Lens [ Part 8 ]

Matanya kehilangan focus. Badannya kehilangan keseimbangan. Dan yang terparah otaknya kehilangan akal sehatnya. Donghae sama sekali tidak bisa menahan dirinya agar tetap berdiri dengan tegap saat ini. Tangannya mencoba menahan tubuhnya dengan berpijak pada sebuah meja. Perlahan ia berjalan untuk mengambi sebuah document di laci yang berada di sebrang meja kerjanya. Langkahnya menjadi 3x lebih berat dari biasanya, menyulitkan dirinya untuk meraih document tersebut.

Dimatanya ruangannya seakan berputar, membuat ia kehilangan pertahanan terakhirnya. Tangannya tak berhasil menahan badannya sedang kakinya sudah tak punya kekuatan untuk menahan tubuhnya.

BUK

Tubuhnya tersungkur ke bawah membuat bagian tangannya terasa sangat sakit setelah terkena kaki meja yang terbuat dari kayu yang kuat. Ia berusa bangun dari posisinya sekarang, ia coba beberapa kali tapi saat berusaha bangun, semuanya kembali berputar.

“Lee Donghae!”

Mendengar seseorang memanggil namanya, refelks kepalanya menengok kearah suara itu datang. Tapi saat menengok ke arahnya, semua nampak blur sama sekali tak jelas. Tapi dari suaranya, ia tau bahwa orang itu adalah Taeyeon. Taeyeon yang berlari setelah melihat Donghae jatuh tersungkur kebawah mencoba mengangkat tubuh Donghae. Dari jarak sedekat ini, Taeyeon dapat mencium wangi alcohol di daerah bagian mulut Donghae.

“Kau mabuk?” tanya Taeyeon sambil membantu Donghae berdiri dan kemudian duduk di sofa yang ada didalam ruang kerjanya.

Setelah Donghae sudah dalam posisi duduk di sofa, Taeyeon langsung menatap beberapa botol minuman keras di meja Donghae. Semuanya hampir kosong. Taeyeon tak habis pikir mengapa Donghae meminum minuman yang dapat membuat dirinya kacau seperti ini. Dalam sejarah Taeyeon bekerja menjadi sekertaris Donghae, atasannya itu sama sekali tak pernah meminum minuman beralkohol lebih dari 3 gelas.

“Kenapa kau mabuk?” tanya Taeyeon sambil membereskan meja Donghae dari botol botol minuman beralkohol tersebut.

“Molla..” jawab Donghae dengan suara sayu.

Taeyeon langsung mendekatkan diri pada Donghae. Sebelumnya ia menaruh botol botol itu pada jarak yang sangat jauh dari Donghae, ia tak mau lagi Donghae memasukan cairan tersebut ke dalam tubuhnya. Setelah mendapatkan tempat yang cukup jauh dari Donghae, ia meletakannya dan langsung berjalan ke Donghae. Duduklah ia disamping Donghae, sebenarnya ada perasaan takut dalam diri Taeyeon. Jika orang sedang mabuk, ia akan kehilangan kesadaran. Tak tau apa yang ia lakukan dan tak dapat mengendalikan diri.

“Jangan dekat dekat, kau tak mau aku menyerang mu kan?” tanya Donghae

“Kenapa kau belum pulang?”

“Masih ada yang harus ku selesaikan.” Balas Donghae dengan suarah terengah engah.

Taeyeon langsung menuju meja kerja Donghae dan menatap layar screen monitor computer Donghae. Setelah matanya asik membaca apa yang ada didalam monitor tersebut Taeyeon tau bahwa Donghae harus membuat presentasi sekaligus laporan keuangan Lens yang harus selesai keesokan harinya. Dengan kemampuan yang apa adanya Taeyeon mencoba membaca satu persatu baris dalam tabel. Perlahan tapi pasti Taeyeon mulai mengeri isi tabel tersebut.

“Taeyeon ssi, listrik di lantai ini akan segera mati.” Ucap seorang security yang juga ikut lembur malam karena Donghae.

“Kenapa mati?”

“Setiap jam 12 malam hingga 6 pagi listrik di lantai office pasti akan mati.” Jelas sang security.

“Ah.. Kalau begitu, tolong aku bawa Donghae nim ke lobby dan tolong carikan taxi untuk ku.” Ucap Taeyeon sambil membereskan meja Donghae. Ia langsung memindahkan data dari computer Donghae ke dalam usb miliknya.

Saat taxi didapat, sang security langsung membawanya kedalam taxi tersebut. Ditempatkannya Donghae dibangku belakang bersama dengan Taeyeon yang juga ikut masuk kedalam taxi tersebut. Donghae yang mabuk berat dan bisa dibilang tak sadarkan diri, sudah tak bisa ditanyakan dimana rumahnya, tempat tinggalnya. Beruntung Taeyeon baik hati dan mau meminjamkan kamarnya di apartmentnya untuk Donghae.

Didalam taxi Donghae tertidur dengan kepala miring hingga mengenai pindak Taeyeon. Tidurnya seakan lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Tangannya tiba tiba saja mencari cari keberadaan tangan Taeyeon. Taeyeon yang mengetaui pergerakan tangan Donghae langsung memberikan tangannya pada tangan Donghae. Digenggam eratlah tangan Taeyeon seperti tak mau melepaskannya lagi.

“Taeyeon ah~”

Taxi itu akhirnya berenti tepat didepan apartment Taeyeon. Taeyeon mengeluarkan dompet lalu diberinya uang tarif taxi tersebut. Supir taxi itu langsung membantu Taeyeon menyangga tubuh Donghae sampai didepan pintu apartment Donghae.

“Kamsahamnida” Taeyeon sedikit menundukan kepalanya pada supir taxi tersebut.

“Nona, lain kali jangan biarkan suami anda mabuk lagi.” Ujar supir taxi tersebut yang kemudian langsung pergi meninggalkan Donghae dan Taeyeon didepan pintu apartment Taeyeon.

Taeyeon yang sedikit tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh supir taksi itu, bahwa Donghae adalah suaminya langsung membawa Donghae kedalam apartmentnya dan menidurkannya di ranjangnya. Menyelimutinya dengan selimut kesayangannya dan membuka 1 kancing teratas agar Donghae tidak sesak ataupun kepanasan.

Diambilnya USB yang berisi pekerjaan Donghae lalu ia letakan didekat laptopnya yang berada disebuah meja yang berada di ruang tengah. Kemudian ia berjalan kearah dapur mengambil beberapa cemilan dan segelas jus jeruk yang terlihat segar. Ia bawa kedua makanan dan minuman tersebut ke arah ruang tengah dan meletakannya lagi diatas meja yang sama dengan tempat ia meletakan USB. Kemudian ia duduk dilantai, dan mulai menyalakan laptopnya. Kebetulan meja itu rendah jadi ia tak perlu menambahkan bantal untuk menyangga bandannya agar terlihat lebih tinggi.

“Semangat!” ucapnya pada dirinya sendiri.

Mulai dari membaca ulang apa yang dikerjakan Donghae sebelumnya, hingga membuat ulang dengan tampilan yang lebih menarik dan indah. Satu persatu angka dan huruf dimasukan kedalam tabel yang ia buat. Dengan beberapa rumus yang sudah diciptakan oleh si pembuat program. Walau agak membingungkan tapi Taeyeon tetap mengerjakannya. Ia tak mau Donghae terkena masalah karena pekerjaannya tak selesai pada waktunya.

Sinar matahari mulai masuk melalui celah celah korden yang tak tertutup rapat. Cahaya itu langsung mengarah pada Donghae yang tertidur terlentang menghadap langit langit apartement Taeyeon. Matanya perlahan terbuka lalu berusaha mencari focus. Ia ubah posisi tidurnya menjadi duduk. Setelah mendapatkan akal sehatnya kembali, perlahan Donghae mengarahkan matanya ke segala arah didalam kamar yang ia tiduri itu.

“Aku dimana?” tanya Donghae, lebih tepatnya bisik Donghae.

Donghae pun berjalan keluar dari kamar tersebut. Sebenarnya ia agak takut kalau kalau sang pemilik adalah nenek galak yang siap memukulnya atau seorang ahjumma ahjumma yang gila akan pria. Tapi semua ketakutannya hilang saat melihat seorang gadis dengan posisi duduk, tertidur dengan tangan dijadikan bantal seadanya sedangkan meja menjadi tempat menyangganya.

“Taeyeon ah..”

Dengan langkah cepat Donghae mendekati Taeyeon. Karena bunyi berisik yang dibuat oleh Donghae, Taeyeon terbangun dari mimpinya. Ia agak sedikit  terkejut melihat Donghae berada tepat didepannya dengan jarak yang sangat dekat.

“Wuaaa” Teriak Taeyeon sambil meloncat kaget melihat Donghae. “Kau mengagetkan ku.” Lanjut Taeyeon.

“Mianhae, kau membawaku kesini?” tanya Donghae.

“Kau pingsan karena mabuk minuman semalam. Aku tak tega melihatmu jatuh tersungkur di lantai.” Jawab Taeyeon.

“Jam berapa sekarang?” tanya Donghae yang tersadar akan tanggung jawab atas pekerjaan yag harus ia kerjakan.

Tanpa perlu Taeyeon menjawab Donghae sudah dapat melihat jam pada jam dinding yang digantung pada dinding yang tepat berada didepannya. Sedetik kemudian ia langsung bangun dan terburu buru merapikan dandannya didalam kamar tempat ia bangun tadi.

“Aku terlambat. Ini sudah jam 7 dan pekerjaan ku belum selesai.” Ucap Donghae sambil mengancingkan pakaiannya.

“Pekerjaan itu harus di berikan jam berapa?” Tanya Taeyeon yang masih mengaggumi perbedaan sifat Donghae.

Donghae yang ia lihat hari ini, terlihat lebih aneh dibandingkan Donghae yang tiba tiba saja melamarnya di dalam ruang kerjanya. Saat ini, donghae terlihat sangat kacau dan berantakan. Wajah Donghae terlihat panak dan nampak beberapa tetes keringat yang siap jatuh dari ujung dagunya.

“Jam 9.” Ujar Donghae sambil memakai kaos kakinya.

“Sebenarnya.. pekerjaanmu sudah kukerjakan.” Ucap Taeyeon yang berhasil membuat Donghae berhenti dari kegiatannya. Kegiatan yang membuat dirinya terlihat bodoh dihadapan Taeyeon.

“Kau mencoba menenangkan ku dengan cara berbohong? Aish tak mempan Taeyeon ah.. aku serius, aku bisa saja dipecat kalau pekerjaan itu tak selesai.” Ucap Donghae yang kembali melanjutkan akifitasnya.

“Ini! Sudah ku kerjakan semua. Sesuai format yang biasa kau gunakan. Kuberi sedikit warna agar terlihat sedikit menarik. Sedang presentasinya ada didalam USB ini. Sekarang sebaiknya kau cuci wajahmu agar tak terlihat kusam dan duduk kursi meja makanku akan ku buatkan sarapan untukmu. Kalau atu tak salah kau belum makan dari kemarin sore.” Ucap Taeyeon panjang lebar.

Setelah Taeyeon menyelesaikan ucapannya, Donghae masih menatapnya tak percaya. Bukan hanya tak percaya Donghae juga terkesan dengan  apa yang Taeyeon lakukan. Selama ini, Taeyeon paling muak jika diberikan tugas berupa tabel yang seperti Donghae kerjakan. Dari semenjak melihat wajah Taeyeon yang sangat kesal saat melihat tugas tabel yang diberikan olehnya, Donghae memutuskan tidak memberinya pekerjaan itu lagi. Semua ia lakukan sendiri agar Taeyeon merasa betah dan senang bekerja menjadi sekertarisnya.

“Gomawo” Donghae langsung memeluknya dengan erat.

“Lepaskan! Sekarang cepat cuci wajah jelekmu itu lalu duduk disana akan kubuatkan makanan untukmu.” Ujar Taeyeon.

Donghae pun mengikuti semua perintah Taeyeon. Ia masuk kesebuah ruangan yang ia yakini adalah kamar mandi. Ia putar keran bewarna biru yang akan mengeluarkan air dingin. Dengan tangan yang disatukan satu sama lain, Donghae menampung air untuk membasahi wajahnya. Dengan wajah yang sudah basar Donghae memandang cermin yang ada didepannya. Tatapannya menyiratkan kebingungan dan ketidak percayaan. Ia sama sekali tak percaya bahwa ia bisa sedekat ini dengan Taeyeon.

Keluarlah dengan wajah yang sudah kering. Ujung ujung rambutnya terlihat agak sedikit basah akibat cipratan air saat tangannya yang penuh air menguyur wajahnya. Taeyeon yang tadi mengatakan bahwa ia ingin membuatkan makanan untuk sarapan, masih berkutik di daput dengan peralatan dapur.

“Kau masak apa?” tanya Donghae.

“Lihat saja sendiri.” Jawab Taeyeon dengan nada suara yang membuat Donghae merasa penasaan.

“Telur?” tanya Donghae lagi.

“Oo, kau tak suka? Aku juga sudah membuat sandwich.” Balas Taeyon sambil mengangkat telur dari atas penggorengan.

Ditaruhnya telur mata sapi yang ia masak diatas piring besama dengan sandwich. Mereka berdua langsung berpindah dari dapur menuju meja makan milik Taeyeon. Mereka duduk berdua berhadap hadapan, saling memandang satu sama lain tanpa menyentuh makanan yang Taeyeon buat.

“Kau..”

“Kenapa?” tanya Donghae.

“Kau sama sekali tak menghargai tuan rumah yang sudah memberikan makanan secara cuma cuma untuk mu.” Protes Taeyeon.

“Aish kau ini, ara akan ku makan. Aku kira kenapa.” Balas Donghae

Donghae pun mengambil sandwich yang dibuat oleh Taeyeon. Saat mulutnya terbuka Taeyeon memperhatikannya dengan seksama. Matanya membulat besar seakan menunggu sebuah kata keluar dari mulut Donghae. Saat sandwich itu masuk kedalam mulut, Taeyeon ikut membuka mulutnya seakan menggigit sandwich itu.

“Bagaimana?”

“Enak.. ternyata kau pandai memasak ya..tiap pagi buatkanlah aku sarapan dengan begitu tiap pagi aku tak usah mampir ke minimart untuk membeli makanan instan.” Pinta Donghae sambil terus menatap sandwich buatan Taeyeon.

“Jadi setiap hari kau makan makanan instan? Aish itu tidak sehat Donghae nim. Baiklah mulai besok akan kubuatkan sarapan.” Ucap Taeyeon.

Setelag memakan habis sandwichnya lalu langsung melahap telur mata sapi yang terlihat menggoda. Taeyeon pun yang duduk didepannya ikut melahap sandwich yang ia buat. Setelah makanan habis Taeyeon memutuskan untuk mandi sedang Donghae yang ingin berangkat bersama dengan Taeyeon terpaksa menunggu di ruang tengan sambil menonton tv.

5 menit waktu yang dibutuhkan Taeyeon untuk membersihkan diri, 5 menit waktu bagi Taeyeon untuk merapikan penampilannya. Setelah merasa dirinya rapi, ia segera keluar lalu menarik paksa Donghae dari ruang tengah. Jika ia tak mau terlambat mengejar bus untuk menuju Lens, mereka harus bergerak cepat karena bus akan datang kurang lebih 3 menit lagi.

“Ayo cepat!” teriak Taeyeon yang sudah berlari didepan Donghae.

Tepat mereka mencapai halte bus, bus itu datang dan sang supir membuka pintu otomatis bus tersebut. Taeyeon dan Donghaepun masuk kedalam dan memilih duduk di bangku kedua dari belakang. Bangku yang sempit dan kecil membuta bahu mereka saling bersentuhan.

“Donghae nim, tentang ucapan mu kemarin.. apa kau serius melamarku?” tanya Taeyeon dengan nada suara yang sangat gugup.

“Tentu.”

“Kau pasti menyesal.” Ucap Taeyeon.

“Aku tak akan menyesal. Kau bisa masak, terbukti dapat merawatku, cantik dan lagi kau beda dari yang lain.” Balas Donghae dilanjutkan dengan senyuman manisnya yang dapat membuat para gadis jatuh cinta.

Taeyeon pun menganggu seakan mempertimbangkan sesuatu. Taka da yang berbicara sati sama lain lagi ,keduanya mulai sibuk dengan kegiatan masing masing. Taeyeon asik memainkan game didalam handphonenya. Donghae mulai menelpong sang atasan. Hingga akhirnya mereka sampai didepan Lens.

Turun dari bus yang mereka tumpangi, ia langsung menatap seorang namja memakai kemeja bewarna pink cerah dengan celana jeans ketat. Matanya ditutupi kacamata hitam modis ala abad ini. Rambutnya ditata dengan sedemikian rupa sehingga terlihat lebih sempurna. Warna rambutnya yang semula dark brown diubah menjadi blonde. Ia memegang handphonenya seperti sedang berkomunikasi melalu pesan singkat.

“Pria itu, kenapa berubah menjadi menjijikan seperti itu..” desis Taeyeon saat melihat pria yang ada dihadapannya.

“Donghae ah~ Taeyeon ah~ lihat penampilan ku. Bagus atau tidak?” tanya laki laki tersebut.

“Menjijikan” jawab Taeyeon dan Donghae secara bersamaan.

“Eunhyuk ah~ aku tau Jessica adalah designer, tapi bukan berarti kau menjadi budak cintanya dengan memamerkan rancangannya didepan umum seperti ini.” Ucap Donghae.

Eunhyuk langsung melihat orang disekitarnya yang terus menatap ke arahnya dengan tatapan jijik. Mereka seakan memandang Eunhyuk seperti laki laki setengah wanita.

“Aku hanya mendandani diriku, Dan ini bukan pakaian rancangan Jessica aku membelinya kemarin” jelas Eunhyuk.

“Sudah lah aku ada rapat.. Taeyeon ah.. nanti siang temani aku makan siang.” Ucap Donghae yang langsung kabur begitu saja meninggalkan Eunhyuk dan Taeyeon berdua.

Mereka berdua masih diam ditempat. Taeyeon masih mencerna kata kata Donghae yang mengajaknya makan siang. Sedang Eunhyuk ia merasa dibuang oleh sahabatnya. Eunhyuk pun sedikit mendekat ke arah Taeyeon.

“Kau apakan dia?” tanya Eunhyuk.

“Aku hanya memberinya sandwich dan telur mata sapi.”

“Dia menginap?” tanya Eunhyuk lagi.

“Terpaksa..”

“Jangan jangan dia sudah menidurimu ya. Ah bagaimana rasanya milik Donghae enak?” Kali ini pertanyaannya langsung mengarah pada suatu hal yang sangat tidak pantas diucapkan didepan umum.

Taeyeon pun melirik Eunhyuk yang sedikit menunduk saat berbicara dengannya seakan mengejek tinggi Taeyeon yang berbeda jauh dengannya. Kemudian ia kembungkan kedua pipinya menandakan ia kesal dengan apa yang Eunhyuk katakan. Salah satu kaki yang berada didekat kaki Eunhyuk mulai menunjukan gerakan. Dengan heels ia mengangkat kakinya sedikit ke atas dan kemudian..

“Akhhhhhhhhhh!!! YAKK” teriak Eunhyuk.

Ia pun memutar badannya berjalan layaknya model papan atas dan kemudian sentuhan terakhir, ia mengibas rambutnya dengan sangat sempurna. Ia meninggalkan Euhyuhyun sendiri di lobby. Sebenarnya Eunhyuk berada di Lens sepagi ini bukan tanpa tujuan, melainkan Yoona dan Kyuhyun sudah membuat janji dengannya untuk membicarakan rumah Minho yang akan dijadikan tempat dimana mereka akan melangsungkan pernikahan.

Yoona yang memutuskan menginap di rumah Kyuhyun, terbangun dari tidurnya. Setelah semalam menjadi malam yang sangat melelahkan bagi mereka berdua. Yoona tetap saja masih sanggup membuka matanya tepat pukul 8 pagi. Sedang Kyuhyun nampaknya ia benar benar kelelahan, ia termakan  idenya sendiri. Yoona bangun dan sadar bahwa semalam, Kyuhyun tidur disampingnya sambil memeluknya dengan erat.

Dimiringkanlah kepala Yoona sehingga wajah mereka saling bertemu satu sama lain. Terdengah suara hembusan nafas Kyuhyun yang masih sangat teratur tanda ia masih belum sadar dari mimpinya. Dengan hati hati jemari Yoona mulai menyusuri wajah Kyuhyun, menyingkirkan rambut yang berada di sekitar wajahnya. Dan kemudian Kyuhyun langsung mengambil nafas panjang dan membuka matanya, ia nampak sadar dengan apa yang dilakukan oleh Yoona padanya.

“Sudah bangun?” tanya Kyuhyun.

Yoona menganggu sambil membuat singgungan kecil di bibirnya. Kemudian Kyuhyun kembali mengeratkan pelukannya yang agak longgar akibat pergerakan badan Yoona. Memejamkan metanya kembali, seakan mengajak Yoona untuk tidur kembali.

“Kau tidak kerja?” tanya Yoona

“Ani, aku lelah.” Jawab Kyuhyun sambil membenamkan wajahnya di punggung Yoona.

“Mau kubuatkan sarapan?” tanya Yoona lagi.

“Sarapanku disini.” Kyuhyun langsung mengubah posisinya.

Tubuh Kyuhyun kali ini berada di atas tubuh Yoona. Mata Kyuhyun memandang wajah Yoona dengan intens. Perlahan didekatkannya wajah pada wajah Yoona. Setelah wajah dengan cepat kilat Kyuhyun langsung melumat bibir Yoona. Walau sedikit kasar Yoona dan Kyuhyun, keduanya menikmati apa yang Mereka lakukan saat ini. Tangan Kyuhyun yang semula menyangga badannya kini mulai menjalar ke bagian belakang tubuh Yoona. Mencari sleting dress yang ia pakai. Setelah mendapatkannya ia berusaha membukanya. Sleting Yoona terbuka dan dirinya membuka kemeja yang ia pakai.

Tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain. Hawa panas diantara mereka  membuat keringat keringat mulai keluar dari tubuh mereka. Kyuhyun masih belum melepas ciumannya, bibirnya masih terus bermain denganleluasa di bubur Yoona. Sedang tangannya mulai menyentuh tubuh Yoona. Tangan Yoona yang menggelantung di leher Kyuhyun terus meremas remas tubuh Kyuhyun bagian punggung.

DAK

Pintu terbuka semua kegiatan berhenti. Kyuhyun dan Yoona melihat siapa yang membuka pintu kamar Kyuhyun. Sedang orang yang ada didepan pintu langsung menutup pintunya kembali. Rasanya tak enak jika ia mengganggu pasangan yang sedang asik bercinta.

“Noona, lain kali ketuk dulu baru buka. Asih!” Kyuhyun langsung memakai kemejanya begitu pula Yoona yang langsung memakai dressnya lagi.

“Mana Noona tau kau sedang bercinta dengan Yoona.” Balas Ahra dari depan pintu.

“Mengganggu saja..”

Setelah memakai dressnya Yoona memutul kepalanya. Ia sedikit mengutuki dirinya. Ia hampir melupakan sebuah janji bersama Eunhyuk. Ia langsung menyuruh Kyuhyun untuk  mancvxzdi dan bersiap siap, ia pun juga harus membersihkan dirinya dan memilih untuk meminjam pakaian Ahra yang tubuhnya seukuran dengannya.

“Aish ayo Kyu.. nanti Eunhyuk menunggu lama” ucap Yoona sambil menuruni anak tangga.

“Orang itu pasti tak masalah jika menunggu. Tenang saja..” ucap Kyuhyun santai dari belakang Yoona.

Ahra yang sudah siap dimeja makan, duduk terdiam melihat adiknya dan calon adik iparnya menuri anak tangga dengan berisik. Ia seperti nyamuk diantara mereka berdua. Yoona dan Kyuhyun pun duduk di meja makan dan terus beradu mulut satu sama lain layaknya suami dan istri sedang beragumen.

“Kalian berdua kenapa?” tanya Ahra

“Tidak ada apa apa.. sebaiknya kau makan dengan cepat calon istriku tercinta. Nanti Eunhyuk lama menunggu kita.” Ucap Kyuhyun setelah suapan terakhir berhasil masuk kedalam tubuhnya.

Yoona yang masih menyisakan beberapa suap lagi, langsung mengembungkan pipinya. Ia pun langsung mengunyahnya dengan cepat, lebih cepat dari sebelumnya. Saat semua sudah selesai masuk kedalam tubuhnya ia meminum susu yang disediakan oleh Ahra.

“Ayo!” Yoona langsung menarik badan Kyuhyun. “Eonni aku pergi ya! Annyeong!” lanjut Yoona.

“Yoona Daebak! Bisa membuat Kyuhyun menurut padanya… Ternyata Appa tak salah memilihkannya calon istri” ucap Ahra yang kagum dengan cara Yoona mengatur Kyuhyun.

Seumur umur ia hidup dengan Kyuhyun, ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun menurut pada orang. Dengannya hanya terkadang kadang, dengan orangtuanya? Ia akan baik pada mereka jika ada maunya. Tapi kali ini Kyuhyun menurut dengan Yoona, sebuah kejadian langka.

“Yoona ya~ sudah lah kau tenang saja dia tak akan marah.” Ucap Kyuhyun didalam mobil.

Sampai di Lens, Yoona dan Kyuhyun sedikit kebingungan. Keadaan di Lens sangat ramai, banyak tamu manca Negara didalam lobby. Keadaan tersebut membuat keduanya kesusahan mencari Eunhyuk. Ditambah lagi mereka berdua tak tau bahwa Eunhyuk mengubah warna rambutnya dengan warna blonde, atau sewarna dengan para tamu manca Negara yang datang.

“Hey Yoona, lihat turis yang disana!” Kyuhyun menunjuk seseorang yang berdiri ditengah tengah lobby lens.

“Ew,,,” ucap Yoona

“Lihat tubuhnya, lihat apa yang ia pakai. Hahaha so gay” ejek Kyuhyun yang terus menunjuk orang tersebut

“Ya setidaknya dia lebih bewarna dibandingkan dirimu Cho Kyuhyun.” Balas Yoona.

“Aish jangan samakan aku dengannya.” Kyuhyun mengembungkan pipinya menunjukan kekesalannya terhadap ucapan Yoona yang mengecapnya sama sekali tak bewarna.

Orang tersebut membalikan badannya, Kyuhyun dan Yoona berdiri tegap merasa apa yang baru saja mereka bicarakan terdengar oleh orang tersebut. Mereka semakin tegang saat orang yang mereka bucarakan mulai berjalan kea rah mereka dengan wajah datar dihiasi kacamata hitam yang menutupi matanya. Sampai didepan Kyuhyun dan Yoona orang tersebut membuka kacamata hitmanya dan berhasil membuat Kyuhyun dan Yoona tertawa terbahak bahak sehingga banyak orang yang menjadikan mereka pusat perhatian.

“Kalian kenapa?” tanya orang tersebut.

“Eunhyuk oppa, kau kenapa berubah menjadi menjijikan seperti ini..” ucap Yoona dengan tertawa kecil.

“Aku hanya ingin memperindah diriku.” Balas Eunhyuk.

“Kau memperindah atau merusak diri?” tanya Kyuhyun

“Sudah lah~ jangan membahas penampilanku. Yoona ya, appa mu sedang rapat dengan Donghae mungkin setelah itu baru bisa bertemu.” Ucap Eunhyuk.

Kyuhyun dan Yoona masih tak bisa berhenti menertawakan apa yang Eunhyuk pakai saat ini. Eunhyuk hanya bisa mengendus kesal. Tak lama kemudian semua orang mengubah pandangannya pada seorang gadis yang masuk sambil menggendong seekor anjing berbulu putih. Gadis itu mengenakan busana penuh manik manik yang membuat dirinya bersinar saat cahaya mengenai tubuhnya. Bahkan Heelsnya dipenuhi permata permata bewarna putih bening.

Yoona dan Kyuhyun semakin tak bisa menghentikan tawa mereka. Semakin dekat gadis itu kepada mereka, semakin keras Kyuhyun dan Yoona tertawa. Hingga akhirnya gadis itu memukul kepala Kyuhyun dan Yoona.

“Kalian kenapa?” tanya gadis tersebut.

“Jessica ssi, kau kenapa juga berpakaian menjijikan seperti pria itu?” tanya Kyuhyun.

“Menjijikan? Kalian tidak tau fashion? Ya! lebih baik aku bersinar dibandingkan kau suram, lihat pakaian mu dari atas hingga kebawah semua bewarna gelap. Kemeja abu abu celana hitam dan dari warna hitam. Kau buta warna?” tanya Jessica dengan nada mengintimidasi Kyuhyun.

Kali ini hanya Yoona lah yang masih terus tertawa terbahak bahak. Ia sadar bahwa hanya dirinyalah yang paling normal saat ini. Ia sama sekali tak punya alasan untuk membela Kyuhyun saat ini.

“Sudah sudah, jangan bertengkar kita harus mencari tempat untuk berdiskusi.” Ucap Eunhyuk.

“Oo! Sekarang… kita naik saja ke ruangan Donghae, disana ada ruangan untuk rapat.” Balas Yoona.

Mereka berempat ditamah seekor anjing milik Jessica, segera berjalan menuju lift untuk menuju ruang rapat yang akan digunakan untuk membahas tempat dan pakaian yang akan dikenakan pada saat hari pernikahan mereka. Orang orang yang semula memperhatikan mereka, kembali paka aktivitasnya masing masing. Saat di lift Jessica terus memperhatikan Eunhyuk yang berdiri disampingnya.

“Celana mu terlalu ketat.” Ucap Jessica.

“Ara, setelah ini aku akan pinjam celana cadangan milik Donghae.” Balas Eunhyuk.

“Bagus lah, aku malu jalan denganmu jika masih mengenakan celana itu.” Lanjut Jessica.

“Kyu, jangan lakukan itu dirumah. Berbahaya..” ejek Yoona. Kyuhyun hanya bisa mengembungkan pipinya kesal dengan calon istrinya yang terus mengejeknya.

Saat dilantai tempat Donghae bekerja, mereka berempat disambut oleh Taeyeon yang selalu siap sedia didepan meja sekertaris. Wajahnya yang semula biasa saja melihat Yoona yang keluar terlebih dahulu, berubah menjadi tidak enak saat melihat Eunhyuk, Jessica dan Kyuhyun yang menyusul dibelakangnya. Mereka bertiga seperti sedang membuat parade festival.

“Eonni, ruang rapat kosong tidak?” tanya Yoona.

“Kosong.. Donghae baru saja selesai rapat.” Balas Taeyeon.

“Ah bisakah kau telponkan appa ku untuk ke ruang rapat sekarang.”

“Ne.. Ya.. Yoona dilarang bawa parade festival ke office.”

“Aish diam kau!” ucap Eunhyuk.

Sambil menunggu Shinyoon, appa Yoona datang, mereka berempat disuguhi minuman yang mereka yakini adalah teh hangat manis oleh Taeyeon. Saat mencapai meja Eunhyuk, Taeyeon agak sedikit berpura pura tersandung hingga  kemejanya terciprat teh yang akan diberikan oleh Taeyeon pada Eunhyuk.

‘Ah~ maaf aku tersandung” ucap Taeyeon dangan nada berpura pura.

“Aish, kau berpura pura atau hanya ingin membalas ku?” tanya Eunhyuk.

“Hehehe merong” ucap Taeyeon sambil menjulurkan lidah pada Eunhyuk.

Tak berapa lama Shinyoon muncul dari balik pintu, bersama dengan appa dari Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun sama sekali tak mengundang appanya untuk datang ke Lens sekarang. Mungkin Shinyoon lah yang menelpone Hyunil untuk datang menemaninya. Toh yang mereka bicarakan adalah masa depan kedua anaknya.

Shinyoon langsung duduk didekat Yoona sedang Hyunil disamping Kyuhyun. Mereka berdua sibuk menanyakan hubungan anaknya dengan calon menantunya. Hingga terdengar agak berisik. Jessica dan Eunhyuk hanya menjadi penonton bisu yang merasa tak enak jika mengganggu perbincangan antar anggota keluarga.

“Appa, marian kita diam dahulu dan biar Eunhyuk menjelaskan tempat pernikahan kami berdua.” Ucap Kyuhyun pada Hyunil.

Setelah Kyuhyun menyuruh appanya untuk diam, Shinyoon juga ikut diam. Mereka berdua diam lalu memperhatikan Eunhyuk yang mulai menjelaskan tempat dan konsep yang akan dipakai pada pernikahan Kyuhyun dan Yoona yang akan segera digelar.

“Kalian akan menikah di gunung?” tanya Hyunil tak percaya.

“Ani ani, begini appa ingiat Minho kan?” tanya Kyuhyun.

“Ingat, ah kau mau pesta mu di kedainya? Ide bagus, pemandangan disana indah. Tapi bukan kah lebih bagus jika pesta pernikahan kalian dirayakan didalam hotel ini, semua akan terlihat lebih indah dan elegan.” Ucap Hyunil.

“Begini, bukannya aku tak menghargai usaha appa mendirikan hotel ini. Tapi aku ingin pesta pernikahanku berada diluar Lens. Appa pasti suka jika apa berada di tempat Minho. Pemandangannya indah, udaranya sejuk dan tak berpolusi.” Jelas Yoona.

Shinyoon pun mengangguk, ia mengerti apa yang diucapkan putrinya.

“Dan untuk gaun Yoona, aku akan membuatnya sepanjang lutut. Mengingat itu outdoor lebih baik pendek dibandingkan panjang.” Ucap Jessica.

“Jessica ssi, hmm begini aku juga sudah menghubungi salah seorang adik sepupu Kyuhyun yang juga merupakan designer. Kau tau Kim Hyoyeon? Mungkin dia akan membantiu mu.” Ucap Hyunil.

“Ah Hyoyeon, aku tau.” Ucap Jessica dengan raut wajah yang tiba tiba saja berubah total. Ia menggigit bibir bawahnya seakan kesal dengan ucapan Hyunil.

Eunhyuk yang berdiri disamping Jessica melihat perubahan raut wajah Jessica. Sebenarnya ia sedikit penasaran dengan orang yang bernama Hyoyeon. Nama itu terdengar familiar di telinganya.

Tok Tok Tok.

“Masuk!” ucap Shinyoon.

Pintu terbuka dan muncul seorang gadis dengan pakaian yang hampir mirip dengan Jessica. Rambutnya ditata rapi membentuk sebuah kuncir kuda. Make up yang ia gunakan terlihat sedikit tebal dari taraf normal. Ia masuk dengan senyuman yang manis.

“Maaf aku terlambat.” Ucap gadis itu.

“Hyoyeon!!” teriak Eunhyuk. Wajah Eunhyuk berubah pucat seperti melihat hantu.

“O! Lee Hyukjae~”

“Kau kenal?” tanya Jessica sedikit berbisik dekat telinga Eunhyuk.

“Dia mantan kekasih ku. Mianhaeyo~ harusnya aku ceritakan lebih awal.” Balas Eunhyuk yang juga berbisik pada Jessica.

Hyunil langsung mempersilahkan Hyoyeon duduk didekat Jessica agar mereka bisa lebih dekat dan gaun yang akan dipakai Yoona menjadi spektakuler dari pada gaun gaun pada umumnya.

“Jessica ssi,  senang bekerjasama dengan mu.”

TBC

HAHAHA selesai, maaf nih part ini pembahasaannya ga bagus, yang biasa check typo lagi liburan. -_-“ aku ditinggal sendiri dan lagi pula aku lagi diluar negri. Awalnya aku mau post FF ini kemarin tapi ada kendala. Mian yang udah nungguin ampe malem. -_-“ dan sebenernya part ini maunya buat Donghae Taeyeon tapi ga dapet feelnya.. -_- maaffffff Banyak TYPO~ Cheat nanti malam ya dan sebelum membaca mohon perhatikan aba aba dariku ya~ kalau boleh follow twitter aku ya @haena918 follow blog ini juga

19 thoughts on “Lens [ Part 8 ]

  1. Haretami says:

    gyaa, tmbah byk konflik kyaknya, apalagi dgn datangnya hyoyeon?!!

    wah, di jamin k depannya bkal tambah seru,, ini asyik bgt eon,,, 😀 😀
    Daebakkkk, 4 thumbs up 🙂

  2. yoonkyu says:

    aaaa itu, itu…. KyuNa-nya…..
    bikin nosebleed sumpah….
    Waaaaaaaa!!! >,<

    Eunhyuk-Taeyeon nya kocak…
    Wahh, Hyoyeon unni dateng… nambah konflik nih kayaknya….

    Seperti biasa, karya unni emang selalu Daebak. Wohoooo, thumbs up!!
    Next part jangan kelamaan ya unni, sama phoenix part 2 cepet dilanjutin yaaa ^^

    FIGHTING!!

  3. Efyana Reinzha YePpa says:

    kyuna dong thor dibanyakin… wah akirnya kluar dhe part 8 nya stlah skitan lama nunggu..
    oh ya FF yg secret it hari kok gak dilanjutin chingu?
    pdhal bgus bnget lho! q pnasaran sm akhir critanya gmana,,,
    klu bisa dilanjutin y chingu . . .q tunggu FF slanjutnya =d
    ^^FIGHTING…^^

  4. kintachan says:

    wew, penasaran pasti ada alasan lain deh yg buat Jessica agak gugup waktu disuruh kerja sama dg si Hyoyoen. Kyuhyun-Yoona kayanya udah ga ada konflik lg deh~ udah sukses tuh si Kyu
    Tingga Eunhyuk sama Donghae aja
    Lanjut chingu ^^
    Lebih cepat sangat lebih baik, apalagi skr liburan 😀

  5. kyuri says:

    eea bner i2 yg d’blg mrs.evil…..hehehe mian…… cptn author buat yg bru…..v koq ad adegn yadong bgt eea…..hehehe jngn klewt btas eea thor….

  6. Kim Yeonmin says:

    Wah.. Hyoyeon dtg, kyk.a sica rival-an ama Hyoyeon nih, saking cintanya eunhyuk sma jessica smpe nma mantannya dia rada” lupa –” ckckckck…

    Lanjut ya ^^

  7. widy says:

    Author kapan dilanjutin (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩)
    Udh mati penasaran nih author :”(
    Ayolah dipost author kecee

  8. Katy Yoona says:

    Huuuaaa.. makin seruu.. tp yg kisah cntanya seru kyaknya HyukSica deh, soalnya Hyoyeon dteng tuh, psti ada konfliknya. fiiuuhh.. Kyuna aman2 aja sampai saat ini, trus TaeHae jg cma nunggu jwban Tae doang. banyakin konfliknya dong thor. . Over all FFnya menarik bgt. oiya, comentku sbagian ada di ff author yg di Smtown fanfiction. Tp aku gunain Id beda dg yg aku gunain sekarang. Shika mika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s