Lens [ Part 10 ]

Aku akan menunggu sampai kau datang.

Kalimat itu terus terniang dikepala Taeyeon. Ini adalah harinya. Hari dimana ia harus memberi jawaban pada atasannya. Donghae. Memikirkan namanya Taeyeon merasa sangat aneh. Ia seharusnya tak memikirkan atasannya itu. Tentu saja ia tak akan menunggunya. Ini hampir larut malam. Tak mungkin laki – laki itu masuh duduk atau berdiri untuk mendengar jawabannya. Ditambah lagi, Donghae seperti hanya memainkan perasaannya.

“Apa sebaiknya aku check keadaannya?”

Taeyeon pun bergegas memakai sepatunya. Tak perlu ia mengganti baju rumah yang sudah melekat di badannya. Berjaga jaga agar tak ada laki – laki mesum yang mau memperkosanya. Mengingat ini adalah malam hari dan apartmentnya dekat dengan sebuah club malam. Tentu saja banyak orang mabuk disana. Kakinya bergegas bergerak menerjang dinginnya malam itu. Urat – urat kepalanya sedikit menegang. Tangan kanannya tak ada hentinya meremas jari – jari di tangan kirinya. Entah apa yang ada otaknya sekarang. Tapi ia merasa ini sangat aneh. Semoga ia masih berada disana.

Ia berusaha diam. Menenangkan dirinya agar tak melakukan hal bodoh. Sampai di tempat itu, Taeyeon langsung memasang mata sigap. Matanya mengawasi setiap sudut taman tempat ia jatuh dahulu. Donghae, Donghae dan Donghae hanya itu yang ada dipikirannya. Donghae orang yang dicari matanya saat ini. Donghae orang yang berhasil membuatnya seperti orang gila di dalam kerumunan banyak orang seperti ini.

Benar. Laki – laki bernama Donghae itu masih duduk diam. Ia menepati janjinya. Menepati kata kata yang ia ucapkan pada Taeyeon saat ia melamarnya. Taeyeon tersenyum. Ia ingin membalas perasaan laki –laki itu. Yakin Donghae tak akan mempermainkannya. Tapi saat ia mau melangkah mendekatinya, Donghae mulai berdiri. Memperhatikan hanphonenya dengan tatapan nanar dan marah. Ia seperti mendapat pesan yang tak ingin ia baca. Taeyeon pun kembali mundur untuk bersembunyi dibalik kerumunan orang banyak.

“Dia pergi.”

Kau bodoh Taeyeon. Ia tak berhenti mengutuki dirinya sendiri. Mengutuki atas segala kebodohan yang ia lakukan. Berharap Donghae menunggunya adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan saat ini. Pilihan buruk dan harapan yang tak akan pernah terwujud. Akhirnya ia sadar bahwa Donghae adalah salah satu pilihan yang salah dalam hidupnya.

“Bodoh! Kau bodoh Lee Donghae” Teriaknya.

Semua orang memperhatikan Taeyeon yang asik berteriak. Bahkan airmatanya keluar seperti tak akan pernah berhenti. Orang yang melihat hanya bisa menatap bingung apa yang Taeyeon lakukan. Ia seperti orang gila ditengah kerumunan orang waras. Dan penyebabnya adalah Lee Donghae.

***

Badan Yoona mengaku sempurna saat melihat dua orang dibalik pintu. Matanya ingin mengeluarkan air. Berusaha membendungnya tapi tak bisa. Air itu jatuh menetes dipipi Yoona. Mengalir sempurna tanpa halangan ke bagian dagunya. Bibir manisnya membisu tak bisa berbicara. Otaknya masih berusaha memastikan apa yang ia lihat saat ini. Kyuhyun dibawa pulang oleh Seohyun saat sedang mabuk.

Tanpa menunggu Yoona kembali normal, Seohyun menerobos masuk kedalam sambil membopong badan Kyuhyun seorang diri. Tunggu, apa ini salah? Yoona hanya bisa memandang jalanan yang kosong. Hingga Changmin datang, menyadari kebisuan Yoona.

Gwaenchana? Kau tak mengurusi Kyuhyun. Dia mabuk.” Ucap Changmin

“Ah ne~ aku baik baik saja. Kyuhyun sudah bersama Seohyun.. Mungkin ia akan mengurusnya.” Jawab Yoona yang disertai derasnya air mata yang mengalir. Apa ini Yoona yang sesungguhnya. Cengeng dan mudah cemburu?

“Ahra Eonni aku pulang ya.. sudah malam.” Yoona mengambil tasnya yang tergeletak di sofa. Ia segera keluar dari kediaman keluarga Cho.

Ne.. Hati – hati Yoona ya~

Kakinya terus berjalan, melewati aspal yang keras dan dingin. Tangisannya belum berhenti. Dadanya semakin sakit seperti dipukul dengan sebuah palu besi milik Thor. Ia tak tau harus kemana. Tak mungkin ia pulang dengan keadaan yang sangat tidak masuk akal seperti anak yang kehilangan kedua orangtuanya ditengah ramainya pasar malam. Dia benar – benar meninggalkan Kyuhyun bersama Seohyun.

“Kau membuat calon istrinya menangis. Hebat sekali kau nona Seo~” Changmin masuk kekamar Kyuhyun yang terledbih dahulu sudah terisi dengan Seohyun dan Kyuhyun yang mabuk.

“Aku tak melakukan apa – apa tuan Shim.” Balas Seohyun.

“Mungkin kau tak sadar. Kau sudah membuat dia berpikir yang tidak tidak. Walau kau teman baiknya, bukan berarti kau bebas mengurus Kyuhyun seperti dulu. Ia sudah punya calon istri. Kau tak akan merusak hyungan mereka bukan? Atau kau jatuh cinta pada temanmu itu?” Ucapan Changmin langsung membuat leher Seohyun mengarahkan kepalanya menatap Changmin. Tatapan Seohyun sudah memberi jawaban pada Changmin.

Mudah ditebak, jujur dari hati yang paling dalam Seohyun sangat menyukai bahkan mencintai Kyuhyun. Dari dulu sampai sekarang taka da persahabatan perempuan dan laki – laki yang murni 100% berteman. Dan Seohyun mereasa pertemannya dengan Kyuhyun selama ini membuatnya menutup hati pada laki – laki lain selain Kyuhyun.

“Simpan perasaanmu itu. Aku tak mau Kyuhyun tak jadi menikah dengan Yoona” Changmin langsung mengambil alih pekerjaan Seohyun untuk menyelimuti Kyuhyun yang sudah tertidur lelap.

“Dengar Shim Changmin, gadis itu tak tau menau tentang Kyuhyun. Aku berani jamin, ia tak bisa merawat Kyuhyun sebaik diriku merawat Kyuhyun.” Balas Seohyun yang berusaha menahan marahnya.

“Tapi laki – laki yang kau suka itu. Sudah jatuh cinta pada Yoona. Sadarlah. Ia tak akan sekalipun menjadikanmu sebagai istrinya.”

Seohyun pun keluar sambil membanting pintu dengan keras. Beruntung Kyuhyun benar benar dibius dengan berbagai minuman beralkohol yang membuatnya terjaga dalam tidurnya. Sedang Changmin memakaikan selimut pada temannya itu.

Changmin tertegun melihat sebuah foto yang berada di meja tempat Kyuhyun meletakan laptopnya. Ia tak menyangka temannya yang sama sekali tak memikirkan wanita semasa hidupnya, sekarang berubah menjadi orang yang melowdramatis. Ia bahkan menaruh foto Yoona yang difotonya diam diam. Dan tak Changmin sangka, Kyuhyun menghiasnya dengan menggunakan spidol. Gambar hati hati bertebaran di foto itu. Laki – laki itu sangat menyukai, menyayangi dan mencintai Yoona lebih dari apapun. Bahkan mungkin melebihi dirinya sendiri.

Yoona masih bingung kemana dan apa yang harus ia lakukan. Apa yang ia lakukan sekarang adalah menurunkan harga dirinya tanpa sengaja dengan menagis di tepi jalan. Ia tak tau berapa banyak orang yang menatapnya sekarang. Bahkan ini pertama kalinya Yoona menjadi perhatian public secara informal.

Air matanya tak mau berhenti seperti keran yang rusak. Mengalir seperti mata air dari dalam bumi. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi seorang laki – laki yang menurutnya, orang yang tepat untuk dimintai bantuan. Eunhyuk. Entah mengapa nama itu yang mnuncul didalam otaknya. Bukan Donghae ataupun Taeyeon.

Eunhyuk mengangkat handphonenya yang berbunyi. Ia tak menyangka gadis yang menelponenya akan menelphonenya. Jarang – jarang ia menelphone.

Oppa.. hueeeeee” Sunyi, Eunhyuk tak bisa berkata kata mendengar Yoona mennagis diujung sambungan. “Oppa..”

Saat mendengar kedua kalinya Yoona memanggil namanya ia tersadar dari kebisuannya. “Ya.. kau kenapa? Kenapa kau menangis? Dimana kau sekarang” Entah engapa ia sangat kawatir mendengar Yoona diujung sambungan sedang menangis.

“Aku di depan café. Heaven Eleven.”

“Aku kesana sekarang. Jangan kemana – mana”

Tapi saat pintu dibuka, Eunhyuk menemukan sesosok namja yang bersiap mendaratkan sebuah pukulan yang cukup keras padanya. Donghae sudah berdiri didepan pintu rumahnya. Ia seperti peramal yang tau kapan Eunhyuk akan membuka pintu. Beruntung Eunhyuk sering melatih kesigapannya. Tangan Donghae tak jadi mendarat di wajahnya, melainkan di tangannya.

“Kau butuh 10 tahun untuk mendaratkan tangan manismu itu diwajah ku.” Eunhyuk langsung menurunkan tangan Donghae.

Donghae pun mengendus kesal. Matanya berhasil membuat Eunhyuk sedikit merinding. Eunhyuk tau pria yang ada dihadapannya ini sedang marah. Matanya mudah ditebak. Dan mata tak pernah berbohong. “Sebaiknya kau simpan marahmu. Aku ada perlu penting. Nona Lens itu sedang menangis di luar sana.”

Tubuh Donghae menegang. Tentu, ia tau siapa yang Eunhyuk maksud. Kapan Eunhyuk mengenal Yoona? Apa mereka sedekat itu? Donghaepun yang ingin menikuti Eunhyuk tak jadi mengikutinya saat melihat sebuah nomer seseorang muncul di handphonenya.

Yoboseyo, Taeyeon ah.. kau kenapa? Ne?? Ara aku kesana sekarang bersembunyilah!” Donghae segera berlari, mencari jalan tercepat menuju tempat Taeyeon.

***

Malam ini cukup aneh bagi Taeyeon. Ada 2 orang namja yang terus mengikutinya dari belakang. 2 Orang yang terus tersenyum nakal dengan wajah yang sedikit mesum. Kemanapun Taeyeon membelokan arah jalannya, kedua orang itu mengikutinya. Taeyeon yakin itu bukanlah kebetulan. Mereka tentu menginkan sesuatu dari Taeyeon.

“Aish” desis Taeyeon. Ia mempercepat jalannya. Berusaha menghindari kedua orang tersebut.

Habis akal, ia malah tidak lagi berjalan menuju rumahnya melainkan kesebuah tempat yang cukup ramai untuk menghilang dari pandangan kedua orang tersebut.  Setelah dirasa aman, Taeyeon mengeluarkan handphone nya. Tangannya dengan cepat menekan beberapa nomer handphone yang dihapalnya. Tanpa sadar orang yang ia telephone adalah orang yang sangat ia hindari saat ini. Donghae.

Yoboseyo..”

“Donghae –nim…” Terdengar nada menyesal dari suara Taeyeon menyadari orang yang ia telephone adalah Donghae.

“Taeyeon ah~

“Tolong aku..” Taeyeon berusaha menyingkirkan semua yang ada di otaknya saat ini. Ia hanya peduli pada nyawanya saat ini. Bagaimanapun nyawa adalah nomer 1 baginya. Ia bukan kucingyang punya 9 nyawa.

“Kau kenapa?”

“Ada dua orang yang mengikutiku. Aku ada di kawasan makanan yang dekat dengan apartmentku.” Balas Taeyeon.

Ara aku kesana sekarang. Bersembunyilah!”

Taeyeon langsung masuk ke sebuah gang kecil diantara beberapa restaurant. Tempat itu gelap. Hanya ada cahaya bulan yang menerangi tempat tersebut. Sebenarnya Taeyeon agak ragu masuk kesana. Melihat disekitarnya taka da tempat yang lebih pantas untuk dijadikan tempat sembunyi, terpaksa ia masuk ke gang gelap tersebut.

Mungkin sekarang Taeyeon hanya bisa menyesali pilihannya untuk bersembunyi di sebuah gang yang gelap. Kedua orang tersebut juga menjadikan gang tersebut sebagai tempat mereka mencari keberadaan Taeyeon. Ia hanya bisa pasrah dan berharap Donghae datang tepat waktu. Tidak terlambat ataupun tak bisa menemukannya.

Nafas Donghae mulai tersengal- sengal setelah berlari dari rumah Eunhyuk menuju tempat dimana Taeyeon berada. Otaknya sudah tak bisa terpakai lagi. Ia meninggalkan mobilnya di rumah Eunhyuk dan memilih untuk berlari. Akal sehatnya sudah menghilang. Ia merasa dirinya semakin aneh hari ini, setelah Taeyeon tidak datang menemuinya untuk memberikan jawaban akan lamarannya, otak dan tubuhnya sudah tak bisa bekerjasama lagi membuat gerakan selaras.

“Taeyeon!! Kim Taeyeon” Ia berteriak sambil memutar badannya. Berusaha mencari seorang gadis yang menelphone meminta bantuannya tadi.

“Ahhh”

Dari sebuah gang gelap. Nalurinya bekerja. Ia langsung berlari ke gang tersebut. Ia yakin suara yang ia dengar itu adalah suara Taeyeon. Dari sekian banyak orang yang berlalu lalang, kenapa hanya Donghae yang mendengar? Aneh. Apa ini yang disebut jodoh?

“Taeyeon ah..”

Mata Donghae langsung menegang saat ia melihat gadis mungilnya itu sudah dipegangi oleh salah satu dari kedua orang tersebut. Tangannya dikunci agar Taeyeon tak bisa bergerak. Jelas dua orang itu mempunyai badan yang cukup besar, tidak seperti Taeyeon. Donghae kembali melayangkan pukulan mautnya pada orang yang asik memegangi Taeyeon. Ia biarkan orang yang tak menyentuh Taeyeon. Yang ia butuhkan adalah membawa kabur Taeyeon dari tempat itu. Tanpa berkelahi atau saling memukul satu sama lain.

“Hey, bocah ingusan. Berani sekali kau!” Bentak orang yang dipukul olehnya.

Saat menyadari dirinya bebas dari cengkraman laki – laki itu, Taeyeon langsung berlari kebelakang Donghae. Melindungi dirinya. Donghae pun langsung menendang perut salah satu laki – laki itu hingga ia jatuh menimpa orang yang berada dibelakangnya. Dan saat itu juga Donghae langsung menarik Taeyeon untuk berlari dari tempat itu. Ia sadar, badannya tak sebesar kedua laki – laki itu dan lagi tak mungkin ia menyia- nyiakan nyawanya. Ia dalam karir yang sedang bagus.

“hah.. hah.. Bisakah kita berhenti dulu? Sepertinya mereka sudah menyerah.” Ucap Taeyeon.

“ah.. ne.. ayo ke café itu.” Donghae menunjuk sbeuah café kecil yang menaruh ‘24hours’ dibawah nama café tersebut. Merekapun masuk kedalam. Mengambil tempat yang jauh dari jangkauan jendela, mengantisipasi kedua orang tadi.

Gawanchana?” tanya Donghae.

Ne.. Gwaenchana untung saja Donghae nim datang tepat waktu.” Balas Taeyeon.

Sunyi. Tak ada lagi yang melanjutkan bicara. Hingga akhirnya sang pelayan café itu menawarkan menu pada mereka berdua. Mereka sibuk memilih minuman yang akan mereka minum.

Ice Lemon tea” ucap keduanya bersamaan.

2 ice Lemon Tea.. ada lagi?”

“Tidak” balas merek berdua bersamaan lagi.

Pelayan itu kembali ke tempatnya. Pelayan itu nampak sibuk untuk membuat ice lemon tea yang Donghae dan Taeyeon pesan. Donghae pun memutuskan untuk membuka mulutnya. Ia tak mau ada es diantara mereka.

“Kau tidak datang.” Ucap Donghae.

“Aku datang, tapi kau pergi.”  Balas Taeyeon.

“Kau datang? Kenapa tidak menghampiriku?” Tanya Donghae.

“Sudah ku bilang, kau pergi. Aku tak tau apa yang kau baca sehingga membuatmu, pergi dari tempat itu.” Jawab Taeyeon.

Donghae pun mengeluarkan handphonenya. Sedikin menyentuh layar hanphonenya yang touch screen. Ia seperti sedang membuka sesuatu diidalam handphone itu. Dan diberikannya handphone tersebut pada Taeyeon.“Kau mau tau alasanku pergi kan? Aku menemui orang didalam foto ini” ucap Donghae. Sambil menunjukan foto dimana Eunhyuk sedang menggendong Taeyeon.

Taeyeon mengerjap – ngerjap matanya. Darimana Donghae dapat gambar tersebut? Tak mungkin Donghae mengubah pekerjaannya dari direktur keuangan menjadi seorang stalker. Dan apa yang Donghae lakukan pada orang yang didalam foto itu? Ini salah paham.

“Kau apakan Eunhyuk oppa?” tanya Taeyeon sedikit takut.

“Bulum ku apa – apakan. Setidaknya kau jujur dengan photo itu sudah menyelamatkan nyawanya.”

“Aish, baiklah.” Taeyeon mengembalikan handphone tersebut pada pemiliknya. “Kau ingat kau tidur sambil memeluku? Lalu aku berlari kabur keluar.. tanpa menggunakan sepatu. Dia hanya menolongku sampai kerumah.” Lanjut Taeyeon.

“Hanya itu?”

“Tentu saja. Memangnya apa lagi.”

Donghae terdiam. Ia menunduk malu. Sebelumnya ia mengira bahwa Eunhyuk dan Taeyeon didalam photo itu sedang berpacaran. Melihat Eunhyuk menggendong Taeyeon didalam photo tersebut. Dan bodohnya ia seperti tak percaya pada Taeyeon.

“Aku kira kau berpacaran dengannya. Aku kira kau tak datang karena Eunhyuk.” Ucap Donghae malu.

Taeyeon menunduk “Aku.. Kira, kau pergi karena Jessica.” Katanya sambil meremas jemari kirinya dengan tanagn kanannya. “Malam itu, aku melihatmu memeluk Jessica. Kalian berdua.. seperti..”

“Berhenti disitu. Aku memeluknya karena ia menangis gara- gara Lee Hyukjae bodoh itu. Kau tau sendiri mereka berdua saling suka tapi tak berani mengungkapkan. Sama seperti kit..” Donghae memberhentikan ucapannya. Ia memukul bibirnya seakan mengutukinya.

Wajah cantik milik Taeyeon itu kembali terangkat. Matanya memandang Donghae dengan bingung. Ia tak menyangka, Donghae menyamakan hubungan mereka dengan Eunhyuk dan Jessica. Hubungan mereka tentu jauh lebih normal dibandingkan hubungan Jessica dan Eunhyuk. Semua orang tau itu.

“Begini.. Jadi semua sudah jelas. Kita hanya salah paham. Aku mencintaimu Kim Taeyeon. Masih maukah kau menerimaku?” tanya Donghae. “Jadilah nyonya Lee untuk ku.” Lanjutnya.

Sebelum Taeyeon menjawab, sang pelayan datang membawa dua gelas ice lemon tea. Pelayan itu seperti iklan ditengah adegan penting didalam suatu drama. Dan hebatnya pelayan itu tak sadar kalau ia menjadi gangguan dalam menyatakan cinta.

“HAHAHA” Keduanya tertawa dan berhasil membuat pelayan itu terbingung – bingung.

“Baik. Kim Taeyeon, aku butuh jawabanmu.”

1 menit Donghae menunggu. 5 menit. 10 menit.. Taeyeon tak kunjung menjawab. Akhirnya Donghae memberikan pilihan lain. “Jika kau mau menjadi nyonya Lee ku. Cium pipi ku dan bila tidak mau kau boleh menampar wajah tampanku ini” ucap Donghae.

Ternyata pilihan yang diberikan Donghae jauh lebih mudah dibandingkan menjawab pernyataan cinta dari Donghae. Taeyeon langsung berdiri. Jantungnya berdebar tak karuan seperti sedang dipacu untuk berlari. Ia sedikit bingung dengan pilihannya. Apa ia harus menamparnya atau menciumnya atau menciumnya lalu menamparnya atau menamparnya lalu menciumnya. Aish pilihat yang sulit.

Mianhae Donghae -nim..”

PLAK.

Taeyeon berhasil menampar pipi Donghae dengan cukup keras. Dan para pelayan langsung mengalihkan perhatian mereka pada Donghae dan Taeyeon.

“Ah.. aku mengerti.. Baiklah..” Wajah Donghae hambar.

Rasanya Donghae ingin pergi dari tempat itu sesegera mungkin. Tapi sebagai laki laki gantle , tak mungkin ia pergi begitu saja. Ia hanya bisa duduk meratapi nasibnya yang habis ditolak oleh yeoja yang ia kejar kejar selama ini. Sial sekali diriku ini.

Tapi kemudian, Taeyeon tidak langsung duduk dikursinya lagi. Gadis itu masih berdiri di tempatnya. Ia memandang Donghae dengan tatapan mengejek. Ia tak percaya Donghae akan diam saja saat ia menolaknya. “Donghae -nim.. bisakah kau berdiri?” tanya Taeyeon.

Ne?”Donghae berdiri di tempatnya.

“Menunduklah sedikit. Kau terlalu tinggi..Aku ingin membisikan sesuatu.” Ucap Taeyeon.

Donghae dengan hati yang sakit menunduk. Taeyeon yang masih susah menjangkau telinga Donghae harus sedikit berjinjit. Hingga akhirnya Taeyeon berhasil meraih pundak Donghae

Babo

Sebuah ciuman pipi singkat langsung mendarat di pipi Donghae. Pipi yang semula ditampar hingga perih langsung menjadi pipi paling beruntung didunia. Bagaimana tidak, ciuman manis dari Taeyeon hinggap dipipinya. Apa ini artinya Taeyeon menerimanya?

“Jadi?”

“Aku mau bodoh..”

Para pelayan café itu langsung menari senang melihat Taeyeon dan Donghae. Entah mengapa mereka benar benar senang melihat Donghae dan Taeyeon. Setidaknya Donghae dan Taeyeon menjadi hiburan mereka saat shif malam berlangsung.

***

“Yoona!!” Eunhyuk menerobos seribu satu orang yang berlalu lalang di jalan itu. Ia bingung pada jam malam seperti ini masih saja penuh dengan manusia manusia.

Yoona yang semula menjadi tontonan masal orang yang melewatinya, langsung berdiri dan berlari kearah Eunhyuk. Ia hanya ingin mencari orang yang dapat memberhentikan tangisnya. Ia tau Eunhyuk adalah orang yang periang dan cheerful mungkin ini alasan kenapa Eunhyuk yang ia telephone. Ia tak mau Kyuhyun melihatnya menangis.

“Kau tidak apa apa?” tanya Eunhyuk sambil memposisikan kepala Yoona di bahunya.

Molla.. aku tak tau. Aku bingung. Harusnya aku senang tapi air mataku tak bisa berhenti keluar.” Ucap Yoona yang berhsil membuat Eunhyuk yang tak tau apa apa apa ikut bingung.

“Baiklah kau sukses membuatku bingung nyonya Im. Lebih baik kau ku pulangkan ke rumah mu.” Ucap Eunhyuk sambil menarik tubuh Yoona untuk ikut dengannya.

Shireo..” Yoona mematung.

“Lalu?”

Molla..”

“Aish baik lah… Kau ikut dengan ku.” Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil Eunhyuk.

Jujur saja, Eunhyuk sedikit rishi membawa putri pemilik Lens. Ia takut disangka menculiknya. Tapi dibandingkan ia meninggalkan gadis cantik di pinggir jalan dan menjadi tontonan public, ia lebih baik disangka sebagai penculik. Hatinya tk snaggup melihat Yoona menangis dipinggir jalan seorang sendiri.

Yoona memperhatikan jalan. Ia banginung kemana Eunhyuk akan membawanya malam malam seperti ini. Hingga akhirnya mobil itu berhenti di rumah yang memiliki kaca yang sangat besar. Ia pun turun lalu mengikuti Eunhyuk berjalan menuju ke halaman rumah itu.

Ting Tong

Berkali kali Eunhyuk menekan bel rumah itu. Ia seperti tamu yang tak tau diri.

“Ada apa?? Ini sudah malam bodoh! Kau mau ku laporkan ke polisi?” Pintu itupun terbuka dan mata pemilik rumah itu kaget minta ampun melihat orang yang ada didepan pintu rumahnya.

Hi.” Sapa Eunhyuk kaku.

“Ada apa?”

“Aku mau menitipkan Yoona disini. Ia tak mau pulang. Dan sepertinya tak etis jika ia menginap dirumah laki – laki selain calon suaminya.” Jelas Eunhyuk.

Jung Jessica, si pemilik rumah mau tak mau mempersilahkan Yoona masuk kedalam rumahnya. Sedang Eunhyuk agak ragu Jessica memperbolehkannya masuk atau tidak. “Kau tidak masuk tuan Lee?” Tanya Jessica. Dan akhirnya ia pun melangkah masuk ke dalam rumah Jessica.

Si pemilik rumah langsung menunjukan sebuah kamar yang cocok untuk ditiduri Yoona. Ya, ia tak tau akan kedatangan tamu dadakan seperti ini, semua kamar yang ada masih berantakan. Bahkan ada kamar yang penuh dengan kain kain. Jessica memutuskan Yoona tidur di samping kamarnya. Ada sebuah kamar yang ia gunakan untuk membuat gambar rancangan menjadi pakaian yang real. Dan disana ada gaun yang mau ia presentasikan untuk pernikaahn Yoona dan Kyuhyun.

“Kau sudah aman disini. Aku pulang ya.” Eunhyuk langsung minta ijin pulang. Ia mereasa Jessica agak rishi dengan kehadirannya disini. Hah.. inikah akhir hubungan mereka? Yang semula semanis gula sekarang berubah menjadi kopi yang sangat pahit di lidah.

Jessica menatap Eunhyuk yang sudah siap untuk keluar dari rumahnya. Sebagai pemilik rumah yang baik, ia mengantar Eunhyuk keluar dari rumahnya.  Menuju pintu utama tempat ia masuk. Tak ada yang memulai bebicara. Sunyi senyap seperti tak ada orang di rumah itu. Mereka sangat kaku satu sama lain. Taka da canda tawa dari Eunhyuk. Tidak seperti biasanya.

“Hey, Jung Jessica. Aku sudah tak ada rasa padanya. Percayalah pada ku.” Ucap Eunhyuk sebelum ia masuk kedalam mobilnya.

“Aku percaya pada mu Lee Hyukjae. Tapi ini sudah larut sebaiknya kau pulang dan kita bicarakan ini besok di Lens.” Balas Jessica yang kemudian menutup pintu rumahnya lalu menguncinya.

Senyuman kecil tampak di wajah Jessica. Ia akhirnya bisa tersenyum seperti itu lagi, setelah berbagai kesalah pahaman terjadi di antaranya dan Eunhyuk. Entah mengapa otaknya menyetujui bahkan mempercayai apa yang Eunhyuk ucapkan. Apa yang laki – laki itu ucapkan selalu membuat otaknya sulit untuk berpikir lurus kedepan. Eunhyuk seperti obat bius yang membuatnya tergantung padanya.

Ia pun kembali menuju tempat Yoona berada. Bingung. Ia bingung melihat Yoona yang berdiri didepan gaun rancangannya. Memegang kain putih yang ia pakai untuk dress tersebut. Matanya kosong. Bahkan ada air yang keluar dari matanya. Apa ada yang terjadi pada dirinya? Tentu saja. Laki – laki yang akan menikahinya itu masih tak bisa menikahinya karena sahabat baiknya jatuh cinta padanya.

“Kau kenapa?” tanya Jessica. Ia lansung masuk tanpa mengetuk pintu. Tapi Hey~ ini rumahnya. Ia adalah ratu sekaligus raja didalam rumah tersebut. Sedang Yoona hanya tamu kerajaannya.

Yoona menengok ke arah Jessica yang tiba tiba masuk kedalam kamar yang dipinjamkannya. Ia tau Jessica melihatnya menangis. “Aniyo aku hanya memikirkan…” Ia bahkan tak tau bagaimana cara menyelesaikan ucapannya.

“Kyuhyun?” tanya Jessica. “Dia kenapa?”

“Dia.. tidak apa apa. Jessica ssi.. Apa kau percaya pada Eunhyuk?” tanya Yoona.

Gadis yang semula berdiri di pintu, berjalan masuk dan duduk di tempat tidur kecil berseprei putih. Ia menepuk nepuk kasur disebelahnya, seakan menyuruh Yoona duduk disampingnya. Yoona pun duduk di samping Jessica, dengan tangan sibuk menghapus air matanya.

“Katakan padaku, apa dasar kau bertanya itu pada ku?” tanya Jessica.

“Aku hanya ragu.. untuk menikah dengan Kyuhyun.” Balas Yoona.

“Kenapa kau harus ragu. Bukankah Kyuhyun sudah jelas sangat mencintaimu?”

Yoona mengambil nafas panjang. Lalu perlahan melepaskan nafas yang tadi ia hirup melalui mulutnya. “Itu menurut mu. Aku bahkan tak tau, apa warna kesukaannya. Makanan.. Minuman dan hal apa yang ia sangat sukai. Tidak seperti sahabatnya Seohyun dan Changmin.” Kata Yoona dengan nada yang berat, seakan menyesali keputusannya untuk menikahi Kyuhyun.

“Apa itu penting? Kau tak perlu tau makanan, minuman , dan hal apa yang ia suka. Kau bisa tanyakan padanya nanti. Yang terpenting adalah bagaiman akau percaya padanya. Bukan hal favorite atau makanan dan minuman kesukaan. Jika Changmin dan Seohyun tau tentang Kyuhyun, itu karena mereka sudah mengenal Kyuhyun sejak lama. Yoona ya.. dengarkan aku. Percayalah pada Kyuhyun, kalau ia serius ingin menikahimu. Maka ia akan menikahi mu. Jangan pedulikan hal lain atau apa kata orang tentang Kyuhyun.” Ucap Jessica.

Mata Yoona langsung menatap Jessica “Tapi Seohyun, sepertinya ia mencintai Kyuhyun.” balasnya.

Ah~ abaikan saja dia. Kalau dari penglihatan ku, Kyuhyun hanya mencintaimu. Percuma saja Seohyun mengejarnya hingga ke ujung dunia. Jika Kyuhyun hanya menyukai bahkan mencintaimu maka usahanya akan sia sia. Cinta tak bisa dipaksakan bukan?” Balas Jessica.

Yoona tersenyum. Untuk beberapa saat ia terhibur dengan ucapan Jessica. Tapi pikirannya tak bisa lepas dari Kyuhyun. Ia terlihat agak menyesal kenapa ia harus lari dari rumah Kyuhyun dan meninggalkan Kyuhyun bersama dengan Seohyun.

“Sudah sebaiknya kau tidur, besok kau harus menemui calon suamimu itukan?” tanya Jessica.

“Hmm.. Eonni, bolehkan aku memanggil mu itu?” tanya Yoona

“Tentu.. anggap saja aku eonni mu. Sepertinya kau cocok dijadikan adik perempuan. Sudah lama aku menginginkan seorang adik perempuan.” Ucap Jessica.

Mereka berdua tertawa puas satu sama lain. Mengingat keduanya adalah anak tunggal. Jessica yang juga hidup seorang diri terkadang merasa kesepian didalam rumah yang sebesar istana. Sedang Yoona anak yang kesepian karena kekangan keluarganya.

***

Sinar matahari mulai menerobos masuk kesebuah kamar. Laki – laki berbau alcohol itu mulai membukanya secara perlahan. Setelah melewati malam yang panjang akhirnya ia memutuskan untuk bangun. Ia tak tau ia terlewat beberapa kejadian yang mungkin akan membuatnya bingung hari ini. Ia lihat teman yang menjerumuskannya kembali kedalam kehidupan ‘gelap’nya tertidur di kamarnya.

“Cih.. masih disini dia.” Desis nya.

Merasa perutnya kosong. Ia beranjak keluar dari kamarnya. Menuju tempat dimana noonanya memasak makanan. Ia tau noonanya itu adalah orang yang sangat rajin. Tak mungkin ia bangun telat untuk menyiapkan sarapan. Dan lagi pula ini sudah mau masuk ke jam 9.

Noona.. begopa yo~” erangnya.

O Kyuhyun! Kau sudah bangun.”

Laki laki itu langsung mengusap usap matanya dengan kedua tangannya. Mencubit pipinya dan menamparnya satu kali. Apa hari in iadalah ulang tahunnya? Di pagi hari menjelang siang ini, ada seorang malaikat hinggap di dapur rumahnya. Wajah cantik yeoja itu sempat menghipnotis Kyuhyun untuk terus memperhatikannya. Rambut dulu panjang ia potong menjadi sebahu. Ia terlihat lebih segar dan cantik dibandingkan sebelumnya.

“Yoona~” Kyuhyun langsung meraih pinggang Yoona yang asik menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun.

“Lepaskan aku Cho Kyuhyun atau makanan ini akan mengotori dapur noona mu. Kau mau menjadi duda sebelum menikah?” tanya Yoona.

Shireo.. kau belum pulang dari semalam?” tanya Kyuhyun sambil terus memeluki Yoona. Ia tak peduli Yoona marah atau tidak, yang terpenting ia masih bisa memeluk gadisnya itu.
Yoona segera meletakan makanan yang ia masak di meja makan. Ia tak mau mengotori dapur milik Ahra. Ia masak lebih banyak karena ia tau bahwa Changmin masih ada didalam rumahnya. Sedang Ahra sudah ijin pergi saat ia sudah sampai didepan rumah ini. Jessica lah yang mengantarya kesini. Sayang Jessica tak bisa ikut srapan pagi di tempat ini karena sudah ada janji dengan salah seorang teman untuk meminta saran akan wedding dress yang ia rancang.

“Sudah, tapi aku bosan dirumah jadi aku kesini saja.” Jawabnya sedikit berbohong. “Sekarang, Cho Kyuhyun yang malas, cepat bangunkan temanmu itu untuk sarapan.” Lanjut Yoona sambil mendorong tubuh Kyuhyun.

Shireo, aku hanya ingin memelukmu. Biarkan saja dia tak makan pagi. Lebih romantis jika makan berdua, dibandingkan bertiga dengan laki laki bodoh itu.” Balas Kyuhyun.

“Tak perlu repot – repot membangunkan ku. Aku sudah bangun. Hanya orang tuli yang tak bangun jika mendengar suara orang bemesraan seperti kalian. Menjijikan sekali pagi pagi sudah berbuat mesum.” Ejek Changmin yang langsung mengambil sandwich.

Kyuhyun langsung memajukan bibirnya beberapa centimeter kedepan. Ia sedikit kesal dengan kehadiran Changmin yang merusak rencana sarapan pagi berdua dengan Yoona.

“Tak usah melihatku seperti itu, Tuan muda Cho. Aku ini manusia aku juga butuh makan. Betul tidak Yoona ssi?” tanya Changmin.

“Hahaha tentu saja semua manusia butuh makan. Sudah jangan bertengkar lagi. Toh lain kali kita bisa sarapan berdua.” Yoona langsung duduk dan mengikuti Changmin menyantap sandwich buatannya.

Disaat Yoona dan Changmin menyantap Sandwich, Kyuhyun harus menyantap sup hangat buatan Yoona. Perutnya membutuhkan makanan hangat. Kyuhyun dan Changmin sepanjang sarapan pagi itu taka da hentinya menghina satu sama lain. Dan semua yang mereka katakan membuat Yoona merasa geli hingga akhirnya dia juga ikut tertawa.

“Jadi kita mau kemana nona Cho?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin pergi ke tempat yang agak jauh dari Seoul. Aku ingin mencari tempat yang sepi. Entah mengapa kepalaku sangat pusing” ucap Yoona.

“Baiklah~ Kalau begitu kita beli ticket ke Jeju bagaimana? Disana ada rumah saudara ku. Kita bisa menginap disana. Honeymoon sebelum menika~” ucap Kyuhyun.

“Tak perlu, Jeju.. Ke tempat Minho saja..” balas Yoona.

Kyuhyun memandang calon istrinya tersebut. Ia bingung ada apa dengan Yoona. Kenapa cara ia berbicara sangat berbeda dari biasanya.

“Baiklah~ Kau putrinya disini. Aku tak bisa menolak. Setidaknya aku ada waktu berdua dengan mu tanpa si parasit satu itu.”

Kyuhyun langsung menekan gas mobil Ferrari kesayangannya. Ia segera menuju tempat yang Yoona maksud. Memang benar disana cukup tenang dibandingkan di pusat kota tempat Lens berada. Bukan hanya suara tapi suasana disana juga lebih mendukung untuk menghilangkan penat di kepala. Sejuk dan dingin tanpa menggunakan AC.

Dari kejauhan mobil Kyuhyun mulai terlihat. Minho yang sedang asing mencuci piring langsung bangkit berdiri dan melepas rang tangan karet yang ia gunakan. Ia menatap mobil Kyuhyun.

Hyung.. ada apa?”

“Yoona ingin mencari tempat sepi” balas Kyuhyun.

“Kau memilih tempat yang tepat hyung. Kebetulan tak ada pelanggan di kedai ku.” Minho langsung mempersilahkan Kyuhyun dan Yoona untuk masuk kedalam.

Yoona memimpin jalan. Ia memilih tempat diluar. Kebetulan hari itu tak cukup cerah dan tak juga mendung. Angin bertiup juga tak terlalu kencang. Cocok untuk tempat duduk disaat hati sedang gundah. Yoona menatap meja tempat ia duduk dengan tatapan kosong. Kyuhyun tau gadis itu sama sekali tidak baik baik saja. Ia punya masalah tapi ia menyimpannya didalam hatinya.

“Sekarang, jujurlah padaku. Apa yang mengganggu otakmu itu hingga kau berlaku sangat aneh hari ini Im Yoona.” Kyuhyun menggenggam tangan Yoona. Cukup Erat, membuat Yoona susah menggerakan jari jarinya.

Yoona menegakkan posisi duduknya. Ia menatap Kyuhyun yng duduk tepat disebrangnya. Kemudian mengambil nafas dalam dalam, lalu dikeluarkannya juga dengan perlahan melalui mulutnya. Ia sudah siap untuk mengatakan semuanya pada Kyuhyun. Mengatakan apa yang ia rasakan.

“Kyuhyun..”

“Ya.?”

“Apa Kau mencintiaku?”

-TBC-

Hello Hello~ apa kabar? Sudah lama ya aku ga update FF. Minggu lalu, aku nanya mau apa dulu di post taunya pada minta Lens. Jadi aku post ini dulu. Kemungkinan minggu depan aku post Phoenix. Cheatnya istirahat dulu ya~ Btw tentang SMTOWNFF themesnya unyu deh~ aaa~ *ketauan udah lama ga buka * Apa lagi ya~ oh IYA aku ada topi SPAO ulangtaunya Siwon..masih baru.. kalau ada yang minat mention aku ya~ @haena918 . Maaf itu masih ada Typo.. hmn -_- maaf sekali kagi atas keterlambatannya

13 thoughts on “Lens [ Part 10 ]

  1. yoonkyu says:

    DAMN… eonnie~ TaeHaenya keren abis… envy juga sih sama Danshin eonnieku yang imut, yang berhasil meluluhkan hati Haeppa…. ;___;

    Itu Seo eonnie bikin geregetan deh… “eonnie-yaa, kyu oppa itu hanya cinta pada yoong eonnie. deal with it, ne???”

    “Simpan perasaanmu itu. Aku tak mau Kyuhyun tak jadi menikah dengan Yoona”
    forever agree sama Changmin oppa…. aaa, i heart u, chang oppa :*

    terus itu moment TaeHaenya pas di cafe suka banget, sukses bikin mesam-mesem sendiri.
    Awww YoonHyuk, suka banget kalo YoonHyuk as sibling gini…. ;D
    YoonSic juga, they such a cutie sister together….

    Langsung tahan napas pas baca endingnya….
    will kyu oppa said ‘yes’…???

    Aaaaa, curious eonnie…. curious to the max….
    moga tetep KyuNa, sampe akhir tetep KyuNa….

    ditunggu update-an selanjutnya eonnie~aa, FIGHTING!! ^^

  2. Rara says:

    Bgs thor lanjut part 11 nya..ya daebak keep writing and hwaiting ,thor kl gk slh lens part 10 jg di publish di sm town fanfiction kan???bnyakin KYUNA MOMENT nya donk..

  3. inggitfrnt says:

    GILAAAAA!!!keren bgtttt aaaaaa haeyeon nya keren bgt!!!bikin senyum2 sendiri apalagi yg pas adegan di cafe:3 sumpah di part ini nih haeyeon momentnya bikin merindiiing:’) banyakin lagi yaaa part taehaenya thooor seruuu unyu maksimah:’):’) jgn lama2 ngepostnya author jjaaaang!!!haeyeon jjaaaaang!!!:3

  4. Foursix97 says:

    KEREN BADAI~
    Setiap hari buka WP ini cuma buat nyariin lanjutannya LENS, dan akhirnya penantian saya terbayarkan juga, aseek~
    Wastaga, ini beneran keren banget, kak.
    Eum, boleh lemparin Seohyun ke pelukan Yonghwa nggak, kak? Habis, Yoong unni jadi ‘agak’ nggak yakin gitu ama si Evil, huee TT.TT
    Kangen badai sama moment-nya HyukSica -.-
    Cinta banget sama TaeHae, unyu-unyu banget yang pas di cafe :3
    Dan PALING CINTA sama KYUNA *nggak nyante*
    Lanjutannya jangan lama-lama, kak 😀
    PHOENIX-nya juga, muehehehe 😀
    SEMANGAT!!! 😀

  5. gsigmaaa says:

    kyaaaaa keren pake banget eonni,.
    TaeHae momentnyaa, astaga bkin senyum2 gaje..
    Kirain bkalan post phoenix duluan, tpi gppa, ff lens ini slalu kunantii,.
    Next partnya ditunggu,
    keep writting 😀

  6. Katy Yoona says:

    AIGOOO…… Taeyeon ama Donghae SO SWEEEEEEEEETTTTTT…… Adegannya ngena bgt di hati. Daebak deh author, ampe gemmeesss cengar-cengir sndiri baca partnya TaeHae. hahaha….
    aku suka jg moment Yoong ama Eunhyuk walau cuma dikit. hihihi.. Sica Eunhyuk momentnya dikit yah.
    ahhh… pokoknya nih ep.ep OK bgt lah. Aku kasih 4 jempolku buat nih ep.ep. DAEBAK…. ♥♥

  7. intansparkddict says:

    wew waw wiw wuw wow… Keyen.. Romantis bgt TaeHae, cuit cuit, aplg yg di cafe.. Kekeke
    kyuna kapan kawin? Gak sbr deng..
    Update next chap thor..
    Whooo phoenix mggu dpan update? Gak sbr nih.. Uuuft huuft tarik napas keluar napas. Deg deg an ni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s