Lens : New Life 3

LENS

Pagi yang baru menyapa kediaman keluarga Cho dengan cahaya matahari yang sangat terang, minyilaukan mata. Kyuhyun membuka kedua matanya yang masih ingin kembali ke alam mimpi. Mungkin didalam mimpi ia menemukan sosok Yoona yang tidak marah padanya. Saat ia benar benar sadar, ia akhirya menyadari bahwa sosok yang seharusnya tidur disampingnya hilang entah kemana. Yoona sudah tidak ada di samping Kyuhyun. Sejak semalam tidurnya tidak tenang. Sesekali ia terbangun dan harus berusaha kembali tidur.

Otak Kyuhyun langsung berpikir hal – hal aneh yang seharusnya tidak ia pikirkan. Apa yeoja itu sudah lelah dengannya, lalu pergi meninggalkannya dengan kata lain ‘Yoona kabur’. Tubuh Kyuhyun langsung tegang dan semua syaraf dan ototnya seakan sudah terisi tenanga yang sangat penuh. Ia langsung berdiri, berlari keluar kamar. Mata dan tubuhnya sibuk mencari cari keberadaan Yoona. Dan pada saat sosok itu tertangkap oleh matanya, seketika seluruh tubuhnya merasa sangat lega.

“Yoona, kenapa kau duduk disini?” Tanya Kyuhyun yang ikut duduk di samping Yoona.

“Oppa, sebaiknya kau pakai baju mu. Memalukan sekali, duduk dihalaman rumah dengan hanya menggunakan boxer kesayangan mu itu. Sudah berapa hari kau tidak ganti boxer?” Tanya Yoona.

“Tenang, ini baru 5 hari.” Balas Kyuhyun asal sambal terkikih geli.

“Apa kau normal?” Tanya Yoona bingung.

Mereka berdua menikmati pagi tanpa menginga – ingat perang dingin yang kemarin terjadi diantara mereka. Keduanya duduk tanpa mengeluarkan suara. Tentu saja Kyuhyun masih menggunakan boxer kesayangannya tanpa memakai atasan apapun. Yoona kembali pada imaginasi – imaginasi dikepalanya. Anak? Ah mungkin kalau mereka sudah punya anak pagi seperti ini tidak akan sesunyi ini. Akan ada suara suara tangisan atau teriakan yang membuat rumah itu selalu ramai.

“Yoona ya.. ada yang ingin aku bicarakan.” Ucap kyuhyun. “Aku akan selesaikan permasalahan yang ada didalam diriku. Semua konflik di kepalaku. Menghilangkan semua rasa tidak siap didalam diriku untuk memiliki anak. Maukah kau menunggu ku? Aku tau, aku selalu membuat mu menunggu. Tapi kali ini aku mohon, tunggu sampai semua selesai dan aku siap.” Lanjut Kyuhyun.

Yoona menatap lelaki yang baru saja berbicara disampingnya dengan nada sangat serius. “Apa seburuk itu untuk memiliki anak?” Tanya yoona dengan suara lirih.

“Aniyo, hanya saja aku takut aku tidak bisa membahagiakan mu dan anak anak kita. Aku takut waktu ku tersita karena pekerjaan dan membuat ku tak punya waktu untuk kalian. Aku belum siap menjadi suami yang tidak bertanggung jawab. Setidaknya berikan aku waktu untuk mempersiapkan semuanya.” Jelas Kyuhyun.

Keduanya kembali terdiam. Yoona tak punya persedian kata – kata kalau Kyuhyun sudah berbicara dengan nada seserius. Lelaki yang ia nikahi ini sangat terlihat bingung. Ia benar – benar tak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Melihat Kyuhyun berwajah serius dicampur kebingungan, Yoona bangkit dari duduknya memeluk Kyuhyun yang sedang duduk.

Oppa mianhae. Aku hanya memikirkan diriku saja. Aku tidak memikirkan hal sejauh itu. Aku tidak memikirkan dirimu.” Ucap Yoona.

“Yoona ya.. tunggu aku. Beri aku waktu. Jangan tinggalkan aku. Jaebal.” Ucap Kyuhyun dalam pelukan Yoona.

“Hmm”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Kali ini terasa ia tak ingin melepaskan pelukannya. Dan kalau boleh jujur Yoona merasa kesakitan karena tangan Kyuhyun sangat kuat. Pagi itupun dihabiskan dengan acara berpelukan sampai akhirnya Donghae menelphone Kyuhyun untuk segera datang ke Lens.

LENS Hotel
11.00 AM

Seperti biasa, Lens selalu ramai dengan kehadiran tam yang datang dari berbagai macam Negara. Hotel ini semakin besar mengibarkan kesuksesannya setelah Kyuhyun menjadi pemimpin Lens. Kyuhyun pun cukup popular dikalangan para pebisnis muda ataupun tua. Kesuksesan yang ia buat sampai saat ini, banya membuat iri para pesaing. Bukan hanya Kyuhyun, nama Donghae juga ikut melambung tinggi karena kinerjanya sangat baik. Ia banyak mendapat tawaran untuk bekerja di hotel hotel asing denga gaji lebih tinggi dari gajinya di Lens. Sayangnya ia menolak semua tawarannya itu. Dirinya sudah merasa sangat nyaman di hotel ini, apa lagi disinilah tempat kisah cintanya dengan Taeyeon terjadi.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun didalam ruangan Donghae.

“Itu.. ada manusia yang menunggumu.” Balas Donghae.

Disana sudah ada seorang namja dengan tubuh tinggi nan tegak. Sialnya namja itu lebih tinggi dari pada Kyuhyun dan Donghae. Menyadari kedatangan Kyuhyun pria itu berdiri dan membalikan badannya. Sekali melihat sosok namja itu, Kyuhyun sudah bisa menebak siapa namja yang ada didalam ruangan Donghae. Shim Changmin. Sudah lama Kyuhyun tidak melihat sosok namja ini.

“Yo Cho Kyuhyun!” Sapa Changmin.

“Kau masih hidup?” Tanya Kyuhyun.

“Sial. Aku sudah jauh – jauh datang dari Swiss, kau malah menginginkan aku mati? By the way mana Yoona? Apa kalian sudah punya anak?” Oceh Changmin

“Belum dan itu bukan urusanmu. Ada urusan apa kau datang kesini?”

“Aku sedang ada urusan disini dan berhubung aku sangat merindukan mu, aku mampir saja kesini. Aku kira aku sudah bisa menggendong anak mu atau anak Donghae atau Eunhyuk. Tak taunya belum ada yang lahir. Lama sekali.” Mulut Changmin kembali berbicara seperti tak ada remnya.

“Kau kira membuat anak tidak butuh proses? Tidak ada bayi yang tiba tiba saja jatuh dari langit.” Balas Donghae.

Kyuhyun langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tersenyum tipis, bingung mau membalas apa. Setiap kali masalah keturunan muncul dia akan berubah menjadi patung. Kyuhyun pasti akan disalahkan kalau Yoona belum hamil. Sedangkan Donghae yang sedari tadi berdiri dalam diam, memperhatikan gerak – gerik aneh yang Kyuhyun lakukan saat kebingungan seperti ini. Ia sudah terbiasa melihat namja ini berkelakuan aneh jika ditanyai keturunan oleh banyak orang.

“Aku belum punya rencana untuk memiliki anak.” Jelas Kyuhyun.

“Ya!! Kau ini.. Lee Donghae sebaiknya kau ajari dia bagaimana cara membuat anak. Aku yakin yang belum siap untuk mempunyai anak itu pasti kau… Apa kau mau Yoona ku hamili?” Sekali lagi namja ini sama sekali tidak berpikir saat berbicara.

“Kalau kau menghamili Yoona.. percayalah kau hanya tinggal nama ditangannya. Tapi memang sebaiknya kau dan Yoona membicarakan masalah ini baik – baik. Apa kau tidak mau membuat Yoona senang?” Kata Donghae.

“Dengarkan penjelasan ku dulu. Aish.. kenapa semua membela Yoona?” Kyuhyun mulai frustasi.

“Bukannya membela Yoona, tapi tetap saja.. saran ku sebaiknya kau cepat cepat buat anak. Bagaimana pun juga kedua orangtua mu dan orangtua Yoona pasti sangat menginginkan kehadiran anak kalian didunia ini.” Kata Changmin.

“Aku tau. Aku hanya butuh waktu untuk menyelesaikan masalah pekerjaan dulu agar aku bisa memberikan perhatian penuh pada Yoona.” Balas Kyuhyun.

“Pekerjaan itu tidak ada habisnya. Tapi waktu punya batas. Dan kalau kau lewat dari batasan itu mungkin saja kau tidak akan pernah punya keturunan. Aku saja bisa membagi waktu antara Taeyeon dan pekerjaan. Kau lebih professional dari ku, aku yakin kau pasti bisa.” Lanjut Donghae.

“Kalian seperti psikolog pernikahan.”

Changmin dan Donghae memandang satu sama lain. Mereka sama sama tersenyum hambar. Lelaki didepan mereka sama sekali terlihat tidak menarik jika terlihat bodoh seperti ini. Wajah Kyuhyun menampakan wajah berpikirnya. Mimiknya sangat serius, membuat Donghae dan Changmin mulai penasaran apa yang ada diotaknya.

Kepala Kyuhyun dipenuhi bayang – bayang orang yang selalu menanyainya tentang keturunan. Dari kedua orangtuanya, orang tua Yoona, teman temannya, bahkan bawahan atau rekan kerjanya semua seperti didaftar oleh Kyuhyun. Semua yang dikatakan Changmin dna Donghae ada benarnya. Dengan memberi anak, Kyuhyun dan Yoona tak akan dihantui lagi oleh kedua orang tua mereka. Hidup mereka akan tentram. Tak aka nada lagi yang bertanya ‘Kenapa kau belum punya anak juga?’. Kyuhun langsung tersenyum.

“Kalau begitu aku tidak akan masuk kerja selama seminggu. Aku akan mengajak  Yoona honeymoon kedua. Dan Lee Donghae semua pekerjaan ku, kau yang mengerjakan. Mulai dari bertemu tamu normal sampai yang abnormal. Membuat deal dengan para rekan kerja, menemani rekan kerja fine dinner, membuat table accounting hotel ini, Memastikan semua apa yang ada didalam hotel ini berjalan dengan sangat baik. Jika aku kembali semua berantakan, akan ku adukan kau berselingkuh dengan sekertaris sexy mu itu.” Jelas Kyuhyun.

“Ya! Cho Kyuhyun apa itu tidak berlebihan?” Tanya Donghae.

“Kau selingkuh?” Tanya Changmin. “Istri mu itu sedang hamil. Berani sekali kau bermain dibelakangnya.” Lanjut pria bertubuh tinggi itu.

“Ani.. aku tidak selingkuh. Baiklah Cho Kyuhyun akan ku lakukan semua yang kau minta. Setidaknya dengan ini rumah tangga ku selamat dari mulut jahat mu itu.” Balas Donghae.

Donghae hanya bisa menerima nasib. Walau mereka teman, dalam pekerjaan Kyuhyun adalah atasannya. Apa yang Kyuhyun ucapkan harus ia lakukan walaupun dalam dirinya menolak semua perkataan pria ini. Changmin yang bediri disana hanya bisa menepuk nepuk pundak Donghae, sekedar memberi semangat pada Donghae.

“Apa aku melewatkan sesuatu?” Seorang pria tiba tiba muncul dengan pakaian sangat stylist.

“Hyukjae pakaian mu bagus.” Puji Donghae yang baru saja selesai memperhatikan penampilan orang itu.

Eunhyuk memakai kemeja hitam dengan jas merah terang serta dasi kupu kupu warna putih. Bawahannya, ia menggunakan celana pendek selutut sewarna dengan kemeja yang ia kenakan. Sedang sepatu yang ia kenakan bewarna putih.

Gomawo. Ah Cho Kyuhyun, kita ada janji dengan consultant dari Jepang. Ayo cepat nanti kita telat!” Ucap eunhyuk.

“Dengar, mulai hari ini Lee Donghae adalah pemilik Lens sementara sampai Yoona hamil. Puas kalian?”

“Mwoo??” Teriak Donghae dan Eunyuk bersamaan.

“Sampai Yoona hamil? Kau.. mau melakukannya berapa kali? Pernyataan mu barusan membuat ku berpikir, kau akan melakukannya tiap hari.” Ucap Changmin.

Tanpa mendengar Eunhyuk dan Donghae mengutarakan semua pendapat mereka, Kyuhyun dan Changmin keluar dari ruangan dan meninggalkan kedua orang itu. Kyuhyun tersenyum bahagia. Akhirnya ia bisa meninggalkan pekerjaannya tanpa ada rasa bersalah atau beban dipundaknya. Ia bisa pulang dan merencanakan bulan madu keduanya bersama Yoona. Dan kali ini ia sangat bertekad untuk memberi kedua orangtuanya cucu yang mereka damba dambakan dan impi impi kan sejak anak mereka menikah.

Dari luar pintu ada seorang yeoja berdiri mengumpat dibalik pintu. Dia tersenyum licik saat mendengar Donghae adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Lens sementara.

“Donghae -nim.. apa kau butuh bantuan ku?” Seulgi muncul dari balik pintu dan berhasil membuat Eunhyuk dan Donghae berdebat.

“Ani…” Donghae belum sempat melanjutkan kata katanya. Eunhyuk membengkam mulutnya. “Hmmmph”

“Tentu saja dia butuh pertolongan mu.” Kata Eunhyuk.

“Jinjja? Baiklah apa yang harus aku lakukan?”

Eunhyuk melepaskan tangannya dari mulut Donghae. Merasa tangannya sedikit basah, ia keringkan tangannya dengan menempelkan tangannya pada kemeja Donghae.

“Tolong ambilkan materi rapat di ruanganan Kyuhyun dan kemudian cari celana panjang hitam untuk orang ini.” Jari Donghae menunjuk ke arah Eunhyuk.

“Ne Donghae nim~”

“Ya.. kenapa aku harus ganti? Kau tidak tau fashion?”

“Aku tau kau menikahi seorang designer, tapi kalau kau berpakaian seperti ini pasti tak akan ada deal.”

Sehari penuh bersama Seulgi. Hari ini bagai seperti naik ke langit tapi kemudian jatuh tenggelam di dasar laut. Tentu saja, dengan menggantikan posisi Kyuhyun di Lens secara otomatis pendapatannya bertambah setidaknya diatas 15% dari pendapatan awalnya. Tapi, sehari bersama Seulgi karena Eunhyuk seenaknya saja mengajak yeoja ini, membuat hatinya tidak tenang. Entah dia harus senang atau sedih dengan apa yang terjadi pada dirinya hari ini. Untuk membuatnya sedikit tenang, ia nyalakan handphonenya. Dengan cepat ia buka galery, lalu mencari fotonya bersama dengan Taeyeon. Sesekali ia tersenyum. Yeoja yang ada di foto itu selalu membuatnya tenang disaat perasaannya gundah.

Disisi lain, setelah meninggalkan Lens pada Donghae, Kyuhyun seenaknya saja meninggalkan hotel ini. Ia berjalan keluar dari hotel ini dengan pundak yang ringan. Tidak ada tuntutan kerja, semua seperti ia tanggalkan dan titipkan pada Donghae. Sebenernya ia tak tau, apakah ia bisa langsung mengajak Yoona membuat anak atau tidak. Desakan teman temannya seperti mempengaruhi isi otak dan cara berpikirnya. Memang benar, ia harus segera memberi keturunan. Apa lagi, bukan hanya Yoona tapi keluarga dari Yoona ataupun Kyuhyun sudah menunggu kehadiran anak mereka.

Dalam perjalanan pulang, Cho Kyuhyun sama sekali tidak bisa berhenti tersenyum lebar. Setelah pundaknya ringan tiada beban, sebentar lagi ia kan mendapatkan jatah yang selama ini tidak ia dapatkan karena belum ingin memiliki anak.

“Yoona ya!!!” Panggil Kyuhyun saat sampai dirumah.

Heran dengan suara Kyuhyun yang baru saja pergi tiba tiba datang kembali, Yoona segera keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan kimono handuk putih yang belum di ikat. Rambutnya setengah basah terurai bebas. Langsung saja ia berlari keluar dan menghampiri Kyuhyun yang baru saja masuk ke rumah.

“Kau menggoda ku?” Tanya Kyuhyun sambil menahan napsunya.

Mata namja ini tak bisa berhenti berkedip. Wajahnya seperti menahan sesuatu dalam dirinya. Tubuhnya tak bergerak. Ah sial, Yoona selalu terlihat sexy dan cantik dimatanya.

“Kau tergoda? Padahal aku tidak memakai bikini.” Ucap Yoona.

“Berhenti…. Jang..an dekat dekat….Kau tidak mau ku ser..ang t..iba tiba kan?” Tanya Kyuhyun dengan sedikit terbata bata.

“Kau ini aneh. Kemarin minta jatah sekarang menghindar.” Tanpa menghiraukan apa yang Kyuhyun ucapkan. Kaki Yoona berjalan ke arah Kyuhyun.

Kaki Kyuhyun dengan cepat mengambil langkah mundur. Tanpa melihat ke arah belakang ia berjalan mundur. Tak sadar ada sofa dibelakangnya, ia menabraknya, lalu jatuh terduduk ke sofa itu.

“Yoona…” desisnya saat yeoja yang ia maksud sudah berdiri didepannya.

“Tenang saja, aku tak ada maksud menggoda mu saat ini. Aku hanya bingung kenapa kau pulang lagi? Tidak mungkin kau dipecat.. kau kan pemegang kekuasaan tertinggi disana.” Ucap Yoona yang dengan sengaja duduk dipangkuan Kyuhyun.

Pikiran Kyuhyun sudah berjalan kesana dan kemari. Gadis dengan pakaian sekali buka langsung polos, duduk dipangkuannya. Ia pejamkan matanya berusaha menahan napsu yang menggebu gebu didalam tubuhnya. ‘Godaan macam apa ini?’ Ucapnya dalam hati.

“Oppa, kenapa kau tidak menjawab?” Tanya Yoona bingung. Kali ini wajahnya tak sampai 5 cm didepan wajah Kyuhyun.

Sial. Mungkin ini memang sudah takdirnya. Ia tak bisa menahan semuanya lagi. Yeoja ini sukses melumpuhkan segala pertahanan dirinya.

“Hmmpp”

Langsung tanpa basa basi, Kyuhyun memaksa bibir Yoona mendekat ke bibirnya lalu melumat habis seluruh bibir Yoona. Tangan Kyuhyun tak mau ke tinggalan, ia menyelinap ke dalam pakaian Yoona lalu bermain dengan tubuh Yoona. Sedangkan Yoona, hanya bisa menerima segala perlakuan Kyuhyun. Mau bagaimana lagi? Posisinya sudah kritis. Jika didalam permainan catur, posisinya sudah skak mat

“Hmm Oppa.. Kenapa tidak ke kamar saja?” Tanya Yoona yang berhasil melepaskan ciuman Kyuhyun.

“Baik kalau itu mau mu.”

Kyuhyun menggendong tubuh mungil Yoona ke dalam kamar layaknya seorang putri dan pangeran. Kyuhyun tersenyum, akhirnya ia mendapatkan jatah yang selama ini ia inginkan. Saat masuk kamar, Kyuhyun langsung merebahkan tubuh Yoona ke kasur, lalu membuka satu persatu kancing kemeja yang ia pakai sambil berjalan menutup pintu.

“Oppa…” panggil Yoona manja..

“Ne..”

Dak

Pintu tertutup keras.

***

Golden Dragon Sushi
12.45 PM

Tempat ini adalah salah satu restaurant ternama di Seoul. Biasanya hanya orang orang bisnis yang datang kesini. Makanannya berharga selangit dengan porsi sedikit. Minuman saja harganya tidak tau diri. Seulgi lah yang menschedule ulang tempat dan waktu pertemuan mereka dengan consultant dari Jepang. Donghae dan Eunhyuk memesan menu yang mereka pikir layak untuk disajikan bagi consultant itu. Nama consultant itu adalah Ichinose Ren.

“Ya.. Apa dia tidak bosan, di Jepang makam sushi disini makan Sushi..” bisik Eunhyuk pada Donghae.

“Sudah lah, kalau dia tidak makan kita yang makan. Hari ini aku yang membayar.” Balas Donghae. “Sekarang diam lah dia bisa datang kapan saja.” Lanjutnya dengan nada dingin.

“Ne… Seulgi, bisakah kau berikan aku berkas dari ruangan Kyuhyun tadi?”

“Ne.. ini”

Eunhyuk duduk disamping kiri Donghae dan Seulgi duduk disamping kanan Donghae. Saat berkas itu sudah sampai ke tangan Eunhyuk, sengaja Seulgi mengambil tangan Donghae yang semula lelaki taruh di pahanya. Perlahan Seulgi memindahkan tangan Donghae ke paha kirinya. Ia gerakan tangan Donghae seperti mengelus paha mulusnya.

“Donghae nim..” desis Seulgi di kuping Donghae.

“Seulgi, berhenti ini bukan waktunya untuk main main.” Balas Donghae sambil mengambil alih kembali tangannya.

“Donghae nim, aku tidak main main dengan perasaan ku. Aku tidak apa apa jika hanya menjadi yeoja simpanan mu.” Ucap Seulgi.

“Seulgi dengar ak…”

3 orang tiba tiba datang dan duduk didepan Donghae dan Eunhyuk serta Seulgi. Consultant yang mereka kira sudah tua ternyata masih muda mungkin seumuran dengan mereka. Dan baiklah mereka akui ketiga orang didepannya ini sangat tampan dan menarik hati.

“Good Afternoon. Im Ichinose Ren and this is my Lawyer Mamura Daiki and my Friend Park Chanyeol” Ucap Ren terbata bata..

“Annyeonghaseyo, Park Chanyeol imnida. Saya akan menjadi translator bagi mereka berdua. Semoga pertemuan ini mebuahkan kata sepakat yang menguntungkan keduabelah pihak.” Ucap Chanyeol.

Ren sebentar mencari cari seseorang yang membuat janji dengannya. Cho Kyuhyun, ia mencari keberadaan Kyuhyun yang digantikan oleh Donghae saat ini. Merasa Kyuhyun tidak ada ia membisikian sesuatu pada Chanyeol.

“Tuan Ichinose bertanya, kenapa bukan Tuan Cho yang menemuinya?” Tanya Chanyeol.

“Tuan Cho sedang ada masalah dalam keluarganya dan untuk sementara waktu Tuan Lee Donghae lah yang menggantikannya.” Balas Eunhyuk.

Chanyeol segera mentranslate apa yang Eunhyuk bicarakan, lalu terlihat Ren mengangguk paham.

Segera perundingan itu dimulai. Dan semua perktaan Chanyeol diawal pertemuan ini menghasilkan keuntungan bagi keduabelah pihak. Merasa Deal mereka sudah cocok segeran Donghae dan Ren saling menjabat tangan mereka berdua mensepakati deal yang mereka lakukan saat ini.

“Tuhkan, mereka bosan makan sushi.” Ucap Eunhyuk yang melihat makanan yang mereka masih utuh tak disentuh.

“Ya sudah kita makan.” Balas Donghae singkat.

“Donghae nim..” panggil Seulgi.

“Wae?” Tanya Donghae.

“Apa kau tidak tertari pada ku?” Ucapnya.

Mendengan permintaan dari Seulgi, Eunhyuk yang semula sedang memasukan Tuna Sashimi langsung tersedak. Dan Donghae ia bahkan tak bisa berkata apa apa. Kenapa yeoja ini sangat menginginkan dirinya padahal yeoja ini tahu dirumah Taeyeon sedang hamil.

“Mian, Seulgi.. aku tidak bisa melakukan hubungan semacam itu.”

“Donghae nim, kalau kau tidak mau menerima ku, kau lihat saja apa yang akan aku lakukan pada istri mu.” Ancam Seulgi.

“Ya!! Apa yang akan kau lakukan pada Taeyeon? Jangan sentuh dia dan janggan pernah berpikir untuk menjadi yang kedua. Asal kau tau ya, jadi yang kedua itu tidak enak. Dan jangan ganggu hubungan ku dan Taeyeon. Aku sangat mencintainya.” Donghae mulai naik darah.

“Baiklah kalau itu pilihan mu. Kita lihat saja nanti.”

Seulgi segera bangki dari duduknya. Ia membereskan perlengkapannya yang semula ia pakai. Segera ia beranjak pergi dari tempatnya, lalu keluar dari restaurant tanpa membalas pertanyaan dan peringatan dari Donghae. Donghae pun mengacak acak rambutnya, frustasi dengan yeoja itu. Setelah menggodanya, yeoja itu berniat melakukan sesuatu pada Taeyeon dan ia yakin hal itu pasti bukan hal baik. Eunhyuk yang ada disana hanya bisa diam. Ia menepuk nepuk pundah Donghae sambil mengunyah sushi.

“Hyukjae, berikan aku contoh kemungkinan terburuk yang akan dilakukan Seulgi pada Taeyeon.” Ucap Donghae, setelah itu ia meminum minumannya sampai habis.

“Kau yakin?” Tanya Eunhyuk.

Donghae mengangguk, membalas pertanyaan Eunhyuk.

“Baiklah menurut drama drama yang sering ditonton Jessica, paling buruk adalah dia akan mencelakakan Taeyeon, pembunuhan mungkin. Yang kedua, dia akan mencoba menggugurkan kandungan calon anak mu dan Taeyeon.” Jelas Eunhyuk.

Tentu saja, Donghae sudah memperkirakan semua yang Eunhyuk katakan. Otaknya benar benar lelah. Seulgi pasti benar benar melakukan sesuatu pada Taeyeon. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah mencari cara agar Taeyeon aman – jauh dari jangkauan Seulgi. Tapi, ia tak mungkin bisa ada di samping Taeyeon selama 24 jam penuh mengingat Kyuhyun memberikan tanggung jawab lebih padanya.

“Hyukjae.. aku harus bagaimana?”

“Jelaskan pada Taeyeon apa yang sebenarnya terjadi. Ia harus tau apa yang akan datang.” Balas Eunhyuk yang tak ada hentinya memakan makanan yang dianggurkan consultant jepang tadi. “Sekarang duduklah, kau butuh energy. Makan sushi ini! Penuh gizi yang dapat membuat otot otot mu itu semakin kekar.” Lanjut Eunhyuk sambil menyodorkan sebuah sushi roll pada mulut Donghae.

Mulut Donghae terbuka lalu memakan sushi itu. Ia membuat wajah ‘ini enak sekali’ saat mengunyah sushi ini. Harganya yang selangit seakan bukan halangan kedua namja inj menikmati sushi didepan mereka.

“Aku takut Taeyeon shock dan berimbas pada kandungannya. Coba bayangkan, hidupnya sangat tenang dan bahagia dan tiba tiba aku datang dan memberitaunya bahwa ‘akan ada orang yang berniat membunuh mu’.. Apa kau tidak akan shock jika mendengar akan ada orang yang membunuh mu?”  Kata Donghae cemas tapi tetap menyantap Sushi didepannya.

“Benar juga. Hmm bagaimana kalau kau terima saja tawaran Seulgi. 1 bulan saja. Setelah itu kau tinggalkan dia.” Ucap Eunhyuk.

“Aku tidak bisa melakukan hubungan seperti itu. Dihatiku hanya ada Taeyeon seorang.”

“Ini demi keselamatan Taeyeon.”

Hati Donghae berusaha menolak apa yang diucapkan Eunhyuk. Tapi otak dan tubuhnya benar benar tergugah saat Eunhyuk mengatakan semua ini hanya untuk keselamatan istri dan calon anaknya. Ia hanya bisa diam dan berpikir konsekuensi kedua pilihan tersebut. ‘Apakah tidak ada cara lain?’ Tanyanya dalam hati.

***

Kyuhyun – Yoona’s House
06.00 PM

Dok Dok Dok

Seseorang berdiri didepan pintu kediaman keluarga Cho. Tidak tanggung tanggung ia mengetuk pintu rumah ini dengan sangat keras. Situasi ini semakin gawat saat hujan tiba tiba turun dan orang yang diluar tidak berhenti mengetuk pintu dengan keras. Sang pemilik yang masih asik di kamar, bangkit berdiri. Kyuhyun dan Yoona, keduanya terkejut. Tak biasanya ada orang yang datang dan berbuat tidak sopan di rumah mereka. Yoona segera mengambil pakaian yang menurutnya layak untuk dikenakan. Sedang Kyuhyun, mengambil satu persatu pakaiannya yang berserakan di lantai. Mulai dari underwear, celana, kaus dalam, dan kemeja. Ia menyuruh Yoona tetap dikamar, berjaga jaga kalau kalau orang itu adalah orang jahat.

“Tunggu disini.” Ucap Kyuhyun.

“Hmm. Hati hati.”

“Oo”

Kyuhyun berjalan kearah pintu depan sambil membawa sebuah stick baseball. Ia buka pelan pelan pintu depannya. Dan seorang namja muncul dengan pakaian serba hitam . Wajah namja itu juga sangat serius.

“Ya.. Kau.. menakut nakuti ku saja.”

“Kyu aku butuh bantuan..”

“Bantuan ap..hmmmpp”

Namja itu langsung memplester mulut Kyuhyun dan menutup kepala Kyuhyun dengan sebuah kantung bewarna hitam. Ia beserta satu orang rekannya langsung membawa tubuh Kyuhyun yang meronta ronta kedalam sebuah mobil sedan yang terparkir tidak terlalu jauh.

“Mian Kyuhyun…”

– TBC-

Asik bisa post lagi. Semoga suka ya dengan ff ini. Ceritanya mau dimasukin unsur action gitu. Gimana menurut kalian? So singkat ya?

35 thoughts on “Lens : New Life 3

  1. ana says:

    siapa tuh yg nyulik kyu oppa.. pdhal kyu oppa lg program kehamilan buat yoona eonni.. biar cepet2 ada little cho.. dtggu ya chap slnjutnya 🙂

  2. ipyasyfia says:

    Yahhhhh… tertunda deh ah-uhnya. Hehehe. .. lagian siapa sih yang berani-beraninya nyulik kyuppa?
    Donghae oppa, please jangan merencanakan hubungan gelapmu dengan seulgi kampret itu. Taeyeon unnie kan lagi hamil. Kan kasihan, mending jujur aja deh.
    Oke authornin, jangan lama-lama post next chapternya ya. Semangat!

  3. icha says:

    baru aja berbaikan ma istri tercinta mlh skrg diculik…. 😀
    karakter seulgi d sni bener2 jd wanita penggoda, yg bwt gemes aja…. :@

  4. lanie says:

    ya ampun apa ini..
    ini kyuhyun bneran diiculik…
    ya ampun ganggu kesenangan kyuna aja..

    seulgi sifstnya bnr2 bruk..qm hrus bertahan donghae jgn tergoda…

  5. inggitfrnt says:

    Taeyeon donghaenya dikit bgttt huhuhu gapuasssss,sumpah seugi jijikin bgt sih ewh donghae jg kenapasih mau sm cewe kaya dia!!!!jauh bgtlah dibanding taeyeon sumpah kalo donghae mau sm seulgisama aja kaya buang berlian mungut tai ewh

  6. Maya Luoxi says:

    aishh, knpa tuh org nyulik kyu?? ahh ganggu kyuna ajah sic.huhuu.
    dan berharap seulgi tdak menganggu rumah tangga kyuna..

  7. ferianti says:

    Finallykyu siap juga akhirny punya anak ! Tidakkah ini erlallu keekanakan eunhyk doghae kuhyun adalah pria dewaasa namun tndakan mreka sama sekali. Tdk mnunjukannya. Apalagi donghhae. Murah bgt ke goda dan kurang tegas , dan seulgi udah kaya yeoja di sinnetron indosial ajah , gag tau malu dan itu peneba nya kekuuranng tegasan donghae n friens ! Ayolahh buatllah serealistis mungkin ni story ! Next b cayooo ! Kyuna momentt more. Plisss .

  8. clouds... says:

    Hmmm… sarannya eunhyuk gk pernah bener deh… sehrsnya dia kan ikut ngindarin seulgi..
    Ahh tampaknya sbntr lgi akan ada baby cho 🙂
    Next story ditunggu…:-)

  9. pipih says:

    kenapa eunhyuk kasih saran seperti itu kenapa donghae nggak berpendirian, kyu akhirnya nemikirkan tentang anak juga, siapa yg menculik kyu?

  10. yoongyuyoong says:

    Donghae jangan melakukannyaaaaaaa nanti malah tambah parah udah kasih tau taeyeon ajaaaaaa dan kyuhyun waeeee T.T uri oppaaaa hahah ditunggu kelanjutannya dan ff yg lain authornim HWAITIIIING♡♡

  11. dias puspita says:

    Yaaa ampyyuuun kok ada siii sekretaris kayak gitu nggak ngehormatin atasannya bangett,, malah ngancam lgii,,aduuuh donghae jgn sampe nurutin ide gila eunhyuk bwt nerima si seulgi kn kasian taeyon…
    Ituu si kyu d culik sm sp,kayaknya temen deket deeeh tp sp donghae sm eunhyuk kah??tp bwt apa? Ngrusak momen kyuna ajah niiih…

  12. raraprameswari says:

    Ige ige ige mwoyaaaa? Kenapa Seulgi bisa berani gitu ngancem Donghae? Dasar penggoda,berani ngancem pula huih bikin gregetan ae dah wkwk.

    Trus si Kyuhyun kenapa lagi tuh? Ada yang nyulik? Kok kenal sama Kyuhyun???

    Author bisa banget bikin readers geregetan plus penasarannn. Lanjuttttt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s