Lens [ Part 7 ]

Di pagi hari yang sunyi, di sebuah kamar hotel berbintang lima, seorang gadis yang dalam dekapan seorang laki-laki perlahan membuka matanya. Badannya menggeliat layaknya anak bayi hingga membuat sang laki- laki ikut membuka matanya, sadar dari alam mimpinya. Sadar sang pria di sebelahnya telah bangun, gadis tersebut memandangnya lalu tersenyum dengan senyuman terindahnya pagi ini.

“Angel.” ucap sang laki-laki dengan suara nyaris berbisik.

Bibir mereka saling mendekat satu sama lain, dan sesuatu hal yang tidak mereka harapkan sejak semalam pun terjadi. Kali ini, mereka berdua melakukannya dengan sukarela. Memusatkan focus mereka pada apa yang mereka lakukan saat ini. Mereka bercumbu tanpa mempedulikan keadaan sekitar mereka. Tetapi apa peduli mereka, tidak ada siapapun di kamar ini. Hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu apa yang sedang mereka lakukan.

~Im in shock e e electric shock~

“Nona manis, handphonemu berbunyi. Kita abaikan atau biar kuangkat?” tanya Eunhyuk setelah menghentikan aktifitas mereka.

“Aku takut itu panggilan penting, jadi Tuan Lee yang baik, tolong angkat handphoneku.” ujar si gadis dengan nada suara penuh sensasi manja.

Eunhyuk langsung menekan tombol hijau di screen handphone milik si gadis. Semua itu ia lakukan tanpa membaca siapa yang menelepon gadis yang sedang asik bercumbu dengannya itu.

Yoboseyo…” ucapnya agak kasar karena sedikit kesal.

“Hyukjae ya, kau dimana sekarang? Kenapa handphone Jessica ada denganmu?” tanya orang di sambungan telephone. Eunhyuk terheran-heran, bagaimana orang ini mengenali suaranya?

Eunhyuk yang merasa identitasnya diketaui oleh sang penelphone, langsung menjauhkan handphone Jessica dan melihat nama penelepon yang sedang berbicara dengannya saat ini. Darah di tubuhnya langsung naik ke bagian kepala. Kepalanya menjadi berat dan panas, keringat dinginnya keluar saat membaca nama tersebut.

“Donghae…”

Jessica si gadis yang sedang bersama Hyukjae atau Eunhyuk langsung bangun dari posisi tidurnya dan menatap Eunhyuk lekat lekat. Wajahnya sangat tegang, dan pikirannya melayang kesana kemari. Apa lagi nama Donghae lah yang keluar dari bibir Eunhyuk.

“Kalian berdua ada dimana? Aku harus bicara dengan kalian. Kalau jam 10 kalian tidak sampai di ruangan ku, akan kubongkar kartu As kalian didepan media.” ancam Donghae dengan senyum penuh kemenangan.

Telephone langsung diputuskan secara sepihak. Mereka berdua langsung memandang jam analog yang tersedia didalam kamar. Pukul 9.05. Mereka memandang satu sama lain sambil mengutuki diri mereka masing-masing. Tak sampai 2 detik kedua manusia itu langsung berlarian di dalam kamar, mereka menuju kamar mandi secara bersamaan. Jessica langsung menghadap ke depan cermin lalu mencuci wajahnya dan tak lupa menyikat gigi. Sedangkan Eunhyuk langsung membasahi bagian kepalanya dengan shower yang menggantung di dinding.

“Jess, apa kau ingin melihatku membuang air dari dalam tubuh ku?” tanya Eunhyuk sambil tersenyum-senyum tidak jelas.

“Aish, dasar pria mesum.” Jessica langsung membawa alat make upnya keluar dan memutuskan untuk menggunakan cermin yang terdapat dibagian luar.

Setelah Eunhyuk menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi, ia langsung menuju tempat dimana ia melepas kemejanya. Memakainya lalu menghadap cermin untuk menyempurnakan penampilannya. Jessica langsung memakai heels yang ia lepas semalam dan membetulkan dress yang sangat terbuka itu. Eunhyuk memperhatikan badan Jessica dari belakang.

“Jangan jauh-jauh dariku.” Ucap Eunhyuk.

Why?”

“Kau tak maukan laki- laki seperti model mu itu mencoba memperkosamu lagi?” tanya Eunhyuk.

“Aish, baik lah. Lagi pula kita hanya menuju tempat Donghae bukan tempat lain.” balas Jessica sambil memakaikan lipstick merah muda tapi bukan pink pada bibirnya.

“Lebih baik kita cepat atau dia akan mewujudkan ancaman tadi.” Eunhyuk langsung menarik Jessica keluar dari kamar.

Dalam perjalanan ke ruangan Donghae, hanya sedikit petugas hotel yang berlalu lalang di dekat mereka. Sedangkan di dekat ruangan Donghae, hanya ada Taeyeon yang terlihat segar dengan rambut barunya. Ia nampak terkejut dengan kedatangan Jessica dan Eunhyuk yang menurutnya sangat tiba-tiba. Eunhyuk hanya tersenyum pada Taeyeon lalu masuk kedalam ruangan Donghae bersama dengan Jessica.

Di dalam ruangan, Donghae duduk diam termenung memandang ke arah mejanya. Masih terlihat sisa-sisa lampu kecil yang menggelantung pada jendela ruangan tersebut. Aroma lembut pengharum ruangan yang ia pakai semalam masih tercium. Botol wine yang menemaninya semalam juga masih ada didalam ruangan itu. Mungkin ia termenung memikirkan apa yang ia lakukan semalam.

“Ada apa?” tanya Eunhyuk.

“Duduklah.”

Mereka berdua duduk di 2 kursi yang berbeda. Kedua pasang mata itu langsung mengarah pada Donghae yang masih terdiam.

“Begini, aku punya perintah dari Yoona dan Kyuhyun. Jess, Kyuhyun meminta kau merancang wedding dress untuk Yoona. Eunhyuk ah, Yoona memintamu untuk menemuinya di lobby hotel jam 12 nanti.” ucap Donghae.

“Mereka akan menikah?” tanya Jessica dengan nada kaget.

“Mungkin.” balas Eunhyuk.

Tak lama setelah perbincangan mengenai Yoona dan Kyuhyun, Taeyeon masuk kedalam membawakan 2 cangkir the hangat yang sudah ia campur dengan gula, sehingga rasanya manis. Satu cangkir untuk Jessica dan satu cangkir untuk Eunhyuk.

Dari gerak-gerik Taeyeon, ia nampak menghindari kontak dalam bentuk apa pun dengan Donghae. Berbeda dengan Taeyeon, Donghae dengan intens memperhatikan pergerakan Taeyeon agar ia tak melakukan hal yang bodoh seperti yang ia lakukan saat Ahra, noona dari Kyuhyun datang ke kantornya. Ia tak mau lagi tangan Taeyeon harus melepuh karena kebodohannya saat menaruh cangkir berisi teh.

“Taeyeon ssi, kau cantik dengan rambut baru mu. Donghae ah, kau pandai memilih yeoja.” puji Eunhyuk frontal.

Donghae langsung menatap tajam Eunhyuk. Matanya membulat dengan siratan marah didalamnya. Seakan matanya memancarkan laser. Sedangkan Taeyeon yang berdiri disamping Eunhyuk hanya bisa menunduk malu.

“Kalian berkencan?” tanya Jessica.

Ani.. kami tidak berkencan atau pun berpacaran..” sangkal Taeyeon. Tetapi memang benar mereka tidak berpacaran, belum lebih tepatnya. Taeyeon masih memiliki waktu untuk memikirkan akan menjadi apa hubungannya dengan Donghae.

“Segera, dia akan menjadi milikku.” timpal Donghae, yang membuat sangkalan Taeyeon tidak berguna lagi.

Taeyeon langsung berlari keluar dari ruangan Donghae. Ia merasa menjadi manusia yang paling bodoh disana. Pada kenyataannya ia sama sekali belum menjawab tentang apa yang ditanya oleh Donghae semalam. Dalam otaknya ia masih belum ada sedikitpun pikiran untuk menikah. Ia masih ingin focus dengan karirnya.

Eunhyuk dan Jessica saling berpandangan, merasa pemikiran mereka sama keduanya langsung mengarahkan tatapan mata mereka ke Donghae. Tatapan yang paling menyebalkan dari mereka berdua langsung masuk ke dalam penglihatan Donghae. Sedangkan Donghae masih kebingungan mencerna maksud dari tatapan Eunhyuk dan Jessica yang menurutnya sangat membingungkan.

“Kejar dia bodoh!” jerit Eunhyuk dan Jessica bersamaan. Suara mereka sedikit berteriak dan terdengar seperti ancaman. Mereka sedikit kesal dengan Donghae yang menurut mereka sangat tidak peka.

Mendengar Eunhyuk dan Jessica dengan kompak membentaknya, Donghae memutuskan untuk mengejar Taeyeon. Dicarinya ke meja dimana seharusnya ia berada. Meja yang menjadi tempat kerjanya sebagai sekretaris Donghae. Tetapi meja itu kosong. Donghae langsung berlari menuju tempat Taeyeon biasa membuat teh untuk para tamu yang bertemu atau mempunyai janji dengan Donghae.

Tebakannya benar, Taeyeon berada disana, sedang mengaduk-aduk secangkir teh dengan wajah tanpa gairah sama sekali. Donghae pun berinisiatif mendekati Taeyeon. Jika Taeyeon menghadap dinding, Donghae menatap bagian sebaliknya.

“Kenapa berlari?” tanya Donghae.

“Aku tidak berlari.”

“Cih, lalu kenapa kau menghindariku?” tanya Donghae yang semakin menyulitkan Taeyeon untuk menjawab pertanyaannya.

“Kau menyebalkan. Bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang menyebalkan?”

“Kalau begitu, aku harus bagaimana untuk membuatmu jatuh cinta pada ku?” tanya Donghae lagi.

“Berhentilah mengejar ku. Aku akan lebih bahaggia bila kau tidak mengejarku.” balas Taeyeon, kali ini berhasil membuat Donghae membeku seperti dimasukan ke dalam lemari pendingin.

Badannya tak bisa bergerak. Bahkan ia tak bisa bernafas dengan sempurna. Nafasnya menjadi setengah lebih pendek dibandingkan nafas manusia pada umumnya. Tapi bercermin pada Eunhyuk yang tak pernah menyerah untuk mendapatkan Jessica, ia tetap merpikir optimis bahwa ia akan mendapatkan gadis yang ada didepannya.

Saat kau sedang jatuh cinta, kau akan menjadi sangat bodoh. Lebih bodoh lagi, kau bahkan mengorbankan semuanya untuk orang yang kau cintai itu. Harta dan benda bukan lagi menjadi nomor satu dalam hidupmu. Tujuan hidup dan alasan mengapa kau hidup ikut berubah. Dia, satu-satunya alasan kau hidup dan tujuan hidup mu. Dia adalah nomor satu di dalam hidupmu.

“Taeyeon ssi, lusa aku tunggu kau di taman kau jatuh dulu. Aku akan berdiri disana sampai kau datang dan menerima tawaranku. Aku tidak main-main.” ucap Donghae dengan nada memerintah. Sulit untuk tidak mengikuti apa yang dikatakan olehnya jika ia telah berkata seperti itu.

Saat matahari tepat berada di atas kepala, rasa panas yang semula ada di batas garis normal berubah menjadi panas yang sangat tidak wajar. Tapi hawa panas yang dirasakan saat ini, tidak membuat seorang gadis dengan rambut dark brown panjang bersembunyi dibalik pohon agar ia tidak terkena teriknya sinar mata hari. Ia juga tidak bersembunyi dibawah paying ataupun menggunakan sunblock agar kulitnya berubah warna menjadi lebih gelap.

“Aish lama sekali dia.” gerutu gadis itu.

Ia berdiri di depan hotel milik orang tuanya. Tak ada niatan sama sekali dari dirinya untuk masuk. Ia agak segan untuk melangkah masuk. Karena jika dia masuk ia akan susah untuk keluar lagi.

TINN

“Yak, nona Im, cepat masuk!”

Gadis itu langsung masuk kedalam mobil yang tiba-tiba muncul didepannya. Dan beruntung mobil itu bukan mobil penjahat yang ingin menculiknya dengan modus memeras kekayaan orang tuanya. Si pengemudi mobil itu langsung menginjak pedal gas agar mobilnya menjauh dari Lens. Ia tahu dengan persis gadis yang ia bawa ini, atau sebut saja Yoona sangat tidak suka berada di dekat hotel milik keluarganya yaitu Lens. Karena hotel itu memiliki aura menyebalkan yang sangat tidak ia sukai.

“Lee Hyukjae, terima kasih karena kau membuatku terlihat seperti wanita panggilan yang menunggu jemputan.” ucap Yoona.

“Maaf, lagi pula kenapa kau memintaku menjemputmu di pinggiran jalan seperti itu?”

“Kau tahu sendiri. Dan mari kita tidak membahas itu lagi, Lee Hyukjae tolong kau ke bukit itu.” ucap Yoona, telunjuknya langsung menunjuk sebuah bukit yang terlihat agak menyeramkan dari tempatnya berada.

Eunhyuk mengangguk dan kembali mengarahkan kakinya untuk menekan gas yang ada dibagian bawah. Mobil itu melaju dengan kecepatan cukup kencang, menembus beberapa lampu hijau yang menyala tanpa ada lampu merah yang menyala. Dan tak terasa mereka sudah mulai menanjak menuju bukit tersebut. Pelan-pelan Yoona mengingat-ingat belokan menuju tempat dimana Kyuhyun membawanya semalam.

Merasa yakin dengan tempat yang ia yakini adalah tempat yang menjadi tujuannya, Yoona turun dari mobil mewah milik Eunhyuk. Angin berhasil menerbangkan helaian helaian rambut Yoona. Rambut Eunhyuk yang tak sepanjang Yoona, juga ikut tertiup oleh angin. Tak mau rambutnya, berantakan akibat rambut Yoona langsung berlari ke tempat dimana ia menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun semalaman dengan semangkuk ramyeon panas. Masih sama tempat itu terlihat sangat memprihatinkan.

“Minho ya~,” panggil Yoona setengah berteriak. Ia berdiri di depan pintu rumah yang terbuka lebar.

“Noona.. ada apa?” tanya Minho yang tiba-tiba saja keluar dari balik tirai dapur. Ia berhasil membuat Eunhyuk meloncat kaget.

“Minho ya, kenalkan ini temanku Eunhyuk. Eunhyuk, ini Minho pemilik tempat ini.” ucap Yoona yang dilanjutkan jabat tangan antara Minho dan Eunhyuk.

Minho pun mengarahkan Yoona dan Eunhyuk duduk di bangku yang menurutnya layak untuk diduduki. Mata Eunhyuk terus menjelajahi setiap sudut ruangan ini, ia tak percaya bahwa rumah atau bangunan ini masih sanggup berdiri dan masih bisa melindungi orang di dalamnya dari segala maca badai dan terik matahari. Sebelum duduk Eunhyuk mengetuk tembok yang ia lewati, ia ingin mengetaui seberapa parah kerusakan bangunan ini.

“Minho ya.. seperti yang dikatakan oleh Kyuhyun, aku dan Kyuhyun akan membuat pesta pernikahan disini. Dan ini Eunhyuk, ia akan memperbaiki tempat ini. Anggap saja ini rasa terima kasih aku dan Kyuhyun karena telah diberikan ijin untuk menggelar pernikahan disini.” ucap Yoona dengan senyum manis menghiasi wajahnya uang cantik.

Jinjja? Rumah ini akan di renovasi? Kau serius noona? Jeongmal jeongmal gomawoyo..,” Minho langsung memeluk Yoona, senyum tak berhenti mengembang di wajahnya.

“Kau bilang saja pada Eunhyuk apa yang kau mau perbaiki dan ubah disini. Eunhyuk akan mencatatnya.” ucap Yoona.

“Dugaanku benar, tapi yang penting aku dibayar..,” desis Eunhyuk.

Yoona langsung melangkah ke bagian luar, memperhatikan pemandangan yang dapat di liat dari tempat ia berdiri.

Eunhyuk mengeluarkan handphonenya untuk mencatat apa yang ingin Minho lakukan dengan bangunannya ini. Eunhyuk mencoba menggambar apa yang Minho ucapkan, dari setiap detail sangat terlihat bahwa Minho tidak terlalu ingin mengubah tempat yang ia tempati saat ini. Ia hanya ingin memperbaikinya agar terlihat lebih kokoh dan kuat. Membuat bangunan ini, lebih menarik agar banyak yang datang untuk membeli ramyeon buatannya. Sama sekali tak tersirat sedikit pun di otaknya untuk merombaknya. Ia ingin mempertahankan apa yang dibangun kedua orang tuanya.

Mendapat gambaran bangunan yang dinginkan oleh Minho, Eunhyuk berkeliling mengecek material-material yang akan ia butuhkan untuk memperbaiki bangunan ini. Saat melihat Yoona masih terdiam pada posisi memandang pemandangan dari tempatnya berdiri, Eunhyuk memutuskan untuk mendekatinya.

“Jangan melamun.” ucap Eunhyuk.

“Jangan mengagetkanku.” balas Yoona.

Mereka berdua pun tertawa ringan satu sama lain. Eunhyuk langsung merangkul Yoona. Di posisikan tangannya pada pundak Yoona. Menambah kesan akrab diantara mereka berdua.

“Kau kesepian?” tanya Eunhyuk.

“Sedikit, setidaknya sudah ada Kyuhyun.” jawab Yoona.

“Kalau kau kesepian hubungi aku saja. Anggap saja aku ini kakak laki-laki yang tidak pernah kau miliki. Bandingkan, Aku bekerja jika ada project. Donghae bekerja setiap hari setiap waktu sampai malam. Dan Kyuhyun, sama saja seperti Donghae. Aku lebih leluasa menemui mu.” ucap Eunhyuk.

“Haha, artinya kau tidak laku oppa. Tapi tak ada salahnya aku punya kakak laki laki seperti mu.” balas Yoona dengan senyuman. Hatinya merasa senang.

“Ya! Eunhyuk hyung, dia sudah milik Kyuhyun hyung. Lepaskan rangkulan tanganmu atau kulaporkan Kyuhyun hyung.” teriak minho dari belakang.

Eunhyuk dan Yoona langsung menatap Minho. Dan tawa Yoona langsung tak tertahankan. Ia terkekeh sedang Eunhyuk hanya bisa mengutuki Minho dari tempatnya.

“Ngomong – ngomong oppa, bisakah kau antar aku ketempat Kyuhyun?” tanya Yoona.

“Tentu saja. Ayo, aku muak melihat wajah anak tengil itu.”

Mereka berdua langsung berpamitan pada si empunya tempat. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil milik Eunhyuk dan langsung menuju tempat dimana Kyuhyun berada. Cho Corp, dimana lagi Kyuhyun menghabisakan waktunya selain tempat ini. Walau belum resmi memimpin perusahaan itu, ia ingin menghabiskan waktunya belajar memimpin perusahaan milik keluarganya itu. Karena setelah menikah nanti, dialah pemimpin baru dari Cho Corp.

“Kyu, ini aku bawakan makan.” Seorang gadis masuk ke ruangan tempat dimana Kyuhyun duduk membaca grafik dan membaca beberapa laporan yang dibuat oleh bawahannya.

“Oh, Seohyun ah~ gomawo.” Ucap Kyuhyun. “Kau tahu saja aku belum makan siang.” Lanjutnya sambil membuka tempat makan yang dibawakan oleh Seohyun dan mulai menyantapnya.

Seohyun terlihat sedikit terpana, ia memperhatikan temannya itu memakan makanan yang ia bawa dengan sangat intens. Tapi sedetik kemudian ia merubah pandangannya menjadi pandangan jijik pada Kyuhyun. Saus dan bumbu menempel pada pingiran bibir Kyuhyun. Beruntung cipratannya tidak mengenai dokumen dokumen dan laporan yang penting.

“Jadi, kau dan Yoona akan segera menikah?” tanya Seohyun.

“Hm.. iya. Tenang saja kau ada dalam list tamu istimewa ku.” Balas Kyuhyun.

“Kau sudah memikirkannya matang-matang? Jangan sampai salah pilih.” tanya Seohyun.

“Aku juga masih tak yakin dengan keputusanku untuk menikah secepat ini.” Jawab Kyuhyun. “Tapi aku sangat yakin kalau Yoona orang yang tepat.” lanjut Kyuhyun.

“Baiklah kau begitu, aku percaya pada mu.” balas Seohyun.

Pintu ruangan terbuka, mata Kyuhyun membulat dan aktivitas makannya berhenti melihat orang yang menjadi bahan pembicaraannya datang sambil membawa sebuah makan yang ia beli saat perjalanannya kesini. Ditambah lagi, ia datang tidak sendirian. Eunhyuk, si arsitek dibalik stage Fashion Show Jessica muncul dari belakang.

“Aku mengganggu?” tanya Yoona saat mendapatkan sang calon suami berada di dalam satu ruangan bersama dengan sahabat baiknya Seohyun.

Aniyo, aku baru saja mau pulang. Annyeong.”pamit Seohyun dan kemudian meninggalkan Kyuhyun, Yoona dan Eunhyuk disana.

“Dan sepertinya, sia-sia kita membelikannya makanan sampai antri.. Dia sudah mendapatkan bekalnya.” Kata Eunhyuk.

Berhentilah aktivitas mengunyah yang dilakukan oleh Kyuhyun. Ia meninggalkan makanan yang dibawakan oleh Seohyun dan langsung beralih ke makanan yang dibawa oleh Yoona.

“Hey tuan Cho, ini untukku ya.” pinta Eunhyuk saat melihat bekal dari Seohyun.

“Hm, ambil saja, aku sudah dapat gantinya.”

“Baiklah. Yoona ya, aku tunggu di luar ya.” Eunhyuk segera keluar membawa bekal yang dibawa oleh Seohyun untuk Kyuhyun.

Di luar, Eunhyuk memutuskan makan di depan sekertaris Kyuhyun. Sekertaris Kyuhyun yang bernama Sunny tersebut, merasa terganggu dengan cara makan Eunhyuk yang bersuara. Dalam tata cara makan yang baik, sepatutnya kita tak mengeluarkan suara saat makan berada didalam mulut kita. Sedang Eunhyuk mengeluarkan berbagai macam suara ecapan dari mulutnya. Ia terlihat menikmati apa yang ia makan saat ini.

“Sunny ssi, aku titip tempat makanku ya. Ada pada Kyuhyun. Kalau kau tidak keberatan tolong cucikan.” ucap Seohyun yang tiba-tiba muncul dari arah toilet.

Betapa terkejutnya dia saat melihat tempat makannya yang seharusnya untuk Kyuhyun, berada di tangan Eunhyuk. Jujur, pandnagan Seohyun pada Eunhyuk sangat menyiratkan rasa jijik pada Eunhyuk. Buka hanya dengan cara makannya, tapi penampilan Eunhyuk yang sangat apa adanya atau lebih tepatnya kumel membuat Seohyun ingin menyiramnya dengan air.

“Kemarikan/” Seohyun langsung merebut tempat makannya itu. Ia seperti mengambil benda dari tempat yang penuh kuman.

Seketika saat tempat makan itu berpindah tangan, Eunhyuk berubah menjadi patung yang tak bisa bergerak. Ia seperti batu yang siap untuk di pecah kan. Bukan hanya kaget, tapi ia belum sempat menghabiskan makanan itu. Padahal rasa lapar di perut sudah menjadi jadi. Sekretaris Kyuhyun, Sunny hanya bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Eunhyuk saat tempat makan tersebut direbut paksa oleh si empunya.

“Kyu, maaf aku menganggu.” ucap Yoona duduk di tempat dimana Seohyun duduk sebelumnya. Matanya memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun. Menurutnya Kyuhyun seperti orang yang belum makan seharian.

Sebelum menjawab pertanyaan Yoona, Kyuhyun menelan makanan yang ada dimulutnya dengan cepat. “Ani, kau tak mengganggu. Lagi pula aku lebih senang kalau kau yang menemaniku makan dibandingkan Seohyun.” jawab Kyuhyun dengan nada suara yang sangat berantakan akibat rasa sesak di dada, karena ia menelan makanan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat.

“Ah, Minumlah.” Yoona langsung mengambilkan segelas air mineral untuk Kyuhyun.

Gomawo.. Apa kau sudah bicara dengan Minho mengenai rencana kita lebih lanjut?” tanya Kyuhyun setelah ia meneguk air mineral.

Yoona mengangguk. “Dan, aku sudah meminta bantuan Eunhyuk untuk memperbaiki tempat itu. Minho terlihat senang sekali saat aku mengenalkan dia dengan Eunhyuk.” lanjut Yoona.

“Baguslah kalau begitu. Nona Im, apa kau punya waktu luang sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Sepertinya.. Kau mau mengajak ku kemana Tuan Cho?”

“Ayo!”

Tangan Kyuhyun langsung menarik lengan Yoona dengan sekuat tenaga tanpa persetujuan darinya, sehingga Yoona tak bisa melepaskannya dan terpaksa mengikutinya. Dilewatinya Eunhyuk yang masih mematung. Bahkan sepertinya ia tak sadar bahwa Yoona dan Kyuhyun berlari meninggalkannya.

Kyuhyun langsung masuk kedalam mobilnya. Mereka berdua sama-sama memasang sabuk pengaman. Yoona, tentu saja ia tahu memakai sabuk pengaman itu membuat dirinya aman. Kyuhyun, ia memakainya karena ia tau bahwa ia akan memacu mobilnya dalam kecepatan yang sangat tinggi. Beberapa menit kemudian mobil itu sudah melesat secepat jet tempur yang dapat melesat melintasi angkasa luas.

“Drive thru pizza?” tanya Yoona sedikit tak percaya apa yang ia lihat saat mobil Kyuhyun berhenti.

Dalam imajinasi otaknya, Yoona sudah mendambakan ia akan dibawa ke sebuah restaurant mewah yang makanannya sangat enak. Imajinasi keduanya adalah dibawa ke sebuah taman bermain mengingat matahari masih sibuk menyinari kota Seoul. Sayang imajinasinya sama sekali tak dikabulkan sang calon suami. Tentu saja ia sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Kyuhyun saat ini. Imajinasi tingginya harus dibayar dengan hanya pizza.

Kyuhyun yang masih belum merasa bersalah sama sekali, asik memesan pizza yang menurutnya cocok dengan lidahnya. Tak lupa ia juga memesan minuman yang berupa air mineral karena air mineral adalah cairan yang sangat baik untuk tubuh. Setelah merasa makanan yang ia pesan sudah cukup untuk dirinya dan Yoona, ia membayarnya lalu menunggu pizza cepat saji itu selesai dimasak.

“Yoona ya.. kau kenapa?” tanya Kyuhyun saat melihat Yoona memandangnya dengan tatapan tidak percaya.

Aniyo, aku hanya bingung.”

Kyuhyun mempedulikan ucapan Yoona, ia malah asik memainkan hanphone touch screennya. Dan semua yang Kyuhyun lakukan hanya menambah rasa muak pada hati Yoona saat ini. Jika bisa ia lebih memilih turun di jalan sekarang dibandingkan bersama Kyuhyun yang sangat tidak bisa diharapkan. Tapi semua itu masih kalah dengan perasaan tak enaknya dengan Kyuhyun yang sudah memberikan hal hal baru dalam hidupnya.

“Ini pizza nya.” ucap sang penjaga drive thru seraya menyerahkan kotak berisi pizza.

“Ah kamsahamnida..” Kyuhyun langsung mengambil pizza pesanannya itu lalu menaruhnya di bangku bagian belakang. “Bersiap untuk perjalanan jauh Nona Im?”

“Hah?”

Kyuhyun langsung menancapkan gas pada mobilnya. Kakinya yang diselimuti sepatu kulit langsung menginjak gas. Mobil itu menerang angin dan lampu merah. Yoona hanya bisa pasrah kemana calon suaminya yang sudah mulai merebut hatinya itu akan membawanya.

Beberapa jam mereka ada didalam mobil itu. Yoona tak tahu ia akan dibawa kemana. Kyuhyun ia masih asik mengendarai mobilnya. Mobil itu sama sekali tak kehabisan bahan bakar, dari perjalanan yang entah berapa kilometer ditempuh. Benar, Kyuhyun tak tahu sudah berapa jauh mobil ini melaju dan berapa jauh ia meninggalkan Seoul. Mereka tidak berhenti walau keduanya tahu matahari sudah mulai terbenam. Yoona ingin sekali berdiri meluruskan badan walau hanya sebentar, tapi sang pengemudi tidak memberhentikan mobilnya.

“Sampai.” Kali ini Yoona makin tercengang dengan tempat dimana mobil Kyuhyun berhenti.

Semua yang ia lihat, benar benar melebihi imajinasi yang hampir ia kubur. Kyuhyun membawanya ke sebuah tempat yang ada dalam daftar tempat yang ingin ia kunjungi. ‘Bada’ atau lebih mudahnya disebut pantai. Walau matahari sudah terbenam, tapi melihat pantai di malam hari berdua dengan pasangan sangat berbeda rasanya dengan menikmati pantai di siang hari. Mungkin kita tak perlu sun block untuk melindungi kulit kita dari sinar matahari, karena tak ada matahari di malam hari. Tapi di malam hari, pantai yang ramai di siang hari menjadi tempat sepi yang dapat dikatan sangat tepat untuk para pasangan menghabiskan waktu berdua.

“Bagaimana? Kau suka? Ya, walau pizza itu sudah dingin, kita masih ada makanan untuk menjadi teman menikmati pantai ini berdua.” ucap Kyuhyun.

Yoona langsung memeluk Kyuhyun. Tangannya begitu saja langsung meraih tangan Kyuhyun lalu memeluknya dengan erat. Tentu saja Kyuhyun kaget dengan apa yang dilakukan oleh Yoona, apa lagi pelukan Yoona kali ini sangat erat.

“Aku suka, gomawo.” bisik Yoona.

“Kalau kau suka ayo makan, aku sangat lapar. Jangan berpelukan terus, nanti kita disangka pasangan mesum yang sedang ingin bercinta di pantai.” ucap Kyuhyun sambil melepasakan pelukan Yoona dan mengambil pizza yang ia beli tadi.

Kaki Kyuhyun dan Yoona berjalan diatas pasir pantai yang kelihatannya sangat lembut. Mata Yoona masih asik melihat ombak yang datang dari lautan bebas. Sedangkan Kyuhyun mencari tempat yang menurutnya cocok untuknya dan Yoona berpiknik di malam hari. Piknik yang sama sekali tidak di rancang sebelumnya.

“Aku baru tahu, calon suamiku ini romantis.” Puji Yoona saat Kyuhyun mengajaknya duduk di sebuah batang kayu yang tidak tau datangnya dari mana. Mungkin bekas anak-anak remaja yang pernah kesini.

“Kalau aku tidak romantis, kau tak akan pernah jatuh hati padaku nona Im.” ucap Kyuhyun dengan nada sedikit menggoda.

Dibukanya dus pizza yang sudah dingin. Pizza didalamnya juga sudah dingin. Tapi dibandingkan tidak ada makanan ia lebih memilih pizza yang jelas asal usulnya atau mencari makanan yang ada di sekitar tempat mereka berada sekarang yang penjualnya saja terlihat tidak ada niat mendagangkan apa yang mereka jual.

“Yoona, bagaimana pizzanya enak?” tanya Kyuhyu.

“Bukankah semua pizza rasanya sama saja? Kau ini kenapa sih?”

“Aku, ehmm kau habiskan saja dahulu pizza itu.” ucap Kyuhyun dilanjutkan dengan lahapan mulutnya pada pizza yang ia pegang.

Dibawah sinar bulan yang tak seterang sinar matahari. Dibawah gemerlap bintang yang bersebaran di atas langit seakan menjadi hiasan di langit yang hitam kelam. Dengan ditemani suara ombak laut yang tak ada hentinya. Dan di dampingi sejuknya angin laut yang berhembus ke arah mereka. Wajah Yoona sangat berseri secerah mentari di pagi hari. Hatinya gembira dan rasanya bibirnya tak ingin berhenti tersenyum.

“Kau tersenyum.” ucap Kyuhyun.

“Tentu saja, aku sangat senang saat ini.” balas Yoona.

“Kau tersenyum karenaku. Baiklah hari ini aku mau menjadi rentenir pajak. Aku sudah membuatmu bahagia belakangan ini. Dan aku minta bayarannya sekarang.” ucap Kyuhyun.

Mwoya.. tas kutertinggal di dalam ruangan kerja mu Cho Kyuhyun.”

“Siapa bilang aku minta uang dan harta mu Im Yoona. Aku hanya minta ini.”

Kyuhyun mengecup bibir Yoona singkat. Dan kemudian berlari menyelamatkan diri karena ia rasa Yoona akan memukulnya. Yoona yang menjadi korban masih terdiam dan sedikit telat untuk mengejar Kyuhyun. Kyuhyun sudah berlari kearah ombak laut yang sedikit besar saat ini. Kyuhyun terus berlari dan berusaha untuk menghindar dari Yoona.

“Yaaa Cho Kyuhyun berhenti!”

Shireo! Catch me if you can..”

Merasa tenaganya hampir habis, Yoona berhenti mengejar Kyuhyun. Entah mengapa rasanya sangat lucu bahwa perempuan yang mengejar laki-laki. Yoona memutuskan berdiri di tempatnya memandang langit yang dihiasi bintang bintang yang bersinar. Kyuhyun yang asik berlari, berhenti saat menyadari tak ada lagi gadis yang mengejarnya. Gadis itu sudah berhenti di tempat sambil memandang langi malam yang menjadi atap tempat mereka berpijak saat ini.

Kyuhyun menghampirinya dengan langkah perlahan dan mata yang tetap focus kepada Yoona. Dimatanya, gadis itu menjadi gadis yang paling sempurna yang pernah ia lihat. Gadis yang dapat menyihir seluruh isi otaknya untuk berbuat sesuatu hal yang tidak dapat dimasuk di akal. Ia bisa memotong jarinya sendiri bila Yoona yang meminta. Ia bisa menjual mobil Ferrarinya dengan harga murah pada pedangang makanan yang ada disekitar mereka saat ini. Bahkan terjun dari jurang pun akan ia lakuakan asal Yoona yang meminta.

“Aku belum selesai meminta imbalan atas semua yang ku lakukan untuk mu, Im Yoona.”

Saat mencapai titik terdekat dengan Yoona, Kyuhyun memposisikan kakinya untuk berlutut didepan sang gadis. Tangan kanannya mengambil sesuatu dari dalam kantongnya. Sebuah kotak berwarna biru yang terlihat seperti kotak perhiasan mahal. Dibukalah kotak tersebut dan dengan sinar bulan yang cukup terang, benda didalamnya berhasil memancarkan kilauan sinarnya. Benda itu terlalu silau hingga Yoona tak bisa menahan air matanya.

Would you marry me?”

Yoona menganggukan kepalanya. Ia tak tau kenapa kepalanya mengangguk, mungkin hati dan otaknya sudah jatuh cinta pada orang yang melamarnya saat ini.

“Aku belum pernah melamarmu secara resmi. Dan sekarang, aku melamarmu secara resmi. Kau tak boleh lari lagi dari ku.” lanjut Kyuhyun.

“Tuan Cho, menikah denganmu jauh lebih menarik dibandingkan lari dari mu.” balas Yoona.

Kyuhyun bangun dari posisi tidurnya. Tangannya langsung meraih tangan Yoona, memegangnya erat-erat seakan tak mau melepaskannya. Kemudian ia memakaikan cincin yang ada dalam kotak tersebut pada jemari Yoona. Cincin itu nampak cocok pada jari manis Yoona, dilihat dari mana pun semua terlihat sangat cocok baginya.

“Hey, boleh aku minta sesuatu?” tanya Kyuhyun.

“Tentu.” balas Yoona

Tanpa aba-aba Kyuhyun meraih tubuh Yoona, membuatnya dekat satu sama lain. Tangannya memegang pinggang Yoona seakan menguncinya. Bibirnya perlahan menyentuh bibir Kyuhyun. Sungguh pasangan yang sangat bahagia, berciuman di tepi pantai diterangi sinar bulan dengan suara ombak yang menjadi backsound.

Mine.”

***

Botol wine tak bertuan itu, diambil seorang laki-laki bernama Donghae yang setengah mabuk. Di dalam ruang kerjanya, ia masih harus melakukan sesuatu di tengah malam yang sepi ini. Pekerjaannya belum selesai, pikirannya melayang keluar dari tubuhnya. Seorang gadis masih duduk di meja kerjanya yang tak lain adalah Taeyeon, menunggu kapan sang atasan akan keluar dari ruang kerjanya. Rasanya tak enak jika ia pulang terlebih dahulu.

Di dalan ruangan, pria itu duduk di depan komputernya. Kepalanya terasa berat, tubuhnya berkeringat deras. Semua fokusnya seakan hilang didalam dirinya. Ia nampak semakin ling lung. Pekerjaannya masih belum selesai. Keadaan bertambah parah, saat ia sadar bahwa pekerjaan itu harus selesai besok pagi. Ia mencoba bangun dari duduknya, mengambil segelas air untuk membuatnya lebih kuat. Tubuhnya berusaha menjaga dirinya agar tidak jatuh dan pingsan karena ia sadar, beberapa liter minuman beralkohol yang ia minum sejak siang tadi sudah menguasai dirinya. Ia kehilangan keseimbangan dalam dirinya, semua seakan berputar tak beraturan.

BUK

“Lee Donghae!!”

TBC

JENG JENG~ ini dia Lens part 7.. Gimana? bagus ga? Maaf kalau masih ada typo, mungkin karena aku kurang teliti. Jangan lupa Comment dan Like ya~ oh ya boleh dong follow blog aku biar tetep update. 🙂 Maaf ya yang nunggu Cheat harus bersabar~ aku lagi mencoba menamatkan Lens dan membuat Phoenix part 2.. Cheat sebenarnya sudah selesai tapi menurut temen aku, masih kurang romantis jadi agak sedikit aku rombak.. *bow* mian..

15 thoughts on “Lens [ Part 7 ]

  1. KyuNaSifany says:

    muncul jugaaaaa><*histeris sendiri
    aku dah tunggu2 ni ff and masih tetep daebak!!
    lanjut secepatnya ya thor 😉

  2. kintachan says:

    Yaaah~ beda banget sama part sebelumnya. Part ini Kyuhyun-Yoona mendominasi. Aku jadi penasaran sama 2 pasangan lain.
    😀
    Di FF ini, aku mbayangin Eunhyuk kumel banget. Kasian deh
    gak beruntung banget gitu nasibnya. Hehe 🙂

    Oke next part deh~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s