Beginning

13 April 2011. SM Entertainment Building.

“MWOYA??”

“Ne, ia mengundurkan diri. Aigo, jangan teriak begitu, nanti pada jantungan gawat!”

“Bagaimana bisa?? Debut kami kan 2 minggu lagi, masa dia mundur begitu saja?” seru Eunhye. Seojung yang tadi membawa berita hanya tersenyum masam. “Dia mengundurkan diri dengan alasan pendidikan, dia mau melanjutkan kuliah.” jelasnya.

“Aish, Jieun bagaimana? Kenapa saat sudah tinggal 2 minggu ia mengundurkan diri? Kita sudah photo untuk album, syuting MV, dan lain-lain..” decak Heera kesal.

Molla, dia baru bilang kemarin, huh, sekarang kami semua bingung..” balas Seojung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia yang mengurusi debut Glace lagi bingung sendiri, karena Kwan Jieun, yang seharusnya akan debut bersama Glace, tiba-tiba mundur 2 minggu sebelum debut mereka.

“Kenapa dia tidak membicarakan dulu hal itu dengan kami, ini kan juga menyangkut kami!” tanya Hyunhae. Yang lain mengangguk setuju. “Halah, molla, tanya saja pada orangnya langsung!” balas Seojung galak.

“Aish, jadi bagaimana nasib debut kami?? Sudah susah-susah melewati berbagai rintangan…,” kata Hyunhae. Ia dan Eunhye menerawang, mengingat kembali apa yang terjadi 9 bulan yang lalu.

Flashback

MWO? KALIAN MAU DEBUT??” jeritan Donghae dan Heechul terdengar di dorm Super Junior. Eunhye dan Hyunhae sibuk menutup telinga mereka.

Hyung, sabar, jangan teriak-teriak, tetangga ngamuk entar,” kata Wookie memperingatkan kedua hyungnya itu. Donghae dan Heechul bengong. “Sejak kapan kalian jadi trainee???” tanya Heechul.

Oppa ketinggalan jaman, sekitar 6 bulan yang lalu~” jawab Eunhye santai. “Kau juga?” seru Donghae kepada adiknya, Hyunhae.

“Iyaa, masa oppa baru tahu sih? Perasaan kami kan jadi sering mondar-mandir di SM. “Kukira kalian mau mengganggu kami seperti biasa” ujar Heechul. Eunhye dan Hyunhae cemberut.

“Wah, kalian mau debut di grup apa?” tanya Leeteuk yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Heechul. “Girl group, 4 member, namanya Glace”

“Wah, daebak, beritahu kami kapan kalian debut, aku mau nonton!” kata Ryeowook dengan panci dan sodet di tangan. Donghae dan Heechul berdiri dan buru-buru berjalan ke pintu depan. Dorm jadi amat gaduh.

“Hei, hei, kalian mau kemana?” tanya Leeteuk bingung. “Protes ke Lee Soo Man!” kata Donghae dengan semangat 45 sambil mengacungkan tangannya. (=__=”)

“Wah gawat!” ujar Eunhye. Ia langsung berdiri dan menyusul kedua orang tadi itu. Hyunhae juga ikut mengejarnya. Terjadilah kejar-kejaran. Heechul cepat-cepat menekan tombol lift dan masuk dengan Donghae. Dan ia cepat-cepat menutup liftnya sebelum Eunhye dan Hyunhae berhasil masuk ke dalam.

“Ah, sial,” Eunhye memencet tombol lain dan lift disebelahnya terbuka. “Ayo masuk, palli!”

“Eh tunggu,” Leeteuk dan beberapa member lain ikut masuk.

Hyung, suruh siapkan van, biar cepat, mereka pasti tidak naik van.” kata Ryeowook. Leeteuk cepat-cepat menelepon supir mereka. Donghae dan Heechul telah sampai di lantai bawah, mereka segera menuju ke kantor SM. Tapi mereka bingung mau naik apa. Mereka berdua celingak-celinguk mencari kendaraan yang ada. Dan, 1 taksi malang sedang berjalan mendekat. Donghae segera menghentikan taksi itu dan masuk ke dalamnya tanpa pikir panjang.

“SM Building, cepat!” perintah Donghae kepada supir taksi itu. Supir taksi itu hanya mengangguk dan mengendarai taksinya. Sementara itu van Super Junior menyusul dari belakang. Terjadi lah adegan kejar-kejaran ala film thriller di jalan raya Seoul pada malam hari (=_=”)

Akhirnya taksi yang dikendarai Donghae dan Heechul tiba di SM building. Donghae segera membayar supir taksi itu lalu berlari masuk ke dalam. Kebetulan Lee Sooman dan Kim Youngmin sedang berada di kantor. Van Super Junior tiba. Mereka segera turun dan mengejar Donghae dan Heechul yang seperti sudah ditipu uang milyaran won –”

Sajangnimmm!!” seru Donghae dan Heechul begitu mereka masuk ke ruangan tempat Lee Sooman dan Kim Youngmin berada. Kedua petinggi SM itu terbengong-bengong melihat Donghae dan Heechul yang tiba-tiba masuk ke ruangan dan setengah berteriak.

Mwoya? Ada apa kalian datang sambil teriak-teriak?” hardik Youngmin. “Yak oppa!” Eunhye dan Hyunhae sampai di ruangan, disusul beberapa member Super Junior.

“Maaf sajangnim, sepertinya mereka mabuk!” lapor Leeteuk sambil membungkukan badan, dan menarik tangan Donghae. “Hyung, geotjimal! Sajangnim, kenapa kau menerima adikku menjadi trainee??” tanya Donghae.

“Ya, sonsaengnim, adikku ini masih kecil, belum bisa mengurus diri sendiri, suaraku masih lebih baik, wajahnya juga tidak secantik diriku!” lanjut Heechul, semua orang langsung menatap Heechul jijik setelah mendengar ucapannya yang narsis tingkat dewa.

“Yah, sama dengan alasanku menerimamu menjadi trainee~” balas Lee Sooman santai, Kyuhyun menahan tawanya di belakang Leeteuk. Heechul dan Donghae merengut sebal, itu bukan jawaban yang mereka harapkan. Mereka berdua masih tidak rela adik-adik mereka tercinta menjadi artis, sama seperti mereka.

Hyung, sudahlah~ kalau mereka memang bakat menjadi idol, mau diapain lagi” ujar Kyuhyun santai tanpa dosa, padahal dosanya banyak. #plak Donghae dan Heechul memasang wajah masam.

“Ergh, kau tidak tahu perasaan kami, diam sajalah, mentang-mentang bukan adikmu, awas kau! Kau akan merasakan penderitaan kami!” jawab Heechul sadis yang disetujui dengan anggukan kepala Donghae. Kyuhyun malah cengar-cengir dengan sangat bahagia sampai para member lain curiga ia salah makan atau kesambet.

“Ayo, tinggalkan dia, pasti dia sedang dirasuki roh jahat!” seru Yesung sambil berlari menjauh dari Kyuhyun, diikuti oleh member lain yang tertawa terbahak-bahak.

Flashback End.

“Heechul dan Donghae oppa lebay sekali ya,” ujar Eunhye, Hyunhae mengangguk sangat setuju dengan perkataan Eunhye. Well, memang mereka berdua super lebay, sampai lari-lari ke SM building demi protes ke Lee Sooman dan Kim Youngmin hanya karena adiknya jadi trainee dan akan debut (-__-”). Padahal, kedua adiknya itu memang memilki bakat untuk bergabung di dunia entertainment, sayang kalau bakat mereka dipendam dan tidak dimanfaatkan.

“Jadi, sekarang bagaimana?” Seojung menghela napas seraya mengangkat bahunya tanda tidak tahu. “Molla, kami berniat mencari penggantinya, waktu kurang dari 2 minggu lagi, kalau kami menarik trainee lain, mereka belum siap, tidak bisa.” jelas Seojung panjang lebar, lalu sibuk mengotak-atik iPadnya.

“Kalian tidak punya kenalan yang penampilannya menarik, suaranya bagus, bisa menari dengan baik?” tanya Seojung penuh harap. Eunhye dan Hyunhae saling bertatapan. “Ada,” jawab Eunhye mantap. Mata Seojung langsung berbinar-binar.

Jinjja?? Nugu?” seru Seojung bahagia, wajahnya dipenuhi senyum.

“Heechul oppa” ujar Eunhye, raut bahagia langsung sirna dari wajah Seojung, ia segera menggetok Eunhye dengan map saktinya yang konon beratnya mencapai 1 kg.

Eonniii, apha!!” protes Eunhye sambil memegangi kepalanya. Seojung mendengus kesal. “Aku tidak tanya kalau oppamu itu, dasar babo, aigo.” tukas Seojung. Eunhye mengerucutkan bibirnya. “Tidak ada lagi eonni yang kukenal, cuma oppaku itu.” sambung Eunhye.

“Aish.” Seojung mengacak-acak rambutnya bingung, ia harus mencari pengganti Jieun dalam waktu sedikit, rasanya ia mau terjun saja ke sungai Han, berenang bersama ikan-ikan, daripada menghadapi masalah ini. (-___-)

“Ya sudah, kalian latihan sana! Aku akan mencari pengganti Jieun, semoga Tuhan mengirimkan satu korban ke gedung ini!” gumam Seojung sambil membuka pintu ruang latihan. “Amin…” sahut Eunhye, Heera dan Hyunhae mengamini permintaan Seojung.

Seojung keluar ruangan dengan langkah gontai, kepalanya sudah pusing dengan semua masalah ini. Jieun, pake mengundurkan diri, bikin pusing aja, pikirnya.

Saat sedang sibuk bergelut dengan pikirannya, ia berpapasan dengan seorang gadis, yang sering mondar-mandir di SM building, walaupun ia bukan staff, trainee, ataupun artis.

“Ah, eonni, aku mau ke ruangan manajer, dimana ya? Aku lupa.”

Gadis yang ternyata Jihyun itu bertanya pada Seojung. Seojung terlihat berpikir sebentar, memandangi Jihyun dari ujung kepala ke ujung kaki, lalu tiba-tiba wajah suramnya menjadi sangat cerah, secerah matahari pagi. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Kau ada urusan apa di ruang manager?” tanya Seojung sambil terus tersenyum. “Ehm, aku diterima menjadi make up artist dan stylist eonni, ehehehe.” jawab Jihyun santai.

“Ohh, ok, mari ikuti aku!” ujar Seojung. Jihyun tanpa rasa curiga mengikutinya. Seojung berbalik menuju ruang latihan yang baru ditinggalkannya tadi. Jihyun mengernyitkan dahinya heran, dia minta diantar ke ruangan manajer kok malah diajak ke dance room -__-”

“Ayo masuk,” Seojung membuka pintu dan menyuruh Jihyun masuk, suara musik terdengar, yah, Glace sedang latihan.

“Ehm, onnie, aku minta diantar ke ruang manajer, bukan dance room..” ujar Jihyun bingung. “Iya aku tahu, sekarang masuk dulu!” perintah Seojung, mau tak mau Jihyun pun masuk ke dalam ruangan. Eunhye, Hyunhae dan Heera yang menyadari kedatangan Jihyun segera menghentikan latihan dan menyapa Jihyun.

“Jihyun aaaahh~~” Eunhye langsung berlari memeluk Jihyun yang baru masuk. Hyunhae menatap Eunhye jijik, ia kurang terbiasa melihat hal-hal seperti itu. Jihyun dan Eunhye memang sangat nempel dan sehati (-__-”), sakit saja bisa bareng-bareng.

“Ada apa kau kemari? Mau lihat kami latihan ya??” tanya Heera. Jihyun mengangkat bahunya. “Gatau, aku mau ke ruang manajer malah disuruh masuk sini sama Seojung onnie.” jawab Jihyun.

“Ok, langsung saja, Jihyun ah, sebagai adik dari Cho Kyuhyun, kau pasti jago menyanyi, iya kan?” ujar Seojung yakin. Jihyun terdiam memandangi wajah Seojung dengan mulut setengah terbuka. Hyunhae, Eunhye dan Heera memandangi Seojung bingung, apa maksud dia?

“Bohong kalau kau bilang tidak bisa! Kakak-kakakmu memiliki bakat yang mengagumkan di bidak musik! Kalau kau tidak memilikinya berarti kau adalah anak buangan.”

Jihyun cemberut setelah mendengar ucapan Seojung yang sangat mengintimidasinya. Ia tadinya berniat berbohong tetapi sepertinya tante-tante di hadapannya ini dapat membaca pikirannya. Ia pun akhirnya mengangukkan kepalanya.

“Coba kau nyanyikan satu lagu, apa saja, terserah kau!” lanjut Seojung. Jihyun bertambah bingung, tapi ia menurut saja dengan perintah Seojung.

“Hmm, ok, aku akan menyanyikan lagu That Man.” kata Jihyun sebelum ia mulai bernyanyi.

Eolmana, eolmana~ tto…, neorul. Ireohke baraman…, bomyeon~ honja…, i baramgateun sarang, i geojigateun sarang~~ gyesok haeya niga nareul saranghakeni~~

Seojung terdiam mendengar nyanyian Jihyun, tidak jauh berbeda dengan versi Cho Kyuhyun. Dapat membuat orang merinding.

“Hei, eonni, kenapa diam saja? Suaraku jelek ya? Ada apa sih kau menyuruhku nyanyi?” Jihyun yang sadar kalau Seojung sudah tidak mendengarkannya bernyanyi langsung menyadarkan Seojung.

“Ah, aniyo, suaramu, seperti oppamu, dapat menggetarkan hati. Sekarang, bisa tolong menari?” perintah Seojung lagi, membuat dahi Jihyun makin berkerut. Para member Glace sudah mengerti apa tujuan Seojung. Permintaan Seojung terkabul, Tuhan benar-benar mengirimi korban yang datang ke SM Building, tepat pada waktunya.

Sekarang ia sendiri yang bingung, mengapa tidak dari dulu ia ajak Jihyun ikut audisi atau apapun itu. Padahal anak ini telah mondar-mandir di sekitarnya selama ini, kenapa baru sekarang ia sadar bahwa anak ini memiliki bakat yang cemerlang dalam musik. Penampilannya juga okay, tubuhnya tinggi langsing, wajahnya juga cantik untuk ukuran tanpa make up dan operasi plastik sama sekali. Benar-benar kandidat yang sempurna.

“Menari apa eonni? Sebetulnya ada apa sih?” tanya Jihyun yang sekarang benar-benar bingung, ia mau menjadi make up artist kok malah disuruh bernyanyi dan menari, apa hubungannya?

“Apa saja…., Gee bisa?”

“Hmm, bisa sih.” jawab Jihyun ragu-ragu. “Ne, johta, Heera, tolong putar lagunya!” perintah Seojung. Heera langsung beringsut menuju tape yang berada di pojok ruangan dan menyalakan lagu Gee.

Jihyun mulai menggerakan badan mengikuti alunan musik. Seojung makin berbinar-binar. Tuhan begitu baik mengirimiku Jihyun tepat pada waktunya, pikir Seojung.

Seojung menepukkan tangannya begitu Jihyun selesai menari. “Tarianmu persis seperti SNSD! Selamat bergabung di SM Town!” Seojung menjabat tangan Jihyun dengan semangat, sementara Jihyun hanya bengong karena bingung dengan sikap Seojung.

“Eh, maksudnya apa?” gumam Jihyun. Seojung tidak mendengar dan malah menengok ke arah Hyunhae yang sedari tadi disuruhnya memegangi handycam. “Kau sudah merekamnya kan?” tanya Seojung. Hyunhae mengangguk semangat. “Bagus, akan kuperlihatkan ke Sooman sonsaengnim.” ujar Seojung dengan wajah bahagia tingkat tinggi.

“Jihyun ah, selamat bergabung dengan Glace!” seru Seojung. Jihyun menganga lebar, matanya membulat. “Hah? Apa maksudnya? Aku kan mau menjadi stylist, kok jadi Glace!” protes Jihyun. Sebenarnya ia masih bingung, karena Seojung tidak menjelaskan apapun padanya.

“Jadi begini, Glace harus debut minggu depan, tapi tiba-tiba, Jieun. Kau tahu dia kan?” jelas Seojung. Jihyun mengangguk, ia mengenal Jieun, karena ia sering main ke SM, menontoni member Glace, dan tentunya Super Junior latihan. “Iya, dia, tiba-tiba mengundurkan diri. Padahal debut sudah tinggal 2 minggu lagi dan kami sudah mengumumkan kalau grup ini beranggotakan 4 orang. Kami tidak mungkin menjilat ludah kami sendiri kan?”

Jihyun tertegun, Heera dan Eunhye menatapnya penuh harap dengan aegyo face. Hyunhae masih tetap asik dengan handycam tadi. Seojung ikut menatap Jihyun penuh harap.

“Terus kalian kenapa menatapku seperti itu?” tanya Jihyun polos, sepertinya ia tidak menyadari maksud tatapan mereka bertiga.

Eonniedeul, hentikan tatapan menjijikan itu. Dengan kemampuan otaknya ia tidak akan mengerti, apalagi wajah kalian sangat menjijikan sekarang.” ejek Hyunhae. Heera, Eunhye dan Seojung langsung cemberut. “Ya, kau diam saja. Setidaknya kami berusaha!” hardik Seojung sambil bersiap melempar mapnya, tapi ditahan Eunhye. “Eonni, kami sebentar lagi debut. Kalau kau lempar map mu yang beratnya tak terkira, ia bisa terluka.” jelas Eunhye. Seojung berpikir sebentar, iya juga.

“Jadi, Jihyun ah, kau menjadi member Glace. Ok? Ok?” pinta Seojung. “Huh.., eonni, kau harus minta ijin ke orang tuaku dulu~ keputusan kan bukan ditanganku..” tukas Jihyun. Seojung mengacak rambutnya lagi, memasang mimik mau menangis. “Ahh, rayu lah mereka, harus boleh, pleaseee, kau harapan kami satu-satunyaa..,” rajuk Seojung. Heera, Eunhye dan Hyunhae menatap Seojung jijik, baru pertama kali mereka melihat dia berlaku seperti itu.

“Yah, semoga keberuntungan di tanganmu eonni.” ujar Jihyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

***

One~ two.., three~ four.. five, six and seven eight~!”

“Ya, seperti itu, bagus. Angkat tanganmu lebih tinggi seperti ini.”

Sudah 2 hari sejak Seojung meminta Jihyun menjadi member Glace, dan sepertinya keberuntungan ada di tangan Seojung. Orang tua Jihyun memberi ijin penuh kepada SM Entertainment atas Jihyun (-__-”), sepertinya mereka tidak peduli putri mereka mau diapakan saja.

Dan, sekarang Jihyun sedang memulai masa latihannya, yang sangatlah pendek. Ia akan menjadi trainee dengan masa trainee terpendek diantara semua trainee di SM maupun agensi-agensi lain, 7 hari, mengalahkan Cho Kyuhyun oppanya sekalipun.

Dengan sisa waktu 7 hari lagi, akan digunakan untuk rekaman lagu, photoshoot album dan syuting MV, yang sebetulnya sudah rampung. Tetapi gara-gara Jieun, semuanya hancur. Untungnya ia membayar semua kerugian yang diderita SM.

Heera, Eunhye dan Hyunhae sedang bersantai menontoni Jihyun latihan, mereka hanya tinggal menyempurnakan tarian mereka, sedangkan Jihyun harus belajar dari awal, untung otaknya tidak bodoh-bodoh amat mempelajari dance lagu debut mereka.

‘Cklek’ tiba-tiba pintu ruangan terbuka, sepasukan mahluk nan tampan masuk ke ruangan membuat runway dadakan di studio dance. “Eh, kalian sedang latihan ya..” ujar salah seorang dari mereka. Jihyun tetap mengikuti koreografer mereka menari tanpa mempedulikan para pria itu masuk ke dalam ruangan. Eunhye menganggukan kepalanya.

“Hi oppa.” sapa Hyunhae santai sambil meminum orange juicenya. Para member Super Junior yang baru saja masuk mengernyitkan dahi melihat Jihyun yang menari dengan serius.

“Lho? Neo!” Kyuhyun menjerit begitu melihat adiknya berada di dalam ruangan dengan pakaian seadanya, maksudnya, hanya tank top dan celana training selutut yang press body (-__-) diajari menari oleh koreografer SM. Ia segera melempar jaket yang kebetulan ada di pundaknya ke arah Jihyun yang tepat mengenai kepalanya.

“Ya, oppa! Apa-apaan kau, mengganggu latihan ku saja!” hardik Jihyun marah sambil melempar kembali jaket Kyuhyun. “Kau, ngapain disini?? Apa-apaan pakaianmu itu, mengumbar aurat!” omel Kyuhyun sambil kembali melempar jaketnya ke Jihyun. Koreografer yang mengajari Jihyun mematikan lagu, menghentikan latihan. Semua orang menatap Kyuhyun aneh, apakah ia dirasuki roh nenek-nenek cerewet? (-__-) Kenapa ia menjadi sangat peduli dengan apa yang dipakai adiknya itu.

“Memangnya kenapa dengan bajuku?? Yang penting aku pakai baju kan, lagi pula ini kan baju yang pas untuk latihan dance, bagaimana sih oppa. Babo!” ejek Jihyun sambil strecthing, melakukan split dan sebagainya membuat member Super Junior dan Glace juga, ngeri.

“Apa semua orang yang bernama Victoria lentur?” tanya Donghae polos. “Sepertinya…” jawab Leeteuk singkat lalu duduk bersila. “Jihyun ah, ada apa kau disini?” tanya Eunhyuk yang penasaran setengah lapar (0__0)

Tiba-tiba Seojung masuk di waktu yang sangat tepat. “Ah, ada Super Junior juga, aigo, sempit yaa..” tukas Seojung sambil tersenyum bego. Semua orang melemparkan tatapan membunuh ke arah Seojung yang asik duduk bersila. Heechul sudah berniat melemparkan tape yang menganggur di lantai saat melihat wanita tengil yang sifatnya aneh itu. Tapi ia sayang dengan tape nya.

“Yak, ahjumma, jelaskan kenapa adikku latihan menari di sini?” hardik Kyuhyun. Seojung tetap duduk bersila santai sambil memperhatikan beberapa kertas-kertas, tidak sadar kalau dipanggil ahjumma oleh Kyuhyun. “Ah, Jihyun akan debut menjadi member Glace~ ehehehe”

Mata semua member Super Junior langsung melotot, terlebih Kyuhyun. “MWOYA??” jerit Kyuhyun dengan pitch tinggi seperti IU. #plak

“Wah, chukkae maknae, kau akhirnya merasakan apa yang aku rasakan dulu!” ejek Heechul sambil menepuk-nepuk pundak Kyuhyun yang terpana mendengar ucapan Seojung. Donghae tertawa keras melihat wajah Kyuhyun yang sangatlah lucu saat ini baginya.

“Sial..” umpat Kyuhyun pelan. “Ya, tiba-tiba salah satu member mengundurkan diri dan sebelumnya kami sudah mengumumkan kalau girl band ini akan beranggotakan 4 member.” jelas Seojung.

“Kenapa kau tidak tuntut gadis itu!”

“Kenapa kau tidak larang dia?” sahut Eunhyuk.

“Kenapa tak kau batalkan saja debutnya!” sahut Heechul semangat yang langsung disambut jitakan Eunhye, dan kebetulan ia sedang memakai cincin di tangannya. “Aww, kau dongsaeng tidak tahu diri! Sadarlah apa yang kau pakai! Cincinmu tajam, bagaimana kalau wajahku yang mulus ini ternoda??” jerit Heechul kencang.

Semua orang tidak mempedulikan Heechul dan kembali menatap Seojung. “Dan saat aku sedang putus asa, tiba-tiba Jihyun datang karena diterima menjadi stylist di sini.” lanjut Seojung.

“Dengan kemampuan menyanyi dan menarinya serta penampilannya, ia pas menjadi idol.” sambung Seojung mengebu-ngebu. Jihyun tidak mepedulikan cerita Seojung dan melanjutkan latihannya.

Ahjumma…., kenapa harus adikku?? Ia masih muda, belum bisa mengurus diri sendiri, suaraku masih lebih baik…”

“Ya Cho kyuhyun jangan mengcopy kata-kataku.” Belum selesai Kyuhyun menyelesaikan ucapannya, Heechul yang sudah selesai berdebat dengan Eunhye menyahut, karena merasa kata-katanya dikutip. Kyuhyun hanya merengut, melihat adiknya yang sedang serius berlatih menari, keringat membasahi dahinya, tetapi wajahnya tetap serius mempelajari setiap gerakan.

“Yah, sepertinya ia menemukan tatangan baru dalam hidup. Benar Cho Jihyun?” ujar Kyuhyun sambil tersenyum smirk. Jihyun menengok dan membalas senyum smirk Kyuhyun. “Pajo, Cho Kyuhyun.” balasnya.

Music Bank Backstage

“Kwan Heera, ini kostummu, pakai cepat!”

“Lee Hyunhae, letakkan iPadmu dan bersihkan wajahmu sekarang. Cepat kau harus dimake up!”

Suasana ruang tunggu Glace sangat berisik dan berantakan. Mereka baru saja tiba dan sedang mulai bersiap-siap. Jihyun telah duduk tenang di depan kaca, memoles sendiri make upnya. Yah, ia sudah ahli dalam hal itu. Eunhye asik mengganggu para stylist yang sedang mempersiapkan kostum mereka.

“Aigo, warnanya bagus ya~” Eunhye sibuk memuji-muji kostum yang akan ia kenakan saat perform. Heera mengambil BB nya, menelepon seseorang. Ia segera pergi ke ujung ruangan yang agak tenang.

Oppa, aku akan tampil hari ini…., ne, Mubank. Jangan lupa tonton aku ya. Kabari umma dan appa juga.”

Ne, araseo, GD oppa.” gumam Heera sambil tersenyum.

“Ngomong-ngomong, di mana rombongan sirkus? Kok ga ada? Hari ini kan debut kita.” ujar Hyunhae sambil memainkan gelang yang akan ia kenakan.

“Pasti datang, nanti kali. Ini kan masih siang.” sahut Eunhye yang sedang dimake up. Jihyun mengangguk-angguk.

Heera kembali ke tengah ruangan dan duduk di sofa disebelah Hyunhae, mengambil kotak makanan dan mulai memakannya. Sudah jam makan siang.

“Hei, apa Jiyoung oppa akan datang?” tanya Jihyun sambil menyapukan blush on di pipinya. “Pajo, apakah GD oppa akan datang?” sambung Hyunhae. Ia adalah fans berat GD, sebetulnya semua member Glace adalah fans berat G-Dragon, yang kebetulan adalah kakak Kwon Heera. Heera menggeleng sambil asik mengunyah kimchinya.

“Ani, dia sedang sibuk. Tapi katanya ia akan menonton lewat TV. Yah lagipula nanti ada yang curiga.” jelas Heera.

“Hi semua~”

“Iya rombongan sirkus datang.” sahut Hyunhae. Hampir semua member Super Junior datang berkumpul, dan ada bonus Minho dan Taemin serta Onew.

“Hi oppa~” balas Heera dan Eunhye manis.

“Taemin ahh~~” panggil Jihyun. “Jihyun ahh.., tak kusangka kau akan debut. Aku kaget saat mendengar kalau kau mau debut. Kenapa tidak bilang dari dulu!” ujat Taemin sambil berjalan mendekati Jihyun.

“Aku saja baru diangkat sebagai member Glace minggu lalu (-__-)” jawab Jihyun. Mereka pun mulai bergosip ria ala ibu-ibu. Yah, karena Jihyun sering ke SM, dan dulu mereka bersekolah di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang sama sebelum mereka berdua sama-sama pindah sekolah, mereka sangat dekat.

Onew menghampiri Eunhye. “Akhirnya kau debut juga.” katanya sambil tersenyum lebar. “Tentu saja, kan sudah kubilang aku akan segera 1 panggung dengan oppa.” balas Eunhye. Onew tersenyum. “Kupegang janjimu,” katanya.

“Kalian tampil kapan?” tanya Leeteuk. Heera menjawab. “Setelah f(x) onniedeul.”

“Hai semuanyaaa!” sapa Sulli yang tiba-tiba masuk ke ruangan bersama member f(x) lainnya.

Aigo, kita butuh aula untuk berkumpul.” sahut Yesung, yah, ruangan memang agak sesak dengan orang yang jumlahnya tidak sedikit ini.

Yang lain terkekeh mendengar ucapan Yesung.

Aigo, dress kalian imut-imut.” puji Victoria sambil memandangi rak baju Glace. Amber duduk di sebelah Hyunhae, dan Minho menarik bangku plastik mendekat kearah Hyunhae dan Amber. Eunhyuk pun bergabung. Para rapper bersatu, dan mengadakan konferensi. Sepertinya mereka sedang memberi pelajaran singkat kepada Hyunhae.

Para maknae bersatu di depan kaca, karena Jihyun masih asik menyapukan eye shadow di kelopak matanya.

Sambil menunggu mereka asik mengambil foto bersama, untuk kenang-kenangan.

Tak terasa, sudah waktunya untuk rehearsal. “Ok, kami kembali ke ruang kami ya. Reheasal akan segera dimulai.” pamit Luna.

Ne, annyeong.” balas yang lain. “Rehearsal kalian juga sebentar lagu dong. Sana cepat siap-siap! Pakai sepatu kalian, rapikan baju kalian. Palli, palli!” Heechul mulai membuat semua orang panik dengan berteriak menyuruh Glace bersiap-siap. Semua langsung kocar-kacir kebingungan, mencari sepatu, sampai tertukar-tukar (-__-).

Hyung kau membuat orang panik saja.” tukas Kyuhyun sambil memandangi keempat gadis di depannya berlari kesana-kemari.

***

“Iya, stand by. 6 menit lagi” Suara kru terdengar. Sekarang mereka sedang berdiri di belakang panggung, bersiap untuk tampil. Suasana hall gegap gempita, teriakan terdengar di setiap sudut, bahkan belakang panggung (-__-)

“Woohh, wooohh!” teriak Heechul membuat 2 menjadi berisik dan para kru sedikit terganggu, tapi berhubung Kim Heechul yang mengganggu mereka, mereka terima-terima saja.

Oppa! Kau berisik, membuatku tambah gugup saja!” jerit Eunhye sambil memukul oppanya. Heechul hanya cemberut.

Saat semua orang sedang lengah, Eunhyuk menarik Eunhye sedikit menjauh.

Waeyo oppa??” tanya Eunhye bingung.

“4 menit lagi!”

Eunhyuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia memasukan tangannya ke kantung jaketnya, Eunhye yang penasaran mengintip apa yang Eunhyuk ambil.

Lalu Eunhyuk mengangkat tangan Eunhye, membuka telapak tangannya dan menaruh sesuatu di situ, ia segera menutup tangan Eunhye. Eunhye mengerutkan dahi bingung, apa yang ada di tangannya?

Ige mwoya? Oppa?” tanya Eunhye. Eunhyuk hanya tersenyum. “Jimat~ agar debutmu sukses.” jawab Eunhyuk, membuat Eunhye tersipu malu.

Eunhye membuka telapak tangannya dan mendapati cincin berbentuk monyet di tangannya. Ia tersenyum geli melihat bentuk cincin itu.

On stage! Now!” teriak salah seorang kru, Eunhyuk mendorong Eunhye menuju panggung, Eunhye buru-buru memakai cincin yang Eunhyuk berikan.

Suasana hall yang tadinya tidak terlalu heboh dipenuhi oleh suara teriakan pada saat lampu diredupkan. Ternyata banyak juga orang yang tertarik dengan debut Glace ini.

Para suporter dari SM, alias beberapa member Super Junior, Shinee dan f(x) berteriak heboh di samping panggung, sehingga penonton tidak menyadari mereka ada.

Intro lagu terdengar.

“I know you miss me~!”

“So talk to me!”

Hyunhae memberi winknya saat menyanyikan bagian awal lagu, membuat beberapa penonton laki-laki, yang diduga akan menjadi fans Glace berteriak heboh.

***

“Wah, baru debut, fans kalian sudah menyeramkan seperti itu.”

Glace telah menyelesaikan debut stage mereka, dan sambutan yang didapat cukup baik. Walaupun, seperti kata Heechul, teriakan penonton mereka sangat menyeramkan. Seperti ada demo di hall KBS tadi (-__-)

Yah, karena mereka yeoja, yang berteriak rata-rata laki-laki, sehingga teriakannya terdengar menyeramkan.

Sekarang mereka sedang berpesta di salah satu restoran di daerah Apgujung, tempat pesta Super Junior setelah Golden Disk Award 2009. Mereka semua merayakan keberhasilan hoobae mereka ini, Seojung yang ikut makan sampai menangis terharu, karena debut Glace yang merupakan tanggung jawabnya sangat sukses. Ia tidak jadi terjun ke sungai han, berenang bersama ikan-ikan~. Tapi sekerang ia malah mabuk dan tertidur, langsung saja Heechul menjahilinya, karena ia punya dendam kesumat dengan ahjumma itu.

“Eh, pinjam lipstick dong. Eye liner jugaa.” pintanya sambil tersenyun smirk, akhirnya…, setelah sekian lama dendamnya dapat terbalaskan. Ia mulai menggambar di wajah Seojung.

Saat Heechul sedang menyelesaikan prakaryanya, tiba-tiba seseorang yang dikenal masuk ke ruangan.

“GD oppaa.” jerit Hyunhae. Kwon Jiyoung datang sendirian dengan kacamata hitam dan jaket berhoodie. Tapi tetap saja semua orang tetap mengenali sosoknya, GD kan unik >_< #abaikan. “Annyeong semuanya.”

“Wohh, leader Kwon datang!” jerit Seojung, yang tiba-tiba bangun. Heechul segera loncat dan kabur menjauh dari Seojung. Seojung tidak menyadari wajahnya yang telah diukir oleh Heechul, dan malah mengahmpiri GD yang berdiri terpaku, menahan tawa melihat wajah Seojung. Semua orang berbalik badan, dan menutup mulut mereka menahan tawa. Pesta berlanjut tanpa Seojung tahu keadaan wajahnya.

“Mari bersulang, untuk kesuksesan Glace.” ajak Seojung sambil mengangkat gelas berisi coca colanya, minuman keras dilarang karena masih banyak yang dibawah umur. Yang lain pun ikut mengangkat gelasnya masing-masing dan bersulang. “For Glace.” ujar mereka.

The End

2 thoughts on “Beginning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s