I’m a Fool [Part 1]

author : Victoria // Jihyun

Song: Tonight by Big Bang

Tonight such a beautiful night sing with me now 2011 follow me
Big Bang Big Bang we’re back again one more time say
No way no way we become a strangers again so easily
Big Bang Big Bang don’t stop let’s play
Ok ok go go go

I think I’m going to go crazy, I’m probably getting tired (why)
Nah, I think I’m just fed up, I’m already bored, you’re dull
I’m a bad boy that can’t be satisfied with one girl, but I’m nice
I’m not falling for you because I can’t stand it, let me blow ya mind

When did we start, start losing the spark between us
We’re like a drained cola that’s lost its fizz
The first feeling of going numb, glancing at each other sideways
I’m not hanging myself over such a love, don’t wanna try no more

I look for you, oh-eh-oh, below that moonlight that lights me up
I look for you oh-eh-oh-oh-oh I don’t know where the end is but hey
Tonight tonight tonight tonight
I still don’t understand love, pitifully alone once again, tonight

I’m scared that these stars will hurt me (so what so what)
I miss the moment when I first met you (no more no more)
Bad when it comes to pain like that, I try to avoid it
But You know that I love you girl girl girl

My personality to drag it out, say no, with cold lips, I-I-I freeze you
Take ma soul take ma heart back a new excitement, get that
Love is not for me, don’t think too much it’s simple

I look for you, oh-eh-oh, below that moonlight that lights me up
I look for you oh-eh-oh-oh-oh I don’t know where the end is but hey
Tonight tonight tonight tonight
I still don’t understand love, pitifully alone once again, tonight

The sad meaning behind the words “good bye” become covered by the dark shadows
My memories look towards you, who I have forgotten in my heart
I look for you, oh-eh-oh, below that moonlight that lights me up (below that moonlight)
I look for you oh-eh-oh-oh-oh (Oh you, oh baby) I don’t know where the end is but hey (I don’t know where it is)
Tonight tonight tonight tonight

I still don’t understand love (Don’t understand love, I), pitifully alone once again, tonight
I look for you, oh-eh-oh (tonight), below that moonlight that lights me up (such a beautiful night)
I look for you oh-eh-oh-oh-oh I don’t know where the end is but (good night)

Aku tidak tahu apa itu cinta……karena kebodohanku, aku menyakitinya…

Eunhye POV

Bruk. Aku menjatuhkan kotak berisi kue tart yang kupegang. Air mataku mengalir. Di depanku pria yang kucintai sedang berciuman dengan wanita lain. Hatiku sakit melihatnya. Dia menengok setelah mendengar suara kotak yang kujatuhkan. Wajahnya tidak menampakan rasa terkejut sama sekali, padahal aku telah memergokinya berciuman dengan wanita lain.

Wanita itu segera keluar ruangan dengan santai. Sementara ekspresinya tetap datar, ia tidak menatapku.

“Wae oppa?” tanya ku sambil menahan genangan air yang akan segera membanjir di pelupuk mataku.

“Mau tahu?”

“Aku bosan padamu”

Hatiku serasa disayat dan ditaburi garam. Segampang itukah cinta seseorang menghilang? Ia bilang bosan?? Dia anggap apa cinta itu? Dia kira kalau dia bosan ia bisa membuangku segampang membuang kertas? Babo, jeongmal baboya. Kenapa aku bisa mencintai pria sepertinya….

Plak. Tanpa sadar aku menamparnya. Ia memegang pipinya dan menatapku sinis. Rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit di hatiku. “Terima kasih” kataku mengejek. Aku segera berbalik dan menendang kotak kue yang kujatuhkan pelan. “Untukmu” kataku tanpa menatapnya. Aku bergegas pergi dari kantornya. Mengendarai mobilku tanpa tujuan.

Author POV

Akhirnya Eunhye terdampar di apartemen Jihyun. Jam sudah menunjukan 11.30 dan suasana tidak menampakan tanda-tanda kehidupan di dalam apartemen. Pasti sudah tidur semua. Eunhye masuk dengan mudahnya karena ia tahu password untuk membuka pintu.

Di dalam keadaan gelap, hanya ada 1 lampu menyala di ujung ruangan. Eunhye berjalan pelan menuju kamar Jihyun. Matanya bengkak dan penampilannya sangat acak-acakan. Ia membuka pintu kamar Jihyun dan berjalan mendekati ranjangnya. Ia sangat terkejut begitu melihat ada 2 orang yang tidur di ranjang itu.

“Kyaaa” jerit Eunhye. Kedua manusia yang sedang tidur itu terbangun karena kaget dan menyalakan lampu. “Yak! Oppa, ngapain kau tidur di sini! Kau kan punya kamar sendiri” jerit Jihyun begitu melihat Kyuhyun disebelahnya. “Ish! AC kamarku rusak, mana mungkin aku tidur di sofa depan, ya aku numpang disini” balas Kyuhyun, kakak Jihyun. Mereka tinggal bersama. Eunhye menghela napas lega, dia kira siapa.

“Ada apa Eunhye ya, malam-malam begini? Matamu bengkak??” tanya Jihyun sambil menghampiri Eunhye. Eunhye malah terjatuh dan berlutut di lantai, mulai menangis lagi. Kyuhyun dan Jihyun jadi kelabakan.

“Ya Eunhye ya jangan menangis dong, kami kan ga ngapa-ngapain” ujar Kyuhyun panik. “Ada apa Eunhye ya?” tanya Jihyun.

“Eunhyuk oppa…..” gumam Eunhye disela tangisnya.

“Tadi aku memergokinya sedang berciuman dengan perempuan lain” lanjut Eunhye. “Dia bilang ia bosan padaku” kata Eunhye sambil menghapus air matanya. Kyuhyun dan Jihyun saling bertatapan, merasa iba dengan Eunhye. Yah, Eunhyuk memang dikenal playboy.

“Ehm, sebetulnya aku pernah melihat Eunhyuk oppa berjalan dengan wanita lain, sambil merangkulnya” Jihyun mengecilkan suaranya sedikit. “Naddo” lanjut Kyuhyun.

“Ish, Lee Hyukjae brengsek” jerit Eunhye. “Kalau begitu kenapa ia mengatakan cinta kepadaku? Kalau pada akhirnya dia hanya akan bilang ‘aku bosan padamu’” Emosi Eunhye tidak dapat ditahan, dia sedih sekaligus kecewa. Dulu Eunhyuk mengejarnya, dan akhirnya mereka berpacaran, saat Eunhye sudah sepenuhnya mencintai Eunhyuk, Eunhyuk malah mencampakannya.

“Sudahlah onni, dia itu playboy cap ikan teri” kata Jihyun.

“Ne, dia tidak akan pernah puas dengan 1 wanita, aku sudah 2 kali melihatnya berjalan dengan 2 wanita berbeda” aku Kyuhyun.

Eunhye menghapur lagi air matanya. “Mulai sekarang aku akan melupakannya, aku tidak akan perduli lagi dengannya”

Eunhye POV

Sudah 1 tahun berlalu sejak Eunhyuk mencampakanku. Ia sekarang sedang menjalin hubungan dengan wanita yang dulu kulihat berciuman dengannya. Kalau kau sekarang bertanya, apa aku masih mencintainya? Aku akan menjawab ‘ya’.

Padahal dulu aku berjanji akan melupakannya dan tidak akan perduli lagi dengannya. Karena memang, aku masih mencintainya, walaupun ia telah mencampakanku. Walaupun sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang benar-benar mencintaiku.

Lee Jinki, dia adik Lee Sungmin, kekasih Jihyun. Aku mengenalnya sudah cukup lama, tapi aku tidak pernah menyadari kalau ia mencintaiku. Aku jahat ya. Aku mencintai seorang pria yang tidak mencintaiku disaat seorang mencintaiku sepenuh hati.

Tapi, walau aku masih mencintai Eunhyuk, aku membencinya juga, karena telah mencampakanku dulu. Dia anggap apa aku ini sehingga membuangku begitu saja. Pria sepertinya harus belajar lebih banyak tentang cinta. Siapa yang tidak sakit hati diperlakukan seperti itu.

Eunhyuk POV

1 tahun…….cukup lama, sejak aku memutuskan hubunganku dengan Eunhye. Awalnya aku bahagia dengan hubunganku dengan Juyeon, tapi lama-lama rasa bahagia itu menghilang begitu saja. Sifatnya tidak seperti dulu. Ternyata sikapnya dulu hanya kamuflase, ia sangat berbeda sekarang, pemaksa. Ia bagai musang berbulu domba. Dan aku mulai merasa bersalah pada Eunhye. Aku menyesal telah mencampakkannya.

Beberapa hari yang lalu, aku melihatnya berjalan dengan kekasihnya. Dan aku merasa dadaku sesak saat melihatnya. Tak tahu kenapa. Dan aku baru mengerti, aku cemburu, aku masih mencintainya. Aku membutuhkannya. Setiap aku senang, aku teringat padanya, saat aku mempunyai masalah, selalu ia yang pertama ada di otakku. Ia selalu berputar di otakku.

Aku bodoh, baru mengerti apa itu artinya cinta. Aku bermain dengan banyak wanita. Dan aku merasa bahagia, hanya untuk sesaat. Aku selalu mencari wanita lain begitu rasa bahagiaku hilang, dan aku tidak pernah menemukan kebahagiaan. Hidupku hampa. Cinta bukan hanya disaat senang, tapi juga susah. Akhirnya aku menyadari, aku tidak mencintai Juyeon.  Aku tidak bisa bertahan dengannya. Tapi ia tetap memaksa diriku untuk berada di sisinya. Aku tersiksa tanpa Eunhye. Aku membutuhkannya….. Dia…., oksigenku. Aku bagai hidup, tapi tidak bernapas.

Author POV

Eunhye menyisir rambutnya dan memandang bayangan dirinya di kaca. Hari ini Jonghyun, teman baik Jinki berulang tahun, dan mereka akan makan-makan bersama, sekaligus reuni kecil-kecilan, karena mereka sudah lama tidak bertemu, karena kesibukan masing-masing. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. ‘Ah Jinki datang’ pikir Eunhye. Ia lalu bergegas menuju pintu depan dan membuka pintunya.

Eunhye sangat terkejut mendapati siapa yang berdiri di depannya. Eunhyuk…

“Mau apa kau kemari?” tanya Eunhye sinis. Eunhyuk menunduk. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ia malah memeluk Eunhye. Eunhye tambah kaget, ia memberontak, tapi Eunhyuk memeluk dirinya erat. “Yak, lepas, mau apa kau??? Aku akan teriak kalau kau tidak melepaskanku” kata Eunhye marah. Eunhyuk tidak melepaskan pelukannya, malah menangis. Eunhye jadi bingung.

“Yak, apa sebenarnya maumu huh??” seru Eunhye.

“Mianhae…..” ucap Eunhyuk pelan. Eunhye terdiam.

“Sudah? Sana pulang” seru Eunhye galak. Ia masih kesal dengan perkataan Eunhyuk 1 tahun yang lalu, walaupun ia masih mencintainya. Tapi ia memikirkan Jinki. “Sudah tidak ada masalah lagi diantara kita, aku sudah memaafkanmu” kata Eunhye dingin. Ia berniat menutup pintu apartemen, tapi Eunhyuk menahan pintunya.

“Saranghae….”

Mata Eunhye membelalak lebar. Ia tak menyangka Eunhyuk akan mengatakan itu lagi padanya.

“Aku salah, seharusnya aku tidak mengatakan bosan padamu, karena ternyata, aku masih tetap memikirkanmu, saat itu aku tidak mengerti apa itu cinta, setelah setahun berlalu, aku baru menyadari, bahwa aku sangat mencintaimu. Mianhae, saranghae” lanjut Eunhyuk. Eunhye berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.

“Too late” kata Eunhye, ia buru-buru menutup pintunya. “Yak, Eunhye, buka pintunya, maaf, aku mencintaimu” Eunhyuk menggedor-gedor pintu apartemen Eunhye. Eunhye jatuh terduduk menyender di pintu. Ia mulai menangis. Ia tidak tahan dengan Eunhyuk.

“Lebih baik kau pulang, aku tak mau Jinki oppa tahu” teriak Eunhye.

“Aku mencintaimu Eunhye ya, dan aku yakin kau masih mencintaiku” kata Eunhyuk dari luar.

“Pergi dari sini” usir Eunhye. “Aku akan pergi dari sini, tapi aku tidak akan menyerah Eunhye ya, aku akan terus mengejarmu.” kata Eunhyuk. Lalu ia pergi meninggalkan apartemen Eunhye.

Dari jauh, ternyata Jinki melihat semuanya. Ia mau marah, tapi merasa sedih, karena kedua manusia itu saling mencintai. Ia tahu Eunhye masih mencintai Eunhyuk, walaupun Eunhye menerimanya sebagai kekasihnya. Ia tidak bisa terus bertahan dengan keadaan seperti ini. Saat ini Eunhye mungkin kekasihnya, tapi Eunhye tidak mencintainya. Apa ia bahagia dengan hal itu? Tentu saja tidak. Ia akan bahagia kalau Eunhye juga mencintainya. Dari pada menjadi miliknya, tapi tidak mencintainya sama sekali. Lebih baik ia melepaskan Eunhye untuk kebahagiaannya.

***

“Jonghyun oppa~ Saengil Chukkae” Eunhye mengucapkan selamat ulang tahun kepada Jonghyun. Semua sudah berkumpul, dan mereka akan mulai acara makan-makan ini. “Yak Jjong~ kapan kau punya pacar, uuu” ejek Donghae. Tawa semua orang meledak. Eunhye terkekeh.

“Aigoo, pacaran jangan disini woyy” seru Kyuhyun. Semua mata langsung memandang Leeteuk dan Hyunae yang sedang berangkulan mesra membuat yang lain ingin muntah. “Kalau iri bilang saja, wekk” balas Leeteuk.

Mereka pun mulai makan setelah mengobrol dan saling mengejek satu sama lain. Tawa mereka sangat keras. Untung Jonghyun menyewa 1 ruangan khusus untuk mereka, kalau tidak pengunjung lain akan terganggu.

“Hei, ayo kita main sesuatu”

Setelah selesai makan, Donghae mengusulkan agar mereka semua bermain. “Kan kita jarang berkumpul karena kesibukan kita, ayo sekarang kita bersenang-senang”

Semua mengangguk setuju. “Main truth or dare saja” usul Heera.

“Pakai apa?” tanya Hyunhae.

“Nih sumpit” jawab Heera. Semua menatap Heera dengan tatapan tidak enak, tapi mereka setuju untuk main truth or dare menggunakan sumpit.

“Untuk dare, masing-masing menuliskan perintah di handphone masing-masing, yang kena memilih salah satu handphone, setuju?” kata Jihyun. Semua mengangguk setuju. Sumpit mulai diputar. Semua memperhatikan sumpit dengan seksama sambil harap-harap cemas. Dan sumpit berhenti mengarah ke Kyuhyun.

“Yahh, aku, andwaee” jerit Kyuhyun tidak terima.

“Terima nasibmu? Truth or dare?” kata Leeteuk. Kyuhyun berpikir sebentar. “Dare deh”

“Ok, pilih handphone siapa, ga deh pilih iPhone siapa” ralat Leeteuk begitu melihat jejeran iPhone4 diatas meja. Sudah seperti mau jualan saja.

“Ehmm” Kyuhyun memandangi semua iPhone itu, semuanya sama, ia jadi bingung mau memilih yang mana, ia takut disuruh yang aneh-aneh.

“Yang ini deh, paling mulus, kayaknya punya Jihyun.” kata Kyuhyun sambil membolak-balik iPhone yang dia pegang. Di dalam otaknya, pokoknya ga dapet punya Heechul! Pasti disuruh yang aneh-aneh. “Deng, oppa benar, itu punyaku, hahaha” seru Jihyun.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, lalu membuka notes, dan membaca perintahnya. Raut wajahnya langsung berubah tidak enak. Jihyun tertawa cekikikan, yang lain jadi penasaran, apa yang diperintahkan Jihyun?

“Mwoya??” jerit Kyuhyun.

“Lakukanlah oppa, kau kan memilih punyaku” kata Jihyun sambil tersenyum lebar. Kyuhyun mendesah, lalu berjalan lemas keluar ruangan. Yang lain menatap Jihyun penuh tanya.

“Apa perintahmu?” tanya Jonghyun. Jihyun cengar-cengir. “Baca saja sendiri” katanya. Semua langsung memperebutkan iPhone milik Jihyun. Jihyun menatap horror takut iPhonenya terlempar. Mereka semua langsung tertawa terpingkal-pingkal begitu selesai membaca perintah Jihyun.

‘Keluar ruangan. Berdiri di tengah-tengah restoran, lalu teriak “Hei, aku manusia tertampan/tercantik disini’

Begitulah perintahnya. Semua langsung mengintip di pintu untuk melihat aksi Kyuhyun. Kyuhyun terlihat tidak mau melakukan hal itu, tapi semua orang menatapnya memerintahkannya untuk segera berteriak.

“Hei, aku manusia tertampan disini” teriak Kyuhyun sambil menutup matanya. Seluruh restoran menjadi sepi, semua orang tidak ada yang bergerak dan mereka semua menatap Kyuhyun aneh. Tiba-tiba terdengar tawa yang sangat kencang, tentu saja tawa itu berasal dari para manusia di dalam ruangan itu. Kyuhyun menutup wajahnya malu lalu segera berlari memasuki ruangan. Semua tertawa terpingkal-pingkal, bahkan Donghae sampai guling-guling di lantai!

“Sial kau Cho Jihyun” desis Kyuhyun. Jihyun tetap tertawa tanpa dosa. Permainan dilanjutkan. Sumpit kembali diputar. Suasana kembali menegang. Dan, jeng jeng jeng, sumpit mengarah ke Eunhye. Semua menghela napas lega, kecuali Eunhye.

“Truth or Dare?” tanya Hyunhae.

“Dare” jawab Eunhye mantap. Ia lalu memilih salah satu iPhone yang berjejer rapi. Beberapa orang mengintip isi perintah itu. iPhone milik Donghae.

‘Cium pipi pasanganmu di depan semua orang’

Hyunhae, Jihyun, Minho dan Kyuhyun yang ikut membaca, langsung tersenyum jahil.

“Ai-go ai-go”

“Do it do it ~ Chu~~”

Jihyun dan Minho mulai menyanyikan lagu Chu -f(x). Dan sepertinya yang lain mengerti apa yang dimaksud Jihyun dan Minho.

“Wahh, Jinki ah, maju kau” kata Jonghyun sambil menarik Jinki mendekati Eunhye. Ia tersipu malu. “Ayo cepat cium” seru Donghae semangat.

Cup. Akhirnya Eunhye mengecup pipi Jinki kilat. Semua langsung menggoda mereka berdua.

“Suit suit”

“Cieeee”

“Aigo~ mesranya”

Di balik pintu yang memiliki jendela kaca, ada seseorang yang memperhatikan mereka semua. Hatinya sakit saat melihat mereka.

TBC

SEMUANYA.. ayo dong comment. 😀 buat rame blog ini.  Sedih nih ga ada comment 😀 Comment free kok. lebih baik lagi kalo di like 😀

2 thoughts on “I’m a Fool [Part 1]

  1. hunjiciara says:

    eonniiiii keren bangetttt
    Eunhye ama Eunhyuk ja Onewnya sma aku.
    Suka banget ama ff ini. Walaupun pndk..
    Lagunya juga mendukung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s