Whisper [ Part 4 ]

whisper

South Korea – Jeju

Changmin menutup telephonenya. Baru saja ia mendengarkan ceramah dari sahabatnya, Kyuhyun. Lelaki yang menelphonenya itu sangat kawatir pada Changmin. Hilang selama seharian tanpa kabar dan ternyata sedang berlibur di Jeju. Ia bukan marah karena Changmin meninggalkan pekerkaannya, melainkan Changmin berhasil membuatnya kawatir.

“Ai, bisa kawatir juga dia dengan ku.” Desis Changmin.

Saat ini Changmin berada didalam kamar hotel, tentu saja bukan Lumiere. Hotel itu adalah sebuah hotel di Jeju dengan kualitas terbaik. Suite Room dengan pemandangan pantai. Luxury Hotel yang digemari banya turis. Semua yang ada dikamar itu berhasil membuatnya merasa nyaman. Nyaman bukan berarti melupakan apa yang menjadi alasannya berada di Jeju saat ini. Jessica. Jessica. Jessica. Nama itu masih menghantui hidupnya. Pernikahan Jessica dengan lelaki bernama Eunhyuk juga ikut menghantui hidupnya.

“Lee Hyukjae? Eunhyuk? Apa bagusnya namja itu? Wajah, lebih jelek dari ku. Tinggi, lebih pendek. Penampilan, aku lebih baik dari padanya. Apa yang dilihat Jessica dari namja itu?”

Changmin merebahkan dirinya di kasur super empuk. Ia melihat handphonenya. Berharap Jessica akan menghubunginya atau setidaknya mengirimkan pesan singkat padanya. Sedetik kemudian ia tertawa hambar. Menertawai dirinya yang berubah menjadi bodoh seketika. Hanya orang bodoh yang menanti sesuatu yang jelas tak akan datang. Ia buang handphonenya ke lantai dan kemudian ia langsung memejamkan kedua matanya. Tak butuh waktu lama ia sudah berhasil masuk dan menjelajahi dunia mimpi.

***

SEOUL
Lumiere Hotel

Matahari pagi bersinar dengan malu malu. Awan abu kelam dijadikan tempat bersembunyinya. Langit di Seoul sedang menangis. Hujan sejak dini hari tak ada hentinya mengguyur Seoul. Suhu seketika berubah menjadi dingin. Cuaca buruk, tak menghalangi Yoona untuk bekerja di Lumier. Walau hari Sabtu adalah hari libur, tapi bagi staff hotel sepertinya tak pernah mengenal ‘libur’ dalam kamus kerja mereka. Karena banyak staff hotel bekerja untuk mempersiapkan event besar yang akan diadakan nanti malam, Yoona mendapatkan tugas untuk menggantikan posisi mereka. Sesekali Yoona ikut membantu salah satu staff hotel membersihkan kamar.

“Yoona -ssi, tolong antarkan makanan dan wine ini ke suite room lantai 10.”

“Ne..”

Sambil mendorong sebuah trolley ke lift staff, Yoona belajar untuk menyapa sang pengunjung hotel. Ia berusaha keras agar tak ada yang salah. Sampai didepan pintu Yoona mengambil nafas dalam dalam lalu mengembuskannya secara perlahan. Bibirnya mulai memunculkan senyuman kecil di wajah cantiknya. Dan dimulailah aksinya. Jari telunjuknya menekan bel kamar tersebut. Tak perlu waktu lama, sang penghuni kamar tersebut langsung membukan pintu untuk Yoona. Sang penghuni kamar tersebut sudah cukup berumur. Rambunya sudah banyak yang berubah menjadi putih mengkilap. Wajahnya sudah penuh dengan kerutan. Tetapi penampilannya masih seperti namja yang berwibawa dan tegas. Pakaian yang ia kenakan layaknya seorang pengusaha dengan harta melimpah.

“Room Service” ucap Yoona sedikit gugup.

“Ah ne silahkan masuk.” Ucap pengunjung tersebut.

Yoona pun masuk ke dalam kamar tersebut. Satu persatu makanan ia pindahkan ke sebuah meja dengan sangat hati hati. Terakhir ia mengambil botol wine yang disediakan oleh bagian food and beverage. Matanya mencari cari pembuka botol wine di trolley yang ia bawa. Pembuka botol itu ditemukan dibawah kain serbet. Segera ia ambil. Lalu ia terdiam.. dia sama sekali tidak tau cara membukanya.

Tiba tiba dari belakang, tamu yang menginap di kamar ini mendekatinya. Dari belakang ia mendekati Yoona. Ia dempetkan tubuhnya dengan Yoona, membuat Yoona terkunci tak bisa kemana mana. Tangannya dari belakang seperti memeluk Yoona. Tangannya mulai bermain di tangan Yoona. Tangannya seolah olah ingin menunjukan Yoona cara membuka wine tersebut.

“Tuan bisakah anda sedikit menjauh?” Yoona mulai merasa risih.

Alibinya mudah. “Aku hanya menunjukan cara membuka wine ini.”

Yoonapun pasrah dengan perlakuan tamunya ini. Tamu adalah raja. Tak bisa di lawan. Tak bisa dimarahi. Mau tak mau Yoona mengikuti permainan namja yang sudah lanjut usia itu. Seselesainya botol wine itu di buka. Tangan sang tamu berjalan ke pinggang Yoona. Merasa mendapatkan celah untuk menghindar, sesegera mungkin Yoona beranjak dari tempatnya. Sayang ia belum berhasil lolos karena satu tangannya masih dipegang oleh sang tamu.

“Tolong lepaskan tangan saya” pinta Yoona dengan sangat halus.

“Ayo lah hanya sebentar saja, bersenanglah disini.”

Tamu itu semakin menjadi jadi. Dia menarik tangan Yoona dengan kencang dan melempar tubuh mungil Yoona ke kasur empuk. Sadar ini sudah lewat batas, Yoona segera berteriak berharap ada orang diluar yang mau menolongnya. Sayang ruangan kamar hotel ini kedap suara.

“Lepaskan” tariak Yoona sambil berusaha mendorong tubuh sang tamu yang sudah berada di atasnya.

“Aigo, semakin berteriak semakin menarik.”

Perlahan Tangan sang tamu mulai nakal dan menyentuh paha Yoona dan menaikkan rok yang ia kenakan. Yoona semakin ketakutan. Keringat dinginnya keluar dari beberapa bagian tubuhnya. Wajahnya berbuah pucat. Pucat sepucat pucatnya orang sakit. Kata ‘Pasrah’ muali terlintas di otaknya. Karena merasa sudah tidak bisa menolak Yoona hanya diam saja.

Dari arah pintu, terdengar ada seseorang yang masuk kedalam. Langkah sepatunya terdengar. Sang tamu pun langsung bangkit dari kasur dan berdiri. Sedangkan Yoona masih tertidur lemas di kasur dengan beberapa kancing atasan yang terbuka dan rok yang terangkat dan menampilkan paha putihnya. Orang yang baru datang itu adalah istri dari tamu yang hampir saja meniduri Yoona.

“Apa apaan ini?” Teriak sang istri saat melihat keadaan Yoona dan suaminya. “Ya pegawai tidak tau diri, kau menggoda suamiku?” Lanjut sang istri yang kemudian menjambak rambut Yoona.

Saat rambutnya ditarik dengan kencang oleh sang istri, Yoona tidak melawan. Ia seperti kehilangan seluruh tenaganya. Setelah proses jambak menjambak selesai, Yoona hanya berdiri lemas. Menerima semua caci maki dari istri tamu yang hampir saja menidurinya. Belum puas mencaci maki Yoona dengan segala kata kata kasar dan kutukan yang ada didunia ini, ia menampar Yoona 3 kali dengan sangat kecang. Sedangkan sang suami hanya berdiri seperti orang yang tidak bersalah.

“Hotel sebagus ini ternyata menyimpan pegawai yang suka menggoda suami orang. Pelayanan apa ini.” Ucap sang istri.

Sang istri langsung menelphone Room Service untuk meminta sang manager turun ke tempat kejadian. Yoona mulai sadar. Ah sekali lagi ia harus kehilangan pekerjaannya. Air matanya pun mulai turun dari kedua matanya menuju pipinya. Ia tetap tak berkata apa apa, rada takut didalam dirinya berhasil membuat mulutnya tidak dapar mengeluarkan satu katapun. Kakinya tak kuat lagi menahan dirinya untuk tetap berdiri. Ia langsung terduduk lemas di lantai kamar itu.

10 Menit kemudian Sang General Manager muda dari hotel ini tiba dilokasi. Karena tamu dari kamar ini adalah tamu VIP maka mau tak mau ia harus turun tangan. Awalnya wajahnya sudah sangat serius, karena salah satu pegawainya mau membuat nama baik hotel ini tercoreng. Tetapi saat ia tiba dan melihat Yoona dengan keadaan yang sangat berantakan, segera ia lepas jas yang ia kenakan dan memakaikannya pada Yoona. Sebelum ia melayani tamu yang marah, ia melihat wajah Yoona yang penuh dengan rasa takut.

“Apa kau manager hotel ini?” Tanya sang istri.

“Ne saya manager hotel ini. Saya mendapat laporan bahwa anda complain dengan pelayanan hotel kami. Kami minta maaf..”

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya, sang istri langsung memotong pembicaraannya. “Minta maaf. Apa kau pikir maaf saja cukup? Suami saya adalah korban dari yeoja hina itu. Kau mempekerjakan yeoja penggoda apa kau tidak tau?”

“Maaf, tapi nampaknya Nona Im lah yang menjadi korban.” Balas Kyuhyun.

“Mwo? Kau membela yeoja hina itu? Sudah jelas jelas aku menangkap basah yeoja itu menggoda suami ku”

“Maaf sekali lagi Nona Jang Myung Ji, walau anda adalah tamu VIP dari hotel ini, saya tidak bisa membiarkan pegawai saya terluka dan disalahkan atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Sebaiknya anda bertanya pada suami anda, apa yang sebenarnya terjadi. Dan saya harap anda tidak melakukan hal lebih dari ini karena yang bersalah adalah suami anda dengan anda.” Balas Kyuhyun

“Mwo? Berani sekali kau.”

“Nona Jang, Nona Im sangat ketakutan. Tubuhnya berubah menjadi dingin dan pakaiannya terbuka. Bukankah ini kasus pemerkosaan. Dan pipi Nona Im sangat merah, ah pasti anda menampar pipi Nona Im lebih dari sekali. Pemerkosaan dan Kekerasan Fisik, Mungkin polisi sangat tertarik dengan hal ini.” Balas Kyuhyun ketus.

Wajah Yoona terangkat dan langsung menatap Kyuhyun. Akhirnya ada orang yang mengerti apa yang terjadi padanya dan membelanya. Tapi, nama hotel ini sudah tercoreng dan mungkin sekali lagi ia akan kehilangan pekerjaannya.

Nona Jang, langsung mengemasi pakaiannya dan menyeret sang suami keluar dari hotel tersebut. Kyuhyun berhasil membuat keduanya ketakutan dan malu. Kyuhyun tak takut ia kehilangan salah satu tamu VIP. Masih banyak tamu tamu VIP yang pasti akan menjadi pelanggan tetap di hotel ini. Setelah sepasang suami istri itu pergi Kyuhyun langsung menghampiri Yoona yang masih terduduk lemas di lantai.

“Gwaenchana?” Tanya Kyuhyun sambil merapikan jas yang semula ia kenakan pada Yoona untuk menutupi tubuhnya yang terlihat akibat ulah suami dari Nona Jang tadi.

Tangan Kyuhyun sedikit merangkul Yoona dan membantunya berdiri dari lantai dan duduk di kasur empuk. Ia ambil sebotol air mineral lalu memberikannya pada Yoona. Tangan Yoona gemetar saat ia mengambil botol yang diberikan Kyuhyun. Air matanya kembali mengalir, kali ini ia tak tau kenapa air mata itu mengalir.

“Waeyo? Mereka sudah pergi. Kau sudah aman.” Ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan sapu tangannya dan perlahan menghapus air mata Yoona.

Yoona masi belum bisa berbicara. Rasa takur masih mengunci mulutnyabuntuk berbicara dan membalas pertanyaan dan perkataan Kyuhyun. Bayang bayang akan hal buruk yang baru saja menimpanya berhasil membuatnya tak bisa tenang, walau hanya sebentar.

“Hey, Gwaechana.. Aigo jangan menangis.” Kyuhyun mulai bingung. Ini pertama kalinya ia menghadapi yeoja yang menangis.

“Aku takut.” Akhirnya suara Yoona keluar. Tetapi dengan volume yang kecil dan halus.

Tangan Kyuhyun menyentuk kepala Yoona, dan mengelusnya secara perlahan. Sebenarnya, ia ingin memeluk yeoja dihadapannya ini. Ia mempelajari dari film atau drama yang menampilkan keadaan seperti ini, satu satunya yang dapat menenangkan sang korban adalah pelukan. Tapi Kyuhyun tak berani melakukannya. Pertama, ia belum mengenal Yoona. Kedua, ia tidak suka dengan yeoja. Bukan tidak suka dalam urusan percintaan tapi hanya saja ia merasa terganggu dengan kehadiran yeoja.

“Uljima” ucap Kyuhyun. “Mereka sudah pergi. Kau aman disini. Aku akan menjaga mu.” Kata kata itu keluar begitu saja dari mulut Kyuhyun.

Mata Kyuhyun masih mendapati tangan Yoona yang gemetar tiad henti. Mau tak mau, ia genggam tangan Yoona.

“Ayo ganti pakaian mu dulu. Kau tidak mau ada lelaki lain yang menyerang mu seperti tadi kan?”

Keduannya pun bangku berdiri dan meninggalkan kamar tersebut. Kyuhyun memapah Yoona. Ia tau Yoona masih lemas secara mental dan fisik. Entah mengapa rasa tidak suka atau terganggu dengan adanya yeoja hilang seketika. Dimata Kyuhyun, Yoona sangar rapuh, Kyuhyun ingin sekali membuat Yoona merasa aman. Tidak ada lagi yang akan menyerangnya seperti tadi. Sampai di staff building, Kyuhyun masih memapah Yoona. Dan apa yang ia lakukan membuat banyak staff yang menjadikan mereka pusat perhatian.

“Cho Kyuhyun sedang apa kau? Omo Yoona, waeyo? Kau tidak apa apakan?” Tiffany yang sedang mengecheck beberapa persediaan di staff building mendapati Kyuhyun dan Yoona yang menjadi pusar perhatian.

“Ada kejadian yang membuatnya shock, Fany tolong antar dia ke lokernya. Im Yoona -ssi kau boleh pulang. Beristirahatlah. Kau tidak mungkin bekerja dengan keadaan seperti ini.”

JEJU ISLAND

Waktu menunjukan pukul 10. Tidak terlalu pagi dan belum terlalu siang. Changmin sudah berpakaian rapi. Celana pendek selutut bermotif bunga bunga tropical bewarna orange terang. Tshirt warna putih dengan tulisan ‘Baby Hit me one more time’ yang ia beli di pasar lokal Seoul. Sendal jepit warna hitam. Kacamata hitam dengan frame putih. Entah penampilannya kali ini membuatnya merasa sangat percaya diri dan merasa sangat stylist. Tujuan utama hari ini adalah Pantai. Jeju pasti punya pantai yang indah. Tanpa mengulur waktu Changmin segera berangkat. Ia menyewa sebuah mobil sport warna hitam yang atapnya dapat di buka dan ditutup secara otomatis.

Ia posisikan atap mobil itu terbuka. Tas berisikan pakaian ganti dan beberapa perlengkapan pribadinya ia taruh di kursi sampingnya. Siap lah ia berjalan. Langsung saja Changmin menancap gas dan langsung menuju sebuah pantai yang menurur buku panduan wisata adalah salah satu favorite di Jeju. Angin berhembus membuat rambut Changmin berantakan. ia menyetir dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain subuk merasakan angin yang berhembus dan melewati sela sela jemarinya.

“Aigo inikah yang namanya liburan?”

Sampailah ia disebuah pantai. Saat membaca nama pantai yang ia datangi, ia pastikan dua kali. Dua kali ia cocokan dengan buku petunjuk wisata yang ia bawa. Dan benar ini tempatnya. Di buku itu tertulis, pantai ini adalah pantai yang sangat indah dan ramai dengan pengunjung. Dan disana tertulis pantai ini tidak ditutupi oleh semak semak seperti yang ia temua di pintu masuk pantai ini. Disana benar benar sepi. Tak ada tanda tanda kehidupan wisatawan yang selalu ramai. Hanya ada suara ombak dan beberapa burung yang terbang diatasnya. Ia pun mengambil handphonenya untuk mencari tau tentang pantai tersebut.

“Aigo, ternyata pantai ini ditutup untuk umum. Aish sudah jauh jauh. Ah ya sudahlah masuk saja.”

Tak mau rugi karena sudah jauh jauh datang ke pantai yang berada jauh dati hotel ini, ia nekat masuk kedalam walau ia tau pantai ini sudah tidak dibuka untuk umum lagi. Pantai itu ditutup karena keindahannya hampir rusak karena ulah wisatawan. Tapi yang ada didepan mata Changmin sekarang adalag pantai baru yang pasirnya masih seputih kapas, lautnya biru seperti langit.

“Private Beach. Ahh aku harus mengirimkan foto pada hyung hyung ku”

Saat ia mengambil foto selfcamera, dilayarnya terlihat ada seseorang yang sedang berjalan menuju tengah laut. Melihat orang itu, mata Changmin terbuka lebar. Ia masukan handphonenya ke dalam tasnya, lalu membuang tasnya sembarangan. ‘Orang itu pasti mau bunuh diri’ itulah yang terlintas di otak Changmin.

“YAAA!!! YEOJA GILA KEMBALI!!” Teriak Changmin yang mendapati orang itu adalah seorang yeoja.

“AISHH YAA!!! Aku tidak mau jadi saksi tunggal kematian mu” lanjut Changmin.

Tanpa pikir panjang Changmin lepaskan sandal yang ia kenakan dan masuk kedalam laut. Semakin maju ia berjalan semakin dalam laut tersebut. Didepannya, kepala yeoja itu hampir tenggelan. Ia langsung mempercepat langkahnya. Dan tak lama kepala yeoja itu sudah hilang. Segera Changmin berenang kearahnya. melihat rambut yeoja itu mengambang ia langsung mengangkat tubuh yeoja yang sudah tak sadarkan diri itu. Beruntung tubuh Changmin lebih tinggi dari yeoja itu, ia masih bisa menapak di pasir dasar laut. Ia rangkul yeoja itu.

“Ya..aishh”

Dengan susah payah ia membawa yeoja itu kembali ke bibir pantai. ia gendong yeoja itu lalu ia tidurkan di pasir kering yang jauh dari pantai.

“Ya bangunnn” Changmin goyang goyangkan tubuh yeoja itu.

Lalu ia berlari ke arah tasnya. Ia sangat panik. Bernagai macam pertanyaan muncul di kepalanya. Bagaimana kalau dia benar benar meninggal? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caranya membuatnya hidup kembali? Apa aku biarkan saja dia mati? Otaknya benar benar todak berfungsi lagi. Ia harus menelphone poliai. Setidaknya mereka pasti mengerti cara menyelamatkan yeoja itu atau cara menangani kasus bunuh diri ini.

“Waeyo Changminie?” Suara imut dengan gaya bicara yang menjijikan bagi Changmin terdengar dari ujung saja.

Bukan. Ini bukan kantor polisi. ia lihat siapa yang ia telphone. Ia langsung mengutuki dirinya. Kenapa ia malah menelphone Sungmin.

“Hyung aku salah nomer. Aku harus menelphone kantor polisi.”

“Wae? Wae? Apa yang terjadi?”

“Hyung, ada yeoja ingin bunuh diri di laut. Aku membawanya ke bibir pantai tapi dia tidak sadar.. hyung apa yang harus aku lakukan?” Tanya Changmin panik.

“Tenang tenang jangan panik. Kau check dulu dia masih hidup atau tidak. Pegang pergelangan tangannya.” Sambil mendengarkan penjelasan Sungmin ia berjalan mendekati yeoja itu.

Dipegangnya pergelangan tangan yeoja tersebut. Masih dirasa ada detak jantung didalam tubuh yeoja ini. “Hyung dia masih hidup”

“Kalau begitu. Tarus kedua tanganmu ditengah tengah dadanya lalu tekan seperti memompa.” Ucap Sungmin.

Changmin pun melakukan hal yang diperintahkan Sungmin. Ia menekannya deperti ingin memompa sebanyak tiga kali. Tapi nihil tiada hasil. Yeoja itu masih tidak sadarkan diri.

“Hyung dia belum sadar. Eottokhae?”

“Nafas buatan! Kau laukan nafas buatan.”

“Hyung! Kau gila?”

“Kau ini.. kau ingin dia mati? Lakukan sekarang nanti terlambat bisa gawat. Dengar setelah nafas buatan lalukan lompa seperti tadi. Jika belum sadar juga, ulangi sampai ia sadar. Changmin ah~ aku harus menemui orang. Semoga berhasil.”

Sungmin langsung mematikan telphonen. Changmin langsung menaruh handphonenya lalu menatap yeoja itu. Dilihat lihat yeoja itu tidak jelek, melainkan cantik. Ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja itu. Lalu melakukan nafas buatan, dari mulut ke mulut. Bibir Changmin yang hangat memberikan oksigen pada bibir dingin yeoja itu. Kemudian ia lakukan lagi pompa pada yeoja itu. Tak sadar. Yeoja itu masih tak sadar. Ia dekatkan lagi wajahnya lalu bibirnya mentransferkan oksigen lagi. Dan akhirnya setelah Changmin memompanya untuk ketiga kali, Yeoja itu sadar. Yeoja itu batuk mengeluarkan air yang masuk kedalam tubuhnya.

“Ya! Kenapa kau menyelamatkan ku hah?” Teriak Yeoja itu.

“Aish bukannya berterimakasih malah marah. Masih untung aku menyelamatkan mu.”

“Kau tidak tau apa apa. Lepaskan” Yeoja itu bangun dari duduknya dan berjalan kembali menuju lautan.

Changmin tidak diam saja. Ia ikut berlari ke lautan lepas. Tapi sebelum yeoja itu masuk kedalam laut. Ia berhasil menarik tangan yeoja itu dan membuatnya masuk kedalam pelukan Changmin. Sadar posisi mereka sangat canggung, Changmin langsung menjaga jaraknya.

“Dengarkan aku baik baik. Bunuh diri bukanlah peyelesaian masalah. Kau malah menambah masalah. Aku tidak tau siapa dirimu, tapi aku peduli padamu. Kalau kau punya masalah jangan selesaikan dengan bunuh diri.” Omel Changmin.

“Lalu aku harus bagaimana? Namja bodoh itu meninggalkan ku demi yeoja lain. Aku telah memberikan semuanya untuk namja itu. Waktu, Cinta, Perhatian, bahkan tubuhku sudah ke berikan padanya. Sekarang dia meninggalkan ku. aku seperti tidak berharga lagi. Lebih baik aku hilang ditengah lautan sana.” Balas yeoja itu yang ikut mengomel.

“Ya!! Lalu bagaimana dengan orang yang sayang dengan mu? Dengar, perkara ditinggal orang yang kita cintai aku tau rasanya. Aku juga ditinggal oleh yeoja yang paling aku cintai didunia ini. Kita ini sama. Sama sama ditinggalkan. Tapi bukan dengan bunuh diri cara kau menyelesaikan masalah ini.” Changmin membalas dengan isi hatinya.

Yeoja itu tak membalas. Ia hanya terdiam lalu menangis. Hatinya cukup hancur saat ini. Hanya menangis satu satunya yang dapat ia lakukan. Changmin pun lega, yeoja dihadapannya sudah tenang. Dia tidak memberontak ingin bunuh diri lagi.

“Menangis lah sepuas hatimu. Setidaknya itu lebih baik dari pada bunuh diri.” Kata Changmin.

Sekitar 5 menit yeoja itu tak berhenti menangis. Dan akhirnya ia berhenti. Nafasnya masih tersengal sengal tapi air matanya sudah kering.

“Puas?” Tanya Changmin.

Yeoja itu hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Changmin. Cangmin pun mengambil handuk yang ada didalam tasnya. Ia berikan pada yeoja itu untuk mengeringkan tubuhnya. Tak lupa ia mengganti bajunya yang basah dengan yang kering didepan yeoja itu.

“Kau bilang kau tau rasanya ditinggal.. Memangnya dia meninggalkan mu kenapa?” Tanya yeoja itu.

“Ah.. dia akan menikah dengan namja lain. ngomong ngomong aku Changmin.”

“Seohyun.”

Keduanya berjalan ke sebuah sisi pantai yang tak terlalu panas karena ditutupi oleh pepohonan. Disana ada ayunan lebar yang menggantung di pohon besar. Mereka duduk disana, bersebelahan. Keduanya saling bercakap cakap. Menukar pengalaman.

“Dia dijodohkan, dan setuju untuk dijodohkan.”

“Sad story. Kau tidak mencoba merebutnya?” Tanya Seohyun itu.

“Untuk apa? Itu pilihannya. Aku menghargai segala pilihannya. Dan yeah disinilah aku sekarang, refreshing melupakan yeoja itu. Kalau kau bagaimana?”

“Dia hanya memperalatku untuk mendapatkan yeoja yang ia cintai. Bodoh. Aku benar benar bodoh. Semua milik ku sudah ku berikan semua.” Balas yeoja itu.

“Wait.. semua? sorry, kau tidur dengannya?” Tanya Changmin.

“Dia memaksa. Dan pada saat itu aku tidak tau bahwa dia hanya mempermainkan aku saja. Bodoh kan?” Jelas Seohyun sambil mengasihani dirinya sendiri.

“Berhentilah mengatai dirimu bodoh. Kau tidak bodoh. Kita akan rela melakukan dan memberikan apa saja untuk orang yang kita cintai”

SEOUL
LUMIERE HOTEL

Yoona telah selesai mengganti pakaiannya. Ditemani oleh Tiffany, ia berjalan menuju lobby staff building atau tempat keluar masuknya staff hotel. Disana ada sebuah mobil mahal menunggu mereka. Didalamnya seorang namja memakai kemeja putih lengkap dengan dasi tapi tanpa jas, telah menunggu mereka, ani tepatnya menunggu Yoona. Tiffany ketuk kaca mobil itu memastikan mobil itu adalah mobil sahabatnya, Cho Kyuhyun.

“Ey Cho Kyuhyun, mau jadi prince charming kau sekarang?” Ejek Tiffany.

“Aish diam kau. Tolong bilang kekasih mu review hari ini dibatalkan saja. Aku harus mengantarkan dia.” Balas Kyuhyun.

“Ok.”

Tiffany sedikit mendorong Yoona yang enggan masuk kedalam mobil Kyuhyun. Setelah dorongan dan paksaan dilakukan Yoona akhirnya mengalah dan masuk kedalam mobil itu. Hanya berdua dengan Cho Kyuhyun. Ini bukan kali pertamanya menjadikan anak pemilik Hotel ini, sebagai supir. Kyuhyun mengantarnya karena ia telah mengatakan dia akan menjaga Yoona. Bukan hanya itu, ia mulai merasa nyaman berada disamping yeoja ini.

“Kyuhyun -nim aku turun di halte bus depan saja.” Ucap Yoona.

“Ani.. aku akan mengantarmu sampai rumahmu. Sekarang tak usah banyak bicara tunjukan arah kerumah mu.” Perintah Kyuhyun.

“Ne..”

Mobil Kyuhyun melaju sedikit pelan dari biasanya. Ia tak berani menancap gas karena Yoona memperingatinya bahwa rumahnya sangat terpencil. Didalam mobil Yoona hanya memberi arahan. Tak ada topik lain.

“Yoona -ssi. Apa kau terluka?” Tanya Kyuhyun yang akhirnya membuka percakapan.

“Aniyo Kyuhyun -nim.” Balas Yoona.

“Bagus lah. Kalau kau terluka bilang saja. Aku inikan bos mu, kau adalah salah satu dari tanggung jawab ku.”

“Ne.. mianhae, aku merusak nama..”

“Aniyo gwaenchana. Kau tidak salah. Yang terpentkng saat ini, kau harus beristirahat. Besok kau harus bekerja lagi kan?”

“Ne.”

Entah Yoona sedikit merasa kecewa. Apa yang menjadi topik pembicaraannya dengan Kyuhyun, hanya sebatas masalah pekerjaan. Seharusnya ia tak boleh berharap lebih. Dan sampailah mereka didepan boarding house yang menjadi tempat tinggal Yoona selama ini. Didepan boarding house itu, seorang yeoja sedang asik meminum secangkir air, entah itu teh, kopi, susu, juice, atau hanya air biasa. Melihat sebuah mobil mewah masuk ke halaman, yeoja itu sedikit tersentak.

“Dia siapa? Adik mu?” Tanya Kyuhyun yang masih mengunci pintu mobilnya.

“Ani, ini adalah boarding house.. Jadi yang tinggal disini bukan hanya aku.” Balas Yoona.

“Ada namja juga?” Tanya Kyuhyun saat melihat penghuni lain keluar dari dalam rumah. Kali ini, penghuni itu adalah seorang namja yang keluar hanya dengan menggunakan boxer bergambar Stitch.

“Hmm ini yeoja dan namja.”

“Dia tidak berbahaya kan?”

“Aniya dia jinak.”

Namja dan Yeoja yang Yoona dan Kyuhyun maksud adalah Kai dan Taeyeon. Keduanya baru saja bangun. Penampilannya masih lusuh. Sedangkan Kai, muka bantalnya masih terlihat. Kai bergabung bersama dengan Taeyeon yang memperhatikan mobil itu dengan seksama. Jangan jangan sang pemilik boarding house ini sudah menjual tanahnya pada orang lain. Dan orang didalam mobil inilah yabg membeli dan siap mengusir mereka dari rumah ini.

“Berisik sekali.” Minho bergabung dengan mereka. Tidurnya terganggu mendengar suara mobil Kyuhyun. Penampilannya tak jauh beda dengan Kai. Hanya saja boxer yang ia kenakan bergambar Pororo.

“Kalian berdua..” Taeyeon akhirnya memperhatikan kedua namja yang berdiri disampingnya. “Aish apa kalian bercinta semalam?”

“Taeyeon -ssi. Jangan berpikir aneh aneh. 80% namja pasti tidur dengan pakaian seperti ini. Yang tidak seperti ini, artinya bukan namja sejati.” Balas Kai.

“Mwo? Jadi kau namja sejati? Kau semalam masuk kekamar ku dan menangis nangis karena rindu pada kedua anjing mu di kampung halaman mu. Kau masih bisa mengatakan kalau kau namja sejati?” Minho Masuk kedalam pembicaraan mereka.

“HAHAHAHAHA. Dia menangis semalam? Jadi suara horror tangisan yang kukira itu adalah penunggu rumah ini itu dia?” Taeyeon tertawa terbahak bahak.

“Yep.. itu bocah ingusan ini.” Jawab Minho.

“Aish Hyung. Jangan buka aib ku didepan Taeyeon. Kau ini membuat image ku jelek saja.” Bisik Kai malu malu.

Mereka berhenti bicara saat penumpang dan supir di mobil itu membuka pintu. Pertama – tama sang supir yang diyakini ketiga orang itu adalah pemilik mobil itu Turun. Melihat betapa berwibawa dan tampannya namja itu, Minho dan Kai bersama sama menutupi dada mereka dengan menyilangkan kedua tangan mereka.

“Hey! Itu yang namanya namja. Namja sejati.” Taeyeon sedikit mempertegas dua kata terakhirnya.

Menyusul, sang penumpang turun dengan perlahan. Taeyeon, Kai dan Minho membuka mulutnya. Betapa kagetnya mereka, Yoonalah yang turun dari mobil itu. Keduanya, Yoona dan Kyuhyun masuk kedalam halaman boarding house itu. Kyuhyun memperhatikan Minho dan Kai yang berdiri seperti patung.

“Yoona nonna.. kau diam diam menghanyutkan.” Ucap Kai.

Minho dan Taeyeon mengiyakan ucapan Kai. Keduanya menganggukan kepalanya secara bersamaan.

“Waeyo?” Tanya Yoona bingung.

Tangan Kai menunjuk ke arah Kyuhyun. “Namja chingu mu boleh juga.” Kai tak bisa berkata kata.

“Eish, dia ini bos ku bukan namjachingu ku.” Jelas Yoona.

“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Sapa Kyuhyun.

“Ah… hai Cho Kyuhyun ssi.” Kai dengan santai menjabat tangan Kyuhyun.

“Dia pemilik hotel tempat aku bekerja.” Jelas Yoona dengan suara pelan.

“MWO?” Teriak Minho , Kai dan Taeyeon secara bersamaan.

Ketiga manusia itu langsung lari berhamburan. Minho masuk mencari sebuah kursi. Kai mencari meja kecil dan Taeyeon berlari ke dapur mengambil teh hangat dan beberapa snack yang ada. Tak sampai satu menit, ketiga manusia itu berhasil menyediakan tempat untuk Kyuhyun duduk layaknya tamu istimewa.

“Tidak usah berlebihan. Aku bukan dewa.” Ucap Kyuhyun.

“Kau itu pemilik hotel paling baik di Korea. Tentu saja kau dewa.” Ucap Minho.

“Yoona -ssi” Kyuhyun memanggil Yoona karena merasa canggung dengan situasi ini.

“Ya! Biarkan dia sendiri. Kalian ini memalukan saja.” Teriak Yoona yang berhasil membuat Taeyeon Minho Kai dan Kyuhyun tersentak

Ketiga manusia itu berhenti mendewakan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun kembali berdiri dari kursinya dan mengambil posisi berdiri disamping Yoona.

“Bolehkah aku melihat lihat?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu.” Jawab Yoona.

Mereka pun masuk kedalam rumah. Kyuhyun mengikuti kemanapun Yoona pergi. Saat ini, Ketiga orang bodoh yang semula mendewakan Kyuhyun, tetap menjadikan Kyuhyun pusat perhatiannya. Merasa sedikit horror dengan kelakuan 3 penghuni itu, Kyuhyun memegangi tas yang Yoona kenakan dengan erat. Setidaknya, ia berpegang dengan orang yang bisa menjinakan 3 orang ini dengan 1 kali teriakan.

Yoona menunjukan satu persatu ruangan yang ada. Termasuk kamar Minho dan Kai yang berantakan. Saat masuk ke kamar kosong, Kyuhyun melepas genggamannya pada tas Yooona.

“Boleh juga” ucapnya.

“Ne?”

“Aniya. Yoona -ssi kau beristirahat lah. Kalau butuh jemputan besok pagi, hubungi saja aku.” Kyuhyun langsung memberikan kartu namanya. “by the way, apa kamar ini available?” Tanya Kyuhyun.

“Molla, kau sebaiknya menghubungi pemilik rumah ini.” Balas Taeyeon yang langsung berlari masuk kekamarnya untu mengambil contact person rumah ini.

Ia berikan beberapa digit nomer telphone pada Kyuhyun diselembaran kertas putih. Ia masih menyimpan kertas itu, mengingat dia masih penghuni baru disini.

“Kau mau menyewa kamar disini?” Tanya Minho.

“Rahasia.” Balas Kyuhyun.

Yoona, Minho, Kai dan Taeyeon saling lirik satu sama lain. Namja didepannya ini pasti bercanda. Tidak mungkin orang kaya tujuh turunan seperti Kyuhyun mau tinggal di sebuah rumah yang sangat lusuh ini. Tanpa berpamitan Kyuhyun turun tangga dan langsung menuju pintu keluar. Ia naik kedalam mobil mewahnya lalu bergegas kembali ke hotel. Tak lama setelah Kyuhyun pergi seorang namja dengan tampang bodoh muncul. Ia mengendap ngendap masuk kehalaman boarding house tersebut. Walau mengendap endap, penampilannya tdiak dapat dikatakan seperti gelandangan. Ia sangat terlihat menarik.

“Taeyeon tinggal dirumah lusuh ini?” ucapnya.

“Hyung!!! ada pencuri. Lihat itu.” ucap Kai yang dari dalam rumah mendapati kehadiran namja aneh yang mengendap ngendap masuk ke rumahnya.

Dari belakang, Yoona, Taeyeon, Minho segera melihat jendela dan benar. Ada seorang namja diluar sana yang sedang mengendap endap masuk kedalam. Mata mereka memperhatikan dengan seksama namja tersebut. Semua gerak erik dan penampilannya. Taeyeon un akhirnya sadar, ia mengenal namja itu. Berpakaian modis dan membawa tas camera. Siapa lagi kalau bukan bosnya tercinta Lee Hyukjae atau Eunhyuk.

“Dia bukan pencuri.” Taeyeon segera keluar rumah.

Ia dekati Eunhyuk yang asik menilai rumah dihadapannya ini. Belum sadar orang yang ia cari sudah berdiri disampinya Eunhyuk berjalan ke pintu gerbang lagi karena merasa ia salah rumah. Menyadri Eunhyuk ragu ia mencolek lengan atasannya Β itu. Hal tersebut membuat Eunhyuk kaget.

“Hai” sapa Taeyeon.

“Hai” balas Eunhyuk. “Jadi ini rumah mu?”

“Yep, ada apa? Rindu padaku sampai datang kerumah ku” ledek Taeyeon.

“Aniyo.. Aku butuh teman untuk menghabiskan waktu. Donghae sibuk dengan project barunya, aku tak punya teman lain selain dia. Dan tiba – tiba saja namamu terlintas di otak ku. Jadi aku cari saja data dirimu di studio. Dan wala~disinilah aku sekarang.” Jelas Eunhyuk. Ini bukan alasan yang sebenarnya

“Alasan yang bagus. baik lah aku temani kau menghabiskan hari ini. Beri aku 20 menit.”

Taeyeon mempersilahkan atasannya masuk kedalam rumah dan duduk di sofa. Kai dan Minho yang belum mengenakan pakaiannya mempehatikan Eunhyuk dengan seksama. Tatapan kedua namja itu, membuat Eunhyuk sangat tidak nyaman. Ia hanya tersenyum canggung pada Minho dan Kai. Datanglah Yoona mencaikan suasana. Ia mambawa secangkir teh hangat untuk Eunhyuk. Saat ia menaruh cangkir di meja, terlihat tagannya masih gemetar. Eunhyuk memperhatikan Yoona, memastikan dia baik baik saja. Tapi semakin Eunhyuk melakukan sesuatu, pandangan Minho dan Kai semakin tajam. Sial ia benar benar mati kutu. Dan satu satunya yan bissa menyelamatkannya adalah Taeyeon.

Tepat 20 menit Taeyeon turun dengan penampilan seperti anak sekolah dasar yang akan pergi berpiknik bersama orang tuanya. Eunhyuk sedikut tertawa melihat penampilan Taeyeon. Eunhyuk segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Taeyeon. Ia bersembunyi dibalik tubuh Taeyeon. Mata Minho, terutama Kai sangat tajam seperti ingin mencabik cabik tubuhnya. Tameng satu satunya yang ia punya adalah Taeyeon.

“Ayo cepat” Buru Eunhyuk yang tidak tahan berada disini.

“Arayo… Yoona -ssi aku pergi dulu ya.”

Tanpa beramitan pada kedua namja itu Taeyeon pergi meninggalkan rumah bersama dengan Eunhyuk. Eunhyuk meninggakan mobilnya di studio yang tak jauh dari rumah Taeyeon. Mereka berdua berjalan kaki menuju studio secara merdampingan. Kalau dari belakang mereka terlihat seperti anak sekolah yang sedang berpiknik. Sampai di sudio Eunhyuk dan Taeyeon langsung masuk kedalam mobil milik Eunhyuk. Eunhyuk sudah punya tujuan. Ia ingin sekali menuju tempat ini.

“Jadi kita kemana?” tanya Taeyeon.

“Make Over” ucap Eunhyuk

“Mwo?”

TBC

satu satu ya updatenya.. Lensnya udah ada kok tapi antri dulu. Makasih ya yang udah baca ampe part ini. Semoga terhibur.

20 thoughts on “Whisper [ Part 4 ]

  1. cloverqua says:

    akhirnya muncul juga kelanjutannya πŸ˜€
    keren, suka pake banget, apalagi moment kyuna-nya
    tapi, kasihan sama yoona sampe digituin sama tamu hotelnya itu *jitak si tua bangka*lol*salah fokus XD
    jangan2 kyuhyun nanti bakal sewa kamar kosong itu? semoga iya *ngarep*
    itu minho-kai-taeyeon lucu banget, aku suka semua karakter cast di sini πŸ™‚

    oh iya chingu, masih byk typo nih *rada keganggu dikit* hehe πŸ˜€
    but always, ceritanya tetep daebak
    ditunggu kelanjutannya ya, fighting (^.^)9

  2. GalihSigma says:

    Omg, kerjaan sehari2 visit blog ini, siapa tau wishper lanjut, finnaly it’s continue, gila kyuhyun baekkk bangeettt, biglaf buat writernya keep writing :))

  3. Aqila Azza says:

    Aaah,, kai-minho-taeyeon waktu ketemu kyuhyun LOL banget,,
    semoga kyuhyun nyewa kamar di boarding house itu *Amiin*hehe*

    Oh iya eon, masih ada banyak typo disini, *radakurangfokusbacanya*
    tapi, FF nya tetep kece kok (y) πŸ™‚
    Ditunggu kelanjutannya ,, fighting !! πŸ˜€

  4. dimdimsidimbul says:

    kayaknya itu minho ama kai kehabisan obat pengendali otot mata ama obat alay deh..
    masak kyuhyun dateng d liatin..
    eunhyuk dateng jga d liatin..
    jgn” entar donghae datang juga d liatin lagi..
    tapi selama masih d liatin nggak apa” kok..
    asal jgn ampe d makan aja dah..

    kyuhyun mau sewa kamar d situ biar bisa deket ama yoona eonni yaaa..
    ayo ngaku..
    hehehehe..

  5. gamepagne says:

    Yaiiii kyu udah mulain nihh disini juga fix banget yoona naksir kyuhyun. Kayanya kyu niat sewa kamar deh hahaha biar makin deket sm yoona xD ditunggu kelanjutannya

  6. tirzananda says:

    seohyun akhirnya nongol juga..
    moment kyunanya greget banget, kyuhyun gak sadar kalo sebenernya dia itu uda nyaman sama yoona padahalkan dia susah deket sama cewek dalam jangka waktu yg singkat, kenapa dia gak seberapa sadar? jadi gregetm wah kayaknya kyuhyun mau pindah ke boarding housenya yooona tuh

  7. tarilbs says:

    Kyu bener2 atasan yang mengagumkan ya…dia sangat peduli dgn bawahannya…adegan yg paling saya sukai disini saat kyuhyun dtg ke boarding house…tae, kai, minho and kyu bener2 lucu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s