangan harga dirinya. Setelah duduk dengan nyaman, Jessica memulai membuka mulutnya.

“Aku sedang jatuh cinta dengan seorang namja. Namanya Shim Changmin” ucap Jessica sambil meremas tangan Yoona, gemas.

Hanya lirikan Yoona, yang menjadi tanggapan ucapan Yoona. Donghae sibuk dengan Jihyun. Memilihkan makanan dan minuman yang dapat dimakan oleh Jihyun. Jessica tak ada habisnya membuka tutup mulutnya membanggakan pengalamannya bertemu Changmin hari ini.

Eonni ceritamu seperti drama drama di tv tv.” Ejek Jihyun.

“Hey anak kecil, aku tak butuh pendapat mu! Aduh kebelet Toilet dimana ya?” tanya Jessica.

Telunjuk Yoona langsung menunjuk sebuah plat bertuliskan ‘Toilet’. Jessica langsung berlari kesana. Memamfaatkan kesempatan yang ada Donghae memindahkan posisinya ke samping Yoona. Membisikan beberapa kalimat.

“Yoona ya~ aku percaya padamu. Kau kan temanku sejak kecil, kau juga teman Jessica. Dekatkan aku pada temanmu itu. Aku suka sama dia” bisik Donghae.

Sama sepert Kyuhyun, Hati Yoona serasa ditusuk dengan panah yang di lemparkan dari atas langit. Aktivitasnya berhenti seketika, ia menatap Donghae tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Donghae barusan.

Oppa~

“Mau ya~ please” Donghae memasang puppy facenya pada Yoona. Membuat Yoona yang tak bisa menolak permintaan Donghae.

“Baik lah~” ucap Yoona pelan.

Gomawo Yoona. Aku beruntung punya teman baik seperti mu.” Donghae memeluk Yoona pelan.

***

Di sebuah store ternama di Korea, seorang yeoja asik memilih milih dress bermerek. Harganya yang selangit bagi orang biasa, tapi baginya harga itu sebanding dengan pekerjaannya. Seohyun namanya.

“Mana model paling barunya?” tanya Seohyun pada penjaga store tersebut.

Penjaga itu langsung mengarahkan Seohyun ke tempat baju baju keluaran terbaru store tersebut. Dan kemudian Seohyun asik memilih milih baju untuknya. Setelah menemukan baju yang menurutnya cocok, ia menariknya ke arahnya.

Rasanya seperti ada yang menarik bajunya dari arah yang berlawanan. Seorang namja yang juga sedang menarik baju itu ke arahnya. Seohyun dengan namja itu sekaan melakukan tarik tambang dadakan.

“Maaf nona saya mengambilnya duluan” ujar namja itu.

“Aigo aku menyentuhnya duluan!” bela Seohyun.

Namja itu dan Seohyun saling kekeh bahwa dialah yang mengambil dress itu terlebuh dahulu. Meresa resah para palanggan lain terganggu, penjaga toko itu mengambil dress tersebut. Namja itu dan Seohyun diminta untuk berunding terlebih dahulu. Kebetulan dress itu hanya tinggal satu.

Mencari bantuan Seohyun menelpon sang pacar. Kyuhyun yang berada di rumah sakit langsung meluncur ke tempat Seohyun.

“O.. Choi Siwon” Kyuhyun kaget melihat Siwon berdiri di samping sang pacar yang matanya sudah sedikit berkaca kaca. “Kau apakan pacarku?” tanya Kyuhyun

“Kyu~ dia, mau mengambil dress yang mau ku beli~ dia lupa kalau dia laki laki” lapor Seohyun.

“Hey model manja! Aku mengambilnya duluan lagi pula aku mau memberikannya pada pacarku!” bela Siwon

Kyuhyun hanya bisa diam, menjadi seorang penonton adu mulut di antara Seohyun dan Siwon. Ia tak tau mana yang harus ia bela, Seohyun pacarnya atau Siwon pacar dari kliennya, Kwon Yuri.

“Kalian seperti anak kecil saja! Sudah kalian berdua cari dress lain saja!” ejek Kyuhyun.

Seohyun dan Siwon langsung menatap Kyuhyun garang, Kyuhyun terpaksa mundur untuk melindungi dirinya dari kedua manusia yang berubah menjadi seekor kucing garong akibat sebuah dress.

SHIREO!” teriak Siwon dan Seohyun bersamaan.

Chagi~ ayo lah~, Siwon ssi cari dress lain untuk Yuri! Di toko ini banyak dress yang lebih bagus!” lanjut Kyuhyun.

Airmata Seohyun langsung turun. Kyuhyun semakin bingung. Siwon masih tetap bersih keras mau membeli dress itu untuk Yuri.

“Akukan yeoja! Kau namja mengalah lah!” rengek Seohyun.

“Shireo! Sudah lah biar adil ,benar kata Kyuhyun ayo cari dress lainnya saja.” Ucap Siwon.

Mendengar ucapan Siwon, Seohyun langsung keluar dari store tersebut. Kyuhyun masih membeku, masih syok melihat Siwon dan Seohyun berubah menjadi kucing garong. Siwon pun juga pergi tanpa membeli dress tersebut. Tinggalah Kyuhyun sendiri di store itu.

“Maaf apa anda jadi membeli dress ini?” tanya si penjaga toko.

Ah~ Ne” nampaknya Kyuhyun juga tersihir dengan dress tersebut lalu membayarnya. Entah buat siapa dress itu. Tak mungkin ia berikan pada Seohyun karena secara tak langsung Seohyun dan Siwon sudah melakukan perjanjian, mencari dress lain.

Setelah membayar Kyuhyun mencari cari keberadaan Seohyun diluar store. Ternyata saat keluar yang ia lihat Seohyun sudah naik ke vannya. Ia menghela nafas. Bingung dengan kelakukan sang pacar.

Tak terasa banyak mata menatap Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa!!”

Shit” desis Kyuhyun.

Dengan gaya cool memakai kacamata hitam Kyuhyun berjalan menuju mobil yang terparkir di parkir VIP store tersebut. Sebentar ia menuju sebuah cafe di dekat store. Cafe yang bernuansa Go Green.

“1 chocolate ice!” ucap Kyuhyun lalu berjalan menuju meja yang kosong.

“O.. Kyuhyun ssi~yeoja menunduk ke arah Kyuhyun yang duduk di meja di dekat tempatnya.

“Oh, Stylistnya Seohyun annyeonghaseyo. Siapa namamu?” balas Kyuhyun

“Im Yoona!” balas yeoja itu.

Namja yang asik menyantap makanannya menengok ke arah orang yang diajak bicara oleh Yoona. “Kyuhyun!!!!!!” teriaknya membuat makanan yang ada dimulutnya keluar dan mengarah ke Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun sedetik kemudian kotor dengan makanan namja itu. Jessica dan Yoona yang duduk didepan namja bodoh itu hanya bisa menatap jijik dan kasihan pada Kyuhyun. Dari tubuh Kyuhyun seakan keliar hawa hawa hitam panas. Mimik marahnya seakan tak bisa ditutupi dengan ketampanan wajahnya.

“Lee Donghae! Bersihkan!” bentak Kyuhyun.

Donghae langsung mengelap wajah Kyuhyun yang penuh dengan makanannya sendiri. Jihyun tertawa melihat oppanya kelabakan membersihkan makanannya itu.

“Kau kenapa tidak ke tempat monyetmu itu?” tanya Kyuhyun.

“Aku ada janji dengan Yoona” balas Donghae.

Oppa ayo pulang aku cape!” ucap Jihyun.

Jessica dan Yoona langsung meminta bill dan membayar makanan milik mereka dan Jihyun sedang makanan Donghae tak dibayar. Terpaksa Donghae mengeluarkan uangnya, uang dari sisa gajinya yang ia kumpulkan.

“Sudah ku bayarkan!!” ucap Kyuhyun yang mengerti keadaan ekonomi Donghae.

Mata Donghae berbinar, “Kyuhyun ah~ kamsahamnida!

Donghae langsung berlari ke arah Jessica yang sudah masuk ke dalam mobil. Yoona tak masuk ke dalam mobil hanya berdiri disamping mobil itu lalu melambai pada mobil Jessica.

“Kau tak pulang?” tanya Kyuhyun.

“Ini aku mau pulang.”balas Yoona.

“Ayo ku antar! Sudah mendung!” tawar Kyuhyun.

Yoona terpaksa menerima tawaran Kyuhyun. Takut dirinya kehujanan lalu sakit.

Selama perjalanan suasana tak enak seakan menyelimuti mobil Kyuhyun. Keduanya sama sekali tak membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan. Sayang sekali sampai didepan rumah Yoona hanya arahan dari Yoonalah yang menjadi bahan pembicaraan mereka berdua.

Kyuhyun agak menahan Yoona sebelum keluar dari mobilnya. Mengambil dress yang menjadi rebutan Seohyun dan Siwon tadi lalu memberikannya pada Yoona secara cuma-cuma. Awalnya Yoona menolak tapi setelah berbagai paksaan dari Kyuhyun mau tak mau ia menerima dress itu.

“Lusa ada pesta ulang tahun Seohyun, pakailah dress itu!” ujar Kyuhyun.

Yoona mengangguk lalu turun dari mobil Kyuhyun.

***

“Aku mau pulang!” rengek Eunhyuk saat Dokter memeriksa dirinya.

Dokter itu hanya tersenyum pada Eunhyuk. “Baiklah besok kau boleh pulang dengan satu syarat. Kau harus habiskan makaan yang diberikan oleh rumah sakit.” Satu fakta yang diketaui oleh Eunhyuk, makanan rumah sakit ini rasanya hambar. Tak ada sensai pedas dan asam bahkan asin atau manis di menu itu.

Walau ada kimchi, rasaya tetap saja hambar. Tak ada sensai pedas. Ada menu teriyaki tak ada rasa asin pada bumbunya, bahkan ayamnya terlihat pucat seperti tak diberi bumbu. Terpaksa pada pagi harinya Eunhyuk memakan makanan yang menyiksa lidah dan lambungnya itu.

“Kau hebat” puji ketiga sahabatnya yang datang untuk menjemput sahabatnya itu. Kekaguman mereka bertambah saat Eunhyuk memakan suapan terakhir dari makanan yang disediakan.

“Woah! Eunhyuk ssi wajahmu pucat. Sepertinya kau tak bisa pulang hari ini.” ucap Yuri sambil terkekeh pelan.

Tangan Eunhyuk langsung mengelus elus perutnya. Ia sedikit kasihan dengan perutnya yang harus mencerna makanan hambar. “Hanya sekali kok besok ku beri steak!” ucapnya pada perutnya.

Pintu kamar terbuka, dokter yang menjajikan Eunhyuk untuk pulang hari ini benar benar menepati janjinya. Eunhyuk diperbolehkan pulang hari ini. Wajah bahagia Eunhyuk langsung terlihat. Ia segera mengganti baju rumah sakit dengan baju yang dibawakan oleh Donghae.

Saat ia membuka bajunya ia melihat luka bekas tusukan yang ia yakini yak akan pernah hilang. “Kau akan membayar lu ka ini.” Desisnya

Kali ini Eunhyuk harus terima menumpang di mobil Changmin sementara Donghae menumpang di mobil Kyuhyun sedang Yuri dijemput sang pacar. Mobil mereka beriringan, tentu mobil Changmin di depan dan Mobil Kyuhyun dibelakang seakan melindungi mobil Siwon yang ada Yuri didalamnya.

“Changmin ah Kau tau siapa yang mau membunuh Yuri?” tanya Eunhyuk

“Sekelompok orang yang menamakan dirinya Tiger Cat! Kenapa hyung?” tanya Changmin.

“Mereka harus membayar luka yang ada diperutku ini. Perutku jadi tak seindah dulu lagi” balas Eunhyuk.

“Kau ini, aku kira apa.”

Perjalanan ke rumah Eunhyuk lancar, tak ada yang mengikuti mereka dan tak ada antrian mobil atau bisa dibilang tidak macet. Eunhyuk langsung memasukan password rumahnya. Eunhyuk nampak kaget dengan rumahnya. Setelah melihat ruang tamunya ia langsung berlari ke garasi rumahnya.

What The...”

TBC

5 thoughts on “Secret [ Part 3 ]

  1. GebyELF says:

    Eon, apa kyu nantinya ma yoona?? Moga aja iya..
    Nanti sica ma hae aja ya,, brharap changmin ma seo.. Heheh..
    Lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s