Lens [ Part 5 ]

Sebuah rumah beratap dark brown dengan dinding warna putih itu terlihat sangat ganjil. Nampak seperti tak ada penghuninya. Tak ada perempuan cantik berambut panjang yang selalu berada di dalam rumah. Ia seakan menghilang di telan bumi, tak pernah menunjukan wajahnya dan tak pernah melakukan gerak gerik yang menandakan ia berada didalam.

Seorang pria berparas tampan layaknya seorang pangeran dari negeri dongeng membawa gadis itu pergi dari rumah tersebut. Menjemput gadis itu untuk pergi bersamanya. Dengan mobil Ferrari hitam kesayangannya ia melaju dengan kencang menuju tujuan akhirnya.

“Ahra noona pasti senang kau akan menginap di rumah kami.” ucap sang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun, tentu saja gadis itu adalah calon istrinya tercinta Im Yoona.

Mobil itu tak perlu sampai 20 menit untuk sampai tujuannya, 10 menit atau setengah dari waktu perkiraan sang pengemudi mobil itu sampai di garasi sebuah rumah megah bertingkat dua. Dalam garasi tersebut, Kyuhyun turun terlebih dahulu, berlari pelan untuk membukakan pintu tempat Yoona duduk di mobil.

Gomawo.”

“Berikan tas mu, biar aku saja yang membawakannya.” Kyuhyun langsung merebut tas yang berisi pakaian dari tangan Yoona.

Mereka berdua, berjalan beriringan seperti menjaga satu sama lain agar tidak jatuh. Tentu saja Kyuhyun lah yang paling bersemangat dan bahagia. Yoona hanya bisa mengikutinya dari belakang sambil membuat lengkungan kecil di mulutnya.

Noona~ aku membawa tamu untukmu!” teriak Kyuhyun saat kakinya menginjak bagian pembatas antara dapur dan ruang tengah yang biasa dipakai untuk bersantai.

“Aish, Kyuhyun ah, kecilkan volume suaramu. Telingaku bisa kehilangan fungsinya.” protes Ahra pada Kyuhyun yang berteriak dengan nada tinggi di rumahnya. Bisa-bisa kaca jendela rumah mereka pecah semua akibat suara Kyuhyun.

Tapi tak perlu Kyuhyun jelaskan siapa yang ia bawa Ahra dapat mengenali gadis yang Kyuhyun bawa, Yoona.

“Yoona yaa. Aigo, akhirnya aku punya adik perempuan.” Tangan Ahra terbuka lebar dan kemudian memeluk tubuh Yoona. Tapi sebelum ia memeluk Yoona, dengan kedua tangannya ia mendorong Kyuhyun jauh-jauh dari dirinya agar tak mengganggunya yang ingin memeluk Yoona. “Andai saja adikku itu perempuan bukan laki-laki seperti dia.” lanjut Ahra yang membuat kepala Kyuhyun berasap.

Ahra dengan bahagianya mengajak Yoona ke sebuah tempat yang sepertinya sudah Kyuhyun siapkan untuk Yoona, meninggalkan Kyuhyun yang sudah seperti ketel yang mendidih. Ia dengan bangganya membuka setiap aib Kyuhyun yang ia ketahui.

“Kau tahu, semalaman suntuk bocah itu mengubrak-abrik lemari bed cover di kamarku. Mencari mana yang cocok untukmu. Semalam suntuk juga dia membersihkan kamar ini.” ujar Ahra pada Yoona.

Jinjja?”

“Sudah jangan dibahas, Yoona ya, kau ingin sarapan atau tidak? Biar kusiapkan. Sepertinya saat kujemput tadi kau belum sarapan.” tanya Kyuhyun berusaha menghentikan mulut Ahra yang terus melontarkan aibnya.

“Kau mau masuk dapur kesayanganku? Untuk memasak? Kalau kau berani memegang peralatan memasakku yang suci itu, akan kutenggelamkan kau di dasar kolam renang. Yoona ya, sebaiknya kita berdua saja yang masak.” Ahra langsung menarik Yoona ke dapur. Sedangkan Kyuhyun melangkah dengan gontai menuju perpustakaan terbuka yang terletak di dekat dapur rumah. Pemandangan di dapur dapat terlihat dengan jelas dari ruangan itu.

Kyuhyun duduk di salah satu sofa dengan santai, tangannya memegang sebuah buku yang tebalnya memuakkan. Tidak membacanya, seumur hidup baru pertama kali ia memegang buku yang biasanya diletakkan di rak bagian paling atas itu. Ia memfokuskan pandangannya ke arah Yoona yang dengan wajah bahagia membantu Ahra memasak. Matanya seperti terkunci oleh gembok yang tak punya kunci, dengan kata lain ia sudah tak bisa memalingkan pandangannya. Ia terhipnotis oleh rupa dan tubuh gadis itu. Sampai-sampai ia tidak menyadari buku yang ia pegang sebagai alibi itu terbalik…

“Antarkan ini untuk Kyuhyun.” pinta Ahra sambil memberikan piring berisikan sandwich beserta sebuah omelette dan segelas orange juice bagi Kyuhyun.

Yoona berjalan ke perpustakaan tempat Kyuhyun berada. Dan ia berhasil memergoki Kyuhyun yang memperhatikannya dengan intens, terlihat dari buku yang terbalik. Kyuhyun buru-buru memfokuskan matanya pada buku tersebut.

“Sudah puas melihatku tuan Cho? Kau mempunyai kemampuan membaca buku terbalik?” tanya Yoona sambil menaruh piring yang ia bawa di meja kecil yang terletak di sofa yang diduduki Kyuhyun. Sedangkan tangan yang satunya menyodorkan orange juice yang ia bawa untuk Kyuhyun. Kyuhyun menyadari kesalahannya langsung saja ia membalik buku tersebut sehingga pada posisi yang benar. Wajahnya memerah karena malu.

“Ah, aku ketahuan.” Langsung saja Kyuhyun meminum orange juice yang Yoona berikan. Ia tidak berani menatap wajah Yoona. Yoona duduk di sofa yang diletakkan berdampingan dengam sofa yang diduduki Kyuhyun.

“Mana sarapanmu?”

Yoona hanya diam dengan kikuk. Kyuhyun menyadari bahwa Yoona masih sangat canggung berada di rumahnya, ia segera bangkit berdiri menuju dapur. Tak lama kemudian ia kembali dengan piring penuh makanan.

“Ini tuan putri.” Kyuhyun menyodorkan piring itu dengan senyum penuh kasih sayang, yang sayangnya membuat Ahra mual-mual. Ia merasa jijik dengan senyum adiknya yang tiba-tiba menjadi aneh.

Gomawo..”

Mereka berdua pun duduk berhadapan, menyantap makanan yang sama. Seperti seorang sepasang kekasih, Kyuhyun mencuri-curi kesempatan untuk menyuapi Yoona, membersihkan mulut Yoona yang agak belepotan.

“Kau ini seperti anak kecil saja.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum selagi membersihkan ujung bibir Yoona dengan ibu jarinya.

“Kyuhyun ssi, bagaimana jika kita ke tempat kemarin? Aku belum merasakan semua mainan yang ada.” ucap Yoona disertai senyum manis yang menggoda iman siapa pun. Ia menampilkan senyum terbaiknya, berharap Kyuhyun luluh dan mengabulkan keinginannya.

Gadis itu terlihat lebih hidup sekarang. Ia yang biasanya hanya tersenyum manis karena tidak ingin orang lain khawatir sekarang dapat tersenyum dengan seluruh hatinya. Ia yang tadinya sangat pendiam menjadi lebih banyak bicara. Ia sudah dapat mengatakan apa yang ia inginkan dengan mudah. Ia dapat bernafas tanpa rasa berat yang memenuhi dadanya, karena pria itu.

Kyuhyun yang semula makan, mengganti aktivitasnya menatap Yoona yang benar-benar antusias ingin membunuhnya secara perlahan dengan pergi ke tempat yang katanya merupakan tempat paling bahagia di bumi, yang bagai neraka baginya. Dan nampaknya Yoona tahu apa yang Kyuhyun pikirkan. Nampaknya keinginan Yoona menaiki wahana-wahana yang menjadi olah raga jantung bagi Kyuhyun harus ia kubur dalam-dalam.

Shireo!!” jawab Kyuhyun cepat.

“Dasar penakut. Kalau begitu aku ingin melihat kamarmu!”

Seketika Kyuhyun tersedak makanan yang baru saja ia telan. Matanya melotot kehadapan Yoona. Badannya juga agak sedikit tersentak mendengar perkataan Yoona. Kamar… nya?

Wae? Ada yang kau sembunyikan? Hei…, Kau menyembunyikan wanita ya?” tanya Yoona dengan senyum menggoda. Kyuhyun mendengus kesal karena dituduh yang tidak-tidak.

“Enak saja! Ayo sini kutunjukkan kamarku, tidak ada hal yang kau bayangkan.” Kyuhyun segera menggandeng tangan Yoona dan membawanya menuju kamar. Mereka menaiki tangga dengan sedikit tergesa-gesa. Dan sampailah mereka di sebuah kamar yang terletak tepat di sebelah kiri tangga. Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan terpampanglah sebuah pemandangan yang membuat Yoona terdim seribu bahasa.

“Ini apa? Gudang?” tanya Yoona polos.

Kyuhyun langsung tersenyum malu pada Yoona. Imagenya jatuh ke dasar lautan karena kamarnya sendiri.

“Ini…, kamarku..”

Yoona langsung berjalan mengitari sebuah ruangan yang berantakan bagaikan kapal pecah. Barang-barang berserakan dimana-mana. Kertas bertebaran di atas meja dan lantai. Hanya beberapa botol wine yang memiliki deskripsi rapi tertata di sudut ruangan, seperti sebuah pajangan yang indah. Tangan Yoona mulai mengambil satu persatu barang itu. Tangannya terasa sangat gatal ingin memebersihkan kamar calon suaminya itu. Ia tak ingin hidupnya berakhir menjadi istri seorang Cho Kyuhyun yang jorok.

Kamar ini lebih tepat bila dikatakan sebagai sebuah gudang. Ia tinggal di dalam kamar ini? TIDAK DALAM MIMPINYA SEKALIPUN.

“Bisa kah kau hidup lebih baik dari ini?” tanya Yoona. Khawatir akan masa depannya nanti bersama pria ini. Mungkin ia mempunyai perusahaan yang besar, uang yang tidak ada batasnya, paras yang tampan, tubuh yang bagus serta otak yang pintar. Tetapi bila keadaan kamarnya seperti ini, semua hal itu harus dipertimbangkan lebih lanjut.

Kertas-kertas mulai tertata dengan rapi diatas sebuah meja belajar yang terbuat dari kayu yang kokoh. Selimut yang sudah berpindah tempat dari tempat tidur dan sekarang dialih fungsikan menjadi karpet di lantai diambil dan dilempar ke dalam bak cucian bersama dengan pakaian Kyuhyun. Beberapa bungkus bekas snack sudah berada di tempat yang seharusnya, di dalam tong sampah.

“Kyuhyun, dimana kau letakkan sapu?”

Kyuhyun dengan segera berlari mengambil sapu yang biasa digunakan oleh Ahra, lalu ia berikan kepada Yoona. Dalam sekejap kamar miliknya berubah menjadi kamar yang sangat layak untuk dipakai. Sesuatu yang sangat jarang terlihat dari kamar ini. Yoona tanpa ampun menyemprotkan parfum milik Kyuhyun yang diambilnya secara sembarangan dari atas meja keseluruh kamar agar kamar ini menjadi wangi.

“Selesai.”

“Kau memang calon istri impian..,”

Tangan milik si pemilik kamar langsung menarik bagian pinggang gadis yang sangat baik hatinya membersihkan kamarnya. Membuat wajah si gadis merona merah, jantungnya berdegup kencang dan merasakan sensasi aneh di dalam perutnya.

***

Jas yang rapi, sepatu pantofel yang mengkilap dan rambut yang tertata dengan rapi, menyilaukan bagi setiap mata yang memandangnya. Seorang pria turun dari sebuah Lamborghini merah. Tak lupa sebuah kaca mata hitam menutupi matanya dan menambah kesan cool dari diri pria tersebut.

Dengan penampilan yang nyaris sempurna, pria itu memasuki sebuah café yang terletak di tengah-tengah Seoul. Ia menghampiri sebuah sofa yang telah ditempati oleh seorang gadis manis yang sudah duduk disana sedari tadi, dengan matanya yang sayu.

“Donghae oppa, Taemin jahat!” Gadis itu langsung memeluk Donghae sang pria yang baru saja duduk.

Donghae tak berkata apa- apa, ia hanya mengelus-elus punggung Sulli, berusaha meredakan emosinya. Setelah merasa tenang mereka langsung memulai pembicaraan tanpa memperdulikan seseorang yang baru saja datang. Orang yang baru datang itu langsung duduk dan matanya terus memperhatikan mereka walaupun orang itu sudah memerintahkan matanya untuk mengalihkan pandangan.

Oppa, aku mau putus.” teriak gadis itu membahana di setiap sisi cafe tersebut.

Waeyo?” tanya Donghae.

“Aku sudah tidak kuat dengan hubungan ini.” balas Sulli.

“Kau harus kuat.” balas Donghae.

“Susah.”

“Ini sudah tahun ketiga Sulli ah,” balas Donghae sambil mendekatkan diri ke Sulli.

Saat Donghae memeluk Sulli untuk kedua kali, mata Donghae langsung terpaku pada sebuah mata yang ia kenali pemiliknya.

“Taeyeon ah,” ucapnya pelan, namun telinga Taeyeon cukup baik untuk mendengarnya.

Gadis yang ia sebut namanya, langsung berlari pergi dari hadapannya. Dan cepat saja ia langsung mengejar gadis itu. Sebuah kesialan, jalanan cukup ramai dengan manusia yang berlalu-lalang menyebabkan dirinya hampir kehilangan jejak.

Lebih sial bagi gadis itu, ia terjatuh karena sepatunya yang memiliki hak membuatnya sulit berlari. Dan keberuntungan bagi Donghae, ia tak perlu berlari lagi. Merasa kasihan dengan gadis yang nampaknya terluka itu, Donghae langsung mengendongnya. Menggendong? Sebuah hal yang sama sekali tak pernah Donghae lakukan pada seorang wanita.

“Aku.. membuatmu jatuh seperti ini…,” ucap Donghae

Taeyeon, gadis yang ia kejar itu hanya bisa terdiam mendengar ucapan Donghae. Ia tak tau harus membalas apa. Pada kenyataannya memang benar Donghae lah yang membuatnya jatuh. Tapi hatinya tak mau menyalahkan Donghae. Jadi ia hanya bisa diam seribu bahasa.

“Donghae nim.. Kenapa kau berubah menjadi baik?” tanya Taeyeon yang akhirnya membuka mulutnya saat berada di gendongan Donghae.

“Kau mau aku jadi jahat terus? Baiklah, aku akan menjadi Hades mulai dari sekarang!” balas Donghae dengan nada yang naik tajam.

Andwae! Jangan. Aku lebih suka kau yang baik seperti ini, dibandingkan kau yang berjiwa Hades.” ucap Taeyeon dengan panik.

Tanpa disadari, lengkungan setengah lingkaran terbentuk di bibir Donghae. Ia tak tau kenapa lengkungan yang diberi nama senyum itu muncul di bibirnya. Sedangkan Taeyeon hanya diam, karena ada kesalahan besar saat ia memuji bosnya itu.

Tumpangan gendong tersebut berakhir pada café tempat mereka bertemu. Taeyeon diturunkan tepat di kursinya. Dan saat memperhatikan tempat ia dan Sulli duduk tadi, tak didapatinya batang hidung Sulli. Mungkin ia sudah pergi karena ditinggal oleh Donghae, dan ia tak punya alasan lagi berada di café tersebut.

“Sulli sudah pulang, boleh aku duduk disini?” tanya Donghae.

“Ah, ne.”

Taeyeon memperhatikan Donghae, seperti meminta jawaban mengenai siapa itu Sulli. Donghae pun menyadarinya.

“Kenapa? Aku tak boleh duduk disini?” tanya Donghae.

Aniyo.. Sulli itu siapa?” tanya Taeyeon langsung.

“Ah, menurutmu dia siapa?” tanya Donghae balik. Ia menikmati ekspresi wajah Taeyeon yang terlihat agak panik saat ini.

“Pacar?”

Tawa Donghae nyaris keluar bila ia tidak menahannya. Ia menutup mulutnya sendiri dengan punggung tangannya.

Aniyo, dia adik sepupu ku. Ia sering berbicara denganku tentang cerita cintanya.” jelas Donghae.

Mulut Taeyeon langsung membulat seperti oval. Mereka berdua pun menutup mulut mereka lagi, membiarkan alunan gitar yang dipetik oleh seorang gitaris terdengar manis di telinga mereka. Merasa keadaan tak membaik, Taeyeon langsung memandang jam dinding tua yang menggantung di dinding café tersebut.

“Donghae nim, kau tak kembali ke kantor? Jam istirahat kantor sudah habis 30 menit yang lalu. Kau tak punya janji dengan orang kan?” tanya Taeyeon dengan nada curiga.

Donghae yang sedang meminum cappuccino menyemburkan bagaikan sebuah air mancur dadakan. Beruntung ia tidak menyemburkannya ke arah Taeyeon.

“Ah, kau benar! Aku ada janji dengan Cho Ahra.”

“Dugaanku benar!”

“Dan kau Taeyeon, liburmu kubatalkan! Ayo temani aku!”

Mwo? Yak! Hades keluarlah dari tubuh bosku!”

Atmosfer yang berbeda mulai menyelimuti kedua manusia ini. Suatu keadaan yang sangat lain dari biasanya saat mereka bersama, terasa hangat dan penuh dengan… cinta? Entahlah, tetapi mereka mulai berbicara dengan santai, tanpa hambatan, tanpa rasa takut, tanpa perbedaan.

Sang pemilik café hanya bisa diam menyaksikan dua orang yang berada di dalam cafenya tersebut. Sedangkan pemain gitar langsung menganti melody yang sangat soft menjadi melody bertempo cepat, sehingga Taeyeon dan Donghae entah mengapa menjadi panik. Donghae langsung memberikan credit cardnya untuk membayar pesanannya dan Taeyeon. Ia tak mau berdiskusi lagi tentang siapa yang bayar. Menurut etika yang baik, seorang namja harus membayar bila pergi dengan seorang yeoja dan Donghae masih menganut paham itu.

“Cepat masuk.” ucap Donghae.

Taeyeon yang ditarik paksa oleh Donghae, langsung mengikuti perintah sang atasan yang tiba-tiba saja berubah total. Donghae langsung saja memacu mobilnya dalam kecepatan yang terbilang di atas normal, ia merubah jalan raya Seoul menjadi arena balap F1.

Tak sampai 5 menit mereka sampai di Lens. Dan beruntung tamu mereka, Cho Ahra baru saja sampai. Kali ini Ahra memakai sebuah dress cantik mengingat acara fashion show milik Jessica Jung akan dimulai malam ini pukul 7 malam. Ia tak mau repot lagi pulang kerumah dan mengganti bajunya untuk acara nanti malam. Lagipula salah satu alasan ia tidak mau kembali ke rumahnya adalah karena…. ada pemandangan yang membuatnya iri setengah mati dan rumahnya seperti diselimuti oleh hawa hati berwarna pink.

“Donghae ssi, maaf aku terlambat.” ucap Ahra pada Donghae yang berdiri berdampingan dengan Taeyeon.

“Aku juga terlamabat. Ahra ssi, sebaiknya kita ke ruanganku. Taeyeon ssi, tolong siapkan dokumen perjanjian dengan Cho Corp.” ucap Donghae seraya berjalan dengan cepat menuju ruangannya. Donghae langsung mengarahkan Ahra menuju ruangannya. Taeyeon pun mengikutinya dari belakang dengan langkah tergesa-gesa.

“Silahkan duduk”

Ne.. Begini, sepertinya perusahaan kami setuju memperpanjang kerja sama dengan hotel Lens ini. Mengingat pernikahan putri tunggal Lens dengan Kyuhyun sudah menemukan titik terang, sangat terang.” jelas Ahra.

“Mereka akan menikah? Cepat sekali laju mereka.” balas Donghae.

Taeyeon pun masuk membawa sebuah document yang ia taruh di atas nampan bersama dengan 2 gelas teh hangat manis. Ia segera memberikan document itu pada Donghae. Dan kemudian ia menaruh cangkir berisi teh di meja. Tapi saat ia mau menarik kembali tangannya, tak sengaja ia menyenggol ganggang cangkir tersebut dan membuat teh itu tumpah ke arah celana Donghae, tentu saja mengenai jemarinya yang manis.

Mianhae Donghae nim.. biar saya bersihkan.. aww,” ucapnya sambil menahan rasa nyeri dan perih di jarinya yang terkena teh.

Taeyeon berusaha tak memperdulikan rasa perih ditangannya, ia langsung mengabil kain yang ada di dekat mejanya. Lalu ia membersihkan air teh yang tumpah tadi. Donghae hanya memperhatikan wajahnya yang meringis kesakitan. Dan akhirnya ia tau apa penyebabnya.

“Taeyeon ssi, berikan tanganmu.” perintah Donghae.

“Eh..”

Tanpa menunggu gerakan Taeyeon, Donghae menarik tangan Taeyeon. Ia memperhatikan jari telunjuk dan manis Taeyeon yang memerah karena terkena teh panas. Ia langsung berlari ke luar mengambil sesuatu.

“Tanganmu merah, kemarikan kain itu, biar aku yang membereskan sisanya.” ucap Ahra sambil tersenyum.

“Eh, tapi…” ucap Taeyeon.

“Sudah lah, Taeyeon ah~ kau duduk saja tunggu bosmu itu.” ucap Ahra.

“Ne~”

Tak lama setelah Ahra selesai membersihkan air teh tersebut, Donghae masuk ke dalam ruangan membawa sebuah baskom berisikan ice cube yang berukuran kecil tapi dalam jumlah yang banyak ditambah air. Tangan Taeyeon langsung ia masukan ke dalam air yang jelas bersuhu dingin itu.

“Apakah sudah terasa dingin?” tanya Donghae.

“Tentu saja bodoh! Tanganku mati rasa sekarang!” bentak Taeyeon yang entah mengapa tiba-tiba saja berubah menjadi berani dengan bosnya.

Ahra kali ini berperan sebagai penonton. Ia memperhatikan gerak-gerik Donghae dan Taeyeon, yang entah mengapa menurutnya sangat menarik.

“Lain kali berhati-hatilah. Kemarikan tanganmu” Donghae menggulungkan sebuah perban saat mengetahui tangan Taeyeon sudah melepuh.

Ne…”

“Sekarang keluar lah, tunggu diluar. Jangan kemana-mana!” perintah Donghae.

Ne…,” ucap Taeyeon untuk kesekian kalinya. Ia hanya dapat patuh jika Donghae sudah mengeluarkan mandatnya.

Donghae langsung membetulkan jas yang ia pakai. Ia menatap Ahra yang dari tadi tersenyum ke arahnya. Bukan hanya tersenyum bahkan ia tertawa geli menatap Donghae.

“Mana yang harus ku tanda tangani?” tanya Ahra saat wajah Donghae mulai terlihat tidak bersahabat. Ia menghentikan tawanya.

Tangan Donghae langsung mengambil dokumen yang diberikan Taeyeon. Beruntung dokumen itu selamat dari kejadian tumpahnya air teh tadi. Ahrapun membaca dokumen tersebut. Mulai dari halaman pertama hingga akhir. Hingga akhirnya ia menandatanganinya.

“Donghae ssi, beritahu aku sekarang.” ucap Ahra secara tiba-tiba. Wajahnya menunjukkan rasa penasaran tingkat tinggi.

“Apa?” Donghae bingung dengan ucapan Ahra.

“Kau dan Taeyeon.. apa kalian pacaran? Atau kau menyukainya?” tanya Ahra.

Mendengar 3 kata terakhir, Donghae membisu. Awalnya ia ingin menyangkal bahwa ia berpacaran dengan Taeyeon, tapi terlambat. Tebakan Ahra memang 100% betul. Donghae memang mempunyai perasaan pada sekertarisnya.

“Donghae ssi, kau tahu? Percintaan antara bos dengan sekertarisnya itu sangatlah menarik. Setahu ku tak ada peraturan yang melarang tentang hal tersebut. Jika benar, undang aku pada pernikahan kalian ya!” ucap Ahra.

Donghae diam seribu bahasa, ia memikirkan apa yang Ahra ucapakan. Saat Donghae ingin membalas ucapannya Ahra langsung melangkah keluar. “Donghae ssi, aku permisi dahulu.” ucapnya sambil melangkah keluar lalu menuju lobby untuk menunggu acara fashion show dimulai.

Tanpa Donghae sadari, seorang pria berpakaian seadanya masuk kedalam. Ia membawa sebuah jas hitam dengan dilengkapi sebuah dasi kupu- kupu yang masih rapi untuk dipakai.

“Hae, baby, ayo pakai ini, hari ini Jessica ada fashion show, jangan lupa. Kau dan Taeyeon diundang.” ucap pria itu seraya melemparkan gantungan jas hitam yang ditangkap dengan mulus oleh Donghae.

“Aku diundang?” tanya Taeyeon dari luar ruangan dengan suara keras. Ia kemudian bergerak masuk ke dalam ruangan Donghae.

Yes, Taeyeon ssi. Kau dan bosmu ini diundang, dan sebaiknya kau mengganti bajumu itu! Gunakan dress terbaikmu.” balas pria berpenampilan seperti gelandangan yang bernama Eunhyuk.

Taeyeon mulai kelabakan, mengingat penampilannya saat ini sangat tidak dapat disebut sebagai wanita yang cantik. Rambutnya berantakan, jari di perban, nail polish yang ia pakai juga sudah mulai pecah- pecah, ditambah lagi ia hanya mengenakan sendal jepit kebesaran berwarna ngejreng yang ditemukan di dalam apartemennya.

“Aku tak punya dress bagus. Dress paling bagus yang kupunya hanyalah dress pemberian appaku. Aku jarang pakai dress, apa lagi ke pesta atau acara seperti ini.” ucap Taeyeon dengan nada sedih. Ucapannya berhasil membuat hati Donghae dan Eunhyuk tersentuh.

Eunhyuk langsung memandang Donghae. Begitupula Donghae memandang Eunhyuk. Kemudian keduanya tersenyum satu sama lain. Senyuman yang memuat banyak arti, mungkin merencanakan sesuatu. Tak lama kemudian, keduanya secara serempak membawa Taeyeon keluar dari ruangan menuju lobby. Dengan menggunakan mobil milik Donghae, Taeyeon meluncur meninggalkan Lens, sedangkan Eunhyuk mengikutinya dari belakang.

Taeyeon tak banyak bicara, ataupun bertanya kemana ia dibawa pergi oleh dua manusia ini. Ia sudah terlanjur pasrah dan berserah pada sang pengemudi mobil, yang adalah bosnya yang terkadang berhati malaikat, terkadang berhati iblis.

Berhentilah iring-iringan dua mobil mewah tersebut di depan sebuah pusat fashion bagi para wanita. Salon, Nail Art dan berbagai branded store semua ada disini, surga para wanita. Donghae mendorong tubuh Taeyeon masuk kedalam sebuah toko pakaian yang cukup ternama. Di dalam, keduanya sibuk memilih beberapa macam dress yang cocok bagi Taeyeon.

Pekerjaan Donghae berubah, ia seakan menjadi seorang stylist yang handal sekarang. Sama halnya dengan Eunhyuk, ia seperti seorang designer ternama yang sangat hebat dalam memadu madankan pakaian.

“Coba yang ini, lalu yang ini juga, ini, ini dan ini, ah, yang ini juga.” ucap Eunhyuk tanpa jeda sedikit pun. Ia dengan cepat berjalan menyusuri seluruh sudut toko. Seorang penjaga toko dengan kewalahan mengikutinya sambil mengambil baju yang dipilih oleh Eunhyuk. Tumpukan baju mulai menggunung di lengannya sehingga ia kesulitan untuk berjalan.

Kali ini Donghae mengalah pada pilihan Eunhyuk, karena ia belum menemukan gaun yang cocok bagi sekertarisnya itu.

Gaun pertama hingga ke lima gagal. Ada saja alasan yang keluar dari mulut mereka begitu Taeyeon keluar dari ruang ganti dengan menggunakan gaun tersebut. Dan gaun keenam berhasil mengbungkam mulut kedua pria itu. Mereka tak bisa menutup mulut mereka saat melihat Taeyeon yang terlihat menawan dengan gaun tersebut. Mata mereka tak bisa berhenti memandang Taeyeon dari ujung rambut hingga kaki, mata mereka seperti mendapatkan sebuah ice tea pada saat musim panas dimana matahari bersinar sangat terik.

“Baik kita beli ini, Donghae ah, kemarikan credit cardmu!” ucap Eunhyuk santai, seakan Donghae adalah mesin ATM pribadi miliknya.

Donghae seperti tersihir dengan penampilan Taeyeon. Dulu ia tak pernah meminjamkan bahkan mengeluarkan credit cardnya bagi sang sahabat, sekarang ia mengeluarkan kartu tersebut dari dompetnya dan meminjamkannya dengan gampang dan mudah. Usai membayar, mereka pindah ke sebuah toko sepatu terkenal . Mereka benar-benar mencoba hampir semua heels yang terpajang disana. Sebuah heels menjadi pilihan Donghae, dan tentu saja ia juga yang membayar. Dan terakhir, mereka membawa Taeyeon ke sebuah salon untuk didandani habis-habisan.

“Hyuk, aku keluar sebentar.” ucap Donghae yang langsung melangkah pergi dari salon tersebut.

Donghae dengan cepat berlari hingga tak terlihat lagi ia kemana. Ia seperti ditelan oleh bumi di dalam lautan manusia yang sangat banyak. Bukan hanya 10 atau 15 menit Donghae menghilang hampai 30 menit dan Taeyeon sudah selesai di make over. Eunhyuk dan Taeyeon teteap menunggu didalam salon tersebut, mereka yakin Donghae akan datang sebentar lagi.

Benar saja. Donghae sampai di depan mereka persis 3 menit setelah Taeyeon selesai. Ia nampak terengah-engah dengan pakaian yang berbeda. Ia sudah mengganti bajunya dengan tuxedo hitam yang tadi Eunhyuk bawa bawa. Ia juga membawa sebuah kantong kecil. Ia langsung mengambil kotak yang ada di dalam kantong tersebut dan memberikan kantongnya pada Eunhyuk tanpa memandangnya.

Saat kotak itu dibuka, sebuah kalung dengan liontin berbentuk pita berhasil menyilaukan mata ketiga manusia itu. Mereka tepat berdiri di bawah sebuah lampu yang sangat terang nyalanya. Donghae langsung mengambil kalung itu dan memakaikannya ke leher jenjang Taeyeon.

“Kau..”

“Cantik..”

***

Suasana ricuh dan tak dapat di kendalikan. Beberapa orang sibuk berlalu lalang menggunakan pakaian indah dan menawan rancangan seorang designer muda dan cantik. Di sebuah ruangan terdapat sebuah meja panjang dengan banyak kaca berjejer, di hadapannya para model sedang di make up. Semua orang di dalamnya terlihat sibuk dengan make up, dress up, makan, minum dan dan lain-lain dilakukan secara campur aduk disana.

“Sungmin ah, kancingmu terbuka. Kemarilah, kubetulkan.” ucap Jessica, sang pemilik acara fashion show kali ini. Sungmin langsung mendekati Jessica untuk membetulkan kancingnya yang terbuka.

“Jess! Gawat! Siwon sakit, badannya sangat panas!” teriak salah satu asisten terbaik Jessica.

Tubuh Jessica sontak menegang. Siwon adalah salah satu model andalannya selain Sungmin. Tubuhnya yang tinggi, tegap serta berotot membuat dia terlihat perfect di runway. Dan kali ini Siwon sakit dan tak bisa menjalankan tugasnya. Ini diluar rencana, Jessica tak bisa menyalahkan Siwon, ia harus berpikir keras untuk mendapatkan cara agar dapat pengganti Siwon.

“Ada masalah?” tanya seseorang yang baru datang dengan mengenakan tuxedo hitam.

“Ah Baekhyun ah, berikan baju Siwon untuknya. Dan kau ikut aku sekarang!” Jessica langsung menarik tubuh Eunhyuk menuju sebuah ruangan kosong. Rasanya ada lampu yang menyala di tengah kegelapan saat melihat wajah Eunhyuk. Eunhyuk bagaikan dewa penyelamat saat ia sedang kesusahan.

Tangannya dengan cekatan membuka tuxedo dan kemeja Eunhyuk dan memakaikan salah satu rancangannya yang seharusnya dipakai oleh Siwon. Eunhyuk terpaksa mengikuti kemauan Jessica.

“Lepas celanamu!” perintah Jessica dengan nada memerintah yang sangat kentara.

“Ehm, ternyata kau mesum juga.” balas Eunhyuk sambil tersenyum malu-malu.

“Tak usah berkomentar, cepat waktuku tidak banyak tuan Lee Hyukjae.” balas Jessica yang kemudian melepas paksa celana milik Eunhyuk lalu menggantinya dengan celana yang diberikan Baekhyun padanya.

Disisi lain, tepatnya di pelantaran hall tempat fashion show akan digelar, sudah banyak undangan yang datang. Media masa, tamu istimewa, artis artis bahkan pemilik Lens sendiri sudah hadir. Tiba-tiba mata para tamu tersebut saat sebuah mobil Ferrari hitam berhenti di depan lobby hotel tersebut.

Keadaan menjadi ricuh. Orang yang turun dari mobil tersebut berubah menjadi artis. Hampir 100 pasang mata memandang mereka, memandang dengan tatapan bingung. Bibir mereka membuka menutup, mengeluarkan suara yang membuat keadaan menjadi sangat ramai. Topic mereka hanya satu, dua orang yang turun dari mobil tersebut.

“Itu putra keluarga Cho kan?” tanya salah seorang tamu undangan.

“Ah benar, dengan siapa dia?”

“Itu anak pemilik Lens. Aigo, hubungan apa yang mereka miliki?”

Kyuhyun dan Yoona, dua orang yang mereka maksud, turun dari mobil tersebut. Kyuhyun meminjamkan lengannya untuk tempat tangan Yoona berpegangan. Layaknya sepasang kekasih mereka masuk dengan gaya yang sangat popular dikalangan anak muda. Mereka berdua berusaha agar tak melihat ke kanan dan kiri mereka, berusaha bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.

“Oo! Cho Kyuhyun!” teriak seorang gadis dengan ceria.

“Seohyun ah,” Kyuhyun sekarang memimpin arah jalan mereka. Dan pada akhirnya Yoona lah yang harus mengikutinya dari belakang.

“Sejak kapan kau tertarik dengan acara seperti ini?” ejek Seohyun.

Seohyun tanpa sadar menarik Kyuhyun menjauh dari Yoona. Dan nampaknya Kyuhyun juga tak sadar ia dibawa kabur secara tidak langsung oleh temannya. Sedangkan Yoona hanya bisa meratapi nasibnya, terjebak dalam kerumunan orang yang sedang membicarakannya. Berharap Kyuhyun kembali, satu satunya yang bisa lakukan.

“Yoona ya..” panggil seseorang.

Tubuh Yoona langsung berbalik ke arah si pemilik suara itu. Tubuhnya sedikit kaget menatap sang pemilik suara. Seperti ia mendapatkan sebuah kejuatan yang sangat besar dan indah. Matanya sedikit berbinar campur rasa tak percaya. Bibirnya tersenyum tipis dan kemudian kakinya melangkah lumayan cepat menghampiri orang tersebut.

“Tap tap tap.”

Tangannya langsung menggapai si pemanggil tersebut. Sebuah pelukan langsung menjadi sapaan hangat dari Yoona.

-TBC-

Maaf telat banget updatenya. Semoga part ini ga mengecewakan. Jangan lupa comment dan Like nyaw :3

15 thoughts on “Lens [ Part 5 ]

  1. xxinxx says:

    Ouhh Helloooo ;’)
    baru nemu blog ini dan ff ini juga tentunya…
    Sorry banget gak bisa coment dari part awal ~.~V

    waktu baca part 1, aku excited banget, aku ngira ini adalah haesica, tapi pas ke part 2, kok komunikasi Jessica – Eunhyuk semakin intens yah? Donghaepun cuek banget, dan di part 3 udah fix, ini pasti berujung dengan Hyuksica, lanjut ke part 4 bener bener buat aku geregetan setengah mati, aku baru kali ini baca hyuksica soalnya, jadi ekspresinya antara kaget, shock dan geli sendiri bacanya hahahaha

    Hidup yoona menyedihkan banget, pas tau yoona bakalan di jodohkan aku ngira dia bakalan nolak mati-matian karena dia suka ama donghae, tapi ternyata seorang cho kyuhyun -yang gampang banget jatuh jatuh cinta hanya dengan melihat foto- bisa membuatnya takluk LOLOLOL dan entah kenapa selalu senyum senyum gaje kalau udah baca part kedua insan ini XD

    HaeYeon! HaeYeon pairing paling absurd dalam hidupku, awalnya aku kira taeyeon hanya akan jadi cast yang gak penting penting banget di ff ini alias numpang lewat doang, ternyata dia penting, terutama untuk donghae,hahaha aku sempet bingung sendiri dengan karakter donghae disini, kayaknya ada sesuatu yang dia sembunyikan di balik sikapnya yang berubah ubah, dan apakah taeyeon juga menyukai donghae??

    OvO ada sungmin, mau apakah dia di ff ini? Jadi orang ketiga hyuksica? Saya harap begitu XXD

    tolong yah, ini seohyun tetep jadi sahabat aja, jangan pernah berfikir jadi orang ketiga pliss LOLOLOLO

    Sempet beberapakali bingung sama perpindahan seating tempat diff ini, kadang ada perpindahan scene yang tanpa aba aba kkkk~ but at least ff ini berhasil memporak-porandakan otp saya hahahaha,

    ngomong-ngomong siapa kah orang yang didatangi yoona?

    Update soon 🙂

  2. Haretami says:

    em.. di smtwon trlalu byk komen,, mkanya aku bca n tnggalin jejak d sni aja… oke…
    eonni,,, gapapa deh telat… aku jga telat bcanya.. yang penting part ini sangat tidak mengecewakan, aku senang banget,,, ngebacanya
    nyaman dengan sentuhan kata- kata yang gimana yah??? ga bisa deh aku gambarkan… pokok sangat tidak berlebihan dan powerful gitu deh…

    eh… kamar kyuhyun kotor??? haha… dasar si evil.. aku suka banget moment kyunna itu… hm….

    kalau soal donghae aku ga mau banyak bacot deh eonni,,, sekali lagi,.,, #cemburu…

    eh, eh… itu yang di hampiri yoona siapa ya???
    ga mungkinkan HAE.
    atau baekhyun?!!
    yah kemungkinan benar kan eon??!!

    em.. di tunggu deh part 6 nya.. semoga ceritanya bisa lebih panjang dan feelnya selalu dapat…
    oh, kunjungi juga ya eon wp ff sy yg msh kacau balau itu isinya…

    http://www.haretami.wordpress.com

    hehe… promosi sih..
    habisnya sepi banget.. dan isinya juga ga sebagus ff eonni ini…
    jd ngiri gmna tuh cranya ngerangkai tulisan se agum itu!!!

    oke, keep hwaiting… keep fighting… eonni… ^_^

  3. inggifrhy says:

    Goodjob keren!tp maaf nih aku cuma baca part taeyeon sama donghaenya doang abisnya onyoeee abis sumpah wkwkwk lanjut thor!banyakin taeyeon donghae nya lagi dong :3 mereka imut jg ternyata kalo jd couple, hae yg dingin sok sok cool gitu ternyata gak tahan sama pesona seorang barbie bernama kim taeyeon xoxo :p aaaa haeyeon :3

  4. veelf says:

    nice FF 🙂

    Donghae ama Taengnya udah makin seru..
    Enyuk – Jessica juga, baru pertama ini nemu pairing mereka .hehe
    nah lo? tu knp Yoona nya di tinggal sih kyu ?

    keep writing author 🙂

  5. yoonkyu says:

    KYUNAAAAAAA, bikin geregetan…
    senyum-senyum sendiri baca part dua manusia ini.
    OMONAA~ you make me crazy, unnie~

    apalagi pas part yoong unnie ngeberesin kamar kyuppa yang udah kaya gudang itu.
    Wow, wow, wow, i can imagine it perfectly.
    Update, update!!
    Ditunggu part selanjutnya unnie…
    FIGHTING!!

  6. withoutamelody says:

    OMG ANOTHER HYUKSICA STORIES. *faint*
    Aaaaa ini bener-bener bikin dagdigdug ffnya. Apa Sungmin suka sama Jess? ._.
    Maaf baru bisa comment di part 5 ini, maaf banget ya. Ceritanya bagus. Cepat publish lanjutannya yaa kami semua di sini menunggu. Good luck! xD

  7. rarasworld says:

    halo^^ new reader. aku Rara, salam kenal. mm.. baru tertarik sih sama ni ff and sepertinya ni salah satu ff yang bakal aku tunggu terus kelanjutannya =D ceritanya tu, gimana ya? agak sulit di tebak. couple ffnya pun, ga bisa di tebak. intinya, nice ff. bikin penasaran. ga nahan pengen baca next partnya. di tunggu ya =D selamat menulis ^^

  8. Ara_ says:

    Aku baru coment di smtownfanfiction,, trs skg coment disini 🙂

    Aku reader baru,,, maaf comentnya cm dipart 5 aja 🙂
    Aku suka sama pairing2 disini,, apa lagi hyuksica mrk lucu…

    Ditunggu next part thor!!!!

  9. Nanda says:

    Huaaa sumpah suka banget ff ini. Maaf baru comment dipart 5, soalnya baru baca juga. KyuNa, cute couple. Penasaran banget banget banget sama next partnya.
    Banyakin moment KyuNa dong thor hehe
    Ku tunggu next partnya, jangan lama-lama ya thor.
    Selamat menulis^^

  10. kintachan says:

    Ini aku yang bacanya keenakan apa emang FF nya agak pendekan? Hehe
    😀
    part ini Donghae-Taeyoen yang menonjol
    so sweet bener dah si Donghae

    Sifat Kyuhyun kok jadi agak mupeng gitu yah? ckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s