RED : Chapter 3

RED3

Ia menidurkan Taeyeon di tempat tidurnya yang sedikit berantakan. Sebelum menyelimutinya, ia lepas sepatu yang masih Taeyeon pakai. Baru kemudian ia menyelimuti gadis itu. Sebentar ia duduk disamping Taeyeon dengan tatapan sedih dan bersalah. Tangannya mengelus halus rambut Taeyeon dengan hati – hati.

Mianhae Taeyeon ah..”

Next Day
9th January 2015 – 07.10 AM
Donghae’s Apartment

“Engg”

Taeyeon mengeliat di kasur yang terasa nyaman pagi ini. Tangannya menggaruk lehernya yang terasa gatal. Lalu kemudaian ia menghadap ke kiri lalu kekanan mencari posisi yang lebih nyaman dari posisi sebelumnya. Dan saat ia mendapatkan posisi itu, Taeyeon langsung mencoba kembali melancong ke alam mimpinya. Tapi beberapa saat kemudian, ia membuka matanya cepat – cepat. Lalu mengedipkannya beberapa kali. Setelah itu ia bangun dari posisi tidurnya dan duduk menghadap tembok.

‘Aku ada dimana?’ Tanya gadis itu dalam hati.

Matanya langsung menatap bagian tubuhnya. Memastikan ia masih mengenakan pakaian yang kemarin ia kenakan. Untungnya, tak terjadi hal – hal yang ia inginkan. Tapi pertanyaannya dimana ia berada sekarang dan bagai mana cara ia berada di tempat ini. Yang ia ingat hanyalah kemarin malam ia terlalu banyak minum soju dan mabuk berat.

‘Dimana Donghae oppa?’ Tanya nya lagi dalam hati.

Taeyeon langsung berdiri dari kasur, dan kemudian sedikit melakukan stretching singkat. Kemudian ia putar tubuhnya 360 drajat. Tempat itu begitu familiar baginya. Tetapi otaknya maish belum bekerja secara normal, ia masih belum bisa mengenali tempat itu. Setelah berputar – putar, ia berjalan menuju pintu dan keluar dari ruang kamar itu. Tepat diluar kamar itu, seorang namja tertidur di sofa. Kemudian Taeyeon langsung mendekati namja itu.

“Donghae oppa, kenapa dia tidur disini.” Ucapnya tepat di depan wajah Donghae.

“Eng..” Donghae seketika terbangun dari tidurnya.

Saat membuka matanya, wajah Taeyeon benar – benar sangat dekat dengannya. Donghae mengedipkan mata beberapa kali untuk mencari kesadarannya yang masih menempel di alam mimpi. Dan pada saat ia sadar, ia menarik nafas panjang dan melonjak kaget – mendapati Taeyeon tepat berada kurang dari 10 cm dari wajahnya. Lonjakan Donghae membuat kepala mereka terbentur satu sama lain.

“Ya.. Lee Donghae!!” teriak gadis itu.

“Ouch Taeyeon ah.. Kenapa kau dekat sekali.”

Oppa, kita ada dimana?” Tanya Taeyeon sambil mengelus – elus kepalanya yang terasa sakit.

“Rumah ku.” Jawab Donghae.

NE??!! Oppa, kita tidak melakukan hal yang tidak – tidak kan?” Tanya Taeyeon yang kemudian duduk disamping Donghae

Aniya, tidak terjadi apa – apa semalam. Hanya saja aku hampir mati karena menggendong mu dari Ilsan sampai ke kamar ku.” Ucap Donghae.

What?”

Mendengar jawaban Donghae. Taeyeon langsung membuat tanda silang di dadanya. Wajahnya pun seperti orang kalang kabut.

Waeyo? Kenapa kau kalang kabut seperti itu? Kau tau, aku hampir pingsan karena menggendong mu. Telinga ku hampir tuli saat kau berteriak – teriak tepat disamping terlingaku.” Ucap Donghae sedikit berbohong, sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

“Kau menggendong ku?”

Donghae mengangguk dan melihat wajah Taeyeon yang hampir menangis. Lalu matanya beranjak ke tangan Taeyeon yang membuat tanda silang di depan kedua dadanya. Mata Donghae kemudian memandang Taeyeon secara keselurhan, memastikan kembali apa yang tersirat di kepalanya saat ini.

“Kau takut aku tau ukuran dada mu?” Tanya Donghae beberapa detik kemudian.

Taeyeon spontan menganggukan kepalanya seperti anak kecil. Donghae langsung tertawa mengetahui alasan Taeyeon bertingkah aneh dan menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

“Tenang saja, aku tidak tertarik dengan dada mu itu.” Ucap Donghae.

“Waeyo?”

“Molla.. Aku hanya tidak tertarik saja” Jawab Donghae asal. Sebenarnya lelaki ini tak tau harus menjawab apa.

“Apa dada ku kecil dan tidak menggoda.. Aish kalau kau tidak tergoda, bagaimana caranya aku mendapatkan pacar”

“Ya kenapa kita jadi membicarakan dada mu. Pembicaraan macam apa ini. Lagi pula, lelaki baik – baik tidak akan melihat mu dari ukuran dada. Dia akan melihat hati mu dan menerima segala kekurangan mu tanpa menggeluh.” Jawab Donghae. Sambil menunduk kebawah tak memandang wajah Taeyeon.

Taeyeon menatap Donghae. Ia mengedipkan matanya berkali – kali saat mendengar perkataan Donghae yang terdengar seperti bisikan dokter cinta. Ia tak menduga Donghae akan berbicara seperti itu. Ini pertama kalinya ia mendengar Donghae mengucapkan hal – hal berbau cinta.

Lelaki segera bangun, dan menuju kamar mandi. Mencuci wajahnya yang sedikit terasa panas setelah mendengar pertanyaan bodoh dari Taeyeon. Gadis itu benar – benar bodoh dan membahayakan bagi Donghae. Sedangkan Taeyeon langsung memperhatikan tubuhnya yang tergolong kecil di kaca yang ada di kamar tempat ia tidur tadi. Keluar dari kamar mandi, Donghae langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Taeyeon yang sudah selesai mengobservasi tubuhnya langsung duduk di meja makan. Disana ia memperhatikan Donghae yang sibuk memasak scramble egg.

Oppa gomawo yong~” ucap Taeyeon dengan nada imut.

“Untuk?”

“Mengajak ku bermain. Membuat ku meluapkan kesedihan ku dan mengubahnya menjadi kegembiraan walaupun efeknya sudah mulai hilang sekarang, dan aku harus menghadapi kenyataan bahwa appa sudah tidak ada… “ Taeyeon berhenti sebentar. Ia menarik nafas panjang lalu melanjutkan ucapannya. “Lalu kau membawa ku pulang. Dan sekarang kau membuatkan sarapan untuk ku.” Balas Taeyeon.

“Itu sudah menjadi tugas ku untuk merawat tuan putri Kim. Aku tau hati mu masih sedih. Aku butuh waktu 1 tahun lebih untuk menghilangkan kesedihan saat aku kehilangan orang tua ku. Jika kau butuh tempat untuk menangis, datang lah pada ku. Dan jangan lah kau pasang senyum palsu mu itu didepan ku. Aku tidak suka kau berbohong pada perasaan mu sendiri” Ucap Donghae sambil memasak.

Ne captain Lee.”

Setelah dirasa sudah matang untuk dimakan, Donghae langsung menyajikan scramble egg untuk Taeyeon dan dirinya di dua piring terpisah.

“Makanlah dengan perlahan.” Ucap Donghae.

Tanpa membalas ucapan Donghae, Taeyeon langsung memakan masakan yang dimasak oleh Donghae. Melihat gadis itu sudah setengah jalan menuju ke normalannya, membuat Donghae sedikit lega walau perasaannya saat ini masih terasa seperti benang kusut. Mengetahui bahwa Kim Taejun meninggal karena dirinya, ia merasa tidak enak jika menghadapi Taeyeon. Tapi disisi lain, ia harus melindungi Taeyeon yang kemungkinan akan menjadi sasaran orang yang membunuh Taejun dan mungkin juga ingin membunuhnya.

“Taeyeon ah~ Jaga dirimu.” Ucap Donghae sambil memasang wajah sangat kawatir dan tangannya mengelus rambut Taeyeon.

“Kenapa kau tiba – tiba jadi aneh seperti ini?”

“Tidak apa – apa. Cepat habikan makanan mu. Setelah ini aku akan mengantar mu pulang karena aku ada janji dengan seseorang pagi ni. ” Ucap Donghae.

Ne…

Star Lee Corp
Gangnam Distric | 8.00 AM

Insung melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor Star Lee. Hari ini ia harus menunggu kedatangan Lee Donghae. Jika ia tidak datang, maka Insung harus memikirkan cara lain untuk membawa Donghae ke Star Lee. Ia memasuki lift sambil merapikan dasinya. Walaupun banak orang yang mengantri untuk masuk kedalam lift, tak ada satupun orang yang berani berada dalam 1 lift bersama dengan Insung, karena posisi Insung di perusahaan itu sebagai orang kepercayaan dari pendiri Star Lee.

Sesampai di dalam ruangan miliknya yang berada di lantai 30, Insung mendapati seorang lelaki duduk di kursi kerjanya. Lelaki itu menggunakan kaca mata hitam dengan fame bewarna putih. Rambutnya tertata rapi seperti menggunakan hairspray. Tak lupa pakaiannya terlihat sangat stylish dengan oversized sweatshirt bewarna hitam betuliskan ‘XOXO’ memanjang dari lengan hingga pergelangan tangan disetiap sisinya.

Yoo Hyung!” sapa lelaki itu saat melihat Insung.

“Sedang apa kau disini?” balas Insung yang sedikit kesal melihat lelaki itu seenaknya masuk kedalam ruangnnya.

“HwanHae Sajangnim meminta ku untuk mengambil sample DNA calon CEO baru Star Lee.” Ucap lelaki misterius itu.

“Aku bisa melakukannya dan mengantarnya ke rumah sakit mu.” Balas Insung sambil menyuruh Eunhyuk berdiri dengan gerakan tangannya.

“Ya.. Ini perintah atasan mu. Aku tak bisa menolak.” Eunhyuk menjawab sambil berdiri.

Lelaki itu adalah Lee Hyukjae atau yang kerap disapa Eunhyuk. Ia adalah seorang dokter muda yang mengambil specialisasi sebagai seorang psychiatrist dan juga seorang genius dalam bidang medic. Tapi sayang penampilannya sama sekali membuat orang tak yakin dengan kepintaran yang ada didalam otaknya. Selama 3 tahun belakangan ini, ia menjadi dokter pribadi untuk keluarga Lee. Tak heran jika dia menangani khasus Donghae.

“Lee Hyukjae, sepertinya dia butuh bantuan mu.” Kata Insung.

Waeyo?”

“Sepertinya ia tidak ingat apa – apa tentang appanya ataupun tentang Hwanhae sajangnim. Yang ia ingat adalah kecelakaan yang menimpanya dan eommanya 20 tahun lalu.” Jelas Insung.

“Jadi kau meminta ku untuk membantu anak hilang itu mengingat kejadian sebelum terjadinya kecelakan?”

Insung hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Eunhyuk.

“Kapan dia datang? Aku tak bisa menunggu lama. Jam 1 siang nanti aku sudah ada janji dengan kekasih tercinta ku.” Eunhyuk menatap jam tangan yang ia kenakan.

Just wait. Aku saja tidak tau dia akan kesini atau tidak. Pekerjaan ini membunuh ku secara perlahan.” Kata Insung.

Eunhyuk mendekati Insung lalu kemudian menepuk pundaknya. “Jika kau butuh pengobatan mental hubungi saja aku. Untuk harga, akan ku berikan discount 50%”

“Aish aku belum sampai tahap bantuan pengobatan mental mu.” Tangan Insung langsung menyingkirkan tangan Eunhyuk dari pundaknya.

Selama 1 jam kedua lelaki itu menunggu kehadiran Lee Donghae yang mungkin adalah anak kandung dari Lee Donghwan, CEO Star Lee yang baru saja tutup usia. Tugas mereka beruda adalah memastikan bahwa orang itu benar – benar anak kandung dari Lee Donghwan. Setelah 1 jam menunggu, telephone di ruangan Insung berbunyi. Receptionist memberitaukan mereka beruda bahwa orang yang bernama Lee Donghae sudah menunggu di lobby. Kemudian Insung menyuruh pegawainya untuk membawa lelaki itu naik ke ruangannya.

“Lee Donghae –ssi, selamat datang di Star Lee.” sapa Insung.

“Jadi ini yang namanya Lee Donghae.” Bisik Eunhyuk sambil menilai penampilan Donghae dari atas hingga bawah. “Boleh juga wajahnya.” Lanjutnya.

“Perkenalkan ini Lee Hyukjae.”

“Hi, Lee Hyukjae imnida panggil saja aku Eunhyuk.” Eunhyuk menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.

Donghae segera menjabat tangan Eunhyuk, “Lee Donghae imnida.”

Didalam ruangan Insung, Donghae langsung dipersilahkan duduk oleh Insung. Mereka bertiga duduk dan bersiap untuk membicarakan hal yang cukup serius.

“Lee Donghae –ssi hari ini, sesuai dengan permintaan Lee Hwanhae sajangnim langsung kami akan melakukan test DNA. Dan Lee Hyukjae disini akan mengambil beberapa sample DNA mu.” Ucap Insung.

“Dia Dokter?” Tanya Donghae bingung.

Ne, Lee Hyukjae adalah dokter pribadi dari keluarga Star Lee.” Jawba Insung

“Kau yakin?” Tanya Donghae sekali lagi.

Ne, dia adalah dokter. Ada yang salah?” balas Insung bingung.

“Dia seperti penyanyi rapp jalanan yang pandai b-boy dan bodoh.” Jelas Donghae yang mendeskripsikan Eunhyuk berdasarkan penampilannya saat ini.

“Aish, aku ini lulusan dokter terbaik di Korea. Jangan menilai orang dari bungkusannya.” Wajah Eunhyuk terlihat kesal saat mendengar kata bodoh dari mulur Donghae

“Sudah – sudah sekarang, kita langsung pengambilan sample dna saja.” Ucap Insung yang mencegah terjadinya adu mulut.

Mendengar perintah Insung, Eunhyuk langsung mengambil tasnya yang tergeletak di meja Insung. Tas situ bewarna hitam, berukuran bear seperti tas gym. Didalam tas itu Eunhyuk menyimpan perlengkapan dokternya. Satu persatu alat ia keluarkan, terutama alat suntik untuk mengambil sample darah Donghae. Ia memilih untuk menggunakan darah untuk sample dna. Sebelum dikremasi, Lee Hwanhae menyuruh Eunhyuk mengumpulkan sample DNA milik Donghwan untuk di cocokan dengan Donghae. Dan Sample DNA itu sekarang berada didalam laboratorium pribadi milik Eunhyuk. Laboratorium itu berada didalam rumah milik Eunhyuk.

“Ulurkan tangan mu.” Ucap Eunhyuk.

Ne..” Donghae langsung mengulurkan tangannya pada Eunhyuk.

Saat melihat jarum suntik, Dongahe langsung menarik kembali tangannya. Wajahnya seketika menjadi pucat. Melihat Donghae yang menarik kembali tangannya, Eunhyuk langsung menarik tangan Donghae keposisi awal. Tapi kemudian, Donghae menariknya lagi.

Ya!!” teriak Eunhyuk kesal.

N…ee?”

“Kalau kau menarik tangan mu seperti itu, aku tidak bisa mengambil darah mu.” Ucap Eunhyuk.

“Tidak adakah cara lain untuk mengambil sample DNA? Bukan kah bisa dengan rambut atau kuku? Haruskah kita menggunakan darah?” Tanya Donghae.

“Aku lebih senang menggunakan darah. Lagi pula, mengambil sample darah dengan suntikan adalah salah satu hobby ku.” Jawab Eunhyuk.

“Apa kau kelaian mental? Kenapa mengambil darah dengan jarum suntuk menjadi hobby mu.. Tidak kah kau memikirkan perasaan orang yang kau suntik. Mereka pasti kesakitan dan tersiksa.” Ucap Donghae

“Aniya, Saat kau disuntik hanya akan terasa seperti digigit semut. Tunggu.. Kau takut disuntik?” Eunhyuk bertanya dengan wajah bingung.

Donghae mengangguk seperti anak kecil. Ada 2 hal yang Donghae takutkan di dunia ini, yaitu Taeyeon membencinya dan jarum suntik. Dan saat ini ia harus berhadapan dengan jarum suntik.

“Eish kau punya trypanophobia?” Tanya Eunhyuk.

Mwo? Bisakah kau bicara bahasa manusia.” Donghae bingung

Trypanophobia itu takut pada jarum suntik atau sebagainya.”

“Mungkin.”

“Baiklah penakut, daripada kau pingsan disini, aku memakai rambut mu dan kuku mu saja.”

Eunhyuk langsung memasukan kembali jarum suntik dan mengambil gunting kuku didalam tasnya. Ia terpaksa melakukan ini, agar Donghae yang diduganya memiliki trypanophobia tidak pingsan. Seorang trypanophobia bisa lemas dan drop atau mungkin pingsan karena melihat suntikan atau disuntik. Sekarang, Eunhyuk hanya bisa menggunakan rambut dan kuku milik Donghae sebagai sample DNA.

Setelah pengambilan DNA, Eunhyuk langsung melanjutkan pemeriksaannya pada Dongahe. Menurut penjelasan Insung, Donghae tidak mengingat apapun tentang mengapa terjadi kecelakaan 20 tahun silam dan dia tidak mengingat apapun tentang kehidupannya sebelum terjadinya kecelakaan. Ia mengeluarkan sebuah buku dan sebuah pena untuk mencatat pemeriksaannya.

“Lee Donghae –ssi dalam sesi ini aku mohon kau menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur. Pertama, apa kau tau siapa nama kedua orang tua mu?” Tanya Eunhyuk.

“Aku hanya tau nama eomma ku saja, Jang Seyi namanya.”

“Oke next question, Apa yang kau ingat dari eomma mu?”

“Dia meninggal didalam kecelakaan 20 tahun lalu.”

“Apa kau ingat mengapa kecelakaan itu terjadi?”

Donghae berpikir sebentar. Wajahnya menggambarkan kesulitannya dalam mencari jawaban atas pertanyaan Eunhyuk. Tak ada lagi ingatan mengapa ia dan eommanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan eommanya kehilangan nyawa. Menyerah karena ia tak menemukan jawaban akan pertanyaan Eunhyuk, ia menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak mengingatnya atau tidak mau memberi tau ku?” Tanya Eunhyuk,

“Aku sama sekali tidak mengingatnya.”

“Baiklah. Selanjutnya, sebelum terjadi kecelakaan dimana kau tinggal?”

Molla, aku tidak mengingat apa – apa. Aku tidak mengingat tentang kecelakaan itu ataupun kehidupan ku dulu. Yang aku tau dan aku ingat adalah, eomma ku meninggal saat kecelakaan dan tidak ada orang yang menjemputku untuk pulang.” Ucap Donghae.

Eunhyuk langsung menutup bukunya, dan memandang Donghae. “Lee Donghae –ssi, sepertinya kau butuh treatment ku.” Ucap Eunhyuk.

Wae?” Tanya Insung dan Donghae bersamaan.

“Donghae –ssi kau tidak mampu mengingat apapun tentang kejadian kecelakaan itu. Mengapa kecelakaan itu terjadi. Mengapa kau berada didalam mobil itu bersama eomma mu. Siapa nama appa mu. Dan kau tidak mengingat apapun tentang kehidupan mu sebelum kecelakaan itu. Diagnosa sementara ku adalah, kau mengalami amnesia. Disosiatif amnesia.” Jelas Eunhyuk.

Mwo?” Tanya Insung dan Donghae bersamaan sekali lagi.

“Disosiatif amnesia terjadi karena penderita mengalami hal – hal traumatic. Aku tak bisa memvonis mu karena aku belum melihat keadaan fisik mu. Apa kau mengalami benturan atau tidak. Sebaiknya kau ikut dengan ku menuju rumah sakit untuk melakukan CT scan.” Ucap Eunhyuk.

Insung hanya diam. Ia tak berkomentar apa pun. Menurutnya Eunhyuk lebih mengerti mengenai hal hal medis seperti ini. Donghae hanya diam dan bingung. Eunhyuk langsung membereskan semua barang – barangnya. Ia memasukannya kembali kedalam tas dengan perlahan dan hati – hati. Ia tak mau ada 1 barang yang hilang atau pun rusak.

Let’s go! Aku tak punya banyak waktu.” ucap Eunhyuk.

Mereka beruda, Eunhyuk dan Donghae meninggalkan Star Lee dengan menggunakan mobil Eunhyuk. Mobil Eunhyuk bukanlah mobil sport. Mobilnya hanya sebuah mobil Jeep bewarna merah. Eunhyuk sesungguhnya tak terlalu pandai dalam urusan menyetir walaupun ia sudah lulus test mengemudi dan mendapatkan surat izin mengemudi. Caranya menyetir masih seperti pemula. Walau sudah memakai seat belt, Donghae masih harus berdoa agar nyawanya selamat. Satu persatu mobil ia salip, walau hanya ada celah sedikit.

“Kau gila?” Tanya Donghae.

“Aniya, this is my style.” Ucap Eunhyuk.

“Jika kau ingin mati, jangan mengajak orang seperti ini.” Balas Donghae.

Rumah sakit tempat Eunhyuk praktek adalah Kyungho International Hospital. Tempatnya tak begitu jauh dari Star Lee. Hanya memerlukan waktu 15 menit untuk sampai di tujuan. Tetapi bagi Donghae yang baru pertama kali disetir-i oleh Eunhyuk, 15 menit ini adalah cobaan level tertinggi. Tepat didepan rumah sakit itu, Eunhyuk menginjak rem secara mendadak, membuat Donghae terlempar kedepan lalu kemudian ditarik kebelakang secara cepat.

“Sampai!!” ucap Eunhyuk.

“Kau manusia gila” kata Donghae dengan nada marah.

“Sudah lah, yang penting kau tidak mati. Ayo cepat! Kau harus CT Scan lalu kau bebas pergi kemanapun yang engkau mau.”

Keduanya langsung masuk ke dalam untuk CT Scan. Tentu saja Eunhyuk bekerja sergap, ia tak mau kehilangan nyawa ditangan kekasihnya karena telat datang untuk berkencan siang ini.

“Ceritakan tentang diri mu.” Ucap Eunhyuk.

“Huh?” Tanya Donghae.

“Ceritakan tentang kehidupan mu selama ini.”

“Aku tidak suka menceritakan kehidupanku pada orang asing.” Balas Donghae.

“Baiklah.. Apa kau sudah punya pacar?” Tanya Eunhyuk.

“Bukan urusan mu.” Jawab Donghae.

“Ei.. Apa kau seorang model?” Tanya Eunhyuk sekali lagi.

“Hmm” balas Donghae.

Sepertinya, hari ini akan menjadi hari yang panjang bagi Donghae dna Eunhyuk. Melakukan CT scan cukup memakan waktu. Keduanya harus mengantri beberapa orang. Eunhyuk dan Donghae, keduanya sama sekali tidak terlihat akrab. Eunhyuk putus asa mencari topic pembicaraan. Semua yang ia tanyakan hanya dijawab sepatah dua atah kata oleh Donghae.

Candy Photo Studio
Gangnam Distric
11.00 AM

Profesinya sebagai artis papan atas, membuat Yoona menghabiskan waktunya di tempat kerjanya. Hari ini, gadis itu harus melakukan pemotretan sebuah majalah fashion. Tidak seperti biasanya, Cho Kyuhyun, sang kekasih hati berada di studio untuk menemani Yoona melakukan pekerjaannya. Kedudukannya sebagai calon CEO muda, tidak membuat Kyuhyun kehilangan waktu berdua dengan Yoona. Hubungan mereka, sudah lama disorot oleh public. Tak ada yang perlu ditutupi lagi oleh mereka dari public.

Yoona beberapa kali mengganti pakaian. Kyuhyun yang duduk di salah satu kursi didalam studio itu hanya memandang puas kecantikan kekasihnya. Terkadang disela- sela berfoto mata Yoona mengarah ke Kyuhyun, memastikan lelaki itu memperhatikannya. Dan tentu saja saat Yoona melihatnya, Kyuhyun tersenyum tipis – membuat gadis itu senang.

“Ok!! Selesai kerja bagus semua” Salah seorang yang mempunyai jabatan paling tinggi disini menyudahi pemotretan hari ini.

Yoona menunduk mengucapkan terimakasih pada semua orang yang ada di studio itu, lalu kemudian berlari menuju kearah kekasihnya.

“Oppa kau tidak bekerja?” Tanya Yoona.

“Setelah makan siang dengan mu, baru aku akan ke kantor.” Jawab Kyuhyun.

Omo kau mengajak ku lunch? Tumben sekali..” kata Yoona.

“Selagi aku punya waktu luang, aku pasti akan mengajak mu berkencan. Honey~

“Kalau begitu aku ganti baju dulu. Wait ya oppa!”

Gadis itu langsung berlari dengan heels tingginya menuju ruang ganti. Melihat Yoona yang berlari dengan menggunakan heels, Kyuhyun memperhatikan gadis dengan seksama. Ia takut Yoona jatuh karena heels sial itu. Untungnya Yoona selamat sampai di ruang ganti.

Yoona mengganti pakaiannya dengan celana jeans biru dan kemeja putih yang sedikit kebesaran. Ia juga mengganti heels yang ia gunakan dengan sebuah flat shoes hitam dengan logo merek bewarna gold dibagian atasnya. Tak lupa ia mengambil tasnya yang tergeletak diatas meja rias. Yoona tak perlu memoleskan make up karena diwajahnya sudah ada bekas make up photoshoot yang menurutnya tidak terlalu menor untuk berkencan dengan Cho Kyuhyun, kekasihnya.

“Ayo!” Yoona segera menggandeng lengan Kyuhyun dan keluar dari studio.

Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Yoona. Setelah keduanya masuk, Kyuhyun mengeluarkan smartphone miliknya, dan mencari restaurant enak mana yang belum penah didatanginya. Pasangin ini memiliki hobby mencoba restaurant – restaurant enak di Korea. Karena hobby mereka, semua social media milik Yoona hanya berisikan foto makanan yang mereka makan.

Oppa, bagaimana kalau kita makan makanan Jepang saja?” ucap Yoona.

“Ide bagus, sudah lama aku tidak makan sushi.” Balas Kyuhyun.

Lelaki itu langsung mencari restaurant Jepang yang tak pernai ia datangi. Dan akhirnya ada satu restaurant yang menarik perhatiannya. Aozora Japanese Restaurant. Lokasinya berada sedikit jauh dari keramaian. Kyuhyun dan Yoona tak peduli bila harus menelusuri jalanan sempit nan kecil kalau sudah berurusan dengan makanan. Semua rintangan pasti akan mereka lewati hanya untuk kenikmatan di mulut.

“Oppa..”

“Hmm?”

“Apa aku harus berenti menjadi artis?” Tanya Yoona

Waeyo? Bukan kah kau menyukai pekerjaan mu.”

“Kau sebentar lagi menjadi CEO perusahaan appa mu. Apa kau tidak malu jika aku terkena skandal buruk?”

“Hahaha, untuk apa aku malu? Kalau kau terkena skandal atau apapun itu, yang harus aku lakukan adalah berdiri disamping mu dan melindungi mu dari semua hal buruk itu.” Balas Kyuhyun.

Yoona hanya diam. Sebenarnya ia masih punya banyak pikiran mengenai hal ini. Tapi Kyuhyun sepertinya tidak akan mengerti semua pemikirannya.

“Hey Honey.. Dengar, aku tau kau takut kalau aku terkena dampak jika kau terkena skandal. Itu adalah resiko dari pekerjaan kita. Aku tidak akan memaksa mu untuk berhenti melakukan hal yang kau sukai. Lagi pula, punya kekasih seorang artis ternama bisa jadi suatu kebanggan untuk ku.” Jelas Kyuhyun saat meluhat Yoona yang sedikit murung.

Salah satu tangan Kyuhyun langsung mengacak – acak rambut Yoona pelan. Lalu kemudian ia tersenyum pada Yoona. Setelah melihat senyuman Kyuhyun, hati Yoona sedikit lega.

Mereka melanjutkan percakapan mereka dengan hal hal tak begitu penting untuk di bahas. Terkadang mereka tertawa dan terkadang kesunyian beberapa detik menghampiri mereka. Tak terasa mereka sudah mendekati restaurant yang mereka cari.

“Sepertinya ini tempatnya.” Ucap Kyuhyun saat melihat papan jepang diatas pintu masuk restaurant itu.

“Ao..Zo..Ra..” baca Yoona yang sedikit mengerti bahasa jepang.

“Benar ini tempatnya. Ayo! Perut ku sudah bernyanyi merdu.” Ucap Kyuhyun sambil mematikan mesin mobilnya.

Keduanya masuk kedalam, yang kemudian disambut oleh seorang gadis berwajah cantik. Gadis itu menunjukan bangku yang tersedia untuk Kyuhyun dan Yoona. Hari ini, Aozora cukup ramai. Memang saat ini adalah jam makan siang, tapi hari ini lebih ramai dari biasanya. Saat melihat Yoona masuk, beberapa pelanggan menatapnya dan saling berbisik. Tentu saja, the power of celebrity tak bisa lepas dari Yoona. Kemana pun ia pergi, sebagai public figure ia akan selalu menjadi bahan pembicaraan. Bukan hanya Yoona, Kyuhyun sekarang juga sedang naik daun. Namanya terkenal sebagai ‘CEO Cho Corp yang muda tampan’. Mungkin sudah ada fanclub baginya. Tak sedikit dari mereka mengambil foto Yoona bersama Kyuhyun. Walau rishi, tapi Yoona dan Kyuhyun bisa apa, inilah resiko mereka berdua sebagai public figure.

“YA!! Aish berhentilah memfoto mereka.” Ucap gadis yang melayani Yoona dan Kyuhyun. Setelah memperingati para pelanggan yang lain, gadis itu memandang Kyuhyun dan Yoona sambil tersenyum. “Mianhae, membuat kalian tidak nyaman.” Ucap gadis.

Ah ne.. Gwaenchana.” Ucap Kyuhyun.

“Ini menunya, jika kalian mau pesan panggil …” Gadis itu menyerahkan menu lalu menarik salah seorang pekerja lain. “Panggil Yeri saja”

Kemudian gadis itu berlari menuju dapur dan membawa beberapa pesanan yang sudah siap untuk diantar. Sedang pelayan lain yang bernama Yeri tadi, berdiam diri mengaggumi ketampanan Kyuhyun dan kecantikan Yoona. Sambil mengunyah permen karet, Yeri menunggi Yoona dan Kyuhyun memilih makanan.

“Aku pesan, Salmon Tuna Sashimi Big Platter satu. Lalu Seafood Udon satu. Chicken Teriyaki satu. Unagi Roll dua. Miso soup satu dan minumnya 2 Ocha hangat.” Ucap Kyuhyun yang selalu dipercaya memesan makanan.

Daebak! Kalian makan sebanyak ini, tapi tubuh kalian sangat slim.” Ucap Yeri sambil mencatat pesanan Kyuhyun.

“Ada yang salah?” Tanya Yoona.

Ne.. kalian hanya beruda tapi memesan porsi untuk berlima.” Jawab Yeri.

PLAK!!

Gadis yang menyuruh Yeri melayani Kyuhyun dan Yoona tiba – tiba datang dan memukul kepala Yeri dengan buku menu yang ia bawa. Yeri bahkan tidak tau dari mana orang itu berasal.

Aish!! Boss kau pikir kepala ku terbuat dari besi?” teriak Yeri tapi tak ada jawaban dari orang yang memukulnya tadi.

“Dia itu boss mu?” Tanya Yoona penasaran.

“Ne.. Dia anak pemilik restaurant ini.” Jelas Yeri.

“Ahh.. Jadi ini restaurant keluarga?” Tanya Kyuhyun.

“Bisa dibilang begitu, sekarang boss ku lah yang menjalankan restaurant ini karena appanya sudah meninggal.” Jelas Yeri.

“Ooo..” Kyuhyun dan Yoona langsung membuat bentuk “O” dimulut mereka secara bersamaan.

“Aku masukan orderan kalian dulu. Tunggu, bolehkah aku berselfie dengan kalian? Jarang jarang ada artis datang kesini.” Tanya Yeri sambil mengeluarkan wajah imutnya.

“Ah ne.. boleh.” Balas Yoona sambil tersenyum.

Melihat bossnya berjalan dengan tatapan marah, Yeri mempercepat aksinya. Beruntung sebelum bossnya memukul kepalanya lagi, ia berhasil mendapatkan selfie bersama Yoona dan Kyuhyun. Yeri segera berlari kedapur dan memasukan orderan Kyuhyun dan Yoona.

“Oppa, restaurant ini lucu.” Ucap Yoona.

“Pelayan itu dan boss nya?” Tanya Kyuhyun.

“Yes.. Mereka seperti seumuran.” Balas Yoona.

“Sudah lah, jangan bahas mereka. Bahas tentang ku saja.” Ucap Kyuhyun sambil memainkan alisnya.

Mendengar ucapan Kyuhyun, Yoona hanya bisa tersenyum. Lelakinya itu selalu saja ingin jadi bahan pembicaraan mereka berdua. Tujuannya hanya satu, Kyuhyun ingin mendengar Yoona memujinya. Tapi sayang, Yoona sudah lelah dengan trick Kyuhyun yang satu ini. Ia memilih untuk memfoto keadaan didalam restaurant ini dan memasukannya kedalam social media. Social media telah menjadi diary bagi Yoona.

Tak lama satu persatu pesanan mereka keluar. Penyajiannya sangat menarik mata. Dan yang menyajikannya adalah anak pemilik restaurant ini. Hanya dengan melihat penampilan luarnya, Kyuhyun sudah merasa puas. Platter Sashimi yang ia pesan cukup besar, membuat meja yang mereka gunakan kehabisan tempat untuk makanan yang lain. Tetapi anak pemilik restaurant itu dengan cerdik menata sehingga meja itu cukup untuk semua pesanan Kyuhyun dan Yoona.

“Wow … Oppa kau ingin membuat ku tidak laku?” Tanya Yoona sambil mengambil sumpit.

“Kau sudah laku jangan khawatir Honey~” balas Kyuhyun yang ingin langsung melahap salmon Sashimi kesukaannya.

Keduanya terlihat puas dengan rasa makanan yang mereka pesan. Salmon dan Tuna yang mereka pesan juga masih segar dan enak dimakan. Mereka seperti tidak menemuka kekurangan pada restaurant itu. Sebelum makan, keduanya sama sama mengambil foto makanan yang mereka pesan. Disela – sela Yoona dan Kyuhyun makan dengan nikmat. Seorang lelaki datang kedalam restaurant itu.

“Donghae oppa!” panggil anak pemilik restaurant itu.

“Yoo Taeyeon ah.. Kau disini rupanya. Ramai sekali hari ini.” Ucap Donghae.

Oppa!! Kau lihat disana, ada idola mu..” ucap Taeyeon, anak dari pemilik restaurant itu.

Nugu?” Tanya Donghae.

“Itu.. Im Yoona.”

Tanpa perlawanan Taeyeon langsung menarik Donghae menuju meja Yoona dan Kyuhyun. Ia tersenyum lagi pada Kyuhyun dan Yoona dengan senyuman termanisnya sama seperti tadi.

Jogiyo.. Im Yoona –ssi, apa kah aku boleh mengganggu?” Tanya Taeyeon yang terus memegang tangan Donghae sehingga Donghae tak bisa lari kemana – mana.

Ne.. boleh ada apa?” Tanya Yoona bingung.

“Begini oppa ku sangat mengidolakan mu. Apa boleh kau berfoto dengan nya dan memberikan tanda tangan untuk nya?” Tanya Taeyeon yang berdiri didepan Donghae.

Yoona tersenyum pada Taeyeon. “Tentu saja boleh.” Yoona langsung bangkit dari duduknya.

Taeyeon langsung menarik Donghae untuk maju kedepan dan menahannya supaya tidak kabur. Mata Donghae terus memandang lantai tidak berani menatap Yoona ataupun Kyuhyun.. Terpaksa, Donghae menyerah dan berdiri berdampingan bersama Yoona. Taeyeon pun langsung mengambil foto Donghae dan Yoona dengan camera handphonenya. Setelah berfoto Donghae kembali menatap lantai. Karena diperhatikan oleh pelanggan lain, Taeyeon melakukannya dengan cepat. Ia pun langsung mengeluarkan sebuah note kecil dari kantongnya dan sebuah pen yang ia jepitkan di kerah bajunya, lalu menyodorkan ke arah Yoona.

“Nama oppa mu siapa?” Tanya Yoona pada Taeyeon.

“Lee Donghae.” Ucap Taeyeon

Seketika, Yoona berhenti saat melihat wajah Donghae.

TBC

Chapter ini lebih pendek dari chapter lainnya. Hehe Mian.. Aku ga tau harus motong TBC dimana, soalnya kepanjangan hehe peace. Well thanks for read my ff until now. Sorry for typo. 😦 And Sorry belum smelt ngelanjutin Whisper dan Lens. Semua ide lagi ngalir ke Red. Please leave a comment kalo ga puas at puas sama ff ini. aku bakal bales comment kalian. 

TBC

51 thoughts on “RED : Chapter 3

  1. yoongyuyoong says:

    WHOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA akhirnya updateeeeeeeeee hahaha kyuna momentnya sweeet tapi tetep aja kurang hehehe *reader serakah* kurang panas maksudnya/? ada apa dengan yoona dan donghae waaaaaaa penasaran >< next next next bakal aku tunggu terus ffnya semangat eonnie HWAITING!!!

  2. sigmakleers says:

    Kyaaa kerennnn, akhirnya posting juga :3 ih kyuna momentnya :3 banyakin ya eon hehehe yayaya itu di paragraf 3 atau 4 waktu taeyeon panik lihatin bajunya ada kalimat ‘untungnya tidak terjadi hal-hal yang dia inginkan’ bukannya harusnya hal-hal yang dia bayangkan? ._. Mian mian 😥 keep writing eonni 😀

  3. Cho Kyuna says:

    ya kurang panjang chingu.. kenapa yoona berhenti pas lihat donghae oppa???? boleh minta part kyuna atao kyuna moment nya di banyakin gak??? di tunggu Whisper dan lens nya ya, semoga ide nya ngalir buat 2 ff itu

    • Gold Plum says:

      iya hehe maaf ya kurang panjang. harusnya panjang tapi aku potong 😣😣
      amin semoga ngalir ke whisper sama lens

  4. cho yoonggyu says:

    Huwaaa
    Banyak moment kyuna nya
    Uhhh
    Mereka sama2 suka makan
    Hihihi
    Hemh
    Kira2 kenapa ya yoong oenni bisa jadi diem gitu pas tahu donghae oppa
    Jangan2 yoong oenni tahu siapa donghae oppa sebenernya

  5. deasyandrianie says:

    keren keren keren ya ampe makin seru aja baca ff ini afuh ga sabar bgt nubggu kelanjutan ceritannya,ff yg lain di update juga dong athot ditungguin bgt update ff nya,. semangat!!!!

  6. dias puspita says:

    Kalo bingung mau di potong di bagian mana mending jangan di potong saeng,, di terusin ajah pasti aku seneng and gag bosen,, heheheee *maunyaaaa…
    Ada apa dg yoona dn donghae kayaknya yoona kenal tuuuh…
    Lucu n kocak abiis bagian eunhyuk, selalu suka sm dy dn gag sabar sm pertengkaran hyuksica..
    Jujur bagian haetaeng aku bnyak nglewatin..hahahaaa
    Banyakin kyuna moment yaa saeng…

  7. Barcelonista says:

    apa sebenarnya donghae pnya perasaan lebih dr pd sekedar adik ama taenggu…
    smoga donghae bs ngelindungi taenggu….

  8. onlysjk says:

    Bener2 beruntung si taetae punya oppa kek donghae yg slalu jagain dia, terus tiap hari di masakin makanan mulu lagi haha
    Rusuh ya eunhae wkwk mungkin donghae takut disuntik gegara punya pengalaman buruk lg sebelum dia amnesia.. cuma dugaan sih hehe
    Kyuna nya kurang thor whahaa, need more kyuna moment..
    Kek nya yoona kenal ya sm donghae? Semoga idenya cepat ngalir ya buat Lens, kgen berat sama ff itu hehe fighting authornim ^^

    • Gold Plum says:

      wkwk eunhae pasti selalu berisik 😉
      kyunanya dilanjut next chap. 🙂
      tapi pasti bakal lebih banyak taehae soalnya mereka main couplenya

  9. kimhawon91 says:

    Wah…akhirnya ff ini update juga…
    Penasaran sebenarnya ada hub apa yoona dg donghae?dan siapa yg disukai donghae???
    Ceritanya seruu,ditunggu ya thor next chapternya….

  10. yoonhun3012 says:

    AAH KYUNA MOMENT LOVE IT hwheh mian aku malah komennya kyuna? Tapi emg so zweeett!! Dan kenapa dengan nama lee donghae yoong? Kau kenal dia? Omgomg penasaran tingkat akut nih lanjutvyayayaya

  11. yoonaaddict says:

    author ditunggu kelanjutan whisper sama lens nya,neee ?? 😉
    fighting thor untuk semuanya karyamu !! author daebaaak 👍

  12. bsky2207 says:

    Mian, saya reader baru..
    Authornya Kenna yah? Habis lembur baca smua ffnya, penasaran sama ff yg masih to be continue 😁. Authornim, please comeback atuh 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s