Secret [ Part 4 ]

What the hell apa yang terjadi pada mobil mobil ku?” Seru Eunhyuk yang mendapati garasi rumahnya berantakan layaknya kapas seutas perang. Ia kepal kedua tangannya untuk meredam amarah yang mulai meluap luap.

Garasi yang berisikan 8 buah mobil super mewah, 4 mobil sport paling mahal di Korea, 1 mobil jeep dan 2 mobil antik, berubah seketika jadi pameran mobil rongsokan. Beberapa bagian mobil terlepas dari body nya. Baretan disana sini dan banyak pilox yang menjadi hiasan tambahan pada mobil Eunhyuk.

Kyuhyun yang mengikuti langkah temannya menuju garasi, hanya bisa membuka mulutnya dan seakan ada kawat yang menahan mulutnya untuk tidak menutupnya. Memandangi mobil mobil mewah berubah dalam sekejap menjadi rongsokan yang tak berguna. Disaat Kyuhyun masih mengagumi keadaan garasi rumah Eunhyuk, Eunhyuk sendiri sudah berkeliling mengunjungi satu persatu mobilnya, mencoba mencari sebuah clue si perusak mobilnya.

Tiger Cat, Huh?” desis Eunhyuk.

Langkahnya berhenti didepan sebuah dinding polos tanpa gambar ataupin rak menempel disana. Ia sedikit mendorong tembok tersebut, dan dinding tipuan yang ia buat terbuka. Tak ada password yang ia pasang, ia hanya membuat tipuan anak kecil layaknya film film misteri misteri dari  barat sana.

Hyung~ kau dimana?” Kyuhyun yang tadi masih berada di sudut lain dari garasi langsung berlari mengelilingi mobil mobil korban kekerasan dalam garasi.

Dinding itu terbuka lagi, Sebuah kepala muncul dari dalam. “Kyu, aku disini” balas Eunhyuk. Kyuhyun pun langsung masuk kedalam dinding itu.

Kekagumannya seakan bertambah saat dalam ruangan itu, ada 2 buah mobil keluaran terbaru yang masih selamat dari pembantaian garasi Eunhyuk oleh orang tak dikenal. Bukan hanya itu, didalam juga terdapat monitor yang terhubung dengan cctv yang Eunhyuk pasang pada sudut yang ia pikir sulit dijangkau oleh mata, tapi dapat memperhatikan semua aktivitas di garasi tersebut.

Beberapa menit berselang setelah video diputar, keluarlah 6 orang namja berpakaian hitam hitam. Mereka dengan gampangnya menendang body, mencabut spion, mempilox, merusak mobil milik Eunhyun. Kyuhyun dan Eunhyuk saling berpandangan, lalu Eunhyuk mengarahkan ke cctv yang ia letakan di luar rumahnya.

Di monitor itu terlihat dua buah van yang sangat Eunhyuk kenal berhenti didepan rumahnya  dan 6 orang turun dari van itu

Hyung! Tiger Cat itu apa?” tanya Kyuhyun dengan nada polos, telunjuknya melihat hasil poloxannya  adalah tulisan ‘Tiger Cat’.

Tangan Eunhyuk langsung mengepal kencang, matanya seakan tak bisa mengedip saat ini. Matanya masih menatap tajam setiap titik, garis bahkan warna. Rasa marahnya meluap luap bagaikan sebuah petasan siap untuk medak.

Tiger Cat, kalian harus membayar semua ini!” desis Eunhyuk.

Changmin dan Donghae beserta pasangan siap tunangan Siwon dan Yuri, memutuskan untuk membereskan setiap sudut ruangan Eunhyuk. Berusaha membuatnya rapi lagi seperti semula.

***

Susah untuk mengingat, dan susah untuk melupakan. Hal yang serupa dan sangat menyakitkan. Susahnya mengingat semua pelajaran saat ulangan sebanding dengan susahnya melupakan orang yang kita sayang. Tapi mudahnya kita menghapal sebuah lirik lagu, semudah kita mencintai seseorang.

Tali yang dikat satu sama lain, pastikan tali itu terikat mati. Tali satu dengan lainnya bersatu, bertambah panjang dan tak terpisahkan. Perlu gunting atau benda yang tajam untuk memutuskan ikatan itu. Jika dalam pertemanan, gunting atau benda tajam bisa berupa apapun. Adu domba, kesalah pahaman atau bahkan rasa cinta yang tumbuh.

Yoona mungkin merasakannya, susah baginya untuk menolak datangnya perasaan itu. Sakali ia mencoba, ia hanya menyakiti diri sendiri. Sumpahnya menjadi teman sehidup semati dengan Donghae seakan menjadi perisai bagi datangnya perasaan yang susah dimengerti oleh akal sehat.

Kalau saja sumpah bodoh itu tak terucap dari bibirnya, ia tak mungkin seperti ini. Ia tak mungkin merasakan sakit yang sangat menyiksa dirinya terutama hatinya, untuk membantu Donghae mendapatkan Jessica. Bisa saja Yoona menolak permintaan Donghae saat itu, atau mungkin bangkit dari kursi meja makan lalu meninggalkan Donghae.

“Jess…” Panggil Yoona.

Jessica, orang yang tidak secara langsung membuat hatinya berasa disayat, menengok ke arahnya. Cocok, itulah yang Yoona simpulkan saat membayangkan Jessica dengan Donghae berdiri dipelaminan.

“Sedang apa?” Tanya Yoona

Bukan hal penting hanya basa basi, tapi ia berusaha agar perasaan cemburu yang sudah mulai berjalan dari hati berhenti di tengah jalan agar otaknya tak memaksa dirinya membenci Jessica ataupun Donghae.

“Mencari-cari foto Changmin di internet wae Yoon?” Tanya Jessica.

Hari ini hari Minggu, hari dimana semua orang yang bekerja dan bersekoolah mengistirahatkan badan mereka. Badan yang terus bekerja selama 6 hari. Merefreshingkan otak dan pikiran kita dengan hal hal paling disukai.

Yoona hanya tersenyum, ya ini posisi sulit baginya. Melihat keadaan Jessica yang tergila gila pada orang yang hampir menabraknya di tengah jalan. Donghae yang memintanya untuk mendekatkan dirinya dengan Jessica, serta hatinya yang semakin tersiksa dengan keadaan ini.

“Kau menyukainya?” Tanya Yoona, suaranya halus membuat Jessica heran dengan temannya yang satu ini.

“Kau kenapa? Eyy kau bertengkar dengan Donghae?” Tanya Jessica.

Yoona menggeleng, hatinya berteriak teriak dari dalam dirinya ‘Ini semua karena dirimu Jess, kau dan Donghae’. Sayang akal sehatnya masih bekerja dengan normal hingga tak ada 1 katapun keluar dari bibir Yoona.

Tak ada jawaban, Jessica fokus lagi ke monitor mencari cari informasi Changmin. Berharap didalam internet ada informasi tentang Changmin.

“Aku pulang dulu ya Jess, tak enak badan. Lagi pula Jihyun sudah bosan berada dirumah mu. Jihyun ah~ ayo pulang” ucap Yoona.

Jihyun dengan semangat mengagguk lalu berjalan ke arah Yoona. “Ne~ Eonni. Bye bye ahjumma jelek” Jihyun menjulurkan lidahnya ke arah Jessica.

“Aish anak kurang ajar.

***

Topi ala sailor menghiasi kepala seorang namja di sebuah toko topi di pusat perbelanjaan Seoul. Bukan pusat pembelanjaan yang berkelas royal , tapi berkelas menangah. Barang barangnya juga tak asli, hanya barang palsu dengan harga murah. Namja itu bagaikan berada di surga. Sudah 10 kantong di tangannya.

“Sepertinya sudah cukup” namja itu langsung keluar dan kembali pulang.

Perjalanan pulangnya terasa lama, bukan langsung pulang, ia mengunjungi perkantoran mewah di Seoul. Gedung itu menjulang tinggi, diatasnya terlihat penangkal petir dan banyak petugas keamanan disekitar pintu masuk.

“Kau pasti membayar semuanya Kwon” ujarnaya.

Ya, namja itu tak lain dan tak bukan adalah Heechul. Namja yang masih menyimpan dendam kesumatnya dengan sebuah keluarga yang ia yakini ada dibalik peristiwa kematian sang appa dan adiknya.

Ia mengambil handphone yang terasa bergetar di kantong celananya. Nama yang selalu menelphonenya sekarang muncul lagi, pada layar handphonenya.

“Kirimkan semua foto bodyguard yang ditugaskan oleh KSA dan jangan lupa siksa mereka berempat, berani beraninya mereka mengganggu permainanku.” Omel Heechul, tanpa a,i,u,e,o langsung menutup telphone dari Shindong dan kembali ke jalur pulang kerumahnya.

***

Plok Plok Plok

Shindong dengan penuh keberanian muncul didalam rumah milik Eunhyuk. Layaknya hantu, tak ada suara maupun gerakan mencurigakan. Semua orang masih berkumpul di ruang tengah. Eunhyuk dan Kyuhyun juga sudah bergabung di ruang tengah.

“Kalian hebat, cepat juga kalian mengenali kami, Tiger Cat” ucap Shindong.

Semua diam, memperhatikan setiap titik tertentu dari Shindong. Eunhyuk yang marah akibat mobil mobilnya hancur berantakan langsung bergerak menarik kerah baju Shindong. Emosinya tak bisa dikendalikan lagi, rasanya ingin meledak.

“Kau!!!” Teriak Eunhyuk.

“Eits.. Kau sebaiknya berhati hati dalam bertindak” ucap Shindong sambil menunjuk beberapa anak buahnya yang bersembunyi layaknya sniper di berbagai sudut rumah Eunhyuk.

Donghae langsung menarik kembali Eunhyuk duduk disampingnya. Saat ini hanya ialah orang yang dapat meredam emosi Eunhyuk walaupun hanya 30%.

Tubuh Yuri bergetar, Siwon langsung duduk disampung pacarnya itu. Matanya awas memandangi setiap arah, berjaga jaga jika ada salah satu anak buah Shindong, mau menculik Yuri.

“Nona Yuri, andai saja anda tak meminta bantuan 4 manusia ini keadaannya tak akan seperti ini.” Ucap Shindong.

“Dengar, Tiger Cat tak akan berhenti, kami pasti akan mendapatkan mu dan kalian 5 namja bodoh, kalian akan mati ditanganku ini” lanjut Shindong kemudian ia pergi dari rumah Eunhyuk.

Berselang beberapa menit, Changmin memainkan matanya ke arah Kyuhyun. Mengerti itu sebuah code,Kyuhyun langsung berlari keluar memakain perlengkapan keartisannya yang mirip dengan mafia. Ia tau apa yang ia lakukan. Ia sadar bahwa ia seorang artis, kembali ke pekerjaan awal, ia berada dibalik layar atau pekerja monitor atau tepatnya dalang dari keberasilan team miliknya ini.

Hyung kau tidur dirumahku saja, tak aman kalau kau tinggal disini.” Tawar Siwon, tawaran Siwon langsung ditanggapi menarik oleh Eunhyuk, anggukan kecil sudah menjadi jawaban bagi Siwon.

Formasi mobil berganti, Eunhyuk memutuskan membawa 2 mobil cadangan yang masih tersisa. Ia meminta Yuri yang dapat menyupir mengendarainya satu dari kedua mobil itu. Donghae hanya bisa berada di satu mobil dengan Yuri, bukan ia yang menyetir tapi Yuri.

Dari kecepatan yang sangat kencang, perlahan mobil yang Kyuhyun naiki menurunkan kecepatannya. Ia memarkirkan mobilnya, lalu berlari ke kamarnya. Tangannya langsung saja menyalakan computer.

“Hmm namanya Kim Young Min” desis Kyuhyun.

Mencari informasi seperti Kyuhyun seperti ini, bukan perkara mudah. Mungkin ia harus membuka dokumen negara. Bukan dengan ijin dari petugas yang bertugas, jika meminta ijin terlebih dahulu, mungkin kesusahannya berlipat ganda para petugas tak akan mebiarkannya menyentuh bahkan melihatnya sedetikpun. Cara satu satunya adalah membobol situs negara dengan ilmu hack. Disinilah keahlian Kyuhyun terlihat.

“Kim Young Min, korban penembakan, seorang namja misterius tahun 2002″

Telapak tanngannya ia taruh di dagu, ia mulai serius membaca setiap artikel yang buka saat ini. Setiap kalimat ia cerna baik baik, mencari arti setiap kata yang ada.

“Bukan hanya beliau, anaknya juga ikut menjadi korban.”

Kyuhyun sedikit tegang, kalimat berikutnya seakan lebih membuka misteri yang ada. Ia meneguk air liurnya sendiri.

“Rumah itu kosong, diduga anak pertama mereka selamat”

Matanya semakin tak bisa berkedip, seakan ada kawat yang menahannya. Kembali ia lanjutkan kalimat berikutnya.

“Dugaan sementara mengarah ke Kwon Corp.”

Dendam, mungkin itu yang ada di otak Kyuhyun saat ini. Dendam sang anak pertama yang dipendam selama ini akhirnya tak terbendung lag. Kyuhyun langsung mencari berita selanjutnya. Aneh, semuanya seperti hilang tanpa jejak. Tak ada lagi berita tentang kejadian tersebut. Mungkin ada tapi tak banyak.

“Kwon Yu Jin, appa dari Yuri. Hmm apa hubungan Kwon Yu Jin dan Kim Young Min?” Tanya Kyuhyun dengan suara penasaran.

DAK!!

Pintu kamar Kyuhyun terbuka lebar. Seorang yeoja berwajah cantik nan imut muncul. Dress soft pink selutut dan sepatu sneakers warna putih. Rambutnya terurai lepas menambah kesan sexy pada diri yeoja itu.

Aigo Chagiya~ kau mengagetkanku saja, ingin pacarmu ini mati muda hah?” Teriak Kyuhyun.

“Awas saja kalau kau berani mati sekarang. Kau lupa hari ini hari ulang tahunku? Tak ada sms, telpon dan sekarang aku berani jamin kau lupa harus datang ke ulang tahunku~” omel Seohyun.

Kyuhyun langsung menepok dahinya yang mulus tanpa jerawat. Menghindari macan betina yang mengamuk Kyuhyun langsung mengganti bajunya dengan baju yang lebih layak untuk pergi ke pesta. Tak lupa ia memberitahu Eunhyuk, Donghae dan Changmin untuk datang ke pesta itu, oh ya sang majikan tak lupa ia ajak. Walaupun itu bukan pesta miliknya tapi, Seohyun memberi kebebasan Kyuhyun untuk mengajak teman temannya.

***

Eonni yeppeo yo~” puji Jihyun saat melihat Yoona mengenakan dress pemberian Kyuhyun.

Lekukan tubuhnya terlihat sangat jelas, kesan sexy dan sensual bertambah saat Jessica memberi lipstick merah pada bibir Yoona dan bedak tipis di wajah Yoona. Menambah hiasanpada tilinganya, ia memasang anting hadiah dari Heechul saat ia berulang tahun ke 17. Ia terkesan berasal dari kalangan orang papan atas, tak ada 1 titik yang memperlihatkan dirinya sebagai yeoja miskin dari sebuah gang sempit di Seoul.

“Jihyun mau ikut!” rengek Jihyun.

“Hey anak kecil! Jangan merengek, aku saja tidak ikut!” omel Jessica.

“Tapi Jihyun mau cake!” pinta Jihyun.

Kali ini, mata dengan air mata hampir jatuh membuat Yoona tak tega melihat anak kecil itu. Ia tersenyum pada anak itu, “Jihyun ah~ kau suka cake rasa apa? Biar aku bawakan pulang!” ucap Yoona

Strawberry, Chocolate, Vanilla, Semuanya Jihyun suka!” jawba Jihyun dengan nada bahagia.

Yoona mengangguk mengiyakan semua ucapan Jihyun, lalu Jihyun langsung memeluk Yoona dengan Erat.

“Anak kecil,jangan rusak rambut eonnimu yang cantik ini! Ayo kau ikut aku saja!” Jessica langsung menarik baju bagian belakang Jihyun agak kebelakang.

Dengan tas kecil berisikan handphone dan uang secukupnya, Yoona melangkah keluar rumah mencari taxi untuk pergi ke tempat atau gedung dimana pesta Seohyun digelar.

***

3 Namja berpakaian formal, turun dari satu mobil, para gadis sekan tak bisa melepaskan pandangannya pada 3 namja tersebut. Namja pertama memakai jas berwarna hitam,hanya satu kancing dikancingkan dan dalaman putih berkerah, panggil saja dia Donghae. Namja kedua memakai kemeja hitam polos dilengkapi celana hitam, namanya Changmin. Terakhir, ia memakai kaos putih polos dengan jas warna hitam, Eunhyuk.

Hyung!” teriak Kyuhyun bahagia saat melihat ketiga sahabatnya itu berekenan datang ke dalam pesta Seohyun.

“Hey!” sapa seorang namja dengan menggandeng seorang yeoja cantik.

“Siwon ssi!!” Kali ini teriakannya semakin menjadi jadi.

Mereka berenam dengan bahagia masuk ke dalam. Satu persatu dari mereka, dikenalkan dengan Seohyun, kecuali Siwon. Seohyun hanya bisa memandang sinis Siwon, begitu pula dengan Siwon. Hingga pada akhirnya mereka terkejut melihat yeoja memakai dress yang mereka perebutkan.

“Yoona~”

Yeoja itu.”

Kyuhyun mengikuti arah pandang Siwon dan Seohyun. “Oh dress itu, ku beli dan kuberikan untuk Yoona.” Ucap Kyuhyun asal.

Yoona yang hanya mengenal Seohyun langsung berjalan ke arah Seohyun yang berada didekat Kyuhyun. Jalannya anggun layaknya seorang putri, pandangannya lurus kedepan seperti seorang model.

Donghae yang asik memandangi seluk beluk geung mewah tersebut, kembali membalikan badan menghadap Kyuhyun dan teman temannya, dan yang ia dapat seorang yeoja yang ia kenal dengan tampilan berbeda.

“Yoona~ Woa!”

Mulut Donghae tak bisa menutup,ia menikmati setiap bagian tubuh Yoona dengan matanya saat ini. Yeoja biasa yang menjadi temannya sejak kecil, dapat berubah menjadi seorang putri dalam sekejap. Matanya susah untuk dikedipkan. Mulutnya diberi kawat hayalan sehingga tak bisa menutup. Otaknya seperti diberi asupan gizi lebih.

Neomu Yeppoyo~ siapa namamu?” puji Eunhyuk.

“Hyuk ah~ jangan ganggu dia!” Donghae kembali ke jalan kenormalan. Saat Eunhyuk berusaha mendekati Yoona, tangannya menarik Eunhyuk kembali ke tempat awalnya.

“Eyy pacar mu ya Hae?” ledek Eunhyuk dan Changmin.

“Aniyo! Dia teman baikku sejak Kecil” jawab Donghae.

Ya, inilah status Yoona dan Donghae yang tak pernah berubah dari dulu, ‘teman sejak kecil’. Donghae selalu menjadikan perkataan itu jawaban andalan disaat ia disangka berpacaran dengan Yoona.

Seohyun memandang Yoona, ia mengakui Yoona sangat cantik. Tidak iri ia hanya bingung dengan teman sekaligus stylistnya itu yang tiba tiba menjadi murung setelah Eunhyuk menggodanya.

“Yoona ya~ dan kau siapapun dirimu ayo tinggalkan saja namja namja bodoh ini disini!” Seohyun langsung menarik Yuri dan Yoona menuju sebuah meja kosong. Meja yang memang disiapkan untuk Seohyun.

Kyuhyun dan ke 4 temannya itu hanya bisa mengawasi para yeoja dari jauh. Mereka seperti mendapatkan libur diantara hari kerja. Mereka menikmati pesta setelah mendapatkan mustibah tadi pagi. Tak ada wajah kawatir ataupun takut, semua bahagia dan gembira menikmati hidangan dan menikmati pertunjukan yang ada.

Tak terasa waktu untuk meniup lilin datang, bukan acara yang kekanak kanankan justru ini adalah tradisi yang sangat disenangi oleh Seohyun. Walau terkesan kuno, acara ulangtahunnya ini terbilang sangat mewah.

“Kalian siap di tempat! Saat model itu berdiri dipanggung tembak dia tepat di dada kiri” ujar seseorang dari balik pintu yang sedikit terbuka.

Orang suruhannya itu langsung masuk dengan pakaian layaknya para tamu, tak ada yang mencurigakan ia bahkan terlihat cool didalam. Saat Seohyun maju ia mulai mengeluarkan sebuah pistol yang ia sembunyikan dibalik jasnya.

“Kyuhyun maju gih!” Changmin mendorong dorong Kyuhyun kedepan.

Kyuhyun hampir terjatuh, awalnya ia mau marah tapi saat kembali ingin berdiri dengan tegap, matanya seakan tertuju pada namja yang memegang pistol ke arah sang pacar yang berdiri di panggung,

Andwae! Seohyun ah!!” Kyuhyun langsung berlari ke arah Seohyun.

TAR!

TBC

5 thoughts on “Secret [ Part 4 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s