Lens : New Life 3

LENS

Pagi yang baru menyapa kediaman keluarga Cho dengan cahaya matahari yang sangat terang, minyilaukan mata. Kyuhyun membuka kedua matanya yang masih ingin kembali ke alam mimpi. Mungkin didalam mimpi ia menemukan sosok Yoona yang tidak marah padanya. Saat ia benar benar sadar, ia akhirya menyadari bahwa sosok yang seharusnya tidur disampingnya hilang entah kemana. Yoona sudah tidak ada di samping Kyuhyun. Sejak semalam tidurnya tidak tenang. Sesekali ia terbangun dan harus berusaha kembali tidur. Continue reading

Whisper [ Part 4 ]

whisper

South Korea – Jeju

Changmin menutup telephonenya. Baru saja ia mendengarkan ceramah dari sahabatnya, Kyuhyun. Lelaki yang menelphonenya itu sangat kawatir pada Changmin. Hilang selama seharian tanpa kabar dan ternyata sedang berlibur di Jeju. Ia bukan marah karena Changmin meninggalkan pekerkaannya, melainkan Changmin berhasil membuatnya kawatir.

“Ai, bisa kawatir juga dia dengan ku.” Desis Changmin. Continue reading

Whisper [ Part 3 ]

whisper

Sam il Hospital
8.15 PM

Hati namja itu terasa tercabik. Detak jantungnya tak beraturan. Nafasnya mulai tersengal. Perasaan bahagia yang semula menyelimutinya kini telah pergi berganti dengan kekecewaan dari semua penjelasan dari yeoja yang sangat ia cintai. Changmin merapat ke tembok. Ia berusaha berdiri dengan tegap dengan pandangan lurus kedepan. Matanya memandang Eunhyuk dari ujung rambut hingga kaki. Yang benar saja, tak mungkin ia kalah dengan namja yang ada didepan matanya ini. Continue reading

Lens [ Part 10 ]

Aku akan menunggu sampai kau datang.

Kalimat itu terus terniang dikepala Taeyeon. Ini adalah harinya. Hari dimana ia harus memberi jawaban pada atasannya. Donghae. Memikirkan namanya Taeyeon merasa sangat aneh. Ia seharusnya tak memikirkan atasannya itu. Tentu saja ia tak akan menunggunya. Ini hampir larut malam. Tak mungkin laki – laki itu masuh duduk atau berdiri untuk mendengar jawabannya. Ditambah lagi, Donghae seperti hanya memainkan perasaannya. Continue reading

Secret [ Part 6 ]

Image

Donghae berjalan di atas puing-puing rumahnya yang tersisa dari lalapan api. Ia mengumpulkan barang-barangnya yang tidak ikut menjadi abu dan masih berbentuk. Jihyun duduk dengan tenang di bangku taman yang ada di depan rumah Donghae, Donghae berhasil menyogoknya dengan es krim agar ia mau duduk diam sehingga ia dapat mencari barang-barangnya.

Beberapa polisi dan tentunya agen dari KSA masih lalu lalang di sekitar lokasi, mencari tahu penyebab dari kebakaran tersebut.

“Bagaimana?” Continue reading