Lens [ Part 12 ]

DAK!!

Pintu yang semula sudah dibuka dengan cepat dan keras, kembali terbuka dengan keras. Kali ini pelakunya adalah seorang laki – laki. Tentu saja orangnya adalah orang yang mengejar Seohyun, Changmin.

“Aku juga mencintaimu nona Seohyun.” Ucap Changmin tiba – tiba. Dari belakang dengan nafas terengah engah, akibat berlari mengejar Seohyun. “Jangan lakukan pernyataan cinta publik seperti ini. Oh! Kyuhyun ah~ kau ada disini?” Changmin langsung merangkul pundak Seohyun.

Oh, tentu saja gadis itu lemas. Lututnya seperti tidak berdaya menahan tubuhnya. Jiwanya melayang keluar dari tubuhnya. Ditambah air mata yang hampir menetes. Bukan Changmin yang ia maksud. Bukan laki – laki yang merangkulnya saat ini, tapi Kyuhyun. Kyuhyun orang yang duduk disamping Yoona, sang calon istri. Ia ingin sekali menampar wajah Changmin saat ini. Kalau bisa ia ingin membunuhnya.

“Kalian berdua, aneh!” ejek Eunhyuk.

“Kami bukan aneh, tapi unik benar tidak nona Seo?” Changmin sedikit meremas pundak Seohyun. “Hmn.. sepertinya, pacar baruku ini butuh udara segar~ aku pergi ya!” Changmin langsung menarik Seohyun keluar. Changmin tau, gadis yang ia rangkul sudah melampaui batas limit menahan air mata.  Air mata gadis itu, tak lama akan turun dan membasahi wajah cantiknya.

Tanpa aba – aba atau ijin meninggalkan ruangan dari Kyuhyun ataupun orang yang ada didalam ruangan itu, Changmin beserta Seohyun berjalan keluar meninggalkan ruangan itu. Sedang yang lain hanya bisa kebingungan melihat Changmin dan Seohyun. Tapi tidak untuk Yoona. Ia tau siapa orang yang dimaksud Seohyun. Sudah jelas bukan, Cho Kyuhyun lah orangnya.

“Ternyata ada yang lebih aneh dibandingkan pasangan primitif seperti kalian.” Ejek Kyuhyun yang tak mengetaui bahwa ucapan itu adalah untuknya. Ia tetap berprilaku normal seperti tak ada masalah sama sekali.

“Sial kau Cho Kyuhyun. Wajah tampan, tapi bibirmu tak setampan wajahmu.”balas Eunhyuk

Yoona duduk diam menatap meja dengan wajah datar. Jessica yang sudah asik dengan Eunhyuk sama sekali tak mengetaui bahwa ada perubahan di wajah dan prilaku Yoona setelah Seohyun muncul. Awalnya, Kyuhyun mengira Yoona sakit atau habis melihat sebuah makhluk yang kasat mata. Ternyata, saat perjalanan pulang. Kyuhyun tau jawabannya.

“Itu untuk mu.” Ucap Yoona.

“hmm.. Sudah jangan dibahas lagi. Yang harusnya kau pikirkan adalah 5 hari lagi kita akan menikah. Siapkan mental. Jangan urusi hal hal seperti itu. Memikirkan hubungan kita kedepan lebih menyenangkan dibandingkan memikirkan orang yang ingin memutuskan cinta kita.” Balas Kyuhyun.

Ya.. 5 hari, Tanggal yang disepakati oleh Yoona dan Kyuhyun. Sebenarnya, Eunhyuk sedikit menolak dengan 5 hari. Ia meminta tambahan 1 hari, tapi tak dikabulkan. Mau tak mau ia harus mencari banyak pekerja untuk mempercepat renovasi rumah Minho dan pemasangan tenda putih dengan tiang penyangga. Jika terpaksa, ia juga akan ikut bekerja untuk menambah tenanga kerja agar cepat selesai dengan kualitas yang baik.

Lepas dari bangunan dan gaun, Yoona sebenarnya belum siap mental untuk menikah. Ia masih belum sepenuhnya percaya pada Kyuhyun. Terlihat dari bagaimana ia merasa cemburu pada Seohyun. Ia masih seperti anak – anak yang mudah dibuat menangis oleh orang lain. Sedang Kyuhyun, dengan wajah datar dan pribadi yang misterius, susah ditebak apakah dia sudah siap atau belum untuk menikah dengan Yoona.

“Yoona ya~ percayalah padaku, aku akan membahagiakan mu. Dalam keadaan sulit sekalipun, aku akan membuatmu tetap tersenyum. Karena saat kau tersenyum, aku menemukan sumber tenaga ku untuk hidup.” Ucap Kyuhyun saat berada didalam mobil Ferrari hitam, saat perjalanan menuju kediaman keluarga Im.

“Hmm..” Yoona berdengung.

“Aku tidak berkata bohonong.” Kyuhyun menatap Yoona. Ia sama sekali tak memperhatikan jalanan yang penuh dengan mobil. Mobil itu juga sudah hampir keluar dari jalur.

“Aku percaya padamu Cho Kyuhyun. Sekarang perhatikan jalan. Aku belum mau mati muda.”

Kyuhyun langsung memandang jalan. Dan berusaha menormalkan pikirannya. Beruntung, mobil itu tidak jatuh dari jembatan yang sedang mereka lewati. Tak berapa lama setelah jembatan tersebut, mobil itu berhenti sempurna. Tepat didepan kediaman keluarga Im. Yoona akhirnya turun dari mobil Kyuhyun. Ia sedikit tak rela meninggalkan bangku tempat dimana ia duduk tadi. Rasanya malas untuk masuk kedalam rumah. Bertemu orang – orang yang akan memperlakukannya sebagai tahanan rumah. Ia berharap Kyuhyun mau ikut dengannya.

“Cho Kyuhyun, menginaplah disini.” Ajak Yoona.

“Hah? Apa aku tak salah dengar?”

Ani.. kau menginap disini saja. Aku butuh teman.” Lanjut Yoona.

Melihat wajah sang calon istri yang sangat memelas minta dikasihani, Kyuhyun akhirnya mengiyakan ajakan Yoona untuk menginap. Pakaian seadannya. Wajah seadanya. Semua serba seadanya. Walau apa adanya, ia tetap diterima dengan hangat oleh keluarga Im. Calon anak mana mungkin ditolak.

“Kyuhyun ah, kau pakai kamar tamu saja. Tidak baik calon pengantin tidur bersama sebelum mereka sah menjadi suami istri.” Ucap Shinyoon.

Mendengar ucapan Shinyoon, selaku appa dari Yoona, Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk tidur berdua dengan Yoona. Ia hanya berani menemani Yoona sampai ia tidur. Kyuhyun duduk disamping tempat tidur Yoona. Menghadap ke Yoona. Memandang gadis itu lekat – lekat. Matanya terkunci, tak bisa memandang hal lain selain bagian dari gadis itu. Tangannya dengan hati – hati menelusuri wajah gadis itu. Ia tau gadisnya masih belum masuk ke dalam dunia mimpi. Ia masih mencoba masuk, tapi belum berhasil.

“Kalau matamu tetap menatapku seperti itu, mana bisa aku tidur? Tidur diperhatikan orang itu tidak enak.” Ucap Yoona yang kembali membuka matanya. Ia mengendus kesal. Acara tidurnya harus ditunda karena Kyuhyun menaruh pandangan matanya ke arahnya.

Kyuhyun tersenyum. Ia tetap memandang Yoona sambil mengelus wajah gadisnya itu. Menjengkelkan. Jika ia bisa, ia ingin tidur sambil memeluk gadisnya itu. Sayang, larangan dari calon mertua membuatnya sedikit takut untuk melakukan hal tersebut.

“Aku akan melihatmu selagi aku masih bisa melihatmu.” Ucap Kyuhyun.

“Maksud mu?”

“Aku tak tau berapa lama lagi aku masih bisa melihatmu tidur seperti ini. Aku tak mau membuang waktu untuk melewatkan wajah cantik calon istriku tercinta. Mengingat – ingat dengan baik wajahnya adalah suatu anugrah yang terbaik yang pernah ku miliki.” Balas Kyuhyun.

“Kau ini, seperti mata – mata saja. Dan lagi pula, jika kau terlalu sering mengabadikan hingga mengingat wajahku ini, pasti kau akan cepat bosan. Jangan – jangan kau mau meninggalkan ku lagi.” Yoona langsung memposisikan tubuhnya menghadap ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum. Wajahnya semakin dekat melihat Yoona. Malaikat seperti sudah berada didepan matanya. Senyuman Yoona sangat manis. Menurut senyuman itu adalah senyuman terindah yang pernah ia lihat dimuka bumi ini.  “Bosan? Bagaimana bisa aku bosan memandang wajah ini. Wajah ini akan menemaniku hingga aku tua nanti. Bukan hanya wajah ini, tapi juga pemiliknya. Harusnya aku yang kawatir. Apa pemilik wajah cantik ini, akan bosan melihat wajahku?”

“Jika aku bosan, aku akan meninggalkanmu. Tapi sepertinya, bosan dengan wajahmu adalah hal terakhir yang akan kulakukan didalam list hidupku ini. Tenang saja Cho Kyuhyun.” Yoona sedikit mencubit pipi Kyuhyun yang terlihat sangat menggemaskan.

Sekarang Kyuhyun merubah posisinya, kali ini terlihat lebih nyaman. Kakinya bersila dan tubuhnya agak sedikit dibungkukan. Ia memasang jarak yang sama dengan sebelumnya. “Jawab dengan jujur. Apa aku setampan Wonbin?” tanya Kyuhyun.

Perut Yoona yang semula aman tentram, mulai terasa mual setelah mendenar perkataan dari Kyuhyun. Bulu kuduknya berdiri sempurna. Satu hal yang ia pelajari hari ini : Calon suaminya adalah tipe laki – laki narsis tingkat dewa. Menyedihkan. Dan tentu saja mau tak mau ia harus menerima kenyataan. Kenyataan yang sedikit menjijikan.

BUG

Ia ambil guling yang ada disampingnya. Ia pukul pelan wajah Kyuhyun “Sudah! Kembali kau ke kamar tamu. Semakin lama kau berada duduk disini, semakin pendek umurku karena muak dengan ucapanmu.”

“Baiklah calon nona Cho. Aku anggap Iya”

“Aish pergi kau Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun terkekeh geli mendnegar gadisnya berteriak – teriak. Mna mungkin ia akan bosan hidup bersama Yoona. Yoona adalah sumber kebahagiannya. Meninggalkannya sama saja meninggalkan kebahagiaannya. Menjaganya agara tetap berada disampingnya adalah hal yang akan ia lakukan mulai dari saat ia bertemu. Dan akan terus ia lakukan sampai ajal memisahkan mereka berdua, secara paksa.

***

Hujan mulai mengguyur. Pagi itu terasa sangat lembab dan panas. Taeyeon sangat menyesal memakaikan shampoo pada rambutnya karena pada akhirnya, rambutnya akan langsung berubah menjadi lepek. Bukan awal yang baik, di hari yang special. Hari ulang tahunnya.  Sial, Hujan tak berhenti sampai ia menginjakan kaki di Lens. Beberapa bagian bajunya basah terkena air hujan. Walau payung sudah di pakai, tetap saja banyak air hujan yang tertiup angin hingga mengenai pakaian yang ia pakai.

Sampai di Lobby Lens, hal yang pertama ia lakukan adalah mencari dimana angin dari AC berhembus. Rasanya, surga. Rambutnya berkibaran. Yang semula rapi sekarang sudah kembali tak jelas bentuknya. Matanya ia pejamkan, seakan benar – benar menikmati angin dari AC.

“Yak Donghae! Lihat itu, pemandangan indah untuk mu.” Eunhyuk bersama dengan Donghae masuk kedalam Lens. Sikut Eunhyuk sedikit menyenggol tangan Donghae. Sedang tangannya yang lain sibuk menunjuk ke arah yang ia sebut pemandangan Indah. “Kim Taeyeon. Pacarmu itu, walau pendek tapi tubuh boleh juga. Lihat leher gadis itu. Ehmn…” lanjut Eunhyuk.

PLAK.

“YAK” teriak Eunhyuk.

“YAK!!! Jangan berteriak di telinga ku! Yang sepatutunya berteriak itu aku bukan kau.” Omel seorang gadis yang tiba – tiba muncul diantara mereka.

“Jessica…” Rasanya seperti mendapat jackpot. Eunhyuk benar – benar kurang beruntung kali ini. “Hehe, sedang apa kau disini? Bukan kah kau sibuk untuk membuat gaun untuk Yoona.”

“Dasar laki – laki mesum!” Jessica langsung menarik telinga Eunhyuk. Tidak tanggung – tanggung ia tarik sampai badan Eunhyuk sedikit tertarik kebawah.

Donghae yang semula digoda. Sekarang balas menggoda. Ia tertawa melihat wajah Eunhyuk yang seperti lading sirkus. Wajahnya benar – benar mengatakan ‘gali kuburku sekarang’. Dan ada beberapa tetes keringat mengalir dari rambutnya. Sungguh menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi, saat wajahnya berubah menjadi merah karena menahan rasa sakit akibat tarikan di telinganya.

“Sudah, kalian berdua kalau ingin melanjutkan aktivitas bertengkar kalian jangan di lobby, cari tempat lain. Sungguh mememalukan.” Ucap Donghae.

Donghae mulai berjalan meninggalkan kedua manusia tersebut dan memutuskan untuk menghampiri Taeyeon. Matanya masih tak percaya bahwa Taeyeon sangat menawan hari ini. Aroma tubuhnya saja sudah bisa ia cium dari radius yang dapat dibilang masih jauh. Semakin dekat, wangi tubuh Taeyeon mulai memenuhi seluruh tubuh Donghae. Nafasnya tersenggal hingga nampak seperti orang yang sedang terkena asma.

Ia mendekatkan wajahnya ke leher Taeyeon dari belakang. Bagian itu bebas dari  rambut yang berkibar – kibar. Dan dalam jarak sedekat itu, ia hembuskan nafasnya. Angin yang keluar dari mulut Donghae berhasil membuat Taeyeon meloncat geli campur kaget. Wajah kagetnya terlihat sangat lucu. Mungkin aktivitasnya ini akan menjadi aktivitas favoritnya nanti.

“Sejak kapan kau diperbolehkan menggunakan AC Lens, untuk kepuasan pribadi?” tanya Donghae.

My Dearest Boss, apa kau tidak kasihan melihat aku basah kuyup terkena air hujan?” Balas Taeyeon. Wajahnya yang sudah kering itu langsung membuat pose innocent.

‘Sial’ desis Donghae dalam hati. Donghae tak bisa mengelek kalau gadis didepannya sekarang benar benar seperti malaikat. Dan mana mungkin manusia fana memarahi seorang malaikat. “Jauhkan wajah itu dari ku. Kau mau membuatku mati berdiri?” tanya Donghae dengan wajah setengah memerah. Ia kalah.

Wae? Kau tidak mau melihatku? Jahat sekali.” Dikembungkannya kedua pipinya. Taeyeon terlihat kesal.

Sekali lagi, wajah gadis itu benar – benar membuat Donghae kehilangan kewarassannya. Ia tak tau kenapa saat ini ia menjadi laki – laki lemah. Sedang Taeyeon yang tak melakukan jurus – jurus aneh bin ajaib berhasil mengalahkan Donghae. “Bukan itu maksud ku. Aish.. ya sudah lah ayo naik!” Donghae langsung menarik tangan Taeyeon. Kasar tapi menyenangkan.

“Donghae..” panggil Taeyeon.

“Hmm”

“Apa kau tau hari ini hari apa?” Tanya Taeyeon.

“Rabu! Kenapa?”

Aniyo.. hanya bertanya.” Balas Taeyeon kecewa.

Ya walau, baru beberapa hari ia menjalin hubungan dengan laki – laki bernama Donghae itu, entah mengapa Taeyeon ingin Donghae tau bahwa hari ini adalah hari special baginya. Tentu saja ia ingin Donghae memberikan sesuatu yang special baginya. Tidak harus benda mahal. Tidak harus benda berharga. Tidak harus ticket keluar negri. Cukup tau bahwa hari ini ulang tahunnya saja, sudah membuat Taeyeon bersyukur bahwa ia memilih laki – laki yang sungguh perhatian pada dirinya.

Tapi kenyataannya, Donghae benar benar tak tau apa – apa tentang hari ini. Ia bertindak layaknya tak ada apa – apa. Santai. Bahkan tak ada yang special dari pakaian yang ia pakai saat ini.

“Donghae.. babo!” desisnya.

“Jangan mengatai boss mu ini. Mau gajimu itu ku potong?” tanya Donghae.

“Aishh.. jangan sangkut pautkan ini dengan gaji.”

“Kau ini, aku hanya bercanda tak perlu marah seperti itu.” Kata Donghae.

“Aku tidak marah.. Hanya kesal pada boss ku yang tampan ini.” Taeyeon mencubit pipi Donghae. “Apa kau benar – benar tak tau hari ini hari apa?” tanya Taeyeon sekali lagi.

Mata Donghae mengarah ke Taeyeon. Mereka saling bertatapan. Taeyeon menatap dengan penuh harapan sedang Donghae, sibuk menatap bingung apa yang sebenarnya yang Taeyeon ingin dengar dari mulutnya. Tentu saja, Donghae tidak tau. “Hari Rabu. Bukankah sudah ku bilang. Tepat 4 hari lagi Yoona dan Kyuhyun akan menikah. Dan pada hari itu juga Lens akan berada dibawah kendali Kyuhyun.” Balas Donghae dengan sangat jelas. Menurutnya.

Gadis itu kembali mengendus kecewa. Jika ia bisa, ia iangin melempar Donghae dari tempat ia bekerja sekarang. Ia tau, ia tak pernah memeberi tau kapan dirinya berulang tahun. Ia terlalu berharap. Sekali lagi, ia salah menaruh harapan pada Donghae. Ia pun kembali bekerja tanpa mengatakan apapun pada Donghae. Mereka nampak seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar. Walau tak terlalu kelihatan, tapi Donghae tau pacar tercintanya itu marah dan kesal padanya.

“Sudah ku bilang, aku hanya menggoda Donghae. Yang terlihat sexy dimataku itu hanya kamu.” Teriak seorang laki – laki yang berhasil mencairkan es yang ada diantara Donghae dan Taeyeon.

Seorang gadis mengikutinya dari belakang. Gadis itu sedikit berlari kecil ke arah laki – laki tadi. “Lee Hyukjae.. jangan berkata bohong pada ku. Dasar mesum.” Omel gadisi itu.

“Jung Jessica, cukup menarik rambut dan telingaku. Sakit. Dan aku berkata jujur padamu.” Lanjut Eunhyuk.

Kedua manusia yang baru datang, menarik perhatian Donghae dan Taeyeon. Mereka berdua seakan kagum melihat Eunhyuk dan Jessica yang tengah bertengkar. Seperti adegan seorang ibu dengan anak tirinya. Cinderella boy version. Saat tau bahwa mereka menjadi pusat perhatian Donghae dan Taeyeon, Keduanya berhenti saling meneriaki satu sama lain. Tapi tangan Jessica tak melepas tarikan di telinga Eunhyuk.

“Donghae ah~ tolong aku.” rengek Eunhyuk sambil memasang wajah ‘minta dikasihani’ kepada Donghae. Eunhyuk sedikit yakin temannya itu akan membantunya. Walau hanya 20%.

“Walau aku teman mu, tapi melawan Jessica yang sedang marah sama saja bunuh diri” ucap Donghae.

Bingo! Donghae tak menolong Eunhyuk. Bukan karena ia senang melihat Jessica menyiksa Eunhyuk. Ia takut jika dirinya berakhir sama dengan Eunhyuk di tangan Jessica. Jessica bisa tersenyum lebar. Menerima fakta bahwa Donghae tak mau menolong orang yang sedang ia ‘siksa’.

“Donghae..” rengek Eunhyuk sekali lagi.

“Baiklah.. Jessica Jung yang baik hati dan tidak sombong. Tolong lepaskan temanku itu. Aku berjanji akan menjaga matanya agar tidak memandang bagian bagian yang akan menimbulkan unsur mesum di matamu.” Ucap Donghae.

Dan perlahan tangan Jessica melepaskan apa yang ia tarik. Walau ia masih ingin menyiksa laki – laki yang ada sampingnya, ia tau Donghae juga risih jika Eunhyuk terus mengeluh padanya.

“Ngomong – ngomong sepi sekali. Dimana Kyuhyun dan Yoona?” Tanya Jessica.

Molla yo~ aku belum melihatnya dari pagi” balas Taeyeon.

“Hmmm.. padahal aku sudah membutakan tiara untuk Yoona.” Ucap Jessica.

~Sexy Free And Single I’m Ready To Bingo~

Eunhyuk mengambil handphonenya “Yoboseyo, ne? ahh.. ne ne aku akan kesana sekarang.” Ucap Eunhyuk pada orang yang ada diujung telephone sana.

Kemudian mata Eunhyuk langsung menatap ketiga manusia yang ada didepannya sekarang. Ketiga orang yang ada didepannya ini, mungkin akan sangat membantu.

***

“Kau sudah telephone Eunhyuk oppa?” tanya Yoona pada Kyuhyun yang sedang berdiri disampingnya. Dan Kyuhyun pun mengangguk.

Tepat 1 jam yang lalu, salah seornag pekerja yang bekerja untuk membangun tempat Kyuhyun dan Yoona terjatuh. Ia terpeleset karena genangan air yang ada di tempat yang sangat tidak wajar. Jatuhnya pekerja itu, membuat salah satu pekerja lain ikut terjatuh karena dijadikan pegangan oleh pekerja pertama yang jatuh.

Jatuhnya pekerja itu, membuat pekerjaan berhenti sejenak. Beberapa pekerja membawa kedua pekerja itu ke rumah sakit terdekat. Terpaksa Kyuhyun dan Minho yang berada di tempat membantu pekerja yang tersisa disana. Berdua tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu 2 hari. Mengingat harus ada latihan sebelum acara dimulai.

“Yoona ya~ ambilkan aku minum!” seru Kyuhyun sambil menggulung lengan kemeja yang ia pakai.

“Aku juga noona.” Lanjut Minho yang sedang mengangkat beberapa ubin untuk dibawa masuk kedalam rumah.

Yoona hanya bisa menyemangati kedua laki – laki yang ia kenal itu. Selain itu dengan suka rela ia menjadi orang yang mengambilkan minum untuk mereka berdua. Makanya karena merasa berdua tidak cukup, Yoona menyuruh Kyuhyun untuk menghubungi Eunhyuk agar membantunya disini. Tak berapa lama 1 buah mobil Mercedes benz hitam berhenti tepat dihadapan Yoona. Seorang namja dengan beberapa orang penumpang keluar dan langsung bergerak mendekati Yoona.

“Yo! Aku bawa pekerja tambahan.” Ucap Eunhyuk

“Sial, ternyata monyet ini hanya membawa ku kesini untuk dijadikan pekerja.” Desis Donghae tak terima.

“Sudah lah. Tak ada salahnyakan membantu orang” ucap Taeyeon yang langsung meninggalkan Donghae dan beranjak menuju tempat Yoona berdiri.

Eonni!!! Saengilchukaeyo!” ucap Yoona dengan suara keras.

Saengil chukaeyo. Happy Birthday. Donghae langsung berubah menjadi patung. Telinganya sedikit bedengung saat mendengar ucapan Yoona. Hari ini. Hari ini adalah ulang tahun dari Taeyeon. Ia melupakannya. Bahkan ia sama sekali tak tau kalau hari ini adalah hari ulang tahun Taeyeon. Badannya benar benar mematung. Perasaannya amburadul tak menentu. Pertanyaan – pertanyaan yang ia dengar sejak pagi, benar benar berarti sesuatu. Ia pun melangkah mundur, perlahan. Hingga tak ada yang tau pergerakan dari Donghae.

“Kau ulang tahun? Yak! Kenapa tidak bilang.” Jessica langsung menghampiri Taeyeon sambil meninggalkan Eunhyuk. Tak disangka ujung dari heelsnya, mendarat di kaki kiri Eunhyuk. “Saengil Chukae~”

“arghhh” Jerit Eunhyuk. “Dasar Yeoja, tak bisakah mereka mengenakan heels yang tidak tajam pada kaki.” Lanjut Eunhyuk.

“Hmm, mana calon suami mu itu?” tanya Kyuhyun. “Aku ingin memberi dia pekerjaan.” Lanjut Kyuhyun.

Taeyeon menengeok kebelakang. Orang yang semula ada dibelakangnya, sekarang menghilang entah kemana. Ia sedikit berjalan kebelakang, memastikan laki – laki itu hanya bersembunyi dibalik mobil untuk menghindari pekerjaan yang mau diberikan oleh Eunhyuk. Tapi pemikirannya salah. Ia tak menemukan apa – apa dibalik mobil tersebut.

“Kemana dia?” tanya Taeyeon.

“Biarkan saja dia pergi. Taeyeon ah~ ayo sini minum dulu!” ucap Jessica. Gadis itu langsung menarik lengan Taeyeon untuk memninum segelas air yang ia bawa special untuk Taeyeon.

Terpaksa Taeyeon mengikuti Jessica yang secar apaksa menarik tangannya. Walau ia kawatir kemana laki – laki itu menghilang. Ia benar – benar harus melupakannya sebentar agar ia bisa berlaku normal didepan teman – temannya saat ini. Apa lagi Yoona. Ia benar – benar tak mau merusak kebahagian Yoona saat ini.

“Kyu! Ambilkan kayu itu!” Ucap Eunhyuk yang sudah siap untuk menjadi pekerja di tempat itu.

Kyuhyun pun mengambil apa yang disuruh oleh Eunhyuk. Walau keringat mengucur deras. Matahari terik menyinari. Tidak seperti ditengah kota. Hujan yang tidak merata benar – benar menyiksa. Kyuhyun benar – benar terlihat seperti orang yang diguyur dengan air seember. Badannya basah bahkan bajunya terpaksa ia buka. Begitu pula Eunhyuk dan Minho. Ketiga laki – laki itu seperti tiga orang model yang sedang unjuk kebolehan akan badan yang mereka miliki. Tentu saja, Yoona dan Jessica hanya bisa gigit jari. Mereka baru bisa menyentuh badan itu setelah mereka sah menikah dengan Kyuhyun ataupun Eunhyuk.

Berbeda dengan Yoona dan Jessica yang sudah tak sabar menyentuh tubuh pasangan masing – masing, Taeyeon sibuk mengecheck handphonenya. Berharap laki – laki bodoh yang membuatnya kawatir itu menelphone atau setidaknya mengirimkan pesan singkat padanya. Walau ia tersenyun terntu saja, orang bodoh juga tau mana senyum asli dan senyum palsu.

Hyung badan mu bagus sekali.” Ucap Minho saat melihat tubuh Eunhyuk yang basah terkena keringat. Abs yang ia miliki keluar, tentu saja Eunhyuk benar – benar terlihat sperti model.

“Tentu saja!” balas Eunhyuk percaya diri sambil menegakan badannya.

“Eunhyuk ah~ cepat selesaikan pekerjaan mu. Panas sekali disini.” Ucap Jessica yang sedikit mengeluh.

Ne baby~” balas Eunhyuk.

“Badan bagus, pacar cantik, pekerjaan menjanjikan. Aku jadi iri pada mu Hyung.” Ucap Minho.

“HAHA, cepatlah dewasa nak.” Eunhyuk menepuk – nepuk kepala Minho layaknya ia sedang menghadapi seorang anak Tk.

Sedang Kyuhyun, sibuk memaku ujung – ujung papa yang harus ia satukan. Setidaknya apa yang ia lakukan sangat berguna. Ia tak peduli lagi seberapa bau tubuhnya. Yang ia pikirkan hanya menyelesaikan tempat ini. Tempat dimana ia akan mengikat janji sakral dengan Yoona. Janji seumur hidup. Melihat Kyuhyun sedikit kesusahan merapatkan papan yang satu dengan yang lain, Eunhyuk langsung beranjak untuk membantunya. Ia ikut duduk bersama dengan Kyuhyun. Lalu Kyuhyun langsung mulai memalu paku yang menjaid pengerat.

“Apa ada yang bisa ku bantu tuan Lee?” tanya Yoona di sela – sela suara pukulan palu yang ditimbulkan oleh Kyuhyun

“Aish.. kau mengagetkanku saja Yoona ya~” Eunhyuk sedikit berdiri kaget. “hmm.. kau cat saja rumah Minho. Itu catnya ada disana. Ajak Jessica dan Taeyeon, jika mereka mau.” Ucap Eunhyuk.

Okay boss!” Yoona langsung bergaya hormat pada Eunhyuk.

Kyuhyun memandang Eunhyuk tak percaya. Sednag Eunhyuk hanya memandang Kyuhyun dengan mata bertanya ‘kenapa?’

“Kau tak salah memberi mereka pekerjaan?” tanya Kyuhyun.

Eunhyuk mengangguk. “Oo! Dari pada kau tidak konsentrasi mengerjakan pekerjaan ini. Lebih baik ku kirim yeoja tercintamu itu bekerja dengan yeoja ku dan Donghae.” Balas Eunhyuk.

“Tau saja kau.”

“Aku juga laki – laki Cho Kyuhyun. Aku tau apa yang kau rasakan saat ini.”

Yoona, Taeyeon dan Jessica dengan perlahan mengangkat kaleng kaleng cat putih yang dimaksud oleh Eunhyuk. Tembok yang baru selesai di tambal dengan semen langsung menjadi papan besar bagi Yoona, Jessica dan Taeyeon. Jessica langsung mengambil kuas besar. Tentu saja ia benar benar berhati – hati saat mencelupkan kuas tersebut ke dalam cat. Ia tak mau pakaian yang ia kenakan terkena cat.

Mereka mulai bekreasi di dinding tersebut. Yoona benar benar mengerjakannya dengan rapi. Begitu pula dengan Taeyeon. Tapi tidak dengan Jessica. Jessica mengecat bagian yang ia ingin cat. Ia hanya bermain main dengan kuas dan cat tersebut. Bahkan ada bagian didinding yang ia tulis ‘Eunhyuk babo’. Entah mengapa ia terlihat sangat bahagia saat menulis nama Eunhyuk.

“Ya.. kau itu dari tadi menulis nama Eunhyuk oppa terus.” Ucap Taeyeon.

“Namanya lucu.” Balas Jessica.

Taeyeon menyengir tanda tak mengerti. Bagian mana dari nama Eunhyuk yang lucu. Lee Hyukjae? Apa mungkin itu? Sepertinya otak Jessica sudah diprogram untuk memuji namja bernama Eunhyuk. Dan salah jika ia menegur Jessica untuk berhenti memuja namja itu.

“Taeyeon ah~ kapan kau mau menikah dengan Donghae?” tanya Jessica.

“Eh..”

Aigo~ begini, aku dan Eunhyuk sedang ingin menentukan kapan sebaiknya kami menikah. Tidak lucu jika tanggal pernikahan kita sama.” Balas Jessica sambil berhenti menuliskan nama Eunhyuk didinding.

Yoona pun berhenti dan ikut dalam perbincangan Taeyeon dan Jessica.“Kau mau menikah eonni? Wah..”

“Memangnya hanya kau saja yang boleh menikah nona Lens?”

Aish jangan panggil aku nona Lens. Kau mau menikah dengan Eunhyuk? Pasti seru. Dan kuperingatkan dari sekarang. Jangan pernah kau bangun rumah disamping rumah ku. Aku tak mau hidupku dan Kyuhyun terganggu dengan teriakan maut mu dengan Eunhyuk.” Ucap Yoona.

Mwo? Kau berani mengatur eonni mu?” tanya Jessica.

Ani~ hanya berjaga – jaga.”

Taeyeon tersenyum miris. Ia sama sekali tak tau kapan ia akan menikah dengan Donghae. Donghae saja belum bertemu dengan kedua oran tuanya untuk memberitau bahwa dirinya dan Taeyeon sudah bertunangan dan sedang mengantri untuk menikah.

“Kau kenapa eonni?” tanya Yoona.

“Aku? aku tidak apa apa..”  balas Taeyeon sedikit berbohong.

Tanpa bertanya dahulu, Yoona sudah tau Eonni tercintanya itu sednag memikirkan sesuatu. Sesuatu yang sangat berharga baginya. Tapi jika Taeyeon tidak mau memberitaunya. Terpaksa ia hanya bisa diam dan tidak membantunya. Ia sangat membenci dimana ia tak bisa membantu temannya terutama Taeyeon saat ada masalah.

“Kau memikirkan Donghae ya~” goda Jessica

“Menurut mu?” tanya Taeyeon.

“Tentu saja. Siapa lagi yang bisa mengalihakan otak dan pikiran mu selain Donghae.” Balas Jessica.

Tak ada lagi yang bisa Taeyeon katakan untuk membalas perkataan Jessica. Apa yang keluar dari mulut Jessica benar. Donghae, Donghae, dan Donghae yang ada didalam otaknya. Tak ada nama lain. Hanya Donghae. Ia seperti terkena kutukan. Jika ada mantra yang bisa mematahkan kutukan itu, ia ingin sekali mematahkannya. Agar ia bisa berpikir jernih lagi seperti sedia kala.

Tapi jika kutukan itu tak datang padanya, ia merasa sangat sepi. Tak ada lagi nama yang akan mengganggu apapun yang akan atau sedang ia pikirkan. Donghae tak mungkin muncul di hidupnya. Sepi, tak ada orang yang ingin merasa kesepian. Kecuali orang itu sudah mati rasa. Kutukan itu membuatnya bahagia dan juga sakit.

Aish sudah lah~ sebaiknya kita hentikan saja pembicaraan kita saja. Tidak elit jika kita membicarakan Donghae terus menerus. Kesannya kita seperti menggemari Donghae seperti fangirl menggilai artis idolanya.” Ucap Jessica sambil mengambil kuasnya kembali. Dan kemudian ia mulai menulis – nulis nama Eunhyuk di berbagai sudut tembok yang dapat terjangkau.

Tap – Tap – Tap.

“Donghae ah~ Dari mana saja kau?” tanya Eunhyuk yang mendapatkan badan Donghae sudah berada dihadapannya saat ini.

Kyuhyun memandang Donghae yang setengah terengah – engah membawa beberapa kantong plastic berisi daging dan beberapa buah jagung. Tangan satunya sibuk membawa sebuah kotak cake yang sudah dilengkapi sebatang lilin. Kantong kemejanya sudah terlihat penuh dengan sebuah kotak kecil yan menyerupai kotak perhiasan.

“Biar ku tebak. Kau pasti sengaja meninggalkan kita untuk belanja bulanan.” Tanya Kyuhyun saat memperhatikan Donghae.

“Lebih buruk dari itu. Aku tidak tau bahwa gadis itu berulang tahun hari ini.” Ucap Donghae sambil menunjuk Taeyeon yang asik mengecat dinding rumah Minho.

“Dasar bodoh.” Ucap Eunhyuk dan Kyuhyun bersamaan.

“Apa kau bisa membuat panggangan darurat. Karena aku membeli banyak daging ikan dan jagung untuk kita makan – makan malam ini.” Ucap Donghae.

Mendengar ucapan Donghae, telinga Eunhyuk dan Kyuhyun menajamkan pendengarannya. Mereka kembali menatap Donghae dengan tatapan yang sangat memelas. Donghae hanya menggeleng – geleng kan kepalanya. Tepat bagian poninya ikut bergerak mengikuti arah kemana Donghae menggelengkan kepala. Matanya menatap nanar Kyuhyun dan Eunhyuk yang seperti orang kelaparan.

“Minho ya~ apa kau punya pangganggan?” tanya Kyuhyun.

“Ada hyung… kenapa?”

“Aku membutuhkannya untuk berpesta malam ini.”

“Pesta! Asik okay hyung! Akan aku siapkan” ucap Minho

Donghae pun langsung mengikuti arah Minho pergi. Mereka pun langsung menyiapkan panganggan.

Setelah seharian bekerja, baru terasa bahwa badan mereka mengeluarkan aroma yang tak sedap. Terutama Eunhyuk dan Kyuhyun. Kedua manusia itu bekerja layaknya pekerja lain. Saling gotong royong hingga stage kecil dan tenda putih di sebagian tempat berdiri kokoh. Belum lagi, mereka juga membantu para gadis menyelesaikan tembok yang merek cat. Sedang Donghae hanya menjadi penonton. Hanya menyiapkan panggangan dan api serta membumbui daging yang ia beli tadi.

HUP!

Tangan Eunhyuk langsung mendapatkan sepasang mata untuk ditutupi. Tangan si pemilik mata tersebut terus meronta – ronta meminta kebebasan akan matanya. Sayang Eunhyuk belum punya rencana untuk membuka mata itu. Walau ia tau Jessica akan membunuhnya jika ia melakukannya lebih lama lagi, ia sama sekali belum berniat untuk membuka tangannya dan membiarkan pemilik mata itu yang kebetulan adalah seorang yeoja, bebas menatap alam sekitar.

“1.. 2… 3…”

Saengil chukaeyo~ Kim Taeyeon!” Teriak semua orang yang ada disana. Kyuhyun, Yoona, Minho, Eunhyuk, Jessica dan tentu saja, si pembawa Kue, Lee Donghae.

Mata Taeyeon bergetar. Ia terlihat menahan tangisnya saat matanya mulai dibebaskan oleh Eunhyuk. Ia memandang namja yang tepat berada didepannya saat ini. Orang yang ia kira tak akan memberikan selamat, ternyata adalah orang yang memberikannya cake.

“Ayo tiup!” Ucap Donghae.

“emm..”

Make a wish dahulu sebelum meniup.” Timpal Kyuhyun.

Taeyeon pun menutup mata. Ia mengucapkan beberapa harapan atau wish nya dalam hati. Ia tak ingin ada orang yang tau apa yang ia minta. Karena Jika wish itu disebarkan ke orang lain, kemungkinan besar tak akan terwujud. Siapa yang mau wishnya tidak terwujud.

Wuff~

Setelah ditiup, tak ada lagi api yang menyala – nyala di lilin tersebut. Kyuhyun dan Eunhyuk sudah memandang kue dan beberapa daging yang siap dipangang. Perut mereka sudah bersorak sorai meminta makanan. Taeyeon pun langsung mengambil cake pertamanya. Tentu saja, Donghae yang menjadi pilihannya untuk mendapatkan first cakenya. Yoona dan Jessica hanya menjadi penonton saat Donghae perlahan mengecup singkat bibir Taeyeon.

Mianhae. Aku lupa ulang tahun mu. Bukan lupa, aku tidak tau hari ini hari ulang taun mu.” Ucap Donghae sambil mengajak Taeyeon untuk Duduk.

Gwaenchanna~ kau sudah memberikan surprise yang cukup berhasil.” Balas Taeyeon.

“Jadi, kita tidak marahan lagi? Dari tadi pagi kita seperti orang bermusuhan.”

Taeyeon tersenyum. Ia tersenyum bagaikan peri cantik yang diutus raja dari segaka peri untuk mengabulkan segala sesuatu yang ada dibumi ini.

Malam itu, menjadi malam yang cukup menyenangkan. Malan dimana mereka merasa sangat kenyang. Semua jenis daging yang Donghae beli, habis mereka santap. Minho pun juga ikut memakannya. Setidaknya pekerjaan itu sudah 60% selesai. Tugas para pekerja.

Hanya Changmin dan Seohyun yang tidak ada disana. Changmin dan Seohyun, sibuk dengan urusan mereka sendiri. Entah dimana. Tapi mereka sedang berdua. Duduk saling memandang satu sama lain. Saling beradu ucapan seperti sedang bertengkar.

“Aku tak bisa merelakannya Shim Changmin.” Bentak Seohyun.

“Kau harus bisa. Jika kau tak bisa, terpaksa aku mengurung mu di gudang agar kau tidak mengacaukan pernikahan Kyuhyun dan Yoona.” Ancam Changmin.

“Kenapa kau berubah menjadi kejam pada ku seperti ini?” tanya Seohyun.

“Aku tidak kejam. Aku hanya menyadarkan mu, bahwa Kyuhyun sudah menjadi milik orang lain. Ia bukan milikmu atau milik ku lagi.” Balas Changmin.

Seohyun diam. Ucapan Changmin langsung menancap dihatinya. Ia terlihat sangat tertekan dengan ucapan itu. Semua yang keluar dari mulut Changmin adalah kenyataan. Kenyataan yang sangat menyakitkan. Jika kau seorang yeoja, kau akan tau bagaimana rasa sakitnya.

Changmin pun beranjak dari tempat duduknya. Ia pegang kedua tangan Seohyun. “Apa kau tak bias mengubah nama Kyuhyun menjadi Changmin dihatimu?” tanya Changmin.

Mata Seohyun langsung terbuka lebar. Ia semakin menegang. “Apa maksud mu?” tanya Changmin.

“Apa kau tidak sadar, aku lebih memperhatikanmu dibandingkan Kyuhyun?”

“Aku mencintaimu Seo Joo Hyun.”

-TBC-

Maaf ya lama post. Lagi sibuk banget. Hmn.. OKEY. Apa ya.. hmmmm ga tau mau ngomong apa. Thanks udah baca. Maaf buat typo.. Oh iya ini teaser buat next FF 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21 thoughts on “Lens [ Part 12 ]

  1. yoonkyu says:

    Yes!! kali ini kyuna-nya lebih banyak. Wohoo, cool!!!
    Waiiiii…. ini kyu oppa bner2 narsis tingkat dewa nih. #jitakKyu
    eciyeeee, gadibolehin tdur breng sama appa.y Yoong unn. >,<

    Taeng unn kcewa bnget sama Hae oppa nih. #pukulHae
    Muahaha, pasangan primitif beraksi xD

    Ini KyuHyuk jdi buruh sehari nih critanya??!! Aigoooo~ Hae oppa mlah kabur.

    Keren!!! Dduhh, ga tau lg deh mau ngmong apa. KEREN!!!
    meskipun lama, ttep ditunggu kok.
    ^^ O:-)

  2. geu yeojaae says:

    ahayyyyyy keluar juga part nya…
    triple couple keren ….
    gak bisa bayangin liat mereka kumpul bareng…wkw
    saya suka ide ceritanya….
    konfliknyavgak usah berat berat tapi tetep keren…
    dtgg lanjutannya

  3. My Twins Yoongie2 says:

    Daebak ffnya keren Thor..
    Tapi banyakin KyuNa Momentnya y….
    Gimana y pernikahan Kyuppa ama Yoong Unnie…
    Ditunggu kelanjutannya….
    Hwaiting

  4. kyuna shiper says:

    Daebakk sist, banyakin Kyuna momentnya dunk, truss bikin Yoona ƍäª ragu sama kyuhyun oppa, ♡̷̬̩̃̊˚˚♥♍άKα§îîîîîĦ♥˚˚♡̬̩̃ Ʊϑǻђ di update, Oo˚°º☺ωнн‎.. Ya chap berikutnya jgn lma2 updatenya .

  5. yoongfishy says:

    Kyuna..kyuna,,udah seruu…tpi bklan seru klo paz pernikahan kyuna ada sesuatu,,soalnya blum ada konflik yg waw gtu paz kyuna,,hee

  6. tania says:

    chingu , ceritanya bagus , ditunggu yah part selanjutnya . 😀
    oh iya yang trailer syndrome itu ffnya kapan di post ? penasaran thor , itu hyuksica kan castnya ?

  7. Monica1212 says:

    Eon, aq bca dr awal mpe yg terakhir ini.seru banget.jd senyum2 sndri.
    Jd pgn bkin ff sndri dch eon….
    Bagi2 ilmu dunk eon…..
    Aq tgg klanjutan nya….:-)

  8. Maeri says:

    Aawwwww… *Tifanny’s style in Twinkle*
    Changmin, yaaa *tunjuk Changmin pake jari telunjuk* ga nyangka me2ndam getar2 halus sm Seo Hyun..kekekek..

    Jd k’inget sbh statement yg mengatakan *halaaah* bhw persahabatan yg murni di antara cowo dg cewe i2 L-A-N-G-K-A!!!

    Author chinguuu, lan to the jut —> LANJUT!!!

  9. gitadn92 says:

    eonni aku mau nanya dong ff mu yg SYNDROME itu udah pernah dipost belum yaa??
    aku baru aja liat teaser nya dan penasaran sama ff nya gimana?? hehe
    makasih eonn 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s